Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
GGJS


__ADS_3

Balapan semakin sengit mendekati garis finish. Cia memimpin balapan. Hingga akhirnya Cia yang memenangkan balapan. Suara sorak sorai kemenangan dari geng Cia terdengar. Cia membuka helmnya dan memandang remeh laki-laki yang sejak tadi meremehkannya.


“Ternyata skill lo masih sama. Kapan-kapan kita main lagi, gue merasa tertantang balapan dengan lo. Semoga gue lolos motoGP” ucapnya membuat mereka semua mengaminkan nya.


Memang benar. Geng motor mereka bukanlah geng motor abal-abal. Mereka akan melatih orang yang memiliki mimpi besar dalam permotoran salah satunya motoGP.


“Gimana sekarang mau pulang atau nongkrong?” Tanya Cia yang menyetir mobil.


Saat ini mereka, sudah berada di dalam mobil, bersiap untuk pulang. Seluruh keperluan dan perlengkapan balapan tadi sudah di bawa oleh anggota geng Cia ke markas mereka.


Markas mereka adalah sebuah rumah lantai dua, yang mereka bangun dari hasil perlombaan mereka yang mendapatkan piala. Bahkan di markas mereka ada lemari khusus untuk pencapaian mereka.


“Pulang aja, kak. Takutnya nanti dimarahi oleh mom dan daddy”ucap Rain yang sedang dalam mode kalem. Mungkin karena lelah. Akibat dia juga tadi latihan balapan karena aka nada event.


Mereka akhirnya memilih pulang, dan tidak lupa membawakan sang orang tua martabak manis dan asin agar tidak marah. “Ingat jangan sampai ada yang memberitahukan hal ini kepada mommy dan daddy, ya?” ucap Cia yang langsung diiyakan oleh mereka.


Sesampainya mereka di rumah. Mereka kembali ke kamar mereka masing-masing untuk tidur karena sudah terlalu malam yaitu pukul sebelas malam.


Cia membersihkan tubuhnya akibat berkeringat ketika memakai baju pengaman ketika balapan. Saat hendak untuk tertidur ponselnya bordering. Menampilkan pesan tidak dikenalnya “Selamat malam, sayangku” ucap


Cia membaca pesan tersebut dengan mengerjitkan dahinya. Kemudian menghiraukannya dan kembali tertidur.


“Sayang bangun, kamu harus bekerja, sayang!” teriakkan dari arah luar kamar dengan mengetuk pintu.


Cia yang tersadar dan langsung terbangun “Iya, mom!” teriak Cia dari dalam kamar dengan cepat menuju kamar mandi.


Cia dengan cepat memakai pakaian dan bersiap karena ketika melihat jam sudah mepet. Cia buru-buru keluar kamar tanpa sarapan “Eh,,,sayang sarapan dulu. Ini bekalnya dibawa untuk nanti makan di sana” teriak sang mommy mengejar Cia. Membuat Cia berhenti dan menerima kotak bekal yang disiapkan mommynya.

__ADS_1


“Terima kasih, mom”ucap Cia mencium pipi sang mommy dan melajukan mobilnya.


“Sama persis seperti daddy nya” gumam Cira membuat orang di belakangnya berdehem.


“Eh,,,ada daddy” ucap Cia memeluk sang suami dan mencium pipinya


“Sudah pagi jangan bermesraan. Kasihanilah kami yang jomblo” celetuk Gio. Membuat kedua orang tua itu melepaskan pelukannya.


“Mommy dan daddy membuat Rain ingin menikah saja” ucap Rain membuat mereka menatapnya tidak percaya.


“Kamu mau nikah?.” Ucap seseorang membuat mereka terutama Rain langsung terkejut melihat sang ayah sudah ada didepan matanya.


“Ayah..!. bunda!” teriak bocah yang sudah berpakaian rapi yang sudah mengendong tasnya berlari kearah sang ayah.


Chan langsung menangkap tubuh bocah gempal tersebut. “Aduh,,anak ayah makin ganteng aja” ucapnya dengan menciumi pipi sang anak.


“Bunda,, adik onyetnya mana?” Tanya bocah itu memandang bundanya dengan penuh tanya. Membuat sang bunda berpikir maksud sang anak kemudian menatap sang anak sulung.


Dan sang bunda mengatakan kepada Sky perihal boneka monyetnya bahwa sudah dirumah mereka.


“Terima kasih, ya, Rey sudah mau jaga anak-anak gue. Pasti Rain bikin ulah lagi, ya?”tanya Chan membuat Rey tertawa.


