Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Bakar Ancol


__ADS_3

Pagi ini tidak seperti pagi biasanya karena pagi ini lebih ribut lagi dari biasanya. Bagaimana tidak Cia dan Aidan subuh-subuh sudah ribut masalah mereka yang katanya aan liburan justru Aidan tidak bisa akibat pacarnya itu minta liburan berdua.


“Pokoknya gue nggak akan biarin lo pergi dengan pacar lo itu. Apa-apaan main ajak lo aja. Kan gue yang duluan ngajakin lo.!” Ucap Cia dengan berada di depan pintu kamar Aidan membuat cowok itu menghela nafas.


“Tapi kita kan bisa besok liburannya. Ini Cuma untuk hari ini aja, Cia”Rayu Aidan yang langsung digelengkan oleh Cia.


“Kalian itu ganggu banget tau, orang lagi tidur nyenyak, juga. Berisik!” cerocos Jeo yang bangun karena suara ribut dari kakak-kakaknya itu. Dan turun ke dapur untuk mengambil air minum.


Mendengar hal itu membuat Cia tidak perduli. Dan tetap memasang wajah galaknya kepada Aidan. “Lo sekarang telepon pacar bawang lo yang nggak tau diri itu. Buat batalin rencana kalian?” tegas Cia membuat Aidan menghela nafas.


“Oke fine!. Gue telepon sekarang!” ucap Aidan yang jengah dengan kelakuan Cia yang tidak mau di bantah. Akhirnya dia memilih untuk menghubungi pacarnya. Membuat Cia tersenyum senang kemudian memeluk Aidan.


“Lo memang ponakan, adik, sahabat yang paling baik” ucap Cia mencium pipi Aidan membuat Aidan berusaha menjauhkan diri dari Aidan.


“Ih,,lo bau belum gosok gigi!” tegas Aidan dengan memundurkankepala Cia menjauh darinya. Yang justru membuat Cia semakin gencar mendekatkan dirinya. “Sudah kan?. Sekarang lo keluar gih,, dari kamar gue. Gue mau lanjut tidur lagi” ucapnya dengan mendorong tubuh Cia untuk keluar dari kamarnya.


“Punya kakak baik, gini amat, dah…barbarnya kebangetan. Nyesel gue pernah curhat kedia. Yang justru menjadi tameng dia” gerutu Aidan ketika Cia sudah pergi dari kamarnya, dan Aidan memilih untuk kembali tidur.


Sementara Cia tertawa senang karena sudah berhasil membuat Aidan membatalkan rencananya pada pacar bawangnya yang seperti cabe itu. “Dasar cewek tomat. Jangankan Pacaran, kenal aja enggak, main ngasal ngajak liburannya aja. Terlihat banget tomatnya gatal” gumam Cia.


“Kamu ini masih subuh lho… sudah bikin ulah. Katanya mau liburan? Kemana?” Tanya mommy Cira ketika melihat sang anak yang kini sudah duduk di depan dapur dengan memakan slad buahnya.


“Rencana mau ke ancol aja, mom. Tapi terserah yang lainnya aja, aku mah tinggal bayarin aja” ucap Cia membuat mommynya itu menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Bayar pakai uangnya siapa?, daddy, mommy atau papa?. Kan kamu baru bekerja” Ucap Mommy Cira membuat Cia hanya terkekeh dan bangkit memeluk sangn mommy yang sedang menyiapkan bahan untu menu sarapan.


“Pakai uang daddy, lah. Kan yang kaya cuma daddy. Kalau papa udah pensiun. Kalau minta ke mommy pasti perhitungan kan?!” ucap Cia membuat Cira terkekeh.


“Bukan perhitungan, tapi menghemat” jawab Cira membuat Cia mendengus mendengar ucapan sang mommy.


“Eh,,seharusnya itu daddy yang peluk, mommy. Kenapa jadi kamu” ucap Rey bersidekap dada dan menyederkan tubuhnya di daun pintu.


Mendengar itu membuat Cia melepaskan pelukannya “Daddy kan sudah biasa. Giliran Cia,dong sekarang” balas Cia dengan ikut bersidekap dada pula


“Daddy jarang bisa berdua dengan mommy mu. Adik kembar mu itu selalu ganggu acara pacaran kami. Sekarang kamu masuk ke kamar, gih. Daddy mau buatkan kalian adik dulu”usir sang daddy yang justru membuat Cia membentengi sang daddy yang mendekat kearah mommy nya.


