
Kembali kepada dua orang yang kini sedang berjalan cepat “Cia berhenti dulu. Kita harus bicara” ucap Alex dengan bahasa Indonesia agar tidak terlalu terdengar.
“Jangan ikuti gue!” tegas Cia dengan berusaha berjalan dengan cepat. dia hendak berlari namun di urungkan karena jalanan licin dan dia memakai sepatu hak ttinggi.
Hingga Alex berhasil mencekal tangan Cia. Membuatnya berhenti kemudian mengempaskan tangannya. “Mau lo apa sih?. Lo ganggu hidup gue tau nggak. Gue itu nggak kenal sama lo. Dan asalkan lo tau ya, gue itu benci sama lo!.” Ucap Cia yang kesal dengan tangan menunjuk-nunjuk kearah Alex yang masih diam mematung menatap Cia dengan ocehannya.
“Kalau lo mau menikah. Silakan menikah tapi bukan dengan gue. Asalkan lo tau ya,,gue itu jahat dan nggak sebaik yang ada di pikiran lo!” cerca Cia lagi “Kalau lo. Masih marah masalah di lampu merah. Sekali lagi gue minta maaf dengan setulusnya. Dan lo juga berhutang maaf sama gue karena mencium gue dengan sembarangan di lift. Asal lo tau aja, itu adalah ciuman pertama gua!” ucap Cia yang mulai murka dengan memukul dan menedang perut dan kaki Alex.
Grep. Alex memeluk tubuh Cia yang memberontak dengan kuat. “Sorry. My Wife is pregnant” ucap Alex ketika pandangan orang menatap mereka dengan tatapan penuh selidik. Dan membuat mereka mengangguk.
Mendengar itu membuat Cia terkejut dan terdiam dari pemberontakannya. “Maksud ucapan lo itu apa!. Gue itu bukan istri lo!” marah Cia yang dengan sekuat tenaga melepaskan pelukan Alex kemudian menendang tulang betisnya lalu berlari meninggalkannya.
“Bar-bar dan kasar banget jadi cewek” ucap Alex sembari mengusap bekas tendangan Cia di kakinya dengan pandangan mengarah kepada Cia yang berlari.
“Honey! My queen!” teriak Alex yang mengejar Cia dengan melupakan rasa sakit di kakinya.
Mereka berlarian saling mengejar “Honey, don’t runing you’re pregnant. I’m worried about the child in your womb, honey!” teriak Alex yang membuat mereka kembali ditatap penuh keheraan.
“Gue nggak perduli!” teriak Cia berlari dengan kencang. Anak?. Anak cacing! Batin Cia yang kesal karena Alex masih terus mengejarnya. Padahal tenaganya untuk berlari sudah menipis.
Lagian Cia gayaan mau lari. Mereka aja para pembaca yang mau lari dari kenyataan nggak bisa. Canda, kenyataan.
__ADS_1
Karena tenaganya habis Cia memilih berhenti dan duduk di depan tepi danau buatan dengan kaki lurus dan nafas ngos-ngosan. “Kenapa juga gue mesti lari-lari begini” ucap Cia yang baru menyadari tingkahnya.
“Maka dari itu berhenti berlari. Jadi capek dan tenaganya terkuras kan?” ucap seseorang dari belakang Cia membuat Cia memandang orang itu dengan tatapan kesal, tajam dan mendengus.
Kemudian duduk di sampingnya dan menyodorkan minuman kepada Cia yang langsung disambarnya. “Salah lo ngapain ngejar gue” balas Cia dengan mendelik.
“Kita itu cuma tunangan saja. Bukan menikah. Kamu lebay sekali” ucap Alex dengan menatap lurus kearah danau tersebut. Pikirannya entah melayang kemana. Namun, yang pasti adalah matanya sedang menerawang jauh kedepan.
“Sama saja, ujungnya menikah kan?” Tanya Cia yang ikut menatap jauh kearah danau tersebut.
“Gue tau lo belum siap. Dan kita juga belum saling kenal. Maka, dengan adanya pertunangan ini kita akan saling mengenal. Masalah pernikahan anti kita bahas setelah kita saling mengenali perasaan kita” ucap Alex dewasa membuat Cia memandang laki-laki itu dengan tatapan penuh perhitungan.
