Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Dan Terulang Lagi


__ADS_3

Hari sudah semakin senja. Kedua sejoli yang baru menikah itu sedang menikmati air laut dari atas alas kayu menjadi dasar lantai tempat untuk berjalan diatas pantai.


Mereka yang baru saja melepas mahkota masing-masing. Terlihat sangat berseri. Apalagi Alex yang justru semakin menjadi. Dilihat dari Alex yang dengan posesif memeluk tubuh istrinya yang sedang tertawa senang karena kakinya menyentuh air laut. "Mas,,berenang, yuk?" ajak Cia membuat Alex menggeleng. Bagaimana tidak dia tau sudah dipastikan nanti istrinya itu memakai baju haram lagi. "Kalau gitu aku aja yang berenang" ucap Cia yang bersiap bangkit. Namun, ditahan oleh Alex.


"Boleh tapi pakainya tertutup. Kamu mau dilihat karena banyaknya lukisan bibir di tubuhmu?" ucap Alex membuat Cia tertegun. Kemudian melihat badannya.


Kenapa bisa lupa batin Cia membuat Alex tersenyum senang. "Masih mau berenang?. Tapi kalau pakai baju renang, boleh saja, sih" ucapnya membuat Cia mengangguk. "Bisa jalan?" tanya Alex lagi yang tentu saja di gelengkan oleh, Cia. Membuat Alex terkekeh.


Setelah mereka berganti pakaian menjadi baju renang. Kini mereka sudah berada pantai untuk berenang. Namun, masih dalam pantauan pegawai agar tidak terjadi apa-apa.


Sementara Cia merenggut kesal. Bagaimana tidak. Alex saat ini hanya memakai celana renang saja. Bahkan para tamu memandang Alex dengan tatapan menggoda. "Ngapain, sih. Nggak pakai baju. Sengaja ingin pamer otot?!" kesal Cia.


"Iya pamer, biar orang tau kalau aku sudah punya istri yang cantik bahkan sangat wow" ucapnya diakhiri kalimat tepat di telinga Cia.


"Terserah kamu, deh" ucap Cia yang kalah. Karena memang begitu adanya. Jika orang lain tidak tau maka mereka akan berpikir jika dirinya yang liar di ranjang dilihat dari banyaknya bercak merah keunguan di tubuh Alex. Dan jangan lupakan juga di punggungnya bahkan tertoreh indah Bekasi cakaran dan gigitan Cia.


"Wow,,,habis unboxing,, ya mas?. Banyak banget bekasnya. Istrinya panas banget, ya mas" ucap salah satu pengunjung yang membuat Alex mengangguk bangga sementara Cia sudah sangat malu.


"Iya,,maklum saja,,istrinya lagi hamil. Maunya dekat-dekat dengan saya" ucapnya bersahabat banget. Ini kenapa jadi banyak omong batin Cia yang mendengar dan melihat bagaimana Alex berbicara dengan sangat ramah ya. Namun, di hati Alex sangat dongkol karena cowok itu memuji istrinya.


Namun, Cia tidak ambil pusing. Dia tetap saja dia berenang menikmati sejuknya air. Greb. Alex memeluk tubuh Cia membuat Cia tidak bisa leluasa untuk berenang.


"Mas,,lepas aku ingin berenang" ucapnya dengan berusaha melepaskan tangan Alex yang melingkar di tubuhnya.


"Berenang sama-sama aja. Aku takut nanti kamu tenggelam" ucap Alex, yang tentu saja diangguki oleh Cia. Lagian dia juga malas sekali jika bergerak lebih lagi.

__ADS_1


"Jangan, mas. Luka kamu nanti basah!" ucap Cia yang mengajak Alex untuk keluar dari dalam air. Untungnya luka Alex belum terkena air. "Yaudah kita ke kamar aja, deh. Berenang nya kapan-kapan aja" ajak Cia yang diangguki oleh Alex.


Setelah selesai mandi mereka sudah bersiap untuk menjelajahi alam mimpi. Karena mereka butuh istirahat akibat kemarin tidak tidur dengan nyenyak.


"Mas,,,kok aku kangen,,si Bulan, ya?" ucap Cia yang ada didalam dekapan suaminya itu.


"Besok aja, deh telepon nya. Sekarang kita tidur, aja. Atau kamu masih lapar?" tanya Alex yang di gelengkan oleh Cia.


"Mas,,,aku bosan liat pantai mulu,,,aku pengen ke mall, mas. Belanja buat oleh-oleh" adunya membuat Alex hanya berdehem saja di atas kepala Cia yang sudah memejamkan matanya. "Huh,,ternyata di udah molor duluan" keluar Cia kemudian mengikuti Alex kedalam mimpi.


