Takdir Cinta Indah

Takdir Cinta Indah
TCI 77


__ADS_3

Malam itu, saat Abdi tak datang ke acara makan malam mereka, Naima si ulat bulu memutuskan pergi ke club malam, dia melampiaskan kekecewaannya disana, berharap semua yang menimpanya bisa hilang.


Sampai dia tak mendengar suara ponselnya yang terus berbunyi, ayahnya menelepon sebab Zidan demam. Si ulat bulu yang merasa dirinya adalah tulang yang disukai kucing ternyata salah, kucing nyatanya lebih memilih ikan asin dibanding tulang yang lebih dari segala-galanya.


Sampai akhirnya Naima pulang jam tiga pagi dengan dihantarkan taksi. Ayah Naima benar-benar terluka melihat putrinya yang kacau, dia menyesal, dulu telah menolak Abdi.


Andai saja waktu bisa diputar, dia ingin kembali menerima Abdi yang memiliki masa lalu kelam, dan dari keluarga yang berantakan, dari pada memilih anak seorang konglomerat, namun tidak setia dan malah menghancurkan hati putri semata wayangnya.


Nyatanya masa lalu seseorang tidak membuat masa depannya sama buruknya.


Dengan segala informasi yang didapat tentang Indah. Ayah Naima yakin, jika dia meminta bantuan pada Prasasti, dia pasti berhasil, dan ia pun memutuskan untuk menemui Prasasti dikantornya. Masa bodoh jika nanti kedatangannya ditolak, akibat dia dulu menolak Abdi.


Dan nasib baik tengah berpihak padanya, ternyata Prasasti menyetujui permintaannya. Walau hanya sekedar memberi ide, sebab Prasasti sendiri sadar diri, jika dia tak memiliki hak untuk itu.


Sore hari setelah dari cafe Indah memaksa Abdi kerumah si ulat bulu. Dengan berat hati Abdi mengikuti keinginan istrinya. Dan dia juga sekaligus akan meminta maaf pada ayah dan anak bibit itu.


"Es teri, kamu yakin udah siap bertemu Naima?" tanya Abdi saat mobil mereka telah sampai didepan rumah Naima, wanita yang memiliki banyak julukan.


"Aku yakin mas." jawab Indah mantap.


Abdi mengangguk, lalu mereka turun, Abdi menggandeng tangan Indah saat akan memasuki pagar rumah keluarga bibit itu. Mereka disambut oleh security penjaga rumah ulat bulu, dan dipersilahkan untuk masuk. Terlihat pintu rumah itu sedikit terbuka. Namun mereka harus menahan langkahnya saat mendengar pertengkaran didalam.


"Kamu selalu seperti ini Nai, meninggalkan Zidan saat dia sakit, dia butuh kamu. Kamu baru tadi pagi pulang, sekarang sudah mau pergi lagi?"


"Ini semua gara-gara Papa, andai dulu Papa nggak menolak Abdi, pasti Nai sekarang udah bahagia Pa, dan tidak memiliki anak penyakitan seperti Zidan."


Abdi mengeratkan genggaman tangannya pada Indah.

__ADS_1


"Kita pulang saja, bukan waktunya datang kesini." ajak Abdi. "Dan jangan kamu pikirkan apa yang kamu