Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Abang Ganteng


__ADS_3

Sesuai dengan pemikirannya. Kini Cia sedang menuju ke bandara. Dia mengirimkan pesan kepada sang papa yag dibales dengan ucapan hat-hati. Cia tidak kembali lagi bertemu dengan orang tua Alex. Dia hanya memberitahukan kepulangnya melalui pesan saja. Namun, dia tidak lupa juga untuk meminta maaf atas perilakunya.


“Akhirnya aku bisa berpetualang lagi. Sampai bertemu Barcelona!” ucap Cia memandang tiket pesawatnya.


Sementara orang yang memandang Cia dari belakang tersenyum. “Ucapkanlah selamat tinggal untuk barcelonamu, sayang” gumamya.


“Pak, ini tiketnya” ucap seseorang membuat laki-laki yang memandang Cia sejak tadi mengangguk. “Dan ini hadiah yang bapak minta” ucap nya lagi.


“Baiklah, jalankan rencana kita” balas orang itu yang langsung dianggukinya. Kemudian meninggalkan bosnya.


Suara pemberitahuan bandara terdengar membuat Cia mendesah kesal. “Mau pulang bareng?” ucap seseorang membuat Cia mendongakan kepalanya.


“Ngapain lo disini?. Pantesan saja hari ini Barcelona sedang badai, ternyata ada lo disini!’ balas Cia kesal. Kemudian berdiri bersiap pergi namun segera dicegah oleh orang itu.


“Kita akan pulang ke Indonesia. Tadi papamu menelpon katanya Oma Ega masuk kerumah sakit” ucapnya membuat Cia terkejut mendengar kabar Omanya jatuh sakit.


“Kenapa mereka tidak menelponku!” ucap Cia yang kesal pada mereka.


“Kamu sendiri yang mematikan ponselmu” ucap laki-laki itu membuat Cia mencari ponsel di tasnya dan ternyata benar ponselnya mati.


“Kapan berangkatnya?” ucap Cia yang khawatir. Namun, suara pemberitahuan pemberangkatan pewasat terdengar membuat Cia memandang laki-laki itu yang dibalas anggukkan.


Cia berjalan menuju pewasat dengan tergesa-gesa dan perasaan yang bercampur sedih dan khawatir dengan kondisi omanya. Karena beberapa hari ini kesehatan omanya itu mulai menurun.


“Kamu tenanglah. Semuanya akan baik-baik saja. Kata papamu, oma sudah baik-baik saja dan sudah dijaga oleh mommy dan daddy juga” ucapnya menenangkan Cia yang dibalas anggukan.


“Ayo, kita naik pesawat” ajaknya lagi membuat Cia hanya mengikuti dari belakang.


Selama dipesawat pikiran Cia berada di rumahnya dia takut terjadi hal buruk dengan omanya. Mereka duduk berdampingan namun tidak pikiran mereka. Cia yang berpikir tentang bagaimana kondisi omanya, sementara laki-laki disampingnya sedang berpikir tentang bisnis dan juga pertunangannya nanti.

__ADS_1


Akhirnya pewasat landing di bandara SoekarnoHatta, Indonesia. Mereka sudah ditunggu oleh supir yang dipanggil oleh Alex untuk menjemput mereka di bandara.


Cia berjalan dengan cepat dan meninggalkan Alex yang sedang menunggu tasnya. Bahkan kopernya sendiri dilupakan yang membuat Alex harus menunggunya.


“Woy,,itu bukannya Alex si Ceo tampan, itu?!”pekik seseorang yang mengenali Alex dengan kacamata hitamnya menunggu koper.


“Iya benar. Gila, sih. Dia beneran sangat tampan bahkan lebih tampan dari di majalah dan media social” ucap perempuan yang satunyanya.


Sementara Alex merasa bangga dikatakan tampan oleh perempuan itu. Dia mengambil barangnya dan meninggalkan mereka dengan gaya yang angkuh tetapi tetap memancarkan pesonanya.


“Lamat banget!” kesal Cia ketika Alex sudah memasuki mobilnya. Barang mereka di masukan oleh sang supir.


“Eh,, tadi itu saya nunggu koper kamu. Maunya saya buang aja tuh koper tapi kasihan” balalsnya membuat Cia mendengus. Cia tadi sudah menelpon daddynya sehingga sekarang dia bisa berdebat dengan Alex.


“Pak anterin saya kerumah sakit Terkasih” ucap Cia kepada sang supir yang dianggukinya.


