Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Maaf, kenapa?


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat. Pendekatan yang dilakukan Alex sudah sedikit mengalami perubahan. Bahkan Cia sudah tidak galak-galak lagi ketika Alex menanyakan keberadaan nya.


Seperti saat ini. Untuk menemui sang perancang gaun pernikahan, mereka memilih untuk berangkat bersama. Dan Alex akan menjemput Cia di tempatnya bekerja.


"Saya sudah di depan. Kamu dimana?" tanya Alex pada telepon nya.


"Sebentar, ini gue lagi merapikan perlengkapan gue" balas disebrang.


Walau sudah ada perubahan. Namun, panggilan mereka belum juga berubah. Tapi, hal itu tidak membuat permasalahan diantara mereka.


"Baiklah" ujar Alex kemudian mematikan sambungan telepon ketika disebrang sudah mengiyakan nya.


Lima belas menit berlalu Alex terus saja menatap kearah depan perusahaan tempat Cia bekerja. Alex tidak turun karena atas perintah Cia. Kata dia tidak ingin dikerumuni oleh orang-orang akibat dirinya.


Namun, sekarang seseorang sedang keluar dari lobi dengan terburu-buru. "Maaf lama. Tadi dicegat oleh senior yang meminta bantuan" terangnya ketika masuk kedalam mobil.


"Nggak apa-apa. Berangkat sekarang?" tanya Alex yang langsung diangguki oleh Cia.


Mereka meninggalkan perusahaan, dan menuju ke rumah Alex. Karena sang mami meminta Cia untuk kesana bersama Alex.


"Kamu mau beli apa, gitu. Buat mami?" tanya Alex yang membuat Cia mengangguk.


"Nanti kita ke supermarket aja. Gue mau beli bahan kue. Biar nanti bisa bikin kue bersama mami" ucap Cia yang memandang ponselnya.


"Cieee udah biasa panggil mami. Berarti sudah siap menikah dong. Kita percepat aja, yuk" ajak Alex yang membuat Cia menatap nya.


"Terserah. Tapi nanti Lo nikahnya sendirian. Karena gue bakalan kabur" ucap Cia membuat Alex terdiam.


Mendengar ucapan Cia membuat hati Alex seolah teriris. Sehingga membuat dirinya diam. Cia yang melihat raut wajah Alex yang tadi tersenyum mendadak suram. "Cuma bercanda aja, Lex" ucap Cia berusaha mengembalikan mood Alex.


Alex hanya tersenyum tipis dan mengangguk. Namun, dari percakapan itulah membuat mereka diam dan memicu keheningan di dalam mobil. Baik Cia dan Alex memilih untuk pokus pada pikiran nya.


Segitu tidak maunya kau membuka hati untukku,Cia batin Alex miris.

__ADS_1


Maaf, Lex. Entah mengapa hati ini belum bisa terbuka untuk mu. Mungkin hati ini masih menunggu yang lain batin Cia memandang keluar jendela.


Sampai di pelataran rumah. Alex dan Cia masih diam. Namun, Alex dengan cepat merubah raut wajahnya seperti tidak pernah terjadi hal canggung.


"Ayo,,turun kita sudah sampai" ajak Alex yang menyadarkan Cia dari lamunannya.


Tidak ada adegan romantis seperti membukakan pintu mobil. Mereka turun bersama dengan berjalan berdampingan tanpa adanya pegangan tangan.


Cia yang merasa perubahan sikap Alex pun merasa bersalah. Cia tau bahwa perkataannya mungkin melukai perasaannya. "Alex?" ucap Cia yang mencegat Alex.


"Kenapa?" tanya Alex membuat Cia bingung harus memulai dari mana.


"Itu,,,,maaf" ucapnya pelan dengan menundukkan kepalanya.


"Maaf kenapa?" tanya Alex yang menatap Cia penuh kebingungan.


"Soal tadi di mobil. Gue tadi cuma bercanda. Nggak ada maksud lainnya" jelas Cia membuat Alex tersenyum dan mengacak rambut Cia.


Cia merasa lega setelah melihat sikap Alex yang seperti biasa. Cia juga berasa bimbang dengan hal yang terjadi. "Eh,,,mantu mami sudah datang. Ayo,,, duduk-duduk" ucap Sang mami yang melihat calon mantunya datang.


"Mami Alex mau mandi dulu. Kamu sama mami, ya?" pamit Alex yang diangguki oleh Cia.