“Lo nggak akan macam-macam kan sama gue. Semisalnya pertunangan kita gagal nggak sampai kepernikahan?!” balas Cia menatap laki-laki itu yang kini juga menatapnya.
“Ah,,?. Perjanjian pratunangan?” ucap Alex memperjelas ucapan Cia yang langsung diangguki semangat oleh Cia. “Tapi kan biasanya itu dilakukan untuk pra nikah, memangnya ada ya?. Perjanjian pratunangan?” ucapnya lagi menyakinkan Cia.
Cia mengangguk dengan senang “Ada, sekarang kita buat perjanjian pra tunangan. Ayo kita ke tempat yang lebih nyaman. Mumpung aku bawa laptop” balas Cia bangkit dan menarik tangan Alex.
Sedangkan Alex yang sedang bingung hanya mengikuti kemana dia dibawa oleh Cia. “Kita mau kemana?” ucapnya. Namun, tidak ditanggapi oleh Cia.
Sekarang mereka sudah duduk manis di sebuah tempat makan dengan menyajikan menu makanan Indonesia. Mereka tapi lebih tepatnya Cia sudah memesan makan. Padahal dia tadi sudah makan dirumah Alex. Namun, perutnya kembali kososng setelah diajak berlari.
__ADS_1
“Kamu mau ada apa saja dalam perjanjian pratunangan kita?” ucap Cia yang bersiap mengetik apapun yang diucapan oleh Alex.
“Kamu saja duluan” ucap Alex yang justru membiarkan gadis cerewet ini duluan memulai menuliskan perjanjiannya. “Asalkan isinya masuk akal saya terima” ucapnya lagi membuat Cia tersenyum.
“Ini,, lo bisa baca dan jika ada yang kurang bisa diomongi” ucap Cia yang menyerahkan peraturannya kepada Alex.
Alex membaca setiap perjanjian yang diketik oleh Cia. Sebenarnya Alex merasa tidak perlu melakukan hal ini. Karena memangnya mereka bakalan ngapain selama menjalani pertunangan?. Namun, ada satu perjanjian dari Cia yang kurang masuk di akal Alex “Saya tidak setuju dengan poin 8. Yang mengatakan bahwa saya tidak berhak ikut campur urusan kamu. Dan tolong kamu ganti dengan, JANGAN BERDEKATAN DENGAN LAWAN JENIS!” ucapnya membuat Cia ingin protes.
“Setelah bertunangan nanti kamu akan menjadi tanggung jawab saya dan kamu sudah terikat dengan saya jadi jika kamu berbuat hal yang diluar makabukan kamu saja yang terkena imbasnya. Tetapi, seluruhnya termasuk perusahaan. Mengerti!” ucap Alex tegas membuat Cia merinding dan mengangguk.
“Baiklah. Tapi tidak ada larangan dengan sepupu, adik ataupun sahabat kan?” Tanya Cia membuat Alex menimbangnya dan kemudian mengangguk.
“Oke ini deal kan?. Biar nanti bisa gue print terus di tanda tangani” ucap kemudian memakan pesannya yang sudah hampir mendingin itu.
“Baiklah saya permisi untuk memberikan kabar kepada orang tua. Mungkin mereka sedang khawatir. Atau mungkin mereka sudah terbiasa dengan putri mereka yang suka kabur-kaburan?’ ucap Alex dengan sedikit menyindir membuat Cia membulatan matanya.
“Lo!!” geram Cia yang kesal dengan orang itu. Namun, sebelum melampiaskannya Alex sudah lebih dulu keluar dari tempat itu.
Cia sangat kesal sampai dia melampiaskannya dengan makannya “Baiklah lo tau gue suka kabur. Maka sekarang lihatlah car ague kabur dari lo. Selamat menunggu,,!” gumam Cia dengan menyengrai.
Sementara Alex yang sedang menelpon diingatkan oleh sang papa dari anak itu untuk terus menjaganya “Baiklah pa. Alex akan terus awasi pergerakannya” putus Alex membuat sang calon mertua mengangguk. Alex tersenyum memandang Cia yang sedang tersenyum devil menatap makannya.
__ADS_1
“Mau lari sejauh mana pun kamu pergi, nggak akan bisa lari dari saya, Cia. Karena kita memang berjodoh. Yang berpisah, kemudian ditemukan kembali” gumam Alex.