
Mami masuk kedalam kamar Cia dan melihat menantunya sedang meringkuk dibawah selimut. "Sayang bangun, dulu, yuk. Ini mami bawakan kamu bubur. Setelah itu minum obatnya" ucap sang mami.
Cia menggeliat dan membuka matanya. "Iya, mi. Taruh aja disana. Nanti Cia makan, kok" ucapnya membuat sang mami menggelengkan kepalanya.
"Ayo,,biar mami suapi. Kalau di ditaruh nanti kamu lupa lagi. Owh,,iya tadi Alex pesen sama mami. Mau bilang kalau dia sekarang mau kekantor pusat bersama kakaknya" ucapnya yang membuat Cia bangkit dan bersandar di kepala ranjang dengan dibantu sang mami.
"Mi,,kepala Cia pusing banget sampai perut mau muntah" keluh Cia dengan memegang kepalanya.
Sang mami yang iba memijat kepala Cia dengan maksud mengurangi rasa pusingnya. "Kita ke rumah sakit aja, yuk?" ucap sang mami yang digelengkan oleh Cia. "Baiklah kalau begitu, mami telepon dokter aja suruh kesini" ucapnya lagi yang diangguki oleh Cia.
Setelah memberikan bubur dan juga obat. Mami dengan segera menghubungi dokter keluarga mereka. Untuk memeriksa Cia.
Sementara Alex yang berada di kantor pusat bersama sang kakak sedang memeriksa dokumen penting. Namun, dia justru tidak pokus karena pikiran mengarah pada kondisi sang istri.
"Kamu kenapa?" tanya sang kakak.
"Nggak cuma kepikiran sama Cia aja. Dia udah makan belum?"
"Telepon aja kan bisa. Kalau gitu kamu pulang aja, deh. Daripada disini, bikin kerjaan kakak tambah banyak aja. Apalagi liat wajah kamu yang lecek gitu" ucap sang kakak membuat Alex mengangguk. Dan meninggalkannya dengan penuh gelengan. "Udah tau istrinya sakit. Pakai acara kerja. Dasar Bucin!" gerutu kakaknya ketika adiknya itu sudah menghilang.
Sementara Alex mengendarai mobilnya dengan cepat. Dia sangat khawatir dengan kondisi istri. Apalagi dia pernah muntah tadi pagi.
Sesampainya dirumah, Alex langsung bergegas masuk kedalam kamar untuk melihat istrinya. "Sayang?" ucapnya memelan ketika melihat sang istri tertidur. Dengan langkah perlahan Alex mendekat dan duduk disampingnya kemudian tangannya terjulur untuk menyentuh kening sang istri.
"Maaf ya. Gara-gara aku kamu jadi sakit" ucap Alex kemudian mengecup kening sang istri.
"Eh,,aku sudah pulang" tanya sang mami yang melihat anaknya sudah bersama istrinya. Alex mengangguk kemudian pandangannya mengarah kepada sang dokter. "Ini mami bawa dokter Jordi buat meriksa istri kamu" ucap sang mami yang diangguki oleh Alex.
"Sayang ayo,,bangun. Dokter mau periksa kamu" ucap Alex membangun Cia dengan lembut. Membuat Cia membuka matanya.
__ADS_1
"Your wife is very beautiful" ucap dokter Jordi membuat Alex mengangguk.
Dokter Jordi pun memeriksa Cia. "Ini cuma demam biasa da kelelahan. Setelah beristirahat dengan baik. Maka demamnya akan hilang" terang sang dokter membuat Alex mengangguk.
Setelah dokter menerangkan tentang obat. Akhirnya dokter pergi dengan diantar oleh sang mami. Sementara Alex menemani Cia. "Kamu kok sudah pulang, mas?" tanya Cia yang saat ini sedang bersandar lemah di dada sang suami.
"Aku kepikiran kamu terus. Jadi daripada membuat masalah di kantor lebih baik aku pulang" ucapnya mencium pucuk kepala sang istri.
"Mas,,aku pengen makan yang pedas-pedas" keluh Cia membuat Alex menatapnya bingung.
"Kamu masih sakit. Jangan makan makanan yang pedas dulu, ya. Mau salad buah aja gimana?" tawar Alex yang digelengkan oleh Cia. "Baiklah, aku bilang sama mami dulu, ya?" ucap Alex yang diangguki oleh Cia.
