Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Pohon Ajaib


__ADS_3

Siang hari terasa begitu sejuk karena sehabis hujan. Pepohonan basah akibat hujan yang mengguyurnya. Bau tanah kering yang tertimpa air begitu menyegarkan. Kicauan burung terdengar merdu.


Kini kedua sejoli itu sedang menikmati makan siang mereka dengan dipenuhi oleh canda dan tawa. Berbagai lawakan Cia lontarkan membuatnya tertawa sendiri. Sedangkan Alex yang melihat ke gaje an sang istri pun ikut menimpali. Padahal itu hal yang biasa saja. Tapi mampu membuat Cia tertawa. Seperti bentuk brokoli yang sangat membuatnya tertawa terpingkal padahal kan brokoli itu biasa saja.


Mungkin di mata istri nya itu brokoli sedang menari lucu hingga membuat nya tertawa. "Mas,,lihat deh,, brokoli bentuknya seperti si Gio. Tengik, mas" ucap nya membuat Alex hanya mengangguk.


Ini istri gue hamil kok otaknya bisa hilang, ya batin Alex melihat tingkah istrinya.


"Jadi kangen Jeo, mas. Nanti malam nginep dirumah mommy, yuk mas!!" ajak Cia yang tentunya diangguki oleh Alex. Daripada di tolak bisa panjang urusannya. Mendingan diangguki aja biar cepat.


"Yaudah kamu makan, dulu aja mas mau ke kamar dulu, ngecek kerjaan" pamit Alex mencium pucuk kepala sang istri yang sedang makan dengan lahap.


"Makan yang banyak, ya sayang" ucap Alex dengan mengusap perut istrinya itu yang tentu saja diangguki oleh Cia.


Selepas kepergian Alex. Cia makan dengan lahap. Sembari sesekali bergumam mengagumkan makan yang dimakannya. Seperti seorang pakar makan atau vlogger mukbang yang mencicipi makanan di depannya.


Melihat tingkah majikannya yang lucu membuat bibi yang ada di dapur terkikik geli melihatnya. "Kenyang nya" ucap Cia kemudian bersendawa. Namun, dia terdiam ketika menatap tulang ikan didepannya dengan tatapan tak bisa diartikan. Kemudian membawa tulang itu ke taman.


Alex yang turun dari kamarnya untuk menghampiri istrinya merasa heran ketika tidak melihat keberadaan sang istri "Bi,,Cia mana??" tanya Alex.


"Lho,,ibu tadi lagi makan, pak." ucap bibi membuat Alex khawatir dengan keberadaan sang istri. "Coba cari di belakang, pak. Biasanya kalau ibu lagi minum susu suka kebelakang. Katanya biar adem" terang sang bibi yang diangguki oleh Alex.


Alex dengan segera mencari keberadaan sang istri. Dan ditemukannya sang istri sedang duduk tapi terlihat sangat sibuk bahkan sayup-sayup terdengar suara menangis. "Sayang?" ucap Alex membuat Cia menengoknya.


Dan benar saja ternyata istrinya itu sedang menangis. Alex yang khawatir dan pikirannya kacau dengan cepat menghampiri Cia. "Kamu kenapa sayang??" tanya Alex panik.

__ADS_1


"Mas,,,hiks,,,mas" tangis Cia semakin membuat Alex panik.


"Kamu kenapa sayang?. Kita ke rumah sakit sekarang, yaa" ajak Alex yang digelengkan oleh Cia.


"Itu ikannya aku makan mas" ucapan Cia mampu membuat Alex terdiam. Bahkan nafasnya terasa hilang sepersekian detik mendengarnya.


"Maksudnya?" tanya Alex.


"Iya,,ikan yang dibeli bibi tadi pagi, aku makan mas. Sekarang dia sudah mati. Dan aku kubur dia biar dia tenang di alam sana, mas" ucap Cia dengan sisa air mata.


Alex yang mendengar itu seketika otaknya kosong. Kemudian setelah nya menarik nafas dalam dan menghembuskan nya secara kasar. Tadi dia sempat berpikiran yang tidak-tidak. Tapi istrinya itu justru menangis karena ikan yang dimakannya.


Apa istrinya itu tidak sadar bahwa dia tadi makan dengan lahap. "Itu cuma ikan sayang. Nggak papa. Sudah jalan dia jadi ikan mati dimakan" terang Alex membuat Cia menggeleng.


Melihat itu membuat Alex merasa ngeri. Ngeri juga yaa,,punya istri hamil, emosinya mengkhawatirkan dan menakutkan batin Alex.


