Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Otot Sayap Ayam


__ADS_3

Gelang yang simple dengan berhiasakan C dan A yang seperti terkunci membuat Cia terpana melihatnya. Bahkan Cia merasa dirinya seperti tidak memakai gelang akibat gelang itu memiliki bahan yang ringan dan kecil. Namun, memiliki pola lilitan yang sangat sulit.


"Kamu suka?" tanya Alex "Gelang itu sangat cocok dipakai ditangan yang cantik ini" balas Alex dengan menciumi gelang yang ada di pergelangan tangan Alex.


"Kapan Lo memasangnya?" tanya Cia yang menatap Alex curiga.


"Kamu lupa?" tanya Alex lagi membuat Cia geram.


"Jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi. Cepat katakan. Kapan dan dimana?" ucap Cia membuat Alex terkekeh.


"Pelan-pelan sayang. Ini waktu kita pulang dari Inggris" balas Alex membuat Cia mengangguk tanpa disadari.


"Bagus kan?. Itu rancangan mami lhooo. Dia khusus buatkan kamu gelang itu. Soalnya kata mami kalau pakai cincin sudah biasa. Jadi mami memilih gelang untuk tanda pertunangan kita" balas sang Alex membuat Cia tercengang.


Ternyata maminya sangat perfeksionis. Bahkan sangat detail dilihat dari desain gelangnya batin Cia memandang gelang ditangannya.


"Jangan dipandang terus. Besok mami kesini. Jadi kamu bisa berterima kasih padanya besok" balas Alex membuat Cia mengangguk. Benar juga, tidak baik menerima barang tanpa berterima kasih secara langsung apalagi ini barangnya sangat mahal batin Cia.


"Baiklah, sekarang tolong lepaskan tangan gue, dulu" balas Cia membuat Alex melepaskan tangan Cia dari genggaman nya.


"Tunggu dulu. Boleh aku peluk?" tanya Alex yang langsung memeluk tubuh Cia yang terbujur kaku mendapatkan pelukan dari Alex.


"Bukalah sedikit hatimu agar aku bisa masuk dan memberikan penerangan di dalam ruang yang sudah lama gelap itu" ucap Alex dalam memeluk tubuh Cia.


Cia terkejut mendengar ucapan Alex yang sangat lembut membuat hati Cia sedikit goyah dan tangannya menjulur untuk memeluk tubuh Alex. Dan mereka berpelukan sangat erat bahkan suara detak jantung mereka saling beradu didalam sana. Menyelami perasaan masing-masing.


Tanpa terasa Cia memejamkan matanya didalam hangat dan nyaman nya berada di pelukan Alex "Nyaman banget, ya?. Kalau gitu besok kita nikah aja yuk" goda Alex membuat Cia membuka matanya dan mendorong tubuh Alex menjauh darinya. "Lhoo kok dilepas. Padahal udah merem melek lho. Besok ke KUA aja, yuk. Kalau deket-deket gini takut nggak tahan" balas Alex menggoda Cia dengan mencolek lengannya.


"Apaan sih, tadi itu cuma ngantuk aja" sanggah Cia membuat Alex terkekeh.


"Iyadeh,,yang ngantuk karena terlalu nyaman" balas Alex membuat Cia menatap sinis. Kemudian meninggalkan Alex dengan senyum di wajahnya.


"Enak banget pelukannya" ucap seseorang membuat Alex terkejut melihatnya.

__ADS_1


"Eh,,ada Daddy Rey. Lagian ngapain, dad?. Kalau lagi nguping nanti telinganya kayak gajah lho,,dad" ucap Alex membuat Rey membulatkan matanya akibat Alex yang berani meledeknya.


"Berani kamu, ya!. Sekarang angkatin itu ke sana" tunjuk Rey pada kursi beton yang ada di samping Alex membuat Alex membulatkan matanya.


"Ini beneran dipindahin?" tanya Alex lagi memastikan yang langsung diangguki oleh Rey.


"Iya, ini adalah salah satu hukuman karena kamu berani mencium anak saya" ucap Rey menohok membuat Alex yang bisa menyengir. Ketahuan Daddy mertua batin Alex yang merasa malu dengan ulahnya.


Alex dengan susah payah memindah kursi beton itu menuju arah yang ditunjukan oleh Rey. Mereka yang melihat Alex mengangkat beton itu merasa kagum.


Otot-otot di lengan Alex menyembul keluar akibat Alex hanya memakai baju kaos selengan saja. Sehingga otot-otot terlihat dengan jelas.


Bahkan Cia yang tadinya ingin menjauhi Alex pun menjadi terpana melihat otot tangan Alex yang begitu menggoda untuk dipegang. "Wah,,,otot nya sangat keren!" seru sang mommy dari arah belakang Cia.