"Aku ikut ya mas. Aku bisa di kamar terus" keluh Cia membuat Alex menghela nafas. Dan kemudian menggendong Cia untuk keluar dari kamar.
"Ih,,, romantis banget, deh. Pengantin baru" celetuk sang kakak ipar ketika tanpa sengaja berpapasan dengan mereka.
Sementara Cia sudah menenggelamkan wajahnya di dada sang suami. Malu. Sedangkan Alex cuek aja. "Iri, yaa. Sana gih, samperin kakak Heru di kantor" terang Alex yang melangkahkan kakinya untuk ke dapur. "Eh,,kak. Mami dimana?" tanya Alex membuat Kakak ipar nya itu menunjuk kearah taman belakang.
Alex membawa Cia menuju taman belakang. Dan dilihatnya sang mami sedang duduk santai sambil meminum teh bersama teman-temannya. "Mi??" ucap Alex yang membuat mereka semua memandang kearah Alex dan Cia.
"Eh,,kenapa, Sayang?" tanya nya bangkit dan menghampiri mereka.
"Ini Cia, mau makan makanan pedas, gimana, mi. Boleh?" tanya Alex. Cia pun memandang sang mami dengan Poppy eyes membuat sang mami menghela nafas.
"Yaudah. Kamu mau apa, sayang?" tanya sang mami yang mengusap surai Cia.
"Mau rujak pare, mi" ucap Cia dengan malu-malu.
Mendengar itu membuat mereka terkejut. "Mau rujak pare, gimana, sayang?" tanya ulang sang mami memastikannya.
__ADS_1
"Iya, mi. Cia pengen rujak pare yang ada di kulkas mami itu" ucapnya membuat sang mami menghela nafas.
"Sayang, pare kan pahit. Mendingan rujak mangga aja, ya?" tawar Alex yang mendapatkan gelengan dari Cia. Bahkan matanya kini sudah berkaca-kaca.
"Yaudah, nanti di buatkan maid, ya. Sekarang kamu mau apa lagi?" tanya sang mami yang digelengkan oleh Cia. Kemudian meninggalkan nya untuk menyuruh sang maid membuat kan rujak yang Cia mau.
"Mas,,mau tidur lagi" ucap Cia yang masih dalam pelukan sang Alex.
"Mi,,nanti suruh maid bawa ke kamar aja, ya. Ini Cia mau tidur katanya" ucap Alex yang diangguki oleh sang mami.
Meninggalkan Alex dan Cia. Kini para ibu-ibu sedang bersiap melakukan diskusi nya. "Jeng,,itu mantu kamu manja banget, ya." keluh salah satu ibu.
"Iya,,,anak kamu juga mau-mau aja. Udah jadi bucin akut" timpal ibu yang lainnya.
"Mau gimana lagi, dia lagi sakit. Tapi anehnya dia malah minta rujak pare" ucap sang mami yang terkikik melihat tingkah menantunya itu.
"Kok bisa. Lagi ngidam nggak, jeng mantunya?" tanya ibu yang sejak tadi hanya menyimak saja.
Mereka yang mendengar nya pun terdiam. "Kenapa?" tanya ibu itu lagi.
"Nggak kok. Itu kan mantu saya lagi sakit. Jadi wajarlah minta makan pedas. Kata dokter cuma kelelahan aja kok" bantah sang mami yang berusaha untuk tenang. Namun, pikiran nya justru tertuju pada yang dikatakan temannya. "Karena saya harus menjaga mantu saya yang sakit. Jadi, acara hari ini disudahi dulu, ya" ucap sang mami yang langsung diangguki oleh mereka semua.
Selepas kepergian teman-teman. Mami dengan terburu-buru masuk kedalam kamar sang menantu dan anaknya untuk memastikan perkataan temannya itu. Tiba-tiba saja dia tidak percaya dengan ucapan sang dokter tadi mengenai kondisi mantunya.
"Alex!" ucap sang mami membuat Alex dan Cia memandangnya dengan penuh kebingungan.
"Kenapa, mi?" tanya Alex.
"Cia,,,kapan kamu terakhir menstruasi?" tanya sang mami membuat Cia bingung. Begitupun dengan Alex yang penasaran dengan tingkah maminya.
__ADS_1
"Itu...." ucap Cia berusaha mengingatnya.