
...HAI...SEMUANYA.....JADI HARI INI SAYA MAU NGASIH INFO BAHWA CERITA CIA DAN ALEX SUDAH BERAKHIR DI EPISODE 86. NAMUN, KALIAN JANGAN SEDIH KARENA AKAN DILANJUTKAN DENGAN CERITA DARI RAIN DAN AIDAN....
...TAPI, CERITA MEREKA AKAN MENYAMBUNG KARENA NANTI AKAN ADA SANGKUT PAUTNYA DENGAN SI CIA DAN ALEX....
...JADI SELAMAT MENIKMATI CERITA AIDAN DAN RAIN YANG MUNGKIN CERITANYA AKAN TIDAK JAUH DARI CERITA YANG LAINNYA....
.......
.......
.......
.......
.......
...SELAMAT MENIKMATI HIDANGAN...
Suasana rumah sakit sangat ramai karena kalau sepi namanya kuburan. Saat ini Rain, Aidan dan si kembar duduk di depan UGD untuk menunggu hasil pemeriksaan wanita yang tadi tertabrak.
.
Suara sirene ambulance datang kemudian membawa wanita yang berlumuran darah itu. Bahkan polisi pun datang untuk mengamankan lokasi tersebut.
"Silakan kalian ikut masuk ke ambulance, untuk bertanggung jawab" ucap salah satu perawatan membuat Aidan dan Rain mengangguk kemudian masuk kedalam ambulance tersebut. Dan menelpon si kembar agar menyusul mereka ke rumah sakit.
.
__ADS_1
Hingga akhirnya mereka sekarang duduk disini dengan wajah khawatir sekaligus penuh tanya. Rain saat sampai di rumah sakit langsung menyerahkan bayi itu kepada perawat agar diperiksa lebih lanjut lagi.
"Bang, ini sebenarnya kenapa??. Abang tidak membunuh orang kan??" tanya Gio yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Aidan.
"Udah dibilangin. Mereka korban kecelakaan. Dan pas banget Abang dengan Rain ada disana" terang Aidan membuat di kembar ber-oh saja. Sedangkan Rain terlihat sangat khawatir dan cemas akan bayi dan juga ibu dari bayi itu.
Seorang perawat datang menghampiri mereka membuat mereka berdiri cepat "Kalian berdua disuruh ke masuk kedalam oleh dokter" ucap perawat membuat mereka mengikuti nya.
"Kamu tunggu disini aja. Jangan ada yang menghubungi keluarga dulu" ucap Aidan sebelum pergi mengikuti perawatan. Dan si kembar hanya bisa mengangguk pasrah.
Didalam ruangan yang terlihat simpel, yang di cat putih bersih. Menambah kesan yang nyaman. "Jadi bagaimana kronologi, pak, Bu?" tanya seorang polisi membuka suaranya.
Rain menatap Aidan yang diangguki olehnya "Jadi seperti ini pak, saya hanya tidak tau pasti bagaimana karena ketika melihat kejadian nya saya sangat syok. Suara klakson truk itu sudah berbunyi dari jarak yang jauh. Namun, ketika sudah didekat tiang itu, ibu ini langsung melangkahkan kakinya menuju ke tengah jalan. Untungnya pengemudi truk dengan cepat membanting stir dan menjaga keseimbangan nya. Sehingga ibu itu hanya terserempet sedikit. Namun, karena tubuhnya yang linglung membuatnya jatuh dan menghantam trotoar, pak." ucap Aidan membuat sang polisi dan dokter itu mengangguk.
"Dari penjelasan sekitar dan bapak. Sepertinya ini kasus bunuh diri" ucap sang polisi menganalisis kejadian.
"Benar sekali, pak. Karena setelah diperiksa ternyata ibu itu baru saja melahirkan, dan juga mengalami pendarahan. Coba bapak selidiki kasusnya lebih lanjut. Karena takutnya ini terjadi ada sangkut pautnya dengan ayah dari anak yang dikandungnya" terang sang dokter membuat polisi mengangguk.
"Baik, biar saya menjelaskan kondisi dari ibu tersebut. Seperti yang sudah saya jelaskan. Bahwa pasien tersebut baru saja melahirkan dan mengalami pendarahan. Akibat banyak darah yang keluar membuat pasien tidak bisa bertahan. Untuk masalah anaknya, saya serahkan kepada pihak yang berwajib" ucap sang dokter membuat Rain dan Aidan terkejut.
