
Dari mentari yang tadinya berada di upuk timur sekarang sudah mulai tenggelam di bawah senja nya langit memerah. Membangkitkan semangat juang yang telah usai bertempur dengan gagah membawa kemenangan.
Tidak hanya mentari saja yang akan pulang. Namun, semua orang pun akan pulang ke rumah masing-masing untuk memulihkan tenaga. "Kamu nggak mandi?. Udah sore, lhoo?" tanya Alex. Iya, Cia dari pagi hingga saat ini masih menemani suaminya. Bahkan mereka tidak tau bahwa orang tuanya datang.
"Nanti aja. Ini siapa yang bawain makanan?" tanya Cia yang pandangannya menyapu meja sofa yang berisi kantung makanan. Padahal makan itu sudah ada sejak tadi siang. Namun, mereka baru menyadari nya saat ini. Ketika hari sudah mau petang.
"Itu dari mami dan papi, katanya. Kamu mandi, gih. Bajunya pakai baju aku aja dulu" ucap Alex membuat Cia mengangguk.
"Mau makan dulu, deh. Ini pasti enak banget cumi-cumi nya" ucap Cia duduk di sofa dan mulai membuka makanan yang dibawa oleh mami dan papinya.
"Mandi, dulu Cia!. Setelah itu kita sholat berjamaah." ucapnya membuat Cia berdecak dan meninggalkan Alex dengan bibir mengerucut.
Melihat itu membuat Alex terkekeh "Dasar kambing. Malas mandi" gumamnya ketika Cia sudah masuk kedalam kamar mandi.
Setelah menunggu beberapa menit. Akhirnya mereka melakukan sholat bersama. Dengan Alex yang memimpin diatas ranjang sebagai iman.
Suasana menjadi sangat khusyuk ketika Alex dan Cia sama-sama melantunkan ayat-ayat suci yang sangat indah untuk didengar. Yaa,,mereka melakukan sholat bersama untuk kedua kalinya sebagai pasangan suami dan istri.
"Sayang,,,aku haus..." rengek Alex. Mereka sudah selesai sholat. Dan saat ini Alex sedang makan dengan disuapi oleh Cia. Manja sekali, bukan??.
"Yang kamu pegang, itu apa?!" tanya Cia kesal dengan kemanjaan si Alex yang saat ini justru terkekeh.
"Lupa, sayang. Jangan marah, dong. Kan jadi makin cantik" godanya setelah meminum air.
"Cieelah, bos. Di kantor kerjaan numpuk. Lo malah asik bermanja ria. Gue tau kok Lo pengantin baru tapi nggak gini juga, dong" ucap seseorang yang baru saja datang membawakan pakaian untuk bosnya itu. Siapa lagi kalau bukan Roy.
__ADS_1
"Berisik, Lo. Kayak nggak pernah aja. Gimana kantor aman?" tanya Alex sembari terus memakan suapan demi suapan dari istri nya.
"Sangat aman bos. Cuma gosip aja makin panas" ucapnya duduk di sofa mengupas jeruk yang ada dimeja. "Bu bos tau nggak. Tadi kantor gempar. Gara-gara nyonya bos kirim foto di grup perusahaan. Kalian tau fotonya apa?" tanya nya yang membuat mereka semakin penasaran.
"Foto apaan sih?" tanya Cia sementara Alex cuek saja dengan gosip yang tersebar.
"Foto Pak bos. Lagi dipeluk Bu bos. Mesra banget. Bahkan mereka terang-terangan mengatakan bagaimana hebatnya pak bos diranjang" ucapnya menggebu-gebu membuat Alex yang mendengar nya tersedak.
"Pelan-pelan makanya makan!" omel Cia dengan memberikan air kepada Alex.
"Bu bos, memangnya benar pak bos hebat diranjang?" tanya Rio lagi tanpa peka dengan raut wajah kedua bosnya yang sudah salah tingkah, malu dan canggung itu. "Pasti hebat, ya?. Karena si bos rajin banget olahraga" ucapnya lagi dengan membayangkan bosnya itu.
