
Gue hanya terkekeh menanggapinya “Jadi saya itu kesini mau, mengajukan pernikahan. Eh,,sebelumnya saya harus minta maaf dulu, karena telah lancang menggali informasi tentang putri anda.” Ucap Gue yang spontan.
Mendengar pernyataan gue. Beliau sangat terkejut, setelahnya tersenyum. Gue menjadi canggung, karena ucapan gue barusan. “Kamu mau menikah dengan putri saya?” Tanya nya yang membuat jiwa gue seketika menjadi down. Dan gue hanya bisa mengangguk. “Apa alasan kamu mau menikahi putri saya?. Padahal setahu saya. Putri saya hanya pernah dekat dengan satu pria dari Amerika. Dan putri saya itu sangat tomboy dan juga bandel, suka balapan dan tawuran” ucapnya lagi dengan menyenderkan tubuhnya di punggung kursi dan bersidekap dada.
Dan dengan sikapnya begitu, sontak membuat nyali gue merinding. Bahkan seketaris gue yang tadinya diam saja, kini mulai terlihat gelisah. “Saya tahu itu semua. Tapi entah mengapa saat pertama kali melihat putri anda, saya merasa di tarik untuk selalu dekat dengan anak bapak” ucap gue tanpa berbohong.
Gue melihat kearahnya, dan betapa terkejutnya gue dia tertawa. “Kamu tau, sebenarnya saya mengajak kamu makan siang adalah ingin meminta pertanggung jawabanmu terhadap putri saya. Dan saya sudah tau, apa saja yang telah anda perbuat terhadap putri saya.”ucapnya membuat gue syok.
“Ja-jadi anda tau semuanya?” ucap gue sedikit terbata, dan beliau hanya berdehem saja.
“Saya bahkan sangat tau, kejadian di lift” pancingnya membuat jiwa gue kabur melayang bersembunyi di balik celah sendok dan piring yang ada di meja ini.
Gue sudah tidak bisa berkata apapun lagi. Gue malu. Gue sudah kalah telak dengan orang dewasa didepan gue yang sejak tadi tersenyum dengan licik. “Saya menunggu orang tuamu datang kerumah saya. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanmu” ucapnya seraya bangkit meninggalkan gue yang termangu.
Gue memang ingin segera menikah. Tapi tidak sekarang. Kenapa rencana gue semua gagal. Padahal rencana gue cuma untuk menggeretak saja. Untuk menikah gue masih ragu dengan sikap gue dan berita di luar sana apalagi gadis itu benci sama gue.
Ini namanya jemakan terkena tuannya. Gue akhirnya bangkit yang diikuti oleh seketaris gue. Oke sekarang gue harus menghubungi orang tua gue. Dan harus kembali bekerja seperti biasanya.
ALEX POV END.
Keluar dari tempat makan tersebut. Kini wajah papa Aditama sangat senang, karena tidak menyangka atau memang putrinya dengan Alex tersebut adalah jodoh. Baru saja dirinya ingin mengajukan perjodohan dengan Alex. Ternyata pria itu sudah lebih dulu mengajukan pernikahan. Sebenarnya papa aditama juga sedikit kesal dengan pria itu yang berani mencium anaknya.
Namun, melihat caranya mengajak putrinya menikah, sudah hal yang baik. Dan sekarang yang menjadi permasalahannya adalah mau kah Cia menikah?.
Papa Aditama sampai di perusahaannya dengan wajah sumbringah. Mereka yang melihatnya juga ikut tersenyum. Sesampainya dilantai ruangannya. Pak Aditama dengan segera menghampiri sang anak. “Rey, papa punya kabar gembira” ucapnya dengan masuk keruangan anaknya.
__ADS_1
“Ada apa, pa?. Keliatannya sangat senang” ucap Rey yang duduk di sofa menikamti secangkir kopi dengan tangannya yang masih memegang berkas.
Pak Aditama duduk disamping Rey. “Papa sudah menemukan calon buat Cia” ucapnya membuat Rey tersedak minuman kopinya.
“Calon apa, pa?. Jangan bilang papa, ingin menjodohkan mereka?. Nggak ya pa. Rey ingin Cia memilih sendiri pendamping hidupnya” ucap Rey memberikan pendapatnya.