"Dan mas,,tau nggak. Kalau pohon nya nanti tumbuh, bakalan ada pangeran yang datang, mas. Dia pakai kuda putih buat jemput aku terus kita hidup bahagia, deh mas" ucap Cia membuat rahang Alex hampir terjatuh mendengar penuturan nya.


"Sayang kamu tau dari mana hal, itu?. Lagian bukan gini konsepnya, sayang" ucap.Alwx memberikan nasehat.


"Nggak mas, kemarin aku nonton sama bibi, ya seperti ini mas" ucap Cia membuat Alex menggeleng saja. "Mas,,ambilin cangkul dong. Kita tanam dia biar bisa tumbuh menjadi pohon emas" ajak Cia membuat Alex hanya mengangguk pasrah saja.


Ini anak gue bakalan gimana ya?. Apa karena hamil otaknya juga terbagi ya?. Atau gue waktu buatnya terlalu keras sampai otaknya ke geser, ya batin Alex yang terus bertanya-tanya mengenai bagaimana nanti anaknya.


"Lho,,kalian lagi ngapain?. Mami dan papi bahkan tidak kalian sambut" ucap sang mami yang baru datang membuat aktivitas keduanya terganggu.

__ADS_1


"Mami,,,ini Cia lagi nanam tulang ikan. Biar tumbuh jadi pohon ajaib, mi" ucap Cia semangat membuat wajah mami dan papi kebingungan kemudian menatap Alex.


"Biasa, mi. Lagi ngebleng" ucap Alex yang membuat mami dan papi terkekeh mendengarnya.


"Semangat saja, ya sayang. Ini mami bawa kue buat kalian. Dimakan nanti ya. Mami mau berangkat lagi, soalnya papi sebentar lagi ada meeting" ucapnya membuat Cia mengangguk begitu pun dengan Alex.


"Byeee papi dan mami!!!" teriak Cia membuat mereka semua tertawa.


"Kayaknya rumah kamu bakalan sangat ramai jika anak kamu lahir, Lex" bisik sang papi pada Alex yang tentu saja diangguki nya.


Untungnya hanya satu yang terlihat dari hasil USG. Dan ini aja didalam kandungan bikin ribet. Apalagi dia bisa pecah kepalanya setiap hari menghadapi kelakuan mereka.


"Kalau mau apa-apa bilang aja sama papi. Nanti papi bakalan kirimkan" ucap Sang papi membuat Cia mengangguk sangat senang dan berterima kasih.


"Ye,,,udah. Mas ambilkan batu yang besar, dong. Sebagai pengingat nya biar nanti kalau udah tumbuh bisa di kasih pagar" ucap Cia yang digelengkan oleh Alex.


"Ibu, pak. Ayo,,masuk mau hujan" ucap sang bibi membuatnya mereka mengangguk.


"Bibi besok-besok ingat siram ini, ya. Biar nanti bisa tumbuh pohon ajaib nya dan nanti bibi saya kasih deh,,pangerannya biar bibi ada yang nemenin bobo. Hihihi" ucapnya membuat sang bibi kebingungan dan hanya mengangguk saja.


Setelah kegiatan mengubur jenazah ikan dengan maksud agar tumbuh pohon emas atau ajaib. Sekarang si pelaku sudah tertidur lelap karena kelelahan. Alex sebagai suaminya hanya bisa tersenyum geli saja membayangkan tingkah istrinya itu.


"Kamu itu hamil, perut bertambah besar, tapi otaknya semakin mengecil. Ada-ada aja tingkahnya" ucap Alex kemudian mencium kening istrinya. "Sayangnya Daddy, jangan buat mommy kelelahan, ya. Dan jangan aneh-aneh kamu nggak kasihan dengan Daddy yang harus sabar menghadapi tingkah mommy mu. Baik-baik disana, ya. Daddy yakin disini kalian berdua. Jangan sering bertengkar, yaa disana. Daddy sayang kalian" ucap Alex mengajak bicara sang anak yang berada di dalam perut Cia. Dan anaknya itu merespon dengan tendangan membuat senyum Alex sangat lebar dan takjub dengan hal yang barusan terjadi.


"Ah,, Daddy jadi pengen jenguk kalian, kan. Tapi mommy kalian lagi kelelahan. Nanti malam kita ketemu, ya. Tahan rindu sedikit lagi,, anak-anak Daddy" ucap Alex kemudian menyusul sang istri untuk tidur.

__ADS_1


__ADS_2