
Suasana ruangan diselenggarakan pernikahan sepi akibat pengucapan janji suci pernikahan akan di ucapkan. Suasana sangat tegang. Takut terjadi kesalahan.
Bahkan Riski yang sudah berada didepan penghulu terlihat sulit untuk bernafas dan keringatan dingin.
"Sudah siap?" tanya sang penghulu, membuat Riski menarik nafas dan mengangguk.
Acara akad nikah pun terdengar. Jangan tanya kan gimana suasana ketika ijab qobul selesai dan terdengar kata sah. Oma yang menangis ketika cucu nya sudah bukan lagi menjadi tanggung jawabnya.
"Oma, Selamat, ya. Sementara lagi dapat cicit"bisik Gio yang berada di belakang Oma nya.
"Hus,,,kamu ini diam, dulu" tegur Oma.
Acara Riski dan Utaya telah berlangsung. Banyak orang yang datang mengucapkan selamat dan doa untuk pernikahan mereka.
Saat ini suasana di dalam rumah ramai oleh keluarga inti mereka. "Sebulan lagi pernikahan, Cia. Rumah ini makin sepi aja, sudah." ucap lesu Mommy Cira mengingat anaknya akan segera menikah.
"Sudah takdirnya mereka akan menikah" balas Oma membuat mereka mengangguk.
"Setelah ini kalian mau menginap disini atau langsung ke tempat honeymoon?" tanya Oma kepada pasangan baru menikah yang saat ini sedang makan dengan lahap.
"Mau langsung ke tempat aja, Oma. Riski cuma izin cuti seminggu" ucap Riski yang diangguki oleh mereka semua.
"Yaudah,,kalian nanti disana hati-hati. Dan semoga penanaman modal nya cepat launching" ucap sang kakek dari Riski.
Mendengar itu membuat mereka tertawa. Namun, tidak dengan pengantin baru justru malu-malu.
Berbeda dengan Riski dan Utaya. Sepasang orang yang saat ini sedang tatapan tajam. Bagaimana tidak tangan Cia dipegang erat oleh Alex. Membuat nya tidak leluasa untuk makan. "Lepas..." gumam Cia dengan menatap tajam kearah Alex.
Cia berusahalah memberontak. Namun, tidak bisa. Karena si pelaku sedang tersenyum dengan jahilnya.
Melihat senyuman jahil, Alex. Membuat Cia kembali berpikir tentang kejadian tadi pagi. "Lepas!" ucap Cia yang satu tangannya lagi mencubit tajam paha, Alex. Membuat nya mendesis sakit dan melepaskan cengkraman Cia.
__ADS_1
"Dasar kepiting" gumam Alex. Merasakan panas di pahanya.
"Kalian sudah berapa persen persiapan nya?" tanya Oma membuat mereka berhenti dari kegiatan nya.
"Baru tujuh puluh lima persen, Oma" balas Alex yang diangguki oleh Oma.
"Cia nanti kalau sudah menikah kamu mau tetap kerja atau menjadi ibu rumah tangga?" tanya Oma membuat Cia berpikir.
"Kalau aku terserah, Cia aja, Oma. Kalau nanti kerja jangan aja lupa dengan keluarga" balas Alex yang diangguki oleh Cia.
"Iya, ini bukan aja untuk Cia aja. Tapi juga untuk kalian. Jangan terlalu ambisius sama pekerjaan sampai lupa keluarga. Karena keluarga akan ada disaat kamu tua. Tidak dengan uang yang akan hilang dengan seiring waktu" ucap Oma yang membuat mereka mengangguk.
"Ya,,,hari ini kalian bisa kembali ke kamar masing-masing. Ingat yang belum sah. Dilarang berdua didalam kamar. Bahaya banyak setannya" tegur sang Oma yang membuat Alex dan Cia menunduk malu.
Bagaimana tidak. Sudah di pastikan sang MUA itu membawakan kabar kesana-kemari membuat sang Oma mengetahui nya. "Aidan sama Rain. Kalian ke kamar, Oma. Ada yang ingin Oma katakan pada kalian berdua" ucap Oma lagi membuat orang di panggil itu menghela nafas.
"Ikut aku kebelakang" ucap Alex dengan menyeret tangan Cia dan membawanya ke taman belakang rumah mereka.