Sepeninggalan Alex. Maminya langsung mengajak Cia ke dapur untuk membuat kue. "Kita buat kue, kesukaan Alex, yuk" ucap sang mami membuat Cia mengangguk.


Mereka berdua kolaborasi di dapur membuat kue yang diiringi oleh tawa mereka ketika ada kejadian hal yang konyol.


Sementara Alex didalam kamar sedang duduk di sisi ranjang dan membuka laci di samping ranjangnya. Sebuah kotak yang berwarna hitam. Dibukanya kotak tersebut dan menampilkan sebuah pigura foto yang masih bagus. Dan beberapa potongan kertas seperti surat.


"Ternyata kamu sudah melupakan ku. Padahal aku sendiri tidak pernah melupakan mu" monolog Alex kemudian meletakkan kembali kotak itu pada tempatnya. Kemudian dia mandi untuk menghalau pikirannya.


Setelah selesai mandi Alex memilih untuk membuka laptopnya untuk melihat file yang dikirimkan oleh seketarisnya itu.


"Ini kenapa banyak yang keliru" gumam Alex ketika membaca file yang dikirimkan.

__ADS_1


"Perbaiki lagi laporan nya. Nanti saya akan ke kantor dan file yang sudah diperbaiki berada di atas meja."ucap Alex kepada seketaris nya melalui sambungan telepon.


"Ini kapan selesainya" gumam Alex yang sudah mulai pening kepalanya. Karena masalah dikantornya. Hingga memilih merebahkan tubuhnya di ranjang dengan lengan yang menutup matanya.


Cia di dapur sudah selesai menghiasi kue dan juga memasak untuk makan siang. "Kamu panggil Alex dikamar, ya?. Kamar Alex ada di lantai dua paling pojok kanan yang pintunya warna hitam" terang sang mami membuat Cia mengangguk.


Cia melepaskan celemeknya dan menyusuri rumah itu dengan menaiki tangan untuk menghampiri Alex. Cia merasa tidak asing dengan foto anak kecil yang berbadan gempal berambut poni dengan senyum manisnya dengan membawa sebuah lolipop.


"Kayak nggak asing" gumam Cia kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamar Alex sesuai arahan sang calon mertua.


Tok tok tok


"Alex?!" ucap Cia ketika sudah sampai didepan kamar Alex. Namun, tidak ada sahutan dari dalam. Membuat Cia membuka pintunya. "Tidak dikunci?" gumam Cia yang merasa bingung antara masuk dan tidak. "Permisi,,Alex mami menyuruh untuk makan" ucap Cia yang menembus pandangannya ke segala penjuru didalam kamar itu. "Wanginya cowok banget" gumam Cia yang semakin masuk kedalam kamar itu.


"Alex?" tanya Cia mencari keberadaan sang pemilik kamar. Pandangan Cia mengarah kepada dibalik sekat dinding itu.


Namun, bertapa terkejutnya Cia ketika melihat Alex tidur dengan sensual yaitu tanpa memakai baju. Bahkan masih memakai handuk. "Astaga. Mata gue" gumam Cia dengan berbalik. "Dia kenapa nggak pakai baju, sih. Sebelum tidur, otak gue kan jadi ngebleng gini" gerutu Cia dengan berjalan seperti kepiting mendekat kearah Alex.


"Alex bangun?!" ucap Cia dengan posisi tetap sama membelakangi Alex. Tapi, tangannya melambai kebelakang untuk membangun Alex. "Alex Bangun!" teriak Cia membuat si empu terusik.


"Hmmm"dehem Alex dengan meregang kan otot-otot tubuhnya dan menguap.


Ketika matanya sudah terbuka lebar. Alex melihat sosok yang membelakanginya. "Siapa?" tanya Alex yang sudah duduk dengan kaki menjuntai ke lantai.


Mendengar itu Cia berbalik. Dan dirinya sangat terkejut karena Alex didepannya. Begitupun Alex yang terkejut akibat Cia yang berada di kamarnya.


"Kamu ngapain disini?"


"Lo belum pakai celana!"


Ucap mereka berbarengan. Alex dengan cepat berusaha menutup tubuhnya dengan selimut. Begitupun dengan Cia yang berusaha dengan cepat berbalik.


Namun, entah siapa yang salah. Cia justru terpeleset atau karena Alex menarik selimut yang Cia injak. "Akh!!" teriak Cia yang hampir terjatuh. Namun, segera di cekal oleh Alex. Membuat Cia jatuh dalam pelukan Alex.

__ADS_1


__ADS_2