
Tepat saat pukul jam 12 malam, suara ponsel Indah berdering, Indah yang terusik pun bangun, melihat ponselnya yang berada di atas nakas disebelah tempat tidurnya, "Anggun" gumamnya.
"Iya Nggun"
"Hiks.... hiks.... Ndah.... tolong gue"
Mendengar suara Anggun yang terdengar tak baik-baik saja, Indah langsung keluar, ia menyadari jika tadi dia tertidur di sofa, dan kini berada di kamar, pasti mas ganteng yang memindahkannya, Indah tersenyum senang, berarti Abdi ada perhatian padanya.
Saat dia keluar kamar, Indah melihat Abdi yang tertidur di sofa, merasa tak enak untuk membangunkannya, ia pun keluar tanpa membangunkan Abdi terlebih dahulu.
Dengan menaiki taksi, Indah menuju tempat yang telah Anggun kirimkan padanya. Tak lama ia pun sampai, Indah terkejut ternyata tempat yang Anggun kirim adalah tempat hiburan malam. Indah tak pernah masuk ketempat ini, sungguh kakinya bergetar, dia hanya sering dengar dari kata orang, jika kita masuk hiburan malam, maka, mata lelaki akan memandang kita dengan pandangan yang lapar.
"Lo yakin Nggun kesini, ada apa Nggun?"
Ya, setelah Abdi mengantarkan Anggun pulang, Anggun masuk hanya mengganti pakaiannya, dan langsung bergegas pergi ke klub, mungkin Papa dan Mama tirinya sudah istirahat dikamar mereka, sehingga tak menyadari kepulangannya. Anggun sendiri tak pernah mengunjungi tempat terlarang itu, namun pikirnya, dia butuh menenangkan diri, Anggun memberanikan diri masuk ketempat itu, dan mencoba memesan minuman, baru beberapa teguk, namun Anggun sudah merasa tak kuat, kewarasannya masih menyadarkan Anggun, dia tak ingin, hanya karena patah hati, dia sampai kehilangan harta berharganya, satu-satunya yang ada dipikirannya adalah Indah, dia menghubungi sahabatnya itu untuk meminta pertolongan, hanya Indah yang dia percaya saat ini.
Dengan menyakinkan diri, Indah melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam. Indah nggak terlalu bodoh-bodoh amat si, dia pernah baca, jika masuk kesini jangan kelihatan banget begonya, nanti yang ada malah digodain orang, akhirnya Indah melepaskan sweater kuning miliknya, dan hanya menyisakan kaos kuning dan celana jeansnya saja.
Saat memasuki tempat itu, telinga Indah terasa berdenging, suara hentakan musik begitu memekakkan telinganya,
Slow Ndah, slow, anggap aja lo sering kesini
Indah merogoh ponsel didalam clouch miliknya, mencoba menghubungi Anggun saja, Indah tak mau berlama-lama ditempat ini, kepalanya mendadak pusing melihat banyaknya pria yang sepertinya sudah dalam pengaruh alkohol, dan melihat wanita-wanita dengan pakaian seksinya.
Pantes si Selly sering ngatain gue norak, emang gue norak ternyata.
Untunglah Anggun segera mengangkat teleponnya.
"Nggun gue udah sampe, lo dimana? cepet samperin gue, gue ada dipintu masuk"
"Oke, gue kesana" segera Indah mematikan panggilan itu setelah mendapat jawaban dari sahabatnya.
"Hai manis sendirian aja, sini abang temenin" seorang pria datang hendak memegang tangan Indah, namun Indah tepis begitu saja
"Jangan sok jual mahal, semua cewek yang dateng kesini pasti akan menjajakan badannya kan?"
__ADS_1
Indah enggan menanggapi, berdasarkan cerita yang pernah ia dengar, jika menanggapi pria mabuk ditempat ini, sama saja mencari masalah.
"Ayolah" pria itu kembali ingin menarik tangan Indah, membuat Indah semakin geram.
Disaat dia akan memeluk Indah, datang sosok tegap menghalanginya
"Jangan ganggu cewek gue" ujar suara berat itu
"Siapa lo? jangan sok jadi pahlawan" sahut pria kurang ajar itu
"Lo budeg, gue bilang jangan ganggu cewek gue" sahut laki-laki itu, dan mendorong tubuh pria yang mengganggu Indah.
"Jangan kurang ajar lo" ujarnya hendak melawan, namun saat laki-laki tadi mengangkat dagunya, datang dua orang berbadan tegap, memakai kaos hitam datang, dan langsung membawa paksa pria itu untuk pergi. Setelah pria kurang ajar itu sudah tak terlihat, laki-laki itu membalikkan badannya menghadap Indah.
Indah dibuat terbelalak, melihat laki-laki yang menolongnya itu
"THOMAS"
Thomas tersenyum menyeringai, dibalik temaramnya sinar lampu tempat itu, membuat wajah Thomas terlihat tampan.
"Ngapain lo kesini?" tanya Thomas, Thomas memperhatikan penampilan Indah dari atas hingga bawah, laki-laki itu berucap syukur, Indah memakai pakaian tertutup. Belum sempat Indah membuka mulutnya, tiba-tiba ada yang memanggilnya
Wanita itu terlihat sudah sangat mabuk, jalanya sempoyongan. Dengan sigap Indah menangkap tubuh Anggun yang hampir ambruk.
"Ya ampun Nggun, lo kenapa sampe mabuk begini sih?"
Indah sangat prihatin dengan keadaan Anggun, rambut acak-acakan, pakaian terbuka di bagian depan hingga memperlihatkan belahan dadanya yang seksi, karena ukuran dada Anggun sangat pas, tidak besar, namun juga tidak kecil, dengan rok setengah pahanya, jika Indah tidak datang, mungkin Anggun pulang sudah tinggal penyesalan.
