Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Fans mu, lagi??


__ADS_3

Baru tiga hari merasa indahnya berduaan. Kini mereka harus kembali pergi ke rumah. Karena Oma sakit masuk rumah sakit. Dan hal itu membuat Cia tidak tenang akhirnya membuat mereka memutuskan untuk pulang.


Saat ini Cia sedang berada di koridor rumah sakit. Menelusuri setiap ruangan untuk menemukan sang Oma. "Sayang pelan-pelan, saja. Kata Daddy ruangannya ada di lantai atas" tegur Alex yang khawatir dengan istrinya itu.


Cia tidak mendengarkan ucapan Alex hingga tanpa sengaja kaki tersandung. Membuat Alex dengan sigap menangkap tubuh sang istri "Nah,,kan. Sudah dibilangin pelan-pelan saja. Semuanya baik-baik saja, sayang. Tadi papa juga bilang kan bahwa Oma sudah membaik. Jadi jangan khawatir, yaa?" ucap Alex yang diangguki oleh Cia.


Alex sendiri gemas melihat wajah Cia yang terkejut dan takut itu setelah dirinya merasa akan terjatuh. Cup. Kecupan mendarat di bibir Cia membuat Cia dengan cepat melepaskan rengkuhan Alex. "Ini rumah sakit, tau!" kesal Cia karena Alex menciumnya tanpa melihat tempat.


"Aku cuma gemas aja, sama kamu" ucap nya dengan menuntun Cia untuk menuju ke ruangan Oma.


Mereka menaiki lift untuk menuju ruangan sang Oma dirawat. "Lhoo Alex kan?" tanya seseorang yang memakai jas putih. Dokter.


Alex terlihat mengerutkan keningnya. Tidak mengenal orang yang menyapanya. Melihat hal itu membuat orang itu tersenyum geli "Aku Hany. Teman SMP, kamu" ucapnya membuat Alex berusaha mengingat orang itu. "Wajar saja kamu lupa. Karena sudah lama banget tidak bertemu. Aku yang dulu pakai kacamata tebal itu yang rambutnya keribo" ucapnya membuat Alex hanya mengangguk saja.


Taukah kamu. Bahwa Alex sangat mudah lupa dengan orang. Maklum saja, dia sering bertemu banyak orang. "Owh,,,hai," hanya itu yang Alex lakukan.


Sementara Cia yang melihat itu membuatnya dongkol. Cia memandang dokter itu dari bawah ke atas dan dari atas ke bawah. Cantik. itu yang ada dalam benak Cia saat ini.


"Kamu masih sama kayak dulu, ya. Masih cuek dan masih tampan" ucapnya dengan penuh semangat tidak perduli bahwa ada orang yang menatapnya tajam dengan kepala yang sudah beruap.


"Terima kasih" ucap Alex yang seperti tidak berminat untuk menanggapinya. Bagaimana mau menanggapi sementara dia saja tidak merasa kenal dengan orang itu.


Ting. Untungnya lift terbuka membuat Cia merasa lega. "Ini kartu namaku. Kalau kamu butuh hubungi saja, aku. Bye Alex" ucapnya meninggalkan Alex yang tidak tersenyum sama sekali. Namun, tetap menerima uluran kartu nama itu.


"Wow,,fans mu lagi, ya?" ucap Cia mencibir.


"Entahlah" hanya itu yang keluar dari mulut Alex.


Mendengar itu membuat Cia berdecih. Kemudian meninggalkan Alex ketika pintu lift terbuka. Alex menggeleng kan. kepalanya melihat tingkah Cia. Dia mengikuti Cia dari belakang. "Kamu mau kemana?" tanya Alex ketika Cia hendak membuka salah satu ruang yang ada disana.

__ADS_1


"Masuklah" ucapnya sewot.


"Kamar Oma ada disana" tunjuk Alex membuat Cia berdecak.


"Aku sudah tau. tadi hanya ingin melihat bagaimana ruangan itu, saja" alibi Cia membuat Alex menahan tawanya.


"Oma!!" teriaknya yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari orang yang ada di ruangan itu. "Maaf rem nya blong" cengiran Cia membuat semua orang hanya bisa menghela nafas.


"Maka nya pelan-pelan saja, sayang" ucap Alex dari belakang Cia.


"Cih,,,siapa kamu. Sana aja urusi mantan kamu itu" ucap Cia kesal membuat orang yang melihatnya geleng-geleng.


Alex menyalimi mereka semua yang ada di ruangan itu "Kenapa dia?" tanya sang papa yang melihat wajah anaknya ditekuk.


"Biasa, pa. Cemburu " balas Alex kemudian duduk disamping sang papa.