“Nggak akan. Buat apa juga, cemburu. Bukan urusan gue!” balas Cia sewot membuat Alex terkekeh dan mengusap kepala Cia. Namun, segera ditepis. “Gue bukan anak kecil!” balasnya membuat Alex tak berhenti terkekeh.


Sesampainya dirumah sakit Cia dengan cepat turun meningalkan Alex di mobil. “Itu bocah nggak ada sopan-sopannya. Bilang terima kasih, kek. Jangankan terima kasih, senyum aja, oke lah. Lha,,, ini malah langsung kabur. Memang pantas untuk dipelihara” ucapnya terkekeh melihat tingkah anak itu.


Sang supir bingung harus kemana “Pak ini mau kemana?” Tanya nya membuat Alex menatap sang supir.


“Bawa kopernya ke apartemen saja, ya pak” ucapnya turun kemudian menyusul Cia. Dan menelpon sang calon papa mertua.


Ketika sampai didepan ruangan oma Ega. Alex melihat Cia yang menangis memeluk orang yang sedang berbaring di atas brankar. Tangisnya sangat keras hingga terdengar dari luar. “Woy,,,kalau nangis cukup air mata aja yang keluar. Kenapa juga toanya lo keluarin. Ganggu banget” ucap seseorang yang terdengar dipendengaran Alex.


“Iya, oma Ega aja, sampai pusing denger tangisannya” timpal orang yang Alex lihat sedang mengupas jeruk di sofa.


“Eh,,oma lagi sakit, jangan ngajak gelud lo, ya” ucap Cia dengan bangkit dari tubuh Oma “Oma beneran sudah mendingan kan?. Maafin Cia yang nggak ada di waktu oma sakit” ucapnya membuat mereka semua yang diruangan berdecih.

__ADS_1


“Nggak papa. Oma sudah baikan.” Ucap Oma yang terlihat lesu.


“Oma, kak Utaya udah tau semua ini?” Tanya Cia yang digelengkan oleh Oma dan memandang mereka semua yang ada disana.


“Gue udah berniat. Tapi, oma ngak bolehin” ucap Aidan membuat Cia mengangguk.


Cia duduk disamping Oma Ega dengan mengusap pelan tangannya dan sesekali menciuminya. Dan tangan oma pun terjulur mengusap kepala Cia.


Alex yang melihat situasi sudah kondusif pun mengetuk pintu dan masuk membuat mereka yang ada diruang tersebut terkejut akan kedatangannya.


“Wow,,,abang ganteng!!” celetuk Rain ketika melihat Alex. Dan segera di tutup matanya oleh si kembar. Soalnya kalau pakai kantong belanjaan takutnya nggak bisa nafas. Hahaha.


“Lo nggak boleh lihat. Haram hukumnya buat lo” ucap Gio dengan membekap mulut Rain sementara Jeo menutup matanya. Rain memberontak dalam perlakuan si kembar membuat gelak tawa terdengar.


“Maaf oma, saya menjenguknya tidak membawa buah tangan. Karena tadi saya pulang dari bandara langusng kesini” ucap Alex menyalimi Oma. Membuat Aidan memandang Cia penuh Tanya.


“Temen Cia, oma” ucap Cia yang menghalau rasa kagetnya ketika melihat Alex masuk keruangan Oma.


Oma Ega melambaikan tangannya agar Alex mendekat “Nggak papa. Terima kasih, ya.” Ucap Oma Ega membuat Alex mengangguk.


“Woy,,,lepasin. Itu ada abang ganteng” berontak Rain dalam bekapan si kembar sementara Aidan hanya menatapnya saja.


“Lo nggak boleh ngelihat haram hukumnya.” Ucap Gio lagi dengan sekuat tenaga menutupi mata Rain.


“Abang Ai, ini si babon ajak keluar dulu. Nanti dia nyulik Chihuahua kita” ucap Jeo yang kesal karena menahan mulut Rain. Namun, tidak diperdulikan oleh Aidan “Ih,,iler lo bau monyet” seru Jeo yang melepaskan bekapannya dan berlari ke wastafel mencuci tangannya dengan sabun.


“Makanya lo jangan bekap mulut gue. Gio anj* lepasin nggak tangan lo. Kalau nggak gue banting lo!” ucap Rain yang sudah memegang tangan Gio bersiap membanting tubuh Gio. Namun, segera dilepaskannya.


“Dasar cewok kasar” balas Aidan yang menatap tingkah mereka berdua. Sementara Oma, Cia dan Alex hanya menyaksikan perdebatan mereka.

__ADS_1


__ADS_2