Rain yang di pojokan hanya bisa mendengus dan menarik tangan si kembar untuk memasuki mobil dan berangkat kesekolah dari pada harus mendengarkan gibahan orang tua.


“Kami berangkat, mom, dad, ayah, bunda dan semuannya!” ucap mereka yang sudah berada didalam mobil. Dan langsung diangguki oleh mereka semua.


“Lo tau kan anak lo si Rain itu, lengket banget sama gue. Mungkin karena ngidamnya ingin dekat dengan Cia” ucap Rey yang mengingatkan Chan.

__ADS_1


“Bunda,,Sky mau sekolah nanti terlambat. Sky mau ketemu cewek cantik” ucap bocah yang sudah menarik tangan sang ayah dan bundanya untuk segera kesekolah.


“Yaudah,,, gue anterin, bocah gendut ini dulu” ucap Chan kemudian mereka pamit untuk mengantarkan bocah tersebut kesekolah.


Kepergian mereka membawa Rey dan Cira untuk pamit bekerja.


Namun, memang dasarnya Rey yang mesum, dia membawa Cira kepelukannya dan mencium bibir Cira tanpa ampun membuat Cira menukul lengan suaminya akibat oksigennya mulai terkuras habis.


Sementara di ruangan tempat Cia bekerja sedang kedatangan calon pembeli yang melihat rumah produksi dari baju atau garmen. Cia dengan telaten memberikan informasi terkait dengan kualitas produk mereka.


Sekaligus mendengarkan desain baju yang diinginkan oleh pihak pembeli. “Jadi mau yang seperti apa, bajunya bu?” tanya Cia dengan ramah.


“Saya pilih yang katanya kamu nyaman banget.” Balasnya memandang Cia penuh kekaguman. “Kamu sudah menikah?” tanya ibu itu membuat Cia menggeleng kikuk. “Kamu mau nggak kenalan dengan anak saya?” tanya ibu itu kembali membuat Cia canggung dan hanya tersenyum saja.


“Tapi anak saya itu sudah cukup dewasa, usia nya 25 tahun. Anaknya sedikit pemalas, tapi dia suka masak.” Ucapnya lagi membuat Cia hanya bisa mengangguk dan tersenyum. Karena dia juga binggung mau menanggapi bagaimana, sedangkan dirinya saja tidak terlalu berminat.


“Baiklah terima kasih. Untuk uangnya nnati saya transfer. Kalau begitu sama pamit dulu” ucapnya membuat Cia mengangguk.


“Iya, bu. Terima kasih. Karena sudah memepercayakannya kepada perushaan kami” ucap Cia. Melambaikan tangan.


Setelah kepergian ibu itu Cia menghela nafas. Dan kembali ke runagnya untuk melakukan pekerjaan. “Gimana, beres?” Tanya senoirnya. Membuat Cia mengangguk. “Maaf ya,, seharusnya ini adalah tugas marketing, tapi karena ibu itu adalah pelangan setia kita, dan ibu itu hanya maunya pada orang di tim kita” ucap seniornya lagi.


“Mbak,,tau nggak, dia menawarkan anaknya untukku.” Ucap Cia sembari meminum air dalam botolnya. Mereka yang mendengarnya tertawa memang sudah biasa ibu itu bila bertemu denga karyawan mereka yang cantik akan menawarkan anaknya seperti baju aja.


“Anaknya lumayan ganteng, Ya. Cuma gitu, dia nya sombong banget” ucap rekan kerja Cia. Membuat mereka tertawa.


Cia menjalani hari nya bekerja dengan baik dan penuh tawa. Mereka bekerja sangat mengayomi dalam membantu Cia yang baru belajar.

__ADS_1


Beda Cia beda pula si kembar. Mereka saat ini sedang melakukan istirahat, seperti pada umumnya anak SMA yang suka bergeng. Si kembar juga punya geng. Namanya GGJS yaitu ganteng-ganteng juragan sekolah. Bagaimana tidak anggota mereka elit-elit semua. Ada si kembar cucu dari bank aditama, Ferel anak Gea dan Lohan pemilik hotel-hotel di Bali. Ben anak Bejamin dan Indah dari pengusaha restoran. Raina anak Chan dan Fiola dari pengusaha property.


Mereka berbeda kelas. Namun, jika urusan membolos dikelas mereka selalu kompak. Makanya karena status keluarga merekalah bayak siswa melebeli mereka dengan sebutan GGJS (Ganteng-Ganteng Juragan Sekolah).


__ADS_2