
Mendengar teriakan Alex membuat Cia panik. "Apanya yang sakit?!" tanya Cia yang melihat Alex kesakitan.
"Nggak papa kok" ucapnya yang hal itu membuat Cia merasa bersalah karena telah membuatnya kesakitan.
"Nggak pokoknya. Aku panggil dokter. Soalnya kamu kesakitan gitu!" ucap Cia membuat Alex menggeleng.
"Jangan panggil dokter, deh. Aku malu, bau pesing" ucapnya membuat Cia melongo. Dan menghela nafas.
"Sini biar aku bantu!" ucap Cia yang kesal. Dia khawatir dengan Alex tapi orang itu malah mentingin malu daripada kesembuhannya.
Dengan berat hati Cia akhirnya membantu Alex melepaskan celana nya. Cia memandang kearah samping agar wajahnya tidak terlalu mengarah pada sesuatu yang tajam. Melihat itu membuat Alex terkekeh. "Kenapa wajahnya kesamping?. Nanti kamu nggak tau celana nya masuk apa nggak?" goda Alex membuat Cia mendengus kesal.
"Bisa diam, tidak!" kesal Cia karena untuk saat ini dia ingin pokus saja pada apa yang dia lakukan.
Namun, karena grogi ditambah kesal. Cia dengan hati yang dongkol lepaskan nya. Srut. Akhirnya celana Alex yang basah sudah terlepas. Cia menarik nafasnya gugup. Matanya kebawah mencari celana yang baru. Namun, tidak ketemu.
"Kamu mencari ini?" tanya Alex dengan tangannya yang tidak terluka sudah memegang celana.
Cia memandangnya dengan tatapan yang menjorok. "Siniin!" ucap Cia dengan tangannya yang menengadah meminta celananya.
Namun, dasarnya saja Alex yang jahil dia tidak memberikannya dengan semudah itu "Pakai aja celananya sendiri" ucap Cia kesal karena Alex menjahilinya.
"Mau kemana?. Kamu mau meninggalkan suamimu dalam keadaan seperti ini?. Nanti kalau perawatnya datang terus tergoda. Kamu mau suami mu ini diambil?" ucap Alex membuat Cia berdecak.
"Makanya jangan jahil. Sini celananya!" ucap Cia dengan mengambil paksa celana yang ada ditangan Alex. "Angkat kaki mu!" ucap Cia kesal dengan cepat Alex mengangkat kakinya. Dan memakai kan celananya untuk Alex.
Namun, belum sepenuhnya selesai suara dobrakan pintu membuat mereka terkejut. Hingga Alex tidak bisa menjaga keseimbangan nya terjatuh bersamaan dengan Cia di sofa.
"Ups,,sorry. Ganggu!!" ucap seseorang yang dengan segera menutup pintu nya. Namun, sebelum menutupnya dia memberikan acungan jempol dengan senyum yang bahagia.
Pandangan mereka kembali bertemu setelah teralihkan oleh kehadiran seseorang yang menganggu itu "Istriku kamu akan terus seperti ini?. Tahukah kamu bahwa suamimu ini sedang terluka?" ucap Alex sontak saja membuat Cia bangkit.
"Maaf..." ucap Cia dengan membantu Alex bangkit. "Apakah aku membuatmu sakit?" panik Cia dengan menyentuh luka Alex. Takut, mungkin dirinya sudah membuat luka Alex sakit baik disengaja ataupun tidak.
__ADS_1
"Sakitnya bukan hanya disana saja. Tapi ada ditempat lain juga" ucap Alex membuat Cia menampilkan wajah bingung nya.
"Dimana??" tanya Cia dengan lugunya. Tanpa tau isi pikiran Alex saat ini. Bahkan senyumnya sudah tidak biasa.
"Kalau tau kamu bakalan apa?. Menyentuhnya juga?" tanya Alex membuat Cia semakin bingung dengan perkataan Alex.
"Memangnya sakitnya dimana lagi?" ucap Cia yang sudah tidak sabaran.
Alex menuntun tangan Cia dengan senyum jahilnya. Dia ingin tertawa melihat raut wajah Cia yang sudah panik. "ALEX!!" teriak Cia dengan cepat melepaskan tangannya dari cengkeraman Alex.
Bagaimana tidak kaget. Tangannya yang suci itu sudah menyentuh sesuatu yang sakral untuk hidupnya selama ini. Sedangkan si tersangka sudah sangat tertawa riang.
"Dasar Gi*la. Tangan aku sudah tidak suci lagi" ucap Cia yang mendramatisir dengan memandang tangannya penuh ke jijikan.
"Habisnya kamu lucu banget kalau lagi kepo" ucapnya dengan berusaha menahan tawanya.
