
Tanpa terasa waktu bergulir dengan begitu cepatnya. Banyak hal sudah terjadi dan terlewati. Satu hal yang Alex sangat inginkan yaitu Cia mampu menerimanya.
Hingga besok adalah hari pertunangan resmi secara publik dilakukan. Banyak sudah media yang meliput rumah mereka. Terutama Alex yang sedang menjadi perbincangan hangat semenjak seminggu lalu, ketika undangan pertunangan mereka disebar.
Banyak orang patah hati akan hal itu. Namun, banyak pula yang mendukung. Apalagi ketika mereka tau siapa yang akan menjadi nyonya Killer selanjutnya. Ciarabella Aditama. Anak bungsu perempuan dari keluarga Aditama pemilik bank Aditama.
"Ciee,,,yang besok udah official" goda Rain yang menyembul kan kepalanya di pintu Cia.
"Dasar Babon bikin gue kaget aja!" teriak Cia yang melemparkan bantal kearah Rain yang tertawa ngakak menutup pintu.
Sementara di ruangan lainnya seseorang sedang merasa bimbang. Apakah dia harus menerima nya atau justru menolak ajakannya. Jujur, dihatinya ingin menerima. Tapi keadaan dirinya memungkinkan dirinya merasa minder.
"Bagaimana apakah,,kamu sudah memiliki jawabannya?. Aku mohon secepatnya agar aku juga bisa memberitahu yang lainnya" ucap seseorang disebrang sana.
"Bisakah kita tunggu sampai pernikahan Cia dan Alex dilaksanakan?" tanya orang itu.
"Cuma saat ini waktunya,,Ya. Aku nggak tau besok akan terjadi hal apa. Karena keluarga ku sudah ingin aku segera menikah, kamu tau kan bahwa aku sangat mencintaimu." ucapnya meyakinkan.
"Tapi, aku takut keluarga kamu tidak menerima ku. Kamu tau kan aku hanya anak adopsi yang asal usul ku saja tidak ku ketahui. Sedangkan keluarga mu keluarga terpandang, Ki." ucapnya dengan menahan air matanya.
"Kamu sudah tau kan. Bahwa, keluarga tidak pernah memandang hal itu. Jadi mohon, jangan itu jadikan alasan untuk hubungan kita kandas, Ya. Keluarga akan selalu mendukung apapun pilihan ku. Lagian kamu kan cucu dari Oma Ega, jadi kamu pasti diterima, Ya. Kalaupun nanti keluarga ku menolaknya aku akan tetap bersamamu. Jadi ayo kita bersama-sama hadapi apapun yang terjadi nanti bersama" ucapnya membuat gadis itu tidak kuasa untuk tidak menangis.
"Baiklah" putus nya setelah menarik nafas dengan dalam.
"Saya sudah didepan rumah" ucapnya membuat gadis itu terkejut. Dan langsung berlari keluar kamar menuju ke depan rumah.
"Eh,,Abang Riski. Tumben kesini. Biasanya sibuk mulu, ada apa?" samar terdengar suara Gio yang menyambut suara bel yang ternyata benar yang datang adalah Riski.
__ADS_1
"Eh,,itu. Mau nyari Oma" balas nya dengan melirik seseorang yang turun dari tangan.
"Owh,,ayo masuk. Oma di kamarnya" balas Gio membuat Riski mengangguk. Lagi. Riski melihat kearah seseorang yang sedang mengambil minum di dapur.
Gadis yang sedang mengambil air itu merasa gugup dan takut tentang yang akan terjadi. Apalagi ketika melihat tersangkanya sudah berada dirumah ini dengan senyum manisnya.
Riski sudah berada di kamar Oma Ega. Perasaannya juga sama seperti gadis itu rasakan. Namun, ini lebih terasa dalam. "Oma?" ucapnya membuat sang Oma yang duduk santai di kursi rodanya dengan pandangan mengarah ke taman.
"Eh,,ada nak Riski. kenapa?" tanya Oma membuat Riski semakin gugup untuk mengatakan niatnya.
"Oma,,apakah boleh Riski menikahi cucu, Oma?" ucap nya membuat Oma terdiam bingung. Riski sudah berkeringat dingin berdiri menunggu jawaban sang Oma.
"Kamu mau menikahi cucu Oma, siapa?" tanya nya lagi membuat Riski semakin berair ditangannya.
"Utaya" balasnya membuat Oma terkejut.
Brakk. Suara benda terjatuh membuat mereka memandang kearah asal suara. Disana sedang berdiri Cira dengan keterkejutan mendengar apa yang diucapkan sang keponakan.
"Apakah yang kamu katakan itu beneran, Ki?!" tanya Cira yang langsung diangguki oleh Riski. Tidak ada lagi alasan untuk berbohong dengan hal yang baik.
"Apakah anggota keluarga sudah ada yang tau?" tanya Cira yang masuk kedalam kamar. Gelengan dari Riski membuat Cira sedikit kesal.
"Malam ini bawa keluarga kamu kesini. Kita bicarakan hal ini" putus Oma yang diangguki oleh Riski. Lega. Itu yang Riski rasa sekarang.
Malam ini benar saja. Keluarga Riski datang dengan sangat terkejut. Apalagi mendengar anggota keluarga mereka yang akan segera menikah.
Apalagi kakek dan neneknya sangat terkejut mendengar pengakuan cucunya yang akan menikah.
__ADS_1
"Bagaimana ini Oma?" tanya sang kakek dari pihak Riski yang notabenenya adalah ayah dari Cira.
Mereka saat ini sedang berkumpul di ruangan tamu, semua orang terkejut mendengar hal tersebut bahkan Cia sendiri merasa tidak percaya bahwa kakaknya Utaya akan segera menikah.
"Mau bagaimana lagi, mereka yang menginginkan nya. Kita sebagai orang tua hanya bisa mendukungnya saja" balas Oma tersenyum manis. Dia memang ingin cucunya itu segera menikah. Karena usianya juga sudah sangat tua.
"Baiklah bagaimana dengan acara pernikahan mereka?" tanya Wisnu selaku ayah dari Riski.
"Saya serahkan kepada mereka berdua saja. Kalau bisa sebelum Cia dan Alex menikah. Karena yang lebih besar adalah Utaya" balas Oma yang diangguki oleh mereka semua.
"Kami akan menikah sebulan lagi" ucapan dari Riski membuat mereka melongo. Apalagi dengan Utaya yang tidak habis pikir dengan pola pikir calon suaminya itu.
"Baiklah,,,jadi biar nanti kami yang mengurusnya. Sama seperti pernikahan Cia dan Alex. Kalian hanya akan mengurus masalah gaun pernikahan dan cincin nya saja. Sisanya biar kami yang mengurus ya" ucap sang Oma yang langsung diangguki oleh mereka.
Tidak dengan Utaya yang masih menatap tajam kearah Riski untuk menyalurkan kekesalannya. "Saya tidak menyangka kalau cucu saya akan menikah dengan cucu Oma. Hahaha" ucap Kakeknya Riski yang diangguki kembali oleh mereka.
"Khem,,," dehem Utaya memecahkan pusat perhatian mereka "Begini. Sebelum nya saya ingin memberitahukan bahwa,,," ucap Utaya yang gugup harus mengatakan apa.
"Kami tau apa yang akan kamu bicarakan. Kami tidak pernah memandang hal itu, selagi anak kami mencintainya dan dicintai" balas Wisnu membuat Utaya terkejut sekaligus merasa lega.
"Oma, dan yang lainnya. Izin berbicara dengan Utaya" ucap Riski yang tentunya langsung di ciee kan oleh adik-adiknya. Bahkan orang tua juga ikut. Malu. Itu yang Utaya rasakan saat ini.
Setelah meninggalkan ruang keluarga. Mereka kini sedang berdiri didepan teras rumah. "Kamu itu seenaknya banget, ya!. Ini terlalu cepat tau nggak. Kita baru kenal sebulan yang lalu. Dan sekarang sebulan lagi kita akan menikah?. Ini terlalu cepat, kak" frustasi Utaya karena tingkah Riski.
"Tapi aku kan sudah mengatakan alasannya. Dan kamu juga sudah setuju. Kita jalani aja. Lagian kita juga kan saling mencintai." balas Riski yang memeluk tubuh Utaya dari belakang.
Utaya menghela nafas. Kemudian menjatuhkan kepalanya dalam pelukan Riski. Iya, memang ketika mereka bertemu di Amerika. Mereka sama-sama sedang patah hati akibat ditinggalkan oleh pacar masing-masing. Dan akhirnya mereka dekat untuk menyembuhkan luka masing-masing. Hingga rasa nyaman itu muncul membuat mereka memilih untuk pacaran. Singkat. Namun, berkesan.
__ADS_1
"Hais,,,jadi iri" balas Cia yang melihat mereka sedang bermesraan. Utaya ingin melepaskan diri. Namun, Riski tidak melepaskannya.
Mereka berbalik dan menatap Cia "Ajak aja Alex. Suruh dia kesini. Pasti itu anak akan dengan cepat sampai disini dan kamu kan nggak perlu iri lagi" goda Riski. Membuat Cia mendengus. Kemudian meninggalkan sejoli yang sedang dimabuk Cinta.