Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Cia Jangan Lari


__ADS_3

Malam hari anak-anak remaja dan dewasa sedang berjalan menikmati suasana malam hari pedesaan yang sangat asri. Bintang di langit sangat indah dipandang.


Mereka menikmati sejuknya angin malam bersama suara kodok dan jangkrik saling bersahutan.


"Udara seger banget. Beda sama yang di kota" ucap Cia yang menghirup udara dengan rakus.


"Iya, kalau dikota udara malamnya panas. Kalau di desa udara malamnya justru sangat segar" ucap Alex yang mengiyakan ucapan Cia. "Kamu nggak kedinginan?" tanya Alex yang melihat Cia hanya memakai baju kaos dan celana trening.


"Sedikit, sih" balas Cia membuat Alex melepaskan jaketnya dan memakaikannya kepada Cia. Membuat Cia terkejut.


"Aduh,,,yang dunia punya mereka. Yang lainnya cuma rayap" sindir Rain mendahului Alex dan Cia. Sedangkan mereka hanya diam melihatnya.


"Jomblo iri. Makanya nikah" balas Aidan membuat Rain berbalik.


"Idih,,sorry berry strawberry, byee byee. Gue masih bocah. Kalau gue nikah yang ada gue kena pasal" ucap Rain membuat Aidan geram kemudian mengapit kepala Rain dengan tangannya. Membuat Rain berteriak.


Namun, dibalik hal itu ada sepasang mata yang sedang merasa canggung. "Kamu kapan pulang. Kok nggak bilang?" tanya laki-laki yang kini berjalan berdampingan.


"Kemarin, soalnya ponselnya jatuh terus rusak" balasnya membuat laki-laki itu mengangguk.


"Mereka pasangan yang serasi, ya?" ucap perempuan itu memandang kearah Alex dan Cia yang seperti Tom and Jerry. Yang terkadang menjadi musuh, terkadang juga bisa jadi teman.


"Iya, seperti kita" balas laki-laki itu kemudian mendahului perempuan dan kembali mengerecoki Rain dan Aidan.


Mereka lupa bahwa ada dua sosok di belakang mereka yang menyaksikan 3 pasangan yang sedang di mabuk asmara. "Ternyata perasaan jomblo baru terasa ketika melihat orang lain bermesraan" ucap Gio membuat Jeo menatapnya kemudian mengangguk.


Yang memimpin perjalan mereka semua adalah pasangan Alex dan Cia yang sedang bercengkrama dengan sefrekuensi. "Eh,,gue baru inget, Lo tau dari mana oli yang bagus?" tanya Cia yang baru ingat permasalahan oli yang dikirimkan oleh Alex.

__ADS_1


"Itu,," ucap Alex yang berusaha mencari kelakar yang pas agar tidak ketahuan oleh Cia. "Itu,, sekertaris saya yang cariin" ucap Alex membuat Cia mengangguk.


Dulu ketika Alex mengirimkan jenis oli yang bermerek kepada mereka. Cia berpikir kalau Alex adalah anak motor. Namun, perkataan Alex sekarang membuatnya lega.


"Ternyata seketaris lo pandai dalam memilih barang yang bagus" ucap Cia yang berbangga kepada sekertaris Alex.


"Ya, begitulah" ucap Alex yang merasa kesal kepada sekertaris nya sendirinya.


"Wow, ada kunang-kunang"ucap Rain dengan senang berusaha menangkap kunang-kunang tersebut.


"Ayo,,,Rain tangkep nanti bawa pulang!" seru Cia dengan membantu Rain berusaha menangkap kunang-kunang tersebut.


"Eh,,katanya kalau kunang-kunang itu adalah salah satu bagian tubuh dari orang yang sudah meninggal" ucap Gio dengan menghampiri Cia dan Rain.


Rain yang tanpa disengaja tangannya sudah menangkap kunang-kunang pun menjadi terdiam begitu pun dengan Cia. "Masa?" ucap Rain yang tidak percaya.


"Menurut artikel yang dibaca Jeo begitu" balas Gio menatap Jeo yang mengangguk membuat Rain dan Cia memandang Jeo kemudian kembali kepada tatapan mata Rain dan Cia.


Sedangkan Rain sudah ketakutan dengan tangan bekas menangkap kunang-kunang itu di usapkan kepada Aidan. "Ish,,,apaan sih, Lo" balas Aidan dengan menjauhkan diri dari Rain.