“Daddy,,, kenapa ngak adopsi Raina aja. Kan kalian itu soulmate banget” ucap Cia membuat Daddynya tertawa.


“Kamu mau punya adik kayak dia?. Nanti kamu kalah saing lagi. Dan kamu bakalan terus aja jomblo. Mau?. Raina itu lebih cantik daripada kamu, lho?” Tanya sang daddy membuat Cia mendengus.


“Idih,,ada si kembar aja sudah membuat kepala ku pusing. Lagian tanpa diadopsi anak itu seringnya disini.” Balas Cia yang kesal karena dibandingkan dengan Raina. Membuat sang daddy dan mommy tertawa.


Cia pun keluar dari dapur dan menuju ke ruang keluarga, karena ngantuknya sudah hilang. “Tumben sudah bangun. Kalian ribut apa tadi?” ucap seseorang yang ikut duduk disamping Cia.


“Hehehe,,iya lagi nggak ngantuk aja. Itu kita mau liburan. Kakak mau ikut?” Tanya Ciayang wajahnya sudah berbinar senang menatap kearah Riski membuat Riski terkekeh dan mengusap kepala Cia.


“Kakak nggak bisa ikut, lain kali saja, ya?. Soalnya hari ini jadwalnya padat. Dan nanti malam harus pulang untuk besok pagi meeting lagi” ucapnya membuat Cia mendesah lesu mendengar hal tersebut.

__ADS_1


“Kakak mah,,,,pekerjaan aja pikirannya. Sesekali liburan kek,,,,jangan terlalu diposir nanti kelupaan segala hal lho,,,” ucap Cia membuat Riski hanya geleng-geleng saja mendengarnya.


“Iya,,,kapan-kapan kakak akan liburan, setelah pekerjaan ini selesai” balasnya kemudian bangkit “Kakak mau ke kamar dulu mandi, sudah jamnya” ucapnya sembari menatap jam yang ada di dinding. Dan mengusap kepala Cia kemudian berlalu pergi memasuki kamarnya.


Tanpa terasa pagi menyindari rumah keluarga Rey dengan kembali penuh keributan. Dimana anak-anak sedang bersiap untuk mereka liburan pantai. Padahal mereka cuma ke Ancol tapi ribetnya seperti akan liburan ke luar negeri aja.


“Lo sudah bawa pelampung nggak?. Kelelep air nanti lo. Kalau nggak bawa pelampung” ucap Aidan memperingati atau lebih tepatnya mengejek Rain mebuatnya hanya mendengus saja.


“Ini kalian mau ke Ancol apa ke labuan bajo, sih. Bawaannya banyak banget” ucap Cira yang melihat perlengkapan mereka.


“Iya, mommy. Nanti kita mau bakar-bakar” ucap Rain dengan meletak barangnya di mobil. Tadi setelah Riski balik ke kamarnya, gadis itu datang dengan angin ribut bersamanya.


“Lo mau bakar Ancol, ya?” selidik Aidan membuat bocah itu kesal.


“Eh,,lo dari tadi mulut lo itu pedes banget. Iya, gue mau bakar mulut lo itu biar tinggal abunya aja. Puas!!” kesal Rain dengan berjengking pinggang menatap Aidan yang kini ikut berjengking juga.


“Sebelum lo bakar mulut gue ini. Lo harus ngerasain mulut gue dulu.”ucap Aidan membuat Rain berdecih.


“Ih,,,amit-amit. Yang ada gue kena virus lagi” ucap Rain berngedik ngeri dan meninggal Aidan setelah menginjak kakinya dengan keras.


“Lo,,,,” geram Aidan ingin mengejar Rain. Tapi segera ditepis oleh Cia.


“Ini, bawa!. Awas aja lo macem-macem sama dia. Burung lo gue lepasin dari sangkarnya” balas Cia memandang kebawah Aidan dengan tatapan tajam. Membuat Aidan merasa ngeri dan dengan cepat melindunginya dengan tanganya.

__ADS_1


“Sabar, bro…betina memang ganas” ucap Jeo dari belakang dengan merangkul Aidan dan menggelengkan kepalanya.


“Bukan hanya ganas tapi buas” imbuh Gio di sisi samping Aidan. Membuat Aidan diapit oleh si kembar


__ADS_2