
Sudah seminggu mereka mengalami hubungan jarak jauh. Bagaimana posesif nya Alex yang setiap jam menelpon menanyakan keberadaan Cia, serta aktivitas gadis itu.
Seperti saat ini. Dia seperti tahan negara yang wajib lapor. "Iya, ni. Mau pulang. Iya,,dijemput sama supir" ucapnya yang sedang berjalan menuju mobil yang menjemputnya.
"Coba lihat" ucap disebrang sana membuat Cia membalikkan posisi kameranya kearah belakang.
"Sudah, puas?" tanya Cia membuat Alex terkekeh.
"Kamu tidak ingin mengunjungi ku?" tanya Alex yang dibales decakan oleh Cia. "Iya deh. Tapi jangan manyun gitu, dong. Senyuman manisnya mana?" tanya Alex. Cia sedang masuk kedalam mobil dan mengabaikan Alex.
"Pak jalan. Kita ke toko mommy, ya?" ucap Cia membuat Alex yang diacuhkan kesal. Dan beberapa kali memanggil Cia namun, dihiraukan. Karena Alex terlalu berisik membuat Cia mematikan sambungan telepon nya secara sepihak.
Sang supir tertawa melihat interaksi mereka "Neng,,harus sabar ngadepin den Alex nya. Dia kalau udah cinta itu bakalan bucin dan posesif akut. Tapi kalau dia ajak ngomong baik-baik dia mau kok, sedikit ngasih keringan" ucap sang supir membuat Cia mengangguk.
"Iya, pak. Makanya saya suka kesal dengan dia" keluh Cia membuat sang supir tertawa.
Didalam perjalan mereka isi dengan membicarakan Alex. Mungkin saat ini alis Alex sudah kaku karena sering berkedut. "Bapak pulang saja. Nanti saya sama mommy pulangnya" ucap Cia yang diangguki oleh sang supir dan turun dari mobil.
Dilihatnya dari luar banyaknya pengunjung yang datang. Ada untungnya juga Cia kesini. Sehingga dapat membantu sang mommy. "Hai,,mom. Butuh bantuan?" tanya Cia yang melihat sang mommy kesulitan dalam membawakan pesanan.
"Boleh, kamu antar minuman, itu. Disana sudah tertera nomor mejanya" ucap sang mommy yang diangguki oleh Cia dan menjalankan tugas dari sang mommy.
Setelah jam berlalu kini, pengunjung sudah tidak seramai tadi. Sehingga membuat mereka bisa bernafas sedikit dan meminum air. "Mom, tiap hari begini?" tanya Cia yang saat ini sudah duduk di bangku dengan keringat di pelipisnya.
"Mbak Cia. Ini ponselnya dari tadi getar-getar terus" ucap pegawai mommy nya yang membawakan ponsel Cia kepadanya.
"Eh,,terima kasih ya. Ka" ucap Cia yang mengambil uluran ponselnya. Membuat pegawai itu mengangguk.
__ADS_1
"Aku permisi dulu, ya. Mau angkat telepon" pamit Cia yang diangguki oleh mereka semua.
"Ada apa?" tanya Cia pada disebrang telepon sana.
"Lo sudah liat beritanya belum. Anjir...tunangan Lo satu pesawat dengan model Caca Marisha. Bahkan satu kabin pesawat" ucap disebrang dengan bergebu-gebu.
Sementara Cia hanya bisa menghela nafas saja. Dia percaya dengan Alex. Sehingga apapun rumor yang muncul Cia selalu cuek bebek saja.
"Terus, gue harus apa?" tanya Cia disebrang membuat yang disebrang teriak. Hingga membuat Cia menjauhkan ponsel.
"Eh,,,nanti tunangan Lo diembat. Lo mah,,lempeng aja. Ditinggal baru tau rasa Lo" geram disebrang.
"Biarin aja, lagian gue percaya kok dengan dia. Kalau pun dia diembat berarti dia bukan takdir gue. Ingat di dunia ini jodoh ataupun takdir kita tidak hanya satu orang. Tergantung Tuhan mau kamu dengan siapa" bijak Cia yang membuat disebrang sama bertepuk tangan mendengar ucapan bijak dari temannya.
