
Alex yang melihat Cia seperti berpikir keras akibat dahinya yang berkerut, serta bibir yang berkomat-kamit. Sontak saja membuatnya tertawa.
Cia sendiri ketika mendengar Alex tertawa membuka sebelah matanya dengan pelan-pelan terkejut melihat wajah Alex berada di depannya hanya berjarak sejengkal.
Yaa,,, Tuhan apakah hamba sudah di surga mu. Batin Cia yang membuka sepenuh matanya memandang Alex. Begitupun Alex yang terdiam. Tuhan sungguh indah ciptaan mu. Tapi mengapa yang seganteng ini harus kau renggut dari dunia. Kalau tidak dia akan menjadi semangat dan halusinasi para umatmu Batin Cia.
Alex mengerjitkan dahinya melihat Cia yang terbengong. "Kamu kenapa?" tanya Alex.
Tapi hamba senang, setidaknya hanya hamba yang bisa memandangnya dengan sepuasnya batin Cia lagi yang masih belum sadar.
Hingga Alex meniup wajahnya membuat Cia tersadar "Saya tau wajah saya ini memang sangat tampan. Tapi, jangan dilihatin sampai meler juga dong, Yaa" ucap Alex terkekeh melihat wajahnya sebal dan mendorong wajah Alex menjauh.
"Dih,,,narsis banget" ucap Cia membuat Alex terkekeh.
"Memang benar kok, buktinya sudah tertampang jelas di google. Coba aja cari CEO TERTAMPAN DI INDONESIA. Sudah pasti foto saya yang akan keluar" ucapnya berbangga.
"Kalau gue upload foto ini. Kayaknya penggemar Lo bakalan ilfil" ucap Cia yang memandang sebuah foto lucu yang dia foto ketika bersama sang calon mertua.
Alex yang tidak tau foto apa, itu. Hanya bisa mengangguk saja "Upload aja jika fotonya menurut kamu cantik banget" ucap Alex membuat Cia berusaha menahan tawa.
Alex yang sedang menyetir pun merasa curiga dengan tingkah Cia. "Memangnya kamu mau upload foto, yang bagaimana?. Sampai ketawa-ketawa gitu?" tanya Alex yang kepo.
Membuat Cia menjauhkan pandangan ponselnya terhadap Alex. Namun, dasarnya Alex yang terlalu cuek. Sehingga ketika sudah ditolak dia tidak akan memaksa untuk diperlihatkan kembali.
"Hihihi,,,manisnya" ucap Cia yang terkikik geli terus memandang foto di ponselnya bahkan sampai mengezoomnya.
"Kalau sekarang di dandani kayak gini. Bakalan tetap cantik nggak ya?" monolog Cia.
Alex terus melajukan mobilnya. Tidak perduli dengan Cia yang seperti orang gi*la tertawa sendiri melihat ponselnya. Hingga sampailah didepan rumah Cia. Dan langsung dibukakan pintu pagar oleh sang satpam.
"Kamu itu liat apa, sih. Sampai aku yang tampan ini di anggurin selama perjalanan." protes Alex membuat Cia mendongak dan menatap nya.
__ADS_1
"Lo mau lihat?" tanya Cia yang diacuhkan oleh Alex. Kemudian Cia memperlihatkan nya kepada Alex setelah membuka pintu mobilnya.
Alex membulatkan matanya ketika melihat foto dirinya semasa kecil. "Ciaaaa,,,foto saya itu. Hapus nggak?!!" teriak Alex ketika melihat Cia sudah berlari masuk kedalam rumahnya.
Alex pun dengan cepat keluar dari mobilnya dan mengejar Cia. Ini pasti ulah mami, sehingga dia punya foto itu. Nanti sepulang dari sini akan aku bakar itu foto batin Alex.
Didalam rumah Cira yang melihat putrinya berlari ketika memasuki rumah pun terkejut "Kamu kenapa, sayang. Jangan lari-lari nanti jatuh!" ucap Cira yang tidak di perduli kan oleh Cia.
"Ciaaa!!" teriak Alex masuk kedalam rumah "Mommy Cia tadi larinya kemana?" tanya Alex ketika melihat sang calon mertua.
Cira terkejut dengan Alex dan bingung dengan apa yang mereka lakukan sampai harus kejar-kejaran seperti itu. "Naik keatas" ucap Cira yang langsung diangguki oleh Alex dan menyusul Cia.
"Mereka sedang bermain apa, sih. Sampai lari-larian begitu?" gumam sang mommy yang membawa nampan berisi bubur yang akan diberikan untuk sang Oma.
"Ciaa dimana kamu" ucap Alex dengan menyusuri lorong rumah Cia. Dengan mengetuk pintu untuk mencari keberadaan sang penjahat.
"Ada apa, Lex?" tanya sang papa yang berpapasan dengannya.
