Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Terlalu Tipis


__ADS_3

...SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1443 HIJRIAH. SEMOGA DI HARI SUCI DAN PENUH KEMENANGAN INI. KITA DIJADIKAN UMAT YANG SEMAKIN TAAT KEPADA-NYA. DAN MENYERAHKAN HIDUP KEPADA-NYA. SERTA BERSERAH DIRI DENGAN MEMOHON PENGAMPUNAN ATAS DOSA YANG DIPERBUAT. KARENA, MINAL AIDIN WAL FAIZIN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN....


...SALAM GURIH OPOR AYAM DARI AUTHOR SUAMIKU CEO TAMPAN DKK. KARENA MAKAN OPOR TANPA DITEMENIN SCT DKK. TIDAK AKAN TERASA ENAK. APALAGI DITEMANI DENGAN KELUCUAN CIA DAN ALEX YANG BELUM JUGA UNBOXING. HEHEHEHE.💜💜💜💜...


.


.


.


.


.


.


.


.


Mengumpulkan nafas dan juga menenangkan detak jantung. Akhirnya Cia mengikuti perintah Alex. Sekarang mereka sudah tidur satu ranjang dan terselimuti bersama.


Cia memberikan jarak. Karena dia merasa malu dan canggung. "Kamu, mah. Tidurnya jangan jauh-jauh. Nanti, jatuh" ucap Alex membuat Cia mengangguk dan menggeser sedikit tubuhnya. Ingat sedikit bukan banyak.


Greb. Karena kesal dengan Cia yang tidak mendekat membuatnya membawa Cia kedalam pelukannya. Dan jangan tanyakan bagaimana Cia saat ini. Tubuhnya sudah seperti patung. Dia tidak pernah tidur sedekat ini dengan Alex ataupun cowok.


Cup. Satu kecupan sudah berani mendarat di pucuk kepala Cia. Semakin membuat si empu merasa kepanasan bahkan pipi ya sudah Semerah cabai dan seglowing tomat.


"Kamu mau dengerin penjelasan ku?" tanya Alex dengan kepala yang sudah berada diatas kepala Cia. Sedangkan Cia hanya bisa menghirup pelan-pelan bau badan Alex yang wangi seperti buah-buahan segar.


Mengangguk hanya itu yang bisa Cia saat ini lakukan dalam dekapan erat Alex. Alex menceritakan alasannya kepada Cia dari pangkal sampai ke ujung. Dan Cia setia mendengarkan cerita Alex.


Selesai Alex bercerita Cia mendongakkan kepalanya "Terus sekarang, bagaimana?" tanya Cia yang wajahnya sudah khawatir. Bagaimana dia tidak khawatir musuh bisa saja berbuat sekejam mungkin jika sudah dilingkupi rasa iri dan dendam.


"Kita lihat saja. Bagaimana kelanjutannya lusa. Kalau kayak gini aja. Ingin rasanya aku berhenti aja jadi CEO. Berat banget" keluh Alex.


Tanpa disadari tangan Cia terarah untuk membelai rahang tegas Alex. "Seharusnya kamu itu bersyukur. Karena tidak semua orang bisa ada di posisi kamu" ucap Cia membuat Alex terkekeh. Dan memegang tangan Cia yang ada di rahangnya dan menciumnya.

__ADS_1


"Manis banget, sih. Istri siapa ya ini?" goda Alex membuat Cia melepaskan tangannya dari genggaman Alex.


"Tidak tau" ucap Cia yang bersiap berbalik. Namun, dicegah oleh Alex dan mendekapnya semakin dalam.


"Aku kan udah minta maaf, sayang. Ayo, tidur capek banget hari ini. Lelah batin, rohani dan jasmani" ucap Alex membuat Cia tertawa.


Mereka akhirnya tidur bersama. Namun, ini hanya tidur. Karena, mereka berdua terlalu lelah untuk melakukan hal yang lebih.


Sementara di luar sana. Seseorang sedang mengatur strategi untuk lusa nanti. Banyak peluru yang sudah mereka siapkan. "Apakah kita memiliki celah untuk masuk?" tanya seseorang yang duduk di sebuah kursi kebesarannya.


Saat ini sudah terpampang nya 5 bodyguard didepannya bersiap untuk menjawab dan melaporkan masalah yang diajukan oleh bosnya.


"Sudah, bos. Di seluruh penjuru anak buah kita sudah dalam posisinya." lapar salah satu dari lima bodyguard tersebut.


"Siapkan semuanya dengan baik" ucapnya menyerai devil. Akhirnya mereka semua bubar dan tinggallah bos mereka saja. "Ini adalah pembalasan ku untuk mu, Alexander Agust Killer" gumamnya dengan tawa yang menggelar di ruang itu.


Jarum jam sudah tepat di angka tiga sore. Namun, pengantin baru itu tidak ada yang berniat membuka matanya. Bahkan mereka berdua masih betah merasa dalam satu dekapan.


Hingga suara telepon menganggu mereka. Membuat salah satu dari mereka membuka matanya. "Lex, itu ponsel kamu bunyi" gumam Cia dengan menggoyangkan tangan Alex yang memeluknya erat dari belakang.


Bukannya bangun orang itu malah semakin memeluknya erat. Sedangkan Cia sudah sangat terganggu dengan deringnya. "Biarin aja" gumam Alex tepat di tekuk Cia. Ketika menyadari pergerakan dari Cia.


