Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Aku Mau Ini


__ADS_3

Malam sudah tiba. Kedua sejoli yang sedang dimabuk cinta sedang menikmati masa berdua mereka. Sesuai dengan kesepakatan mereka tadi. Saat ini mereka sedang menikmati dinner yang sangat hangat. Walau itu terjadi didalam kamar mereka. Taukah kamu bahwa dinner mereka saat ini adalah dinner biki*ni. Yaa,,,aneh, bukan?.


Ini adalah kemampuan dari sang perempuan itu sendiri. Karena dia ingin menikmati suasana yang berbeda. Karena hal ini lah,, Alex harus mengadakan dinner di dalam kamarnya. Karena dia tidak mau jika istrinya menjadi bahan tontonan orang.


Alex sendiri melihat istrinya tidak nyaman. Apalagi belahan itu yang sangat menggodanya. Entah apa maksud istrinya itu hingga menciptakan dinner yang menyesak untuk dirinya. Makan yang di meja menjadi tidak nyaman untuk ditelan. Akibat pemandangan didepannya.


Ya,ampun,,istri gue kemasukan jin dari mana. Ini sungguh membuat si junior meronta nggak jelas ingin lepas batin Alex.


"Masss,,makannya enak banget!!" seru Cia dengan memasukan makan di mulutnya. Sementara Alex sudah sangat pucat.


"Aku ke toilet dulu" ucap Alex bangkit. Melihat itu membuat Cia tertawa. Bagaimana tidak dia berhasil sudah membuat Alex seperti cacing kepanasan. "Kesabaran mu akan membawa kebahagiaan, suamiku" gumam Cia ketika Alex sudah pergi ke toilet.


Cia dengan cepat membereskan meja makannya dan dengan secepat kilat mendekor kamarnya. Malam ini dia akan memberikan hak kepada Alex. Dia tidak ingin Alex menunggu lebih lama lagi.


Cklek. Suara pintu kamar mandi terbuka. Alex melongo melihat Cia yang dengan sek*sinya berbaring diatas tempat tidur dengan gaya yang sangat menggoda.


"Kamu sedang, apa?" tanya Alex. Dengan pandangan menatap setiap sudut ruangan. Dan tidak melihat meja makannya.


"Aku hanya sedang cosplay menjadi wanita kesayangan sugar Daddy" ucap Cia terdengar sek*si di pendengaran Alex.


"Kamu jangan main-main, ya sayang. Pakai piyama mu!" ucap Alex. Dia sedang pusing. Melihat perubahan yang terjadi pada istrinya. Antara takut dan bahagia. Namun, kebanyakan takutnya akibat pikirannya terlalu jauh.


Cia mendekati Alex dan meraba dada bidangnya dengan membentuk pola abstrak. "Aku mau ini" ucap nya dengan mengusap bibir Alex.


"Kamu akan menyesal karena telah mem, sayang" balas Alex yang dengan cepat mencium bibir yang sejak tadi menggodanya.


Cia pun membalasnya. Membuat Alex tersenyum. Cium mereka semakin dalam dan menuntun. Membuat Alex membaringkan tubuh Cia diatas ranjang. Ciuman itu semakin menjadi hingga turun ke leher Cia. Karena pakaian Cia yang menggoda membuatnya sangat mudah untuk melepaskan nya dalam satu tarikan.

__ADS_1


Sret. Dan terpampang lah gundukan gunung yang menggoda yang sejak sebulan ini menjadi pendampingnya. "Kalau mau berhenti sekarang saja, sayang. Sebelum aku kehilangan kendali" ucap Alex memandang Cia dalam.


"Lakukanlah. Itu sudah menjadi hak mu. Tapi pelan-pelan saja kamu masih terluka" ucap Cia yang membelai luka Alex.


"Baiklah" ucap Alex kemudian melanjutkan aksinya.


Setelah beberapa menit melakukan pemanasan. Cia sudah sangat kehabisan nafas akibat ulah Alex. Bagaimana tidak dia terbuai dengan setiap sentuhan yang Alex berikan. Lembut dan menuntun itu memabukkannya dan membuatnya lupa. Rasanya tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Bagiamana Alex,,,Ah. pokoknya terlalu privasi untuk di gambarkan.


"Aku izin masuk, ya?" ucap Alex yang tentu saja diangguki oleh Cia. "Kalau sakit kamu gigit aku aja" ucap nya.


"Ish,,,,,sakit, Lex!!" teriak Cia ketika sesuatu ingin masuk.


"Sabar sayang. Tahan ya. Nanti rasa sakitnya akan hilang, kok" ucap Alex membuat Cia mengangguk. Karena merasa kasihan Alex mengalihkan perhatian Cia dengan menciumnya. Agar Cia tidak terlalu pokus pada sakitnya.


