
Setelah berakhirnya acara. Kini seluruh keluarga besar yang hadir juga sudah pulang ke rumah mereka. Hanya tinggal anak-anak dari sanak saudara aja yang masih tinggal untuk menginap. Karena rencananya malam ini mereka akan pergi ke tempat wisata yang baru saja di buka.
"Bang,,jadi dimana tempatnya??" tanya Gio kepada Aidan yang sedang mengemudi.
Owh,,iya. Aidan masih jomblo karena dia suka kabur ketika mamanya menyiapkan kencang buta untuknya. Karena sang mama sudah sangat ingin menimang cucu. Jadi karena jengah dengan perlakuan anaknya membuat mamanya tidak perduli lagi dengan anaknya itu.
"Ini kata google maps sudah hampir mau sampai tinggal belok kanan terus kiri aja" ucap Aidan dengan pandangan lurus kedepan.
"Lho,,bang, bukannya ini menuju TPU ya??" ucap Jeo yang melihat suasana disekelilingnya.
Mereka semua yang ada di mobil sontak saja terkejut dan juga ketakutan ketika melihat sekeliling yang banyaknya pohon rindang.
"Eh,,tapi kata maps nya gitu. Apa kita balik lagi ya?" tanya Aidan yang lebih memilih untuk memberhentikan mobilnya dan menepi.
"Lo,,bang. Udah tua, pikun belum kawin lagi. Mendingan Jeo aja yang bawa mobilnya. Dari pada nyasar nya semakin jauh" omel Rain yang sejak tadi diam saja mulai mengeluarkan suaranya.
Mendengar itu membuat Aidan berdecak kesal. Jika sudah menyangkut umur. Dia sangat kesal. Karena akan mengingatkan nya bahwa dia sudah tua tapi belum juga menikah.
"Kenapa nggak Lo aja yang nikah dengan Bang Aidan. Kan Lo cewek satu-satunya. Itung-itung sebagai ikatan yang akan mempererat tali persaudaraan kita,lah." ucapan Gio membuat Rain menatapnya tajam.
"Ogah,,banget gue nikah sama kakek tua kayak dia" sewot Rain membuat mereka semua tertawa.
"Rain, walaupun Abang Aidan udah tua. Tapi dia sesuai dengan kriteria Lo kan?. Lo kan ngebet banget nikah sama om-om. Nah,,bang Aidan kan sudah jadi om-om. Gimana??" goda Gio membuat pukulan dari Rain melayang dengan santainya di lengannya.
"Eh,, om-om yang gue maksud itu adalah om-om di Korea. Mereka itu walaupun udah tua tapi masih tetap imut, dan tentunya sangat seksi dan perutnya yang kayak roti sobek. Beda dengan om-om yang ada disini. Semuanya terlihat jelek. Apalagi dengan gaya mereka yang sok-sok ke Oppa Korea. Malah bikin gue jijik" terus terang Rain membuat mereka semua yang para laki merasa kesal.
"Kenapa tatapan kalian begitu?" tanya Rain lagi ketika memandang yang lainnya justru membuat nya merinding.
__ADS_1
Namun, Rain selanjutnya di diamkan. Membuat Rain mendengus kesal. Dan akhirnya mereka sampai juga di tempat tujuan setelah melewati berbagai hal.
Mereka sangat menikmati berbagai wahana yang ada. Bahkan mereka saling mengejek ketika salah satu dari mereka takut dengan wahana yang ada.
Saat ini, Aidan harus mengikuti kemana gadis yang saat ini sedang bersenandung riang mengantri untuk mendapatkan sebuah cemilan yang sedang viral itu. Beberapa kali dengusan terdengar dari Aidan karena bosan menunggu.
"Aish,,,pak berapa lama, sih?" gerutu Aidan kepada pedagang.
"Sabar atuh, pak. Ini Saya juga kewalahan menghadapi banyaknya pembeli. Mana anak saya belum juga datang" curhat sang penjual.
Para pembeli yang mengantri tersenyum mendengar percakapan mereka. Bahkan kebanyakan dari merek menatap kagum kepada Aidan. "Ck,,matanya kayak nggak pernah liat cowok aja" gumam Rain yang memutar matanya jengah melihat tatapan para pembeli yang kebanyakan adalah perempuan.