"Ng-nggak tau,," ucapnya gagap dengan pandangan mengarah pada samping akibat takut bertatapan langsung dengan mata Alex.
"Pa,,Cia mau bongkar aib Alex. Masa iyaa papa mau punya calon mantu yang memiliki citra jelek. Nggak kan?" rayu Alex yang membuat sang papa Aditama berpikir. "Ayolah,,,pa. Kasih tau Alex, dimana Cia?" tanya Alex lagi.
"Baiklah,,tapi jangan kasih tau dia kalau papa yang ngasih tau keberadaannya yang ada nanti papa akan di marahi." ucapnya yang diangguki Alex. "Dia sembunyi di ruang ganti di kamar papa" ucapnya membuat Alex tersenyum senang dengan sikap calon mertuanya itu. Dan segera menyusul Cia.
"Eh,,kalau dia citranya turun kan bisa cari pengganti nya lagi" gumam papa Aditama yang baru berpikir jernih.
"Jangan berharap untuk menggantikan saya, pak Aditama" ucap Alex disela larinya.
Akhirnya Alex sampai di depan kamar tempat persembunyian sang tersangka. Alex membuka pintu dengan sangat pelan-pelan. Tertangkap kamu sekarang buronan cantik batin Alex yang mengunci pintu kamar itu.
Sementara Cia sedang bersembunyi di balik banyaknya jas-jas berjejeran. Dengan menahan tawa Cia mengedit foto Alex dulu dan sekarang bahkan untuk foto yang sekarang dia edit supaya seperti perempuan.
__ADS_1
Dan ketika sudah siap untuk di download. Cia terkejut ketika mendengar suara pintu yang dikunci. "Apakah papa balik, lagi?" gumam Cia yang mulai waspada.
Suara derap langkah semakin terdengar dekat. Cia sudah memasang wajah ketakutan. Semoga bukan Alex batin Cia yang terus berdoa. Namun, semakin dekat suara derap langkah maka semakin berdebar pula jantung Cia.
Brukkkk
Suara pintu lemari terbuka membuat Cia terkejut "Mau lari kemana, sayang??" ucap Alex dengan tersenyum devil. Dan menangkap tangan Cia.
Sedangkan berusaha memberontak untuk melepaskan genggaman tangan Alex. Namun, nihil tidak bisa. "Sekarang sini in ponselnya. Itu adalah aib saya. Jika tersebar, muka saya mau taruh dimana?" tanya Alex yang meraih ponsel di tangan Cia.
"Nggak mau!!" ucap Cia yang mendorong tubuh Alex yang keseimbangan tubuhnya kurang sehingga terjatuh.
Cia berlari menuju pintu, Namun, tidak bisa karena pintunya terkunci "Mau lari kemana, sayangku..?" ucap Alex dengan nada yang penuh penekanan.
"Dasar lo psik*opat. Pergi nggak Lo!!" teriak Cia membuat Alex terkekeh.
"Kembalikan ponselnya. Maka kamu akan aman, sayang" balas Alex membuat Cia merinding.
"Tidak semudah itu pergoso" ucap Cia kabur dengan membungkuk yang terdapat celah di antara tangan dan kaki Alex.
Mereka akhirnya terjadi kejar-kejaran diantara ranjang. Bahkan dengan tidak tau dirinya Cia berdiri di atas ranjang sang papa. Dengan sesekali tertawa akibat melihat wajah Alex yang kesal.
"Aku upload yaaa" goda Cia lagi membuat Alex geram. Namun, Cia lengah sehingga kakinya sudah dipegang oleh Alex.
Alex dengan cepat menariknya dan mengukung tubuh Cia agar mudah menggapai ponselnya. "Sini in nggak. Besok saya kasih kamu mobil baru, deh. Tapi hapus dulu fotonya" ucap Alex yang berusaha bernegosiasi.
Ini cewek susah amat dibujuknya, dah. Mana itu aib gue lagi. Aduh,,,ini semua gara-gara mami. Awas saja, ya mi pikiran Alex yang kesal dengan kecerobohan nya. Padahal dia waktu SMP sudah membakar foto itu. Tapi entah mengapa maminya bisa mencetaknya hingga terjadi kejadian seperti ini.
Hap. Ponsel Cia sudah berpindah tangan ke Alex. Dan dengan tubuh yang masih bertumpang tindih. Membuat Alex dengan susah payah harus menghapus fotonya. Karena gangguan dari Cia.
Namun, belum sempat mengklik kata oke. Pintu kamar terbuka menampilkan semua orang memandang Cia dan Alex penuh keterkejutan. Bahkan Si kembar sudah membulatkan matanya. Melihat posisi mereka.
__ADS_1
"Kalian ngapain. Cia. Alex!!!" geram sang Daddy melihat posisi mereka. Namun, justru Cira yang merasa Dejavu dengan kondisi saat ini.