“Tapi anak itu terlalu istimewa, Rey. Dia itu sangat bandel, suka balapan liar dan tawuran. Mana ada yang mau dengan dia, Rey. Dan calonnya ini sangat terkualifikasi mantu idaman” ucap Pak Aditama yang membuat Rey terkekeh.
“Sudah tercatat, BPOM, belum, pa?. Terus terjamin tidak ke halalnya?” Tanya Rey yang justru mengikuti papanya.
“Kamu ini, diajak serius malah bercanda. Nanti deh,,papa kenalin calonnya. Biar kamu penasaran” ucapnya bangkit. ,meninggalkan Rey dengan raut wajah penuh kebingungan.
“Ini papa mau ngejodohin Cia dengan siapa, sih?. Tau,,ah,,. Anak dengan bapak itu sering sekali main rahasia-rahasian” gerutu Rey yang kembali duduk di kuris kebesarannya.
Namun, belum mendaratkan bokongnya dengan sempurna pintu langsung di dobrak oleh sang papa. “Hari ini papa akan pensiun. Karena papa akan bermain bersama sang calon menantu” ucapnya membuat Rey melongo dengan sikap papanya itu.
“Kalau gini, lembur lagi” monolog Rey yang kembali bekerja. Tanpa terasa waktu bergulir kini para pekerja sudah pulang, bahkan Cia pun sudah pulang, dan sudah memasuki mobilnya.
Rekan kerja Cia terkejut melihat Cia yang membawa mobil. Tapi mereka tidak heran karena rekan kerjanya Cia sudah tau bahwa Cia adalah anaknya dari pemilik perusahaan tersebut.
Namun, Cia memberikan pengertian yang baik. Sehingga mereka tidak merasa canggung. “Kami duluan, ya Cia” ucap rekan kerjanya membuat Cia mengangguk dan melambaikan tangannya.
Cia pun melajukan mobilnya. Namun ditengah perjalan dia mendapatkan pesan membuat Cia menepikan mobilnya.
Kak Cia,,,gengnya kak marsel ngajak lomba, di tempat biasa. Bagaimana kak?. Isi pesan seseorang membuat Cia menghela nafas.
__ADS_1
'Baiklah. Jam berapa?' balas Cia.
Jam 9 malam kak pesannya masuk dari ponsel Cia.
'Baiklah, siapkan. Motornya' balas Cia kembali yang langsung di siapkan oleh senang pengirim pesan.
Cia dengan cepat melajukan mobilnya. Menuju rumahnya ia ingin beristirahat sejenak untuk tenaganya nanti malam, sembari berpikir alasan apa yang akan diberikan kepada mommy dan juga daddy nya.
Sesampainya dirumah Cia sudah disambut oleh si kembar dan jangan lupakan juga cewek tomboy yang kini sudah duduk ngan*gkang bermain game bersama Gio. Siapa lagi jika bukan Rain yang entah sejak kapan sudah di sini “Mommy. Cia pulang!” teriak Cia yang tidak menemukan sang mommy.
“Berisik monyet!” ucap Gio ketika mendengar teriakan kakaknya. Cia yang gedeg dipanggil monyet pun melemparkan bantalan sofa kepada Gio yang mengenai tetat sasaran. “Idih monyet teriak monyet” balas Jeo yang anteng membaca bukunya.
“Kenapa sih, kalian teriak-teriak nggak jelas. Mommy lagi dibelakang ngurus bunga bersama oma” ucap sang mommy yang datang dari aarah belakang dapur. “Eh,,kamu udah pulang. Mau makan sekarang?” Tanya sang mommy yang melihat Cia sudah pulang dari kerjaannya.
“Mau mandi dulu, mom. Nanti kalau lapar Cia ambil sendiri” ucap Cia kemudian berlalu ke kamarnya. Namun, sebelum itu dia melempari bantal sofa kepada Jeo dan juga kepada orang yang bermain game membuat mereka semua beteriak kesal.
“Dasar kak Cia Monyet!” teriak mereka semua membuat Cia tertawa. Sesampainya di dalam kamar dengan segera Cia menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Kemudian menutup matanya dan justru tertidur.
.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih 💜💜💜