
Hari ini adalah hari pemberangkatan sang pengantin untuk melaksanakan honeymoon. Mereka di antar oleh keluarga. Bahkan sang pengantin baru yang pertama juga ikut mengantar mereka.
"Nanti buatin kami cucu kembar sepasang, ya?" siapa lagi kalau bukan sang mami yang sejak kemarin heboh ketika mendengar mereka akan berbulan madu.
"Iya papi juga mau jadi nanti satu sama papi yang satunya lagi sama pak Aditama. Kan adil" terang sang papi yang tentu saja diangguki oleh papa. Omong-omong masalah Daddy. Dia sedang berada di luar benua tentunya bersama istrinya tercinta. Katanya mereka sedang mengadakan honeymoon juga.
Padahal mereka dimana pun selalu menyempatkan untuk honeymoon. "Alex usahain. Bila perlu sepuluh Alex jabanin" sombong nya membuat para bapak-bapak semangat.
"Dikira mantu mami kucing. Yang bisa beranak banyak" kesal sang mami. Sementara Cia hanya geleng-geleng saja.
"Yaudah Alex sama Cia berangkat dulu, ya" pamitnya.
Saat ini mereka berdua sudah berada di dalam pesawat. "Kamu lapar, sayang?" tanya Alex ketika melihat wajah Cia yang terlihat pucat.
"Nggak. Ini kepala ku tiba-tiba aja pening" ucap Cia dengan tangan memegang kepalanya.
Sang pramugari lewat melihat Cia pun bertanya mengenai kondisi "Apakah ibu sedang hamil?" tanya nya.
Mendengar itu membuat Alex menatap Cia penuh tanya "Kamu hamil, istri?. Lhoo kok bisa kita kan belum melakukannya. Dan pernikahan kita baru sebulan, lhoo?" ucap spontan Alex membuat Cia menatapnya tajam.
"Mendingan kamu diam aja, mas!" kesal Cia "Tidak, mungkin karena kelelahan" ucap Cia kepada sang pramugari membuatnya mengangguk. Kemudian memberikan vitamin kepada Cia.
"Istri,,kamu beneran hamil?" tanya Alex lagi memastikan karena otaknya sekarang sudah kosong dan hanya dipenuhi oleh ucapan Cia hamil anak siapa?.
"Iya,,,hamil anak kingkong." cetus Cia membuat Alex melongo "Mas,,sudah ya. Pikiran kamu itu terlalu negatif, tau?!. Sudah dibilangin ini karena kelelahan biasa. Kalau pun iya,,itu pasti anak kamu." kesal Cia dengan ucapan suaminya itu.
__ADS_1
"Lhoo,,kok, anak aku. Aku kan belum ngapa +ngapain kamu" sewot Alex.
"Terus yang setiap malam curi-curi kesempatan itu apa?" bongkar Cia membuat Alex melongo. Namun, setalah nya terkekeh.
"Iyaa,,,sudah jangan di debatin lagi. Malu dilihat orang" ucapnya ketika melihat orang-orang menatapnya tajam.
"Pokoknya nanti setelah turun dari pesawat aku minta!" ucapnya membuat Cia mendengus.
"Terserah kamu aja,,deh" pasrah Cia kemudian memilih untuk tidur.
Setelah beberapa jam akhirnya mereka sampai ditempat tujuan. Dimana akan menjadi saksi bisu dari honeymoon mereka. Masalah luka yang ada di tubuh Alex sudah mendingan. Namun, masih perlu hati-hati dalam peperangan.
Cia dengan segera melemparkan tubuhnya ketika sudah berada didalam hotel. Tubuhnya terasa kaku di pesawat. Berbeda dengan Alex yang sudah masuk kedalam kamar mandi. Namun, Cia tidak perduli akan hal itu. Karena saat ini dia sudah memejamkan matanya.
Melihat istrinya itu sudah terlelap dengan pakaiannya yang masih sama bahkan sepatunya masih menghiasi kakinya. Alex melihat itu hanya mampu menggelengkan kepalanya saja. "Kebiasaan banget, sih" ucapnya seraya melepaskan sepatu yang dipakai Cia.
Tubuh mereka membutuhkan banyak energi untuk melakukan kegiatan liburan mereka bersama. Mereka memilih kegiatan honeymoon mereka di Maldives. Karena tempatnya sangat cocok untuk berbulan madu. Ditambah view tempatnya yang mengarah ke laut langsung.