Pluk. Apel melayang mengenai kepala Rio membuatnya memandang bosnya kesal "Kenapa sih, bos?!" dan dilihatnya kedua bosnya yang sedang kebakaran membuat dia tersenyum jahil. "Baiklah. Rahasia kalian aman bersama gue. Jadi nyonya bos tidak akan tau hal ini" ucap nya kemudian berlari meninggalkan sepasang yang sedang malu itu.
"Aku udah kenyang" ucap Alex membuat Cia mengangguk dan membereskan sisa makan bubur Alex.
"Mau kemana?" tanya Cia ketika melihat pergerakan Alex.
"Mau ke kamar mandi" ucapnya dengan berusaha mengambil botol infus nya. Namun, dengan cepat Cia membantu nya.
Cia membantu Alex yang tertatih-tatih berjalan. Walau yang terluka adalah dadanya. Namun, hal itu justru berimbas pada kakinya dan juga sekujur tubuh akibat tidak bergerak dengan leluasa.
"Bisa sendiri kan?" tanya Cia yang tentu saja diangguki oleh Alex. Malu lah jika harus Cia yang membantunya lagi. Lagian mereka belum sampai ke tahap itu. "Aku tunggu diluar. Kalau butuh bantuan panggil aja" ucap Cia lagi yang diangguki oleh Alex.
Setelah Alex sudah masuk ke dalam kamar. Mereka berdua menghela nafas karena hal ini adalah hal yang tabu untuk mereka atau bahkan mereka malu.
__ADS_1
Setelah menunggu, Akhirnya Alex keluar. Pandangan Cia memeluk Alex apakah dia terjatuh atau tidak. Namun, pandangan Cia justru tertuju pada celana Alex yang basah. Dan Alex yang melihat arah pandang Cia pun ikut.
Alex dengan cepat memegang celananya yang masih. Sial. umpat mereka berdua karena pandangan dan tingkahnya terlalu mesum. "Ce-celana ka-kamu basah" ucap Cia yang berusaha untuk menahan rasa malu akibat pertanyaan yang dia lontarkan.
"Itu tadi, tersiram air" alibi Alex. Sial, batinnya lagi kesal.
"Ayo,,biar aku ganti" ucap Cia menawarkan dirinya. Tapi, didalam hatinya mengatakan ayo,Alex tolak, tolak!!.
"Nggak aku bisa sendiri" ucap Alex yang malu.
Sial, gara-gara Roy jadi secanggung ini batin sang Alex.
Ah,,,untunglah. Kalau tidak. Mata gue bisa burem terus batin Cia.
Cia menuntun Alex untuk duduk di sofa. Dengan alasan capek tidur mulu. Sementara Cia merapikan tempat tidur Cia. Kemudian memberikan celana kering untuk Alex. "Diganti, dulu. Nanti masuk angin" ucap Cia.
Alex menerima nya. Namun, karena dadanya sedang sakit secara otomatis tangannya juga ikut sakit. Dan ketika membuka celana, terlihat Alex kesusahan. Sementara Cia, sudah keluar dari ruangan itu. Namun, beberapa menit berlalu Alex juga belum memanggilnya.
Dengan tekad yang sudah bulat Cia membuka matanya dan melihat Alex masih dengan posisinya. "Belum selesai juga??" tanya Cia yang di gelengkan olehnya.
"Biasanya papi atau nggak kak Heru yang gantiin celananya" ucap Alex dengan wajah yang sudah terlihat sedih. Membuat Cia gemas melihat nya.
"Terus sekarang gimana?." tanya Cia yang di gelengkan oleh Alex kembali. Helaan nafas terdengar. "Yaudah, sekarang aku chat papi suruh kesini. Buat bantuin kamu" ucapnya lagi.
"Ish,,,malu lah...kan sudah ada istri. Nanti diledek, tau.." ucap Alex kesal. "Kalau kamu nggak mau, aku bisa panggil suster, kok. Lagian susternya pasti dengan senang hati membantu kan tugasnya" ucap nya.
__ADS_1
Mendengar itu membuat Cia kesal. "Ck, silakan saja." ucap Cia kesal dengan melempari Alex bantal yang ada di sofa.
"Ach,,!" teriaknya membuat Cia panik. Apalagi ketika Alex memegang dadanya yang terluka.