"Duduk, dulu" ucap Alex ketika mereka sudah sampai di kursi taman. Alex mengajak Cia untuk duduk. Dan hal itu langsung membuat Cia juga ikut duduk disampingnya.
"Aku besok mau ke Inggris mengurus pekerjaan ku disana. Karena kakakku sedang sakit disana. Kemungkinan aku juga disana lama" jelas Alex membuat Cia menatapnya dengan sulit diartikan.
"Terus, hubungan denganku, apa?" tanya Cia membuat Alex mendengus.
"Kamu nggak ada sedih-sedih aku tinggal. Sedih dikit kek. Buat hatiku senang. Kalau kayak gini, aku jadi takut kamu batalin pernikahan ini" ucap Alex sendu membuat Cia terkekeh geli melihat raut wajah Alex.
"Yah,,buat apa sedih. Kan masih bisa video call. Kamu nya aja yang lebay." balas Cia.
"Ih,,,tapi kalau aku nggak ada disisi kamu. Nanti kamu berpindah hati. Kan kamu tidak mencintaiku. Jadi sangat besar kemungkinannya kamu akan pergi dari ku dan melepaskan pernikahan ini" ucap Alex yang mampu menohok hati Cia.
Cia hanya diam tidak mampu untuk berkata apalagi. "Atau kamu ikut saja, ya? ke Inggris?. Sekalian kita foto prewedding disana?" ucap Alex lagi.
__ADS_1
"Ngapain jauh-jauh kesana. Padahal disini aja tempatnya bagus-bagus. Bahkan orang luar aja foto prewedding nya disini." ucap Cia membuat Alex mengangguk setuju.
"Baiklah. Nanti aku pulang pas foto prewedding nya" balas Alex dengan tatapan penuh kepada Cia.
"Harus, dong. Kalau Lo nggak pulang. Bukan foto prewedding namanya. Tapi, foto prihatin" kesal Cia membuat Alex terkekeh dan menjawil dagu Cia.
Cia dengan cepat menepisnya. Namun, Alex dengan cepat membawa tubuh Cia kedalam pelukannya. Tubuh Cia terasa kaku mendapatkan dekapan hangat dari Alex. Desiran di dadanya sangat terasa sampai ke perutnya.
Namun, perlahan Cia membalas pelukan Alex. Hingga mereka memejamkan matanya untuk merasakan hangatnya pelukan mereka. Alex terlebih dahulu melepaskan pelukannya dan menatap mata Cia dengan intens.
"Kamu cantik banget kalau pakai baju ini. Auranya kayak bidadari dari surga" balas Alex dengan menangkup wajah Cia gemas.
"Memangnya tau gimana bidadari surga, itu?" tanya Cia yang tangannya mengikuti tangan Alex.
"Ya,,enggak lah. Tapi kamu itu adalah bayangan dari bidadari surga" balas Alex dengan ngegombal.
"Alah,,,Buaya" balas Cia, yang terkekeh yang mendengar ucapan Cia.
"Ikut aku yuk,,ke Inggris. Atau nggak kita nikahnya dipercepat?" ucap Alex dengan wajah berbinar.
Cia meraup wajah Alex. Mendengar ucapan Alex. "Enak banget kalau ngomong. Lagian sudah mau dekat juga. Sabar. Hitung-hitung buat kita memantaskan diri untuk menjadi pribadi yang baik. Agar nanti kalau ada masalah bisa diselesaikan dengan kepala dingin" balas Cia membuat Alex mengangguk.
"Aduh,,,jadi pengen cubit, aja" balas Alex yang menjawil pipi Cia.
"Ish,,,sakit, Lex" balas Cia memegang pipinya.
Semilir angin menerpa sepasang kekasih yang saling bercanda gurau. Saling menggelitik satu sama lain. Menjadikan sebuah pemandangan yang indah dan harmonis.
"Kamu nanti aku tinggal jangan berpindah hati, ya?. Kalau kamu pergi aku nggak tau bagaimana aku akan hidup. Karena hati ini sudah sepenuhnya milik kamu. Jadi mari kita nanti menjalani pernikahan seperti pada umumnya." ucap Alex membuat Cia tertegun.
Hingga tanpa ragu dan entah karena terbawa suasana. Mereka justru menyatukan bibir mereka. Saling merasakan perasaan dan menyalurkan cinta yang mulai tumbuh.
__ADS_1