Sementara Jeo dan Gio tertawa melihat wajah mereka yang ketakutan. "Eh,,itu apaan" tunjuk Gio pada sebuah pohon yang terdapat kain putih bergelantungan.


Mereka semua menatap kearah yang ditunjuk oleh Gio. Setelahnya mereka semua berlari dengan kecepatan masing-masing. "Gio,,,si*alan" teriak Rain dan Cia yang berlari sekencang mungkin. Bahkan para laki-laki pun ikut berlari.


"Gio,,,,,??" ucap seseorang dari arah belakang Gio yang sedang tertawa melihat para saudaranya berlarian. Hingga sebuah tangan tersampir di pundak Gio. Membuat laki-laki yang tertawa ngakak itu seketika diam. Dan tanpa ba-bi-bu langsung berlari dengan kekuatan penuh ketakutan.


"Cia jangan lari!" ucap Alex yang mengejar Cia yang sedang berlari.

__ADS_1


Alex kewalahan mengejar Cia yang berlari kesetanan. Mungkin jika berbeda kondisinya Alex dan Cia lomba berlari mungkin yang menang akan Alex. Namun, ketika dalam kondisi adrenalin yang terpacu seperti saat ini maka Cia lah yang menjadi pemenangnya.


"Cia berhenti, nanti kamu jatuh!" teriak Alex lagi membuat Cia akhirnya berhenti dan mengatur nafas yang ngos-ngosan.


Cia melihat sekeliling nya ternyata dia berada di permukiman warga sehingga membuat dirinya merasa tenang. "Kamu ngapain lari. Orang nggak ada apa-apa" kesal Alex kepada Cia yang berlari. Dia juga harus ikut mengejar gadis itu yang membuat nafasnya ngos-ngosan.


"Itu tadi ada hantu" balas Cia yang berjongkok untuk beristirahat kan tenaganya.


"Nggak ada, ya. Itu hanya halusinasi kamu aja. Ayo,,kita pulang. Ini dimana lagi?" ucap Alex yang mengulurkan tangannya dan menatap sekeliling untuk melihat situasi mereka saat ini.


"Nggak tau" balas Cia yang masih berjongkok dengan tangan menakup wajahnya kemudian bergeleng.


"Ayo,,,nanti keburu malam. Kamu mau tetap disini?" tanya Alex membuat Cia menatap kemudian menerima uluran tangannya.


"Lo tau ini dimana?" tanya Cia yang masih menggenggam tangan Alex yang menuntunnya untuk mengarah kan jalan. Alex hanya menggelengkan kepalanya saja, sembari menatap sekeliling.


"Ish,,,ini kita mau kemana, sih. Lo tau jalan pulangnya nggak sih?" tanya Cia yang kesal kepada Alex.


"Tadi siapa yang lari-lari nggak jelas. Untung saya ikutin kamu. Kalau tidak kamu sudah nangis kejer, dah." ucap Alex membuat Cia hanya menampilkan giginya saja.


"Lagian, itu si Gio jahat nggak punya otak. Apalagi ini malam kan. Siapa yang nggak takut kok" ucap Cia yang kesal dengan adiknya itu.


"Makanya kalau punya pikiran itu, diasah. Biar nggak berpikiran negatif terus" ucap Alex membuat Cia berdecih.


"Lagian wajar kok. Orang itu mirip hantu, juga. Coba kamu kalau lihat yang begitu pasti panik dan lari kan" protes Cia kepada Alex yang hanya mendengus saja.


"Alasan saja" balas Alex membuat Cia kesal dan menendang kaki Alex. "Kakinya bisa dikondisikan, tidak?. Sakit tau. Kamu cewek apa cowok sih. Kuat banget" ucap Alex yang menahan rasa sakit di kakinya itu.

__ADS_1


"Eh,,,ini tangannya?" ucap Cia yang tersadar tangannya digenggam oleh Alex. Pantesan aja nyaman batin Cia ketika merasakan hangatnya tangan Alex.


"Udah biarin aja. Daripada kamu hilang lagi. Nanti ditangkap mbak-mbak yang ada dibelakang kamu" balas Alex membuat Cia ketakutan yang berakhir memeluk tubuhnya. Walau diiringi cacian yang justru membuat Alex tertawa melihat Cia yang ketakutan.


__ADS_2