"Hah!!" ucap mereka berdua ketika semuanya sudah menyatu menjadi satu. Mereka sudah berpeluh hanya untuk masuk saja.


"Udah nyaman?" tanya Alex dengan membelai pipi Cia yang sudah memerah karena malu "Terima kasih, karena sudah menjaganya untuk aku" ucap Alex membuat Cia mengangguk. Dan satu kecupan meluncurkan dari Alex kepada seluruh wajah Cia.


Mereka akhirnya saling memiliki satu sama lain. Mungkin dari sini. Perasaan mereka akan muncul dan mau untuk saling mengungkapkannya.


"Terima kasih sayang. Aku mencintaimu" balas Alex ketika kegiatan mereka sudah selesai. Sedangkan Cia mengangguk dan memeluk tubuh Alex dengan erat.


"Aku juga mencintaimu" ucap Cia dengan menenggelamkan wajahnya di dada Alex. Dia malu untuk mengatakan itu hingga membuatnya menyembunyikan wajahnya di dada Alex.


"Kamu bilang apa barusan?" tanya Alex dengan membawa wajah Cia menatap nya. Namun, Cia dengan erat menenggelamkan wajahnya di dada bidang Alex. Dengan cepat Alex mengubah posisinya menjadi menindih Cia. "Ayo lakukan lagi" ajaknya membuat Cia menatap wajah Alex. Tanpa ba-bi-bu Alex langsung menciumnya.


Dan terjadi lagi hal panas diatas lautan itu. Dimana desiran angin malam menjadi saksi bisu pertemuan mereka sekaligus pernyataan cinta mereka.

__ADS_1


Tanpa terasa jam berputar begitu cepat. Sekarang matahari sudah berada di puncak. Kedua sejoli yang baru menyatukan diri itu masih berbaring di bawah selimut saling memeluk erat.


Tidak ada yang ingin bangun. Meski sang Surya sudah berada di puncak. Deburan ombak yang tenang ditemani kicauan burung yang merdu pun tidak bisa membangunkan mereka. Namun, ketukan di pintu membangun mereka.


"Enghh" lenguhan salah satu dari mereka yang merasa terganggu dengan ketukan pintu tersebut. "Siapa sih,,ganggu aja" keluhnya akibat tidurnya di ganggu.


"Kenapa, mas?" ucap Cia yang berusaha untuk membuka matanya.


Alex segera bangkit. Dan membukakan pintu. "Ada apa?" tanya Alex yang nyawanya masih diatas ranjang.


Sang pegawai yang melihat kondisi Alex terkejut sekaligus tersenyum malu-malu. Apalagi dengan badannya yang banyaknya ukiran keganasan saat mereka melakukan peperangan malam hari.


"Ini pak. Kami mengantarkan makanan yang bapak pesan" ucapnya dengan nada sedikit gugup.


"Kamu bawa saja kembali. Kalau saya lapar. Saya akan panggil nanti" ucap Alex yang kesal membuat sang pegawai merasa kicep karena ucapan Alex.


Setelah kepergian pengganggu. Alex dengan cepat menghampiri istrinya yang ternyata masih tertidur dengan posisi yang sama. Cup. Satu kecupan mendarat di kening Cia. Membuatnya semakin menutup tubuhnya. "Kamu mau tiduran, lagi?. Nggak mandi" ucap Alex dengan menghujani Cia ciuman.


"Ngantuk" hanya itu yang keluar dari mulut Cia. Bagaimana tidak mengantuk sang suami tidak memberikannya istirahat.


"Kalau gitu, lagi, ya?" goda Alex membuat Cia membuka matanya lebar dan menatap tajam Alex.


"Ini aku masih sakit, lhoo mas...kamu enak udah bisa lari-lari. Lhaa aku udah itu sakit, badan juga ikut remuk. Mana ini pegal semua lagi tubuhku" protes Cia membuat Alex terkekeh.


"Maka dari itu. Lagi, yuk. Biar nanti sekalian" ajaknya yang sudah menaiki ranjang.


"Sekalian mati maksudnya?. Kamu itu kayak binatang buas tau nggak, mas. Capek aku,,ngimbangi kamu." protes Cia lagi.

__ADS_1


"Nggak gitu juga. Kamu terlalu enak dan manis. Makanya aku kayak gitu. Coba kamu kalau makan sesuatu yang enak pasti akan kalap kan. Nah aku juga gitu, sayang" ucapnya dengan mulai memberikan ciuman di seluruh wajah Cia. Namun, dengan cepat Cia menutup dirinya dengan selimut. Namun, keburu dibuka oleh Alex.


"Mas!!!" teriak Cia yang disambut oleh gelak tawa Alex yang menggema di ruangan tersebut.


__ADS_2