"Otot kayak sayap ayam aja, di banggain" balas Cia kemudian memalingkan wajahnya dan berjalan menjauh kearah kerumunan Mommy dan juga Rain yang melihat atraksi dari Alex.


"Idih,,kalau mau muji. Muji aja jangan pakai acara menghina" sela Rain yang tidak terima jika otot calon kakak iparnya dikatai sayap ayam.


"Cih,,,otot segitu aja di pamerin. Memang manusia sombong" gumam Cia dengan mengambil potongan sosis dan memakannya.


Cia yang melihat Alex tersenyum ketika diberikan semangat oleh Rain pun hanya bisa berdecih tak jelas. "Dasar manusia sombong" gumam Cia yang kesal melihatnya.


"Semangat Alex!" seru sang mommy membuat mereka tertawa. Namun, tidak dengan Rey yang kesal mendengar istrinya memberikan semangat kepada laki-laki lain.


Setelah acara membanggakan diri. Kini Alex sudah menyelesaikan misi yang diberikan Rey dengan lancar. Dia memindah 4 kursi dan juga 1 meja sendirian membuat Rain dan Mommynya bangga dengannya.


"Panas banget" keluh Alex yang duduk disamping Cia dengan mengibas-ngibaskan bajunya untuk memberikan kesejukan.


Cia hanya diam saja. Tidak berniat untuk menawarkan minuman segar yang dia bawa itu "Kamu ngga menawarkan saya minum?" tanya Alex yang membuat Cia menatap nya.


"Mau?" tanya Cia yang menyodorkan minuman bekas nya kepada Alex.


Alex dengan cepat mengarahkan gelas yang ada ditangan Cia ke bibirnya untuk diminum. Membuat Cia tersentak kaget dengan aksi Alex. "Terima kasih. Minumannya manis dan seger." ucap Alex setelah meminum habis minuman didalam gelas itu.

__ADS_1


"Itu kan bekas gue?" tanya Cia membuat Alex terkekeh dan menepuk pelan kepala Cia karena masih tidak percaya dengan aksi Alex.


"Nggak masalah. Lagian saya juga sudah merasakan bibir dan saliva kamu" ucap Alex sontak membuat Cia dengan segera membekap mulut Alex.


"Lo ini ngomongnya bisa pelan nggak. Ada orang lain disini" ucap Cia berbisik.


Alex yang dibekap oleh Cia pun tidak melepaskan kesempatan tersebut. Dengan cepat Alex membawa tubuh Cia di pangkuannya. "Akh" teriak Cia karena terkejut.


"Diam nanti ketahuan oleh mereka" kini giliran Alex yang mengarahkan Cia untuk tidak berteriak.


Cia yang kesal pun memukul lengan Alex. "Nanti malam kita keluar, yuk?" ajak Alex kembali namun tetap mendapatkan gelengan dari Cia.


Cia yang tidak nyaman dengan posisinya pun bergerak-gerak dalam pangkuan Alex. Membuat Alex mendesis menahan sesuatu yang bangkit akibat ulah Cia.


"Kamu jangan gerak-gerak" balas Alex yang berusaha menahannya. Agar tidak menimbulkan keterkejutan Cia.


Namun, Cia yang tidak mengerti pun diam "Kenapa?" tanya Cia dengan wajah polosnya.


Alex terlihat berusaha menarik nafas dengan dalam-dalam. Tangannya masih berada di dalam pinggang Cia "Apakah kamu merasakan sesuatu?" tanya Alex yang memejamkan matanya untuk berkomunikasi dengan otaknya yang sedang berkelana jauh.


Cia yang diam pun merasakan sesuatu yang aneh dibawahnya. Hingga membuatnya terpekikik. Namun, dengan cepat Alex membungkam Cia dengan bibirnya.


"Ish,,,mesum banget" ucap Cia yang sudah terlepas dari Alex. Kini dia berdiri didepan Alex dengan berjengking pinggang.


"Nama juga laki-laki. Lagian kamu sendiri yang memancing dia" ucap Alex dengan menatap kearah celananya membuat Cia yang justru mengikuti arah pandang Alex.


"Dasar mesum" balas Cia dengan meninggalkan Alex dengan kekehannya. Kemudian menyusul Cia.


Mereka akhirnya makan dengan bersama. Menikmati hari bersama dalam kebersamaan yang erat. Bahkan Alex pun dengan mudahnya bergaul dengan keluarga Cia. Namun, tetap saja Alex akan selalu menjadi musuh Daddy nya karena sang mommy diam-diam masih sering memuji Alex, dibandingkan dengan suaminya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2