Namun, mereka akan kesana besok karena saat ini dua sejoli itu memilih untuk istirahat dulu, di hotel yang berada dekat dengan bandara.
Mereka salah memilih pakai, dimana mereka memakai pakaian di musim dingin. Namun, nyatanya mereka justru memilih berlibur di pantai.
Hari sudah pagi. Tenaga mereka sudah terisi dengan penuh. Dan hal itu membuat Cia terbangun. Karena energi nya sudah terisi penuh. Dilihatnya Alex masih tertidur memeluk tubuhnya posesif. "Suami,,bangun. Ayo,,kita cek out hotel" ajak Cia sembari mengguncang tubuh yang masih terlelap itu.
Alex hanya membalas dengan deheman dan jangan lupakan pelukannya justru semakin menjadi. Dimana Cia sudah dikurung oleh Alex. "Suami bangun" ucap Cia lembut membelai wajah Alex.
__ADS_1
"Bentar,,dikit aja" ucapnya semakin menenggelamkan kepalanya di dada Cia. Mencari kenyamanan tersendiri.
"Suami,,nanti kita terlambat, lhoo" ucap Cia.
"Suami kamu tidak semiskin itu. Kalaupun kita terlambat" sombong nya membuat Cia terkekeh.
"Iya yang kaya raya"
"Mau mandi bareng?" tawar Alex membuat Cia melongo. Namun, dalam keterdiaman Cia menjadi kesempatan untuk Alex dalam membawa istrinya itu masuk ke dalam kamar mandi.
"Kyaaa,,,Alex!" ucapnya membuat Alex terkekeh dan dengan cepat menjatuhkan Cia ke dalam bak mandi.
"Kita mandi bareng biar cepat, istri ku" balas Alex sembari melepaskan bajunya.
"Kamu ini gi*la, ya. Terus nanti aku pakai baju apa?!" ucap ya ketika melihat kondisi bajunya yang sudah basah semua. Walau sebenarnya dia bawa pakaian. Tapi, ini kan sayang cuma dipakai beberapa jam saja.
"Dilarang berkata kasar pada suami,, istri" ucap Alex dengan melangkah mendekati Cia. Sekarang pria itu sudah lepas pakaian. Namun, masih dengan sebatas wajar yaitu hanya memakai color nya saja.
Melihat itu membuat Cia berpaling. Dia masih tabu untuk melihat bentuk tubuh suaminya itu "Tatap suamimu, sayang" ucap Alex yang sudah duduk di tepi bak mandi dengan tangan memegang dagu Cia agar memandangnya. "Apakah kamu ingin menyentuhnya?" tanya Alex membuat Cia menatap mata Alex.
Wajah Cia sudah semerah tomat. Bagaimana tidak. Sekarang dia disuguhi makanan yang semua umat hawa sangat sukai, yakni roti sobek. Cup. Karena geram dengan raut wajah Alex. "Tapi nanti yaa,,, sekarang kita mandi biasa aja, dulu. Besok baru kita mandi besar" ucapnya seraya memasukan kaki nya kedalam bak mandi dan merendam tubuhnya bersama Cia.
Jangan tanyakan bagaimana sekarang Cia. Dia sudah sangat kaku. Apalagi Alex sekarang berada dibelakangnya. Jiwanya melayang memikirkan apa yang akan mereka lakukan di dalam bak mandi.
Sementara Alex tersenyum puas ketika menyadari air wajah Cia yang terlihat lucu karena wajahnya memerah malu. "Mau aku bukain bajunya?. Lagian mandi pakai baju itu susah" ucap Alex tepat di telinga Cia.
__ADS_1
"Kyaaa" teriak Cia terkejut dengan tindakan Alex dan reflek bangun. Namun, karena ini di bak mandi yang penuh dengan busa menyebabkan licin dan Cia tepat terjatuh di tubuh Alex.
Mereka saling pandang dan menyelami satu sama lain. Namun, dengan cepat Cia memutuskan nya. Alex memeluk tubuh Cia dengan cepat sebelum Cia bangkit "Sekarang aja, yuk?!" ajak Alex kemudian mendudukkan Cia di pahanya dan menciumnya dengan lembut.