Pagi ini suasana mall atau lebih tepatnya tempat pembelanjaan sedang saat ramai. Banyaknya orang dari dalam negeri dan luar negeri berbelanja disana. Salah satunya dua sejoli itu sedang ikut serta didalamnya.


"Mas,,beli baju ini untuk anaknya Utaya yaa?" tanya Cia yang sedang melihat pernak pernik yang lucu.


"Anaknya Utaya belum lahir, sayang. Lagian baru tiga minggu lhoo hamilnya" ucap Alex yang diangguki oleh Cia.


Semua orang sangat senang termasuk Utaya. Karena tepat setelah sehari dia menjalankan honeymoon. Kakaknya itu Riski mengabari jika Utaya sedang mengandung. Kabar itu dia kirim lewat pesan chat.


Terbesit dalam benak Cia. Ketika dia nanti hamil, bagaimana?. Apakah Alex akan senang dan keluarga nya juga akan senang dan seposesif saat kehamilan Utaya?.


"Kenapa melamun?" tanya Alex membuat Cia tersadar.


"Nggak mas. Aku cuma lagi bayangin kalau aku hamil gimana, ya mas?" tanya Cia membuat Alex paham mengapa istrinya melamun.


Ternyata iri batin Alex. "Semoga aja kita segera di berikan tanggung jawab, ya?" ucap Alex seraya tangannya mengusap perut Cia.

__ADS_1


"Semoga aja, mas" ucap Cia kemudian kembali memilih pernak-pernik. "Ini buat Rain kayaknya, lucu deh" ucap Cia dengan mengarahkan sebuah gelang kepala Alex untuk dinilai. Tentu saja langsung diangguki olehnya.


"Mas,,,aku lapar" ucap Cia menatap Alex yang sudah sejak tadi memandang istrinya itu.


"Kamu lapar?" tanya Alex yang tentu saja diangguki oleh Cia "Ayo,,kita beli seafood saja. Kamu nggak apa-apa kan yaaa?" tanyanya lagi yang diangguki oleh Cia.


Saat ini mereka sedang berada di meja makan yang menampilkan hidangan seafood. Cia matanya berbinar terang ketika melihat banyaknya menu-menu makanan yang berasal dari laut.


"Mas,,,aku minta kerangnya, dong" ucap Cia yang terburu-buru memberikan piringnya terhadap Alex.


"Ini biar mas,,,suapi aja. Kasian kamu juga belum makan sejak tadi pagi. Apalagi energinya terkuras habis. Kamu mau pesan lagi?" tanya Alex yang sontak saja membuat Cia menggeleng.


Mereka makan dengan sangat hikmat dan lahap. Menikmati waktu berdua memang sangat menyenangkan. Karena jika sudah punya anak mereka mungkin akan jarang seperti ini lagi. Kecuali anak-anak mereka nanti sudah dewasa.


"Kita pulang, yuk?" ajak Alex karena tangannya sudah penuh terisi dengan banyaknya barang belanjaan yang Cia beli.


"Nanggung, mas. Aku belum beli baju untuk si kembar" ucap Cia dengan tangan menjelajahi baju yang tersusun rapi.


Alex hanya bisa menghela nafas melihat tingkah istrinya yang tidak lelah sama sekali. Padahal dia sendiri sudah terlihat lelah. "Kan bisa besok lagi belinya, sayang" ucap Alex berusaha untuk bernegosiasi dengan istri nya.


"Yaudah,,,besok mas temani lagi, yaa. Soalnya masih banyak lagi yang belum dibeli, mas" ucap Cia yang membuat Alex menghela nafas. Tidak cukup hari ini saja batin Alex. Tentu saja Alex mengiyakannya agar semua hal ini cepat selesai dan dia bisa istirahat dengan tenang di atas ranjang.


Setelah mereka sampai dirumah Alex dengan cepat membawa istrinya ke kamar tanpa perduli lagi dengan barang belanjaan yang dia letakan sembarangan. "Mas,,,ada apa?!" tanya Cia yang panik melihat tingkah Alex yang menggendongnya secara terburu-buru.


"Ini adalah hukuman untuk kamu karena tadi mengacuhkan saya" ucapnya dengan menindih tubuh Cia.

__ADS_1


"Tapi, mas,,,,," protes Cia yang dengan segera di jeda oleh Alex dengan bibirnya. Dan terulang lah kejadian malam pertama untuk mereka.


__ADS_2