"Udahlah,, nggak asik, Lo. Padahal gue kan mau nya Lo ke Inggris nyusul Alex. Terus nanti gue kan bisa jalan-jalan kesana " ucapnya membuat Cia mendengus.
"Itu sih. Kemauan Lo." ucap Cia membuat orang ditelepon terkekeh.
"Alex sudah sampai, Ya?" tanya sang mommy ketika Cia masuk kedalam toko. Namun, dibalas gelengan oleh Cia.
"Belum mungkin, mom. Soalnya dia belum telepon" ucap Cia yang diangguki oleh sang mommy.
Tanpa terasa waktu semakin malam. Dan saat ini toko sudah mau tutup. Bahkan sampai saat ini pun Alex belum ada menelpon Cia. Gelisah itu yang Cia rasakan sekarang. Entah mengapa dirinya kesal dengan orang itu karena tidak menepati janjinya. Padahal sudah malam.
Tapi, Cia berusaha berpikiran positif "Mungkin dia belum sampai" gumam Cia sembari mengangguk-angguk kepalanya mengusir pikiran jahatnya.
"Ayo, pulang. Setelah ini kamu mau kemana lagi?" tanya Cira yang di gelengkan oleh Cia.
__ADS_1
"Mau tidur aja, mom. Rasanya badan mau keropos" ucap Cia yang membuat sang mommy terkekeh.
"Baiklah. Eh,,mommy denger, di berita itu Alex kenapa lagi?" tanya sang mommy dengan pandangan ke depan.
"Biasalah, mom. Rumor, Cia percaya Alex tidak akan melakukan hal yang tidak baik" ucap Cia dengan penuh percaya diri yang diangguki oleh sang mommy.
"Benar, sekali. Kepercayaan dan komunikasi adalah hal terpenting dalam suatu hubungan." terang sang mommy.
Namun, suara dering ponsel Cia membuat mereka terperanjat kaget. "Mami?" tanya mommy yang diangguki oleh Cia. "Angkat saja. Siapa tau penting" ucap sang mommy yang kembali diangguki oleh Cia.
"Hallo, my?" ucap Cia. Namun, mendengar suara seseorang yang sangat dikenalnya membuatnya berusaha menahan senyum dan kelegaan dari hatinya.
"Iya,,ini sama mommy mau pulang. Kenapa ponselnya bisa hilang, sih?" tanya Cia yang membuat sang mommy mengerjitkan dahinya.
"Alex, mom" ucap Cia membuat sang mommy mengangguk.
"Makanya,,jadi orang jangan sombong. Kan di copet. Terus data-data nya gimana?" tanya Cia yang membuat disebrang menghela nafas.
"Iya,,harus di blokir. Cuma foto-foto nya jadi hilang. Tapi tenang aja. Pegawai ku akan lacak kembali datanya. Dan mengambilnya kembali" ucap Alex membuat Cia mengangguk. "Kamu sudah makan?. Aku kangen tau!" ucap Alex dengan nada manja nya.
"Lex, tenang lagi selangkah lagi. Kamu bisa bawa dia kemana-mana. Bahkan berbuat apapun boleh" goda sang mommy terkekeh membuat Alex ikut terkekeh. Sementara Cia membulatkan matanya tidak percaya dengan sikap mommy nya itu.
"Mommy, apaan, sih. Bikin malu aja" ucap Cia yang membuat sang mommy tertawa. "Aku matiin, ya. Pembicaraan kalian udah menjauh" ucap Cia pada Alex dan mematikan ponselnya.
"Kamu ini. Ini itu adalah pembelajaran pra pernikahan agar nanti suami kamu nggak jenuh. Karena gaya kalian yang berbeda-beda"fulgar Cira membuat Cia mendesis.
Dirinya bukannya munafik. Tapi rasanya malu aja. Ngomong itu, kalau masalah itu kan bisa dibicarakan di kamar ketika mereka berduaan saja. "Nanti seminggu sebelum pernikahan mommy kasih tau tips, biar cepat jadinya" ucap sang mommy yang sangat bersemangat.
__ADS_1
"Terserah mommy aja, maunya gimana. Asalkan jangan sampai yang aneh-aneh" ucap Cia lebih tepat kepada pasrah dengan pemikiran mommy nya itu.
Sementara Alex. Sudah sampai di rumah keluarga Killer yang disambut oleh para pegawai rumah mereka. Bahkan