"Terima kasih, mang" ucap Rain yang menerima pesanannya.
"Sekarang kita mau kemana lagi?" tanya Aidan menatap Rain yang sedang menikmati makan nya.
"Terserah kamu saja" ucap Rain. Kemudian duduk di kursi tepi jalan. Dengan menikmati makan yang tadi di pesannya. Sedangkan Aidan menatap layar ponselnya.
"Bagi, dong. Saya lapar nih" ucap Aidan ketika perutnya sudah mulai lapar. Apalagi mendengar gumaman tidak jelas Rain yang memuji kenikmatan makan yang ada.
"Lo mau ini?. Tapi tinggal ini aja" ucap Rain memandang makanan yang ada ditangannya.
"Nggak masalah yang terpenting perut saya bisa terisi" ucap Aidan membuat Rain menggelengkan kepalanya.
"Lo beli aja deh, bang. Gue masih lapar juga" sergah Rain yang dengan gerakan cepat memasukan makan ke mulutnya. Namun, tidak kalah sigap dengan Aidan yang sudah memindahkan makan ditangan Rain ke mulutnya. Membuat Rain yang melihat nya terpaku akibat kejadian secepat kilat itu .
Itu makan bekas bibir gue. Dan dia tanpa jijik makan bekas gue. Ya Tuhan. Ini adalah ciuman pertama yang tidak langsung batin Rain yang meronta ketika menyadarinya.
__ADS_1
"Ternyata enak banget ya. Pantesan aja Lo sangat menikmati nya" ucap Aidan yang sudah selesai mengunyah makanannya. Kemudian kembali meminum minuman yang sejak tadi dia pegang.
"Bang,,minuman gue!!!" jerit Rain ketika minumannya yang dia beli dengan penuh tenaga dan berdesakan. Sekarang sudah di minum setengah nya oleh orang lain. Membuat Rain sangat kesal.
Aidan yang mendengar itu justru. Menampilkan wajah tanpa berdosanya "Maaf saya lupa kalau ini minuman kamu. Kamu nanti beli lagi aja ya. Atau nih, mau. Masih tinggal setengahnya lagi, kok" ucap Aidan semakin membuat Rain marah hingga wajahnya terlihat merah.
"Beliin nggak minumannya sekarang!!" ucap Rain keras membuat para pengunjung menatapnya.
Aidan yang mengerti situasi berusaha menenangkan dan membujuk Rain agar tidak tambah malu lagi "Jangan berteriak"
"Minuman gue!!!" ucap Rain. Tidak kalah sengit.
"Baiklah, sekarang kita beli lagi, yuk" ajak Aidan yang dihadiahi dengusan oleh Rain.
Mereka berjalan menyusuri trotoar jalan yang mulai sepi akibat sudah malam. Aidan sejak tadi berusaha untuk membujuk Rain yang hanya mendumel saja.
Namun, sebuah klakson yang sangat keras dan nyaring membuat mereka harus melihat kearah bunyi itu. Dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat seorang wanita membawa bayi digendong nya menyebrang tanpa melihat kearah jalan.
Brak!!!
Tabrakan pun tidak bisa di hindarkan lagi, untungnya truk yang melintas itu mampu menjaga keseimbangan hingga hanya menyerempet saja.
Semua orang yang menyaksikan hal tersebut berteriak histeris. Karena kecelakaan yang terjadi itu. Bahkan Rain dan Aidan yang melihat hal itu pun syok.
"Astaghfirullah!!" teriak mereka kemudian mengerumuni wanita itu.
Aidan dan Rain yang posisi sangat dekat segera menghampiri wanita itu. "To-to-long,,ra-wat,,di-a" ucap wanita itu terbata kemudian menyerahkan anak yang sejak tadi dalam gendongannya kepada Rain.
__ADS_1
Luka wanita itu lumayan parah karena kepalanya terbentur oleh trotoar menyebabkan banyaknya darah keluar dari kepalanya. Dan Rain dengan cepat mengambil bayi yang diserahkan itu setelah mendapatkan anggukan dari Aidan.