Alex berdecih. Kemudian bangkit dan menjawab panggilan orang itu. "Bos, ada pergerakan dari musuh!" ucap seseorang membuat Alex membuka matanya lebar-lebar dan terduduk tegak.


"Amati terus. Biarkan mereka mengira kita tidak memiliki pengamanan" ucap Alex dengan nada yang serius. Sedangkan Cia yang melihatnya hanya memandang nya saja.


"Ayo,,lanjut tidur" ajak Alex yang sudah meletakkan ponselnya kembali ke arah nakas samping tempat tidurnya.


Cia yang mendengarnya sontak saja terkejut. "Maksudnya?" hanya itu yang keluar dari mulut Cia karena dia perlu memastikan arti tidur bagi Alex.


"Ya,,,tidurlah. Memangnya ngapain?. Bikin adonan?" ucap Alex dengan wajah malasnya.


Cia hanya menganggur tekuknya yang gatal. Gue mikirin apa sih. Cia,,,Cia,,otak Lo perlu di cuci, deh batin Cia yang mengutuki pikiran liarnya.


Alex sudah bergelung dengan selimut lagi dan diikuti oleh Cia yang sedang mengutuki pikiran kotornya. "Ayo, tidur. Kita nggak akan melakukan apa yang kamu pikirkan" ucap Alex tersenyum yang membuat Cia malu.


"Lex, aku lapar"cicit Cia yang merasa dipeluknya.

__ADS_1


"Lax, Lex, Alex. Mas, Cia. Mas. Ayo coba ulangi lagi" ucap Alex yang mempererat pelukannya hingga membuat Cia sulit bernafas.


Mendengar itu membuat Cia. Bingung. "Ma-mas la-lapar" Kelu lidah Cia membuat Alex terkekeh mendengar nya.


"Nah,,gitu, dong. Di biasakan. Yaudah, ayo kita keluar cari makan" ucap Alex setelah mencium pucuk kepala Cia. Lalu, bangkit.


Melihat itu membuat Cia juga ikut bangkit dan segera mengikuti kemana Alex pergi "Kamu mau pakai baju, itu?" tanya Alex yang memutar tubuhnya memandang, Cia. Penuh selidik.


Mendengar itu membuat Cia memandang penampilannya. Biasa aja batin Cia menilai penampilan nya. "Emangnya kenapa?" tanya Cia.


"Itu terlalu tipis, diluar sana panas, sayang" ucap Alex membuat pipi Cia merona.


"Justru bagus, dong. Jadi anginnya di kerasa" ucap Cia membuat Alex menatapnya tajam kemudian masuk mengambil sesuatu di lemari.


"Pakai ini. Saya nggak mau nantinya kamu jadi bahan imajinasi orang-orang" ucap Alex dingin dengan memberikan setelah pakaian trening.


Melihat itu membuat Cia, cengo. "Ini beneran. Mau pakai baju, gini?" tanya Cia memastikannya yang sontak diangguki oleh Alex.


"Mau pakai atau kita nggak keluar?!" perintahnya penuh ancaman membuat Cia mendengus kesal. Tetapi, tetap mengganti pakaiannya. Dan tentu saja membuat Alex tersenyum senang.


"Dasar suami posesif. Belum juga nikahnya 24 jam sudah posesif banget" gerutu Cia didalam kamar mandi yang tentu saja didengar oleh Alex. Semakin membuat nya tertawa.


"Sudah?" tanya Alex yang kini memandang Cia yang sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah kusut. "Ayo,, sekalian nanti kita mampir di rumah mami, dulu" ucap Alex bangkit dan menggandeng tangan Cia untuk keluar dari apartemen itu.


Mereka berjalan beriringan keluar dari apartemen hingga sampai lah merek di mobil. Cia sangat kesal dengan Alex. Hingga, membuatnya tidak berbicara. "Kamu mau puasa bicara sama, suami kamu?" ucap Alex sembari memasang sabuk pengaman. Namun, tidak ditanggapi oleh Cia.


"Eh,?" terkejut Cia ketika wajah Alex sudah berada didepan wajahnya yang sontak saja membuat Cia memundurkan kepalanya. "Kamu mau ngapain?" tanya Cia dengan berusaha membentengi tubuhnya.


Cklek. Suara sabuk pengaman terkunci membuat Cia tersadar. "Jangan marah, lagi. Ini demi kebaikan kamu" ucap Alex yang berada di depan wajah Cia. Kemudian mendaratkan satu kecupan di kening Cia yang masih termangu dengan pikiran nya.


Melihat wajah Cia yang lucu membuat nya terkekeh dan mengacak rambut Cia kemudian melajukan mobilnya meninggal gedung apartemen tersebut.


"Jangan di berantakan. Nanti kayak, singa!" protes Cia yang merapikan rambutnya.


"Singa?. singa-singa begini juga tetap cantik" gombal Alex tersenyum melirik Cia yang justru berdecih mendengar nya.


"Terserah anda sajalah bapak Alexander" ucap malas Cia. Kemudian dengan cepat Alex menggenggam tangan Cia. Sedangkan si empu hanya diam saja. Walau, terkadang Alex mencium tangannya. Romantis. Tapi bikin jantung dramatis. Karena berdetak sangat kencang.

__ADS_1


...SENYUM MANIS JUGA, DARI KUE NASTAR YANG MENGGODA. 💜💜💜...


__ADS_2