Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
EX-PART 2


__ADS_3

Ruangan yang luas terasa begitu sempit karena banyaknya orang. Ya,,sekarang di kediaman keluarga Aditama sedang ada kegiatan kumpul keluarga besar. Sangat besar sampai memenuhi rumah tersebut. Belum lagi suara rengekan dan tangisan anak kecil. Dan ibu-ibu yang sedang berkeluh-kesah. Dan jangan lupakan bapak-bapak yang sedang duduk manis bertemani secangkir kopi dan berbicara tentang bisnis.


"Mom, si kembar kok belum pulang ya?" ucap Cia yang khawatir dengan anaknya. Karena sudah lebih dari 2 jam semenjak mereka bilang akan pulang. Namun, sampai saat ini belum juga pulang.


"Sabar. Sebentar lagi mereka akan pulang. Mungkin dijalan masih macet. Atau mereka sedang bertemu dengan temannya" tenang wanita yang sudah patuh baya. Tetapi masih cantik.


"Apalagi, keluarga Mr. Kim. Mau datang lagi" ucap Cia gelisah yang langsung mendapatkan usapan di punggungnya. Untuk memberikan ketenangan.


"Nenek kami pulang,,yuhuuuu!" teriaknya yang sontak mendapatkan perhatian dari yang lainnya. "Upss,,maaf, tak kira tidak ada orang" ucapnya cengengesan.


"Kalian dari mana aja. Mama telepon kok enggak diangkat. Bikin khawatir aja, tau enggak." serobot Cia karena melihat tingkah anak-anak nya yang tidak memberi kabar.


"Uluh-uluh, mama ku cantik. Suaminya papa Alex. Dan mama Kak Regan. Tenang aja kami pulang dengan selamat, kok." ucapnya dengan membingkai wajah sang mama. "Huh banyak sekali orang, ya?" ucapnya mengalihkan perhatian ke seluruh tempat.


Sedangkan Regan sudah duduk manis bersama bapak-bapak yang membicarakan bisnis. "Kamu ini, yaa!!" geram Cia karena ulah anaknya.

__ADS_1


"Nenek, ada yang mau aku bicarakan, dengan nenek" ucap Rehan dengan serius. Membuat sang nenek mengangguk. Dan mengajak neneknya ke taman belakang yang terlihat sepi.


Sesampainya mereka disana. Rehan membawa sang nenek duduk di kursi taman. Agar tidak kelelahan berdiri. Karena nantinya obrolan mereka akan sangat panjang. "Ada apa?" tanya sang nenek langsung.


Rehan yang sedang dalam mode serius pun. Menatap sang nenek dengan yakin. "Nenek, kami meminta bantuan nenek, untuk mencarikan kami perempuan. Nenek tau kan. Bahwa kami itu sangat tampan, mapan sandang dan papan yang membuat cewek tertarik. Tapi nenek, kami tidak ingin perempuan yang hanya menginginkan harta saja." ucapnya yang diangguki oleh neneknya yang mengerti arah pembicaraannya.


"Jadi?" tanya sang nenek.


"Kami ingin dijodohkan dengan seseorang, nenek. Kasian si Ipin sama Upin kesepian tidak ada pasangannya nenek. Lagian memangnya nenek tidak mau cepet-cepet punya cucu" ucap Rehan. Membuat sang nenek tertawa senang.


Sang nenek jadi ingat kejadian nya dulu "Kamu tau enggak dulu, nenek itu enggak suka dijodohin. Apalagi sama kakek kamu. Rasanya nenek Gedeg banget. Eh,,tapi sekarang malah cucu-cucu nenek yang ngebet ingin di jodohkan" ucapnya terkekeh.


"Ada apa sayang?" ucap seseorang dari belakang mereka. Lalu ikut duduk. Setelah diambil kursi oleh pekerja mereka. "Kamu sudah tau, yaa?" tanyanya lagi yang langsung mengangguk.


"Kalian kenapa enggak bilang aja sama mama dan papa?" tanya sang nenek.

__ADS_1


"Nenek, tau kan. Kalau kita bilang begitu, mama dan papa pasti akan mengejek kita. Dan yang paling parah nantinya mama pasti akan mencarikan jodoh yang jago beladiri. Sehingga nanti kalau kami salah bisa langsung di samsak." keluh Regan.


"Bagus, dong. Jadi kalian punya rasa takut jika melakukan hal-hal yang salah" ucap sang kakek tersenyum mengejek.


"Kakek,,,,. Nanti kalau cucu-cucu kakek ini kalah di ranjang, gimana. Kami kan malu, kek. Sebagai seorang laki-laki tapi kalah sama perempuan di ranjang itu kan memalukan." ucap Regan membuat kakek dan nenek tertawa.


"Ayolah,,kek, nek. Carikan kami jodoh yang polos. Agar kami terlihat seperti laki-laki yang matang dan siap untuk bertempur" rengek keduanya.


"Om kalian sangat lucu" ucap seseorang membuat mereka menatap kearah orang itu.


"Alvin!!" teriak panik si kembar. Karena terekam oleh video si Narsis Alvin ketika mereka merengek minta dijodohkan. Mendengar itu dengan kecepatan kilat Alvin berlari masuk ke dalam rumah mencari perlindungan.


"Udah biarkan saja. Nanti nenek dan kakek akan carikan perempuan untuk kalian. Tapi ingat yaa. Tidak ada penolakan!" ancam sang nenek membuat si kembar tersenyum senang dan memeluk kakek nenek nya itu.


Sedangkan di dalam kamar mandi. Seseorang sedang menyaksikan video yang tadi direkam, walau hanya setengahnya tapi sudah sangat bagus. Melihat itu membuatnya terkikik bagaimana ekspresi kakak kembarnya yang memelas kenapa sang nenek dan kakek.

__ADS_1


"Kalau video ini. Dikirim di grup keluarga. Maka akan sangat viral. Apalagi mereka merengek untuk di jodohkan. Akan menjadi berita besar." gumamnya tersenyum devil.


"Bersiaplah. Malu. Kakak-kakak ku yang tampan, mapan sandang pangan" ucapnya setelah mengedit kemudian mengirim video tersebut ke grup keluarga mereka.


__ADS_2