"Kenapa temen lo?" tanya Thomas, Thomas sangat tahu persahabatan antara Anggun dan Indah
"Gue nggak tahu, lo nggak usah banyak tanya deh, yang penting bantuin gue, pesanin taksi, gue mau bawa Anggun pulang, soalnya gue nggak bisa bawa mobil"
Perintah Indah pada Thomas, laki-laki itu menurut, namun dia tidak memesankan taksi, melainkan mengantar Indah dan Anggun menggunakan mobilnya, sedang mobil Anggun dibawa oleh kedua anak buahnya yang tadi.
Awalnya Indah menolak keras ajakan Thomas, selain Indah takut nanti Thomas akan mengadu yang macam-macam pada Selly, dan akan membuatnya dengan Selly kembali salah paham,dia juga membenci Thomas, karena telah menduakan Selly. Namun Thomas mengatakan akan bahaya jika mereka naik taksi, akhirnya Indah mengikuti perintah laki-laki itu.
__ADS_1
"Nggun kenapa lo jadi begini sih?" Indah memeluk tubuh sahabatnya yang mulai terasa dingin karena terpaan pendingin pada mobil Thomas, mereka duduk dibangku belakang penumpang, dan Thomas mengemudi mobil.
"Dia mutusin gue Ndah, cowok gue mutusin gue, dia bilang, dia udah nikah, sakit Ndah, sakit" Anggun menepuk-nepuk dadanya, gadis itu semakin terisak didalam pelukan Indah.
Mendengar cerita sahabatnya membuat Indah dapat merasakan yang tengah Anggun rasakan, Indah mengepalkan tangannya, menahan emosi,
"Siapa sih sebenarnya pacar lo Nggun?, selama mereka pacaran gue nggak pernah tahu cowok itu, liat aja dia, kalau sampai ketemu gue, gue cakar-cakar mukanya" batin Indah
"Kesabaran gue dibalas penghianatan sama dia Ndah, dia nggak pernah sayang sama gue, nyatanya dia nggak bisa menolak untuk menikahi cewek itu, kurang gue apa Ndah? gue cantik, gue pintar, gue juga wanita karir, apa salah gue Ndah" hiks hiks Anggun menumpahkan segala isi hatinya, dia benar-benar sakit. Indah mempererat pelukannya pada Anggun, hatinya ikut merasakan sakit yang Anggun rasakan.
Awalnya Indah bingung mau mengantarkan Anggun kemana, tidak mungkin dia mengantar Anggun kerumahnya, namun tidak mungkin juga Indah membawa Anggun ketempatnya, beruntung Thomas mengatakan akan membawa Anggun keapartemen miliknya, dan Thomas akan pulang kerumahnya.
Setelah membawa Anggun keapartemen Thomas, kini Thomas mengantarkan Indah pulang, padahal bisa saja Thomas melakukan hal buruk pada Indah, namun ia tak melakukan itu, kesalahannya pada Selly saja sudah membuat Indah membenci dirinya, apalagi jika dia sampai melakukan hal yang sampai merugikan Indah, dan Indah pasti akan semakin membencinya.
"Lo sekarang tinggal disini?" tanya Thomas saat dia sudah sampai didepan apartemen milik Abdi, Indah mengangguk.
"Sama siapa?" tanyanya pura-pura tak tahu
"Lo tanya deh sama tunangan lo, kalian pasti sudah sangat tahu kan keadaan gue sekarang, jadi lo nggak perlu basa-basi, lo juga pasti udah tau kabar tentang gue" omel Indah, dia sangat hapal dengan Selly dan Thomas yang sangat kepo tentang kehidupannya.
"Lo kenapa sih, sensi banget sama gue?, gue kan nanya baik-baik, kenapa lo jawabnya nyolot, kan tinggal jawab, lo tinggalnya sama siapa" Thomas memiringkan duduknya menghadap Indah. Membuat Indah memutar matanya malas.
"Huhhh pasangan drama, cocok banget kalian emang" Indah membuka pintu mobil dan keluar tanpa mengucapkan terima kasih.
Thomas menyeringai "Lo nggak sadar udah jadi orang ketiga Ndah" Thomas memperhatikan Indah dari jauh, memastikan Indah masuk dengan selamat.
Setelah mendapatkan informasi tentang siapa laki-laki yang menjadi suami Indah, Thomas mengikuti Abdi, dan betapa terkejutnya juga Thomas, saat laki-laki yang menjadi suami Indah adalah kekasih Anggun, dan yang membuat Thomas tahu lebih dalam, ternyata Abdi berani memutuskan hubungannya dengan Anggun, demi istrinya Indah, cukup berani juga laki-laki itu. Dan Thomas bisa sekaligus mengetahui tempat tinggal Indah tanpa harus mengikuti Indah, seperti yang ia lakukan pada Abdi hari ini.
...****...
Indah masuk dengan mengendap-endap, dia berjalan dengan sangat pelan, beruntung Abdi masih terlelap dalam tidurnya, jadi dia tidak ketahuan, telah pergi tanpa pamit terlebih dahulu.
Saat Indah melewati sofa dimana Abdi tertidur, terdengar suara Abdi meracau, namun tak jelas apa yang suaminya itu ucapkan. Indah mendekat, untuk memastikan keadaan suaminya, dipegangnya kening Abdi
"Astaga, kamu panas mas"
__ADS_1
Didalam racauanya, Abdi sempat menyebutkan nama wanita yang terpatri indah dihatinya.
"Nggun"