"Jadi ibu dari anak itu sudah meninggal, dok?" tanya Rain yang sejak tadi diam mendengarkan ucapan sang dokter. Sang dokter mengangguk.
"Baik, kami nanti akan mengurus anak itu. Dan kami akan serahkan kepada keluarganya" ucap sang polisi.
Mendengar itu membuat Rain gelisah. "Pak tidak bisakah saya yang merawat bayi itu?" tanya Rain membaut mereka semua melongo.
"Apakah anda sudah menikah?. Karena untuk mengadopsi seorang anak harus memiliki pasangan dan sudah menikah. Karena memiliki anak tanpa ada pernikahan sama saja memberikan masalah. Dan nantinya akta kelahiran anak berisikan nama ayahnya" terang sang polisi membaut Rain tidak bisa berbicara lagi. Karena memang benar dia belum menikah.
__ADS_1
"Tapi, pak. Saya mendapatkan amanah dari ibu nya untuk menjaganya. Jadi izin kan saya untuk menjalankan amanah tersebut" ucap Rain yang sudah tidak tahan untuk menangis.
"Aturan tetaplah aturan yang harus dijalankan. Saya tidak ingin disalahkan oleh keluarga dari bayi itu karena memberikannya kepada orang lain sementara dia masih punya keluarga untuk mengasuhnya" ucap sang polisi.
"Baiklah, pak saya tunggu selidikan pak polisi terkait keluarga wanita itu. Setalah semua beres baru kita ambil kesimpulannya" ucap Aidan yang diangguki oleh polisi dan juga dokter.
Sementara Rain masih terbengong mendengar nya. "Pak saya mohon, tidak bisa kah saya yang mengadopsi anak itu, pak?" ucap Rain membuat Aidan melongo mendengarnya.
"Mohon maaf, dik. Tidak bisa" ucap sang polisi kemudian pamit pergi diikuti oleh mereka semua.
Saat ini Aidan dan Rain menghampiri si kembar. "Bagaimana bang, keadaannya?" tanya si kembar yang mendapatkan gelengan dari Aidan.
"Bang,, bagaimana ini. Aku ingin mengadopsi anak itu, bang. Aku merasa bahwa ada ikatan dalam anak itu, bang" ucap Rain dengan menggoyangkan lengan Aidan.
Aidan merasa kepala pecah dengan keadaan. "Bang, kita makan dulu. Biar ada tenaga" ajak Jeo membuat mereka semua mengangguk.
Mereka akhirnya makan di kantin rumah sakit. Dan sembari menenangkan diri. Pikiran mereka berkelana jauh. Hingga dering ponsel terdengar nyaring membuyarkan pikiran mereka. "Hallo, kak?" ucap Aidan pada di sebrang sana. "Iya,,kak, kayak nya kita pulang ke apartemen aja, iya kakak ku yang manis,,mereka aman" ucap Aidan membuat tiga pasang mata menatap mereka. Kemudian menghela nafas ringan.
"Mommy bang?" tanya Jeo yang diangguki oleh Aidan.
"Kalian bertiga istirahat lah di hotel dekat sini. Nanti pagi kalian baru kesini lagi. Tadi Abang udah bilang ke asisten Abang buat beliin keperluan kalian dan untuk kamar hotel, juga sudah disiapkan oleh nya. Dan kalian sudah ditunggu di depan rumah sakit" ucap Aidan ketiak mereka sudah selesai makan.
"Aku tetap disini, ya bang" ucap Rain yang mendapat gelengan dari Aidan.
"Kamu istirahat aja. Masalah ini buat Abang aja yang tanggung" ucap Aidan yang mendapat gelengan kembali dari Rain.
"Pokoknya gue ingin tetap disini, bang. Please!!. Gue ingin liat bagaimana kondisi bayi itu, bang. Lagian nanti Abang pasti sibuk ngurusin ibunya. Maka dengan adanya Rain. Abang bisa lebih pokus" ucapan Rain membuat Aidan berpikir dan akhirnya mengangguk.
__ADS_1
"Kalau gitu kita berempat aja disini. Masak iyg cuma kita berdua aja yang istirahat sedangkan kalian tidak. Nggak adil banget" gerutu Gio membuat Aidan tidak bisa berkata apapun lagi.
"Baiklah,,terserah kalian aja. Abang mau ke kantor polisi dulu" ucapnya membuat mereka mengangguk kemudian kembali ke tempat tujuannya.