Cia yang mendengarnya pun tidak terima "Siapa yang cemburu. Kamu nya aja kegenitan sama cewek" balas Cia menatap horor suaminya.


"Baru, pa. Ini dari bandara langsung kesini. Soalnya anak papa itu merengek kayak anak kecil minta pulang" adu Alex yang dibalas decihan oleh Cia.


"Oma,,," ucapnya memandang sang Oma yang sedang istirahat. "Oma ini Cia sudah pulang" ucapnya dengan menggenggam tangan sang Oma.


Mendengar itu membuat Oma membuka matanya dengan perlahan kemudian tersenyum senang. "Kapan pulang?" tanya Oma dengan suara yang lirih.


Cia berusaha menahan air matanya agar tidak keluar dengan senyum yang sejak tadi mengembang. "Barus aja, Oma" ucapnya.


"Oma senang, sekarang cucu perempuan Oma sudah pada menikah. Jadi Oma sekarang lega. Karena cucu Oma berada di tangan laki-laki yang tepat" ucapnya lirih dengan tersenyum bahagia yang terlukis di wajahnya yang lesu dan keriput itu. Mendengar itu membuat Cia hanya mengangguk saja.


"Oma harus sembuh, ya. Katanya Oma pengen lihat anaknya kak Utaya lahir. Dan memberinya nama. Jadi Oma harus sehat yaa??" ucapnya membuat Oma tersenyum dan mengangguk. Membuat Cia memeluk sang nenek.

__ADS_1


"Kamu kapan?" tanya Oma yang membuat Cia menampilkan wajah bingungnya. Oma yang mengerti raut wajah Cia pun terkekeh pelan "Maksudnya kapan kamu menyusul, kakak mu hamil?"


Cia hanya tersenyum canggung mau jawab apa. Karena dia pun baru menikah. "Kan mereka baru menikah, Oma" sela sang papa yang diangguki oleh mereka.


"Tapi kalian nggak menundanya kan?" tanya sang papa yang di gelengkan oleh Alex.


"Nggak, pa. Alex juga ingin cepat punya anak biar dirumah ramai" ucap Alex yang diangguki oleh Cia.


Setelah dari menjenguk Oma. Saat ini Alex dan Cia sudah berada di apartemen. "Mas mau makan?" tanya Cia membuat Alex mengangguk.


Cia memasak bahan yang ada di kulkas. Untungnya masih ada telur dan beberapa sayur. Membuat Cia memutuskan untuk membuat omlet telur saja.


"Aku mau mandi, dulu ya" ucap Alex yang beranjak dari duduknya menuju ke kamar mandi.


Setelah selesai menyiapkan makanan Cia bergegas ke dalam kamar karena tidak melihat batang hidung suaminya yang keluar dari kamar.


Saat membuka pintu dilihatnya Alex sudah tertidur pulas tanpa selimut, karena dia hanya memakai celana pendek dengan posisi tidur tengkurap. Cia yang melihat itu merasa kasihan. "Pasti capek banget, ya?" gumam Cia sembari menyelimuti tubuh Alex. Cup. Satu kecupan Cia daratkan di pipi Alex.


Membuat Alex sedikit terusik. Kemudian memindahkan kepalanya. Melihat itu membuat Cia terkekeh gemas. Dan karena gemas membuat Cia kembali menciumi pipi Alex. Membuat si empu terlentang dan menarik tubuh Cia kepelukan nya.


"Akh!!" teriak Cia yang sudah berada di atas tubuh Alex.


"Pengganggu" ucap Alex membuka matanya. Dan memasang wajah galaknya.


"Mas,,sakit tau dahi aku kena dada keras kamu!" protes Cia dengan mengusap dahi nya.


"Lagian siapa suruh ganggu aku lagi tidur" ucapnya dengan mengelus dahi Cia kemudian memberikan kecupan untuk menghilangkan sakitnya. Romantis banget kan?. Jadi pengen punya satu.


Cia tidak perduli dengan ucapan Alex kemudian berniat bangkit. Namun dicegah oleh Alex. "Nanggung, sayang. Kita buat cicit untuk Oma, yuk. Lagian kan kata Oma kita harus sering-sering buatnya" ucap Alex membuat Cia membulatkan matanya.

__ADS_1


Pasalnya dia sudah lelah memasak tadi. Masa, iya sekarang makannya tidak di makan. Saat hendak protes. Bibir nya sudah di lahap oleh Alex membuat Cia tidak bisa memberontak lagi. Apalagi sekarang dia sudah berada dibawah kukungan Alex yang matanya sudah penuh dengan hasrat.


Hingga terjadilah pergumulan panas antara mereka yang berusaha untuk menciptakan suatu manusia yang akan menghiasi dunia mereka.


__ADS_2