"Ish,,tapi nggak gitu juga. Aku kaget tau!!"
"Biar terbiasa istri ku. Nanti kalau lukanya udah hilang kita bikin Cia junior, yuk" ajak Alex dengan tertawa sedangkan Cia telinganya sudah memerah akibat malu yang terlalu banyak dia simpan sampai membuat telinganya memerah. "Ciee. Malu yaa??" goda Alex membuat Cia mendengus.
"Kamu mau berapa?. Nanti kita buat. Atau mau sekarang, aku masih bisa, kok." imbuhnya dengan menggebu.
"Sono aja buat sendiri di WC"
"Kenapa di WC, kalau udah ada kamu yang siap nampung"
"Alex!. Bahasanya, ih,,,,nanti didengar orang kan malu!" ucap Cia memandang kesal kepada Alex yang masih saja tersenyum menggoda Cia.
"Kami sudah dengar semuanya, kok!" ucap seseorang dibalik pintu membuat mata Alex dan Cia saling pandang kemudian mengarah pada seseorang yang sedang berada dibalik pintu.
Kami?. Sama siapa dia? batin Cia penasaran.
"Masuk lo!. Ngapain nguping disana?!" teriak Alex membuat orang di balik pintu menampakkan diri nya.
__ADS_1
"Mau liat adegan sofa yang indah" ucapnya dengan cengengesan.
"Gimana mau adegan. Kalau pemeran utamanya lagi sakit" ucap orang disampingnya.
"Berarti ditunda, dong. Kasian banget keponakan gue mau launching tapi belum bisa karena belum diproses" ucap laki-laki itu yang membuat Cia melemparkan jeruk kepadanya.
"Biasa aja kali, mbak. Suka KDRT, deh" ucap laki-laki itu.
"Ngapain Lo kesini?. Mau minta apa lagi?" tanya Alex langsung membuat kedua orang itu cengengesan.
"Tau aja Lo bang. Kami kesini itu buat jenguk kakak ipar kami yang lagi diterpa musibah setelah menikah"
"Eh,,nggak sopan kamu sama kakak ipar" ucap orang yang baru saja datang.
"Ih,,mommy. Kan biar gaul. Lagian kita itu kan sudah menjadi bestie" siapa lagi kalau bukan Gio. Bocah tengil itu dengan seribu bacotan.
"Ngelawan aja kamu." ucap sang mommy kemudian mendekati Alex. "Kamu sudah baikan?" tanya Cira yang diangguki oleh Alex. "Ini mommy bawain kamu buah. Kata dokter kapan kamu boleh pulang?" tanya nya lagi.
"Kemungkinan lusa, mom. Tapi sesuai dengan kondisi lukanya aja, mom" ucap Alex yang diangguki oleh Cira.
"Mami sama papi kamu dimana, Lex?" tanya sang Daddy yang ternyata juga ikut.
"Baru tadi pagi, dad. Tadi katanya lagi ada urusan. Untung saja ada istriku yang selalu menemani" ucap Alex dengan senyum merekah menatap Cia.
"Iya,,,yang pengantin baru. Tapi belum unboxing" ucap Gio yang tentu saja langsung mendapat hitam dari sang Daddy dan tatapan tajam dari sang mommy. "Ih,,mommy kayak nggak pernah aja. Sans,,dong My" ucap Gio menatap sang mommy dengan manja.
"Jeo, tumben nggak ikut, mom?" ucap Cia yang baru menyadari bocah pendiam itu tidak ada.
"Biasalah lagi pacaran dengan cewek sad girl" sela Gio dengan pandangan mengarah pada ponselnya bermain game. Sementara Cia hanya mengangguk saja. Karena sudah tau bulan yang dilontarkan Gio.
Mereka bercengkrama bersama. Hingga akhirnya mereka pamit karena sudah malam. Dan Kembali lagi kepada pasangan pengantin yang baru itu. Saat ini sedang makan bersama saling menyuapi. Lebih tepatnya Alex di suapi. Karena tangannya yang sakit.
"Aku besok mau ngusulin sama dokter, biar bisa pulang. Nggak nyaman banget disini" keluhnya dengan mulut penuh dengan makanan.
__ADS_1
"Habisin dulu makanan di mulut. Baru ngomong. Sudah segede gini masih aja nggak tau" protes Cia.
CUP. Bukannya menuruti perkataannya. Dia justru memberikan kecupan singkat kepada Cia. Hingga membuat Cia tersentak karena perlakuan Alex yang tiba-tiba. Melihat itu membuat Alex tersenyum geli. Bagaimana Cia yang masih syok ditambah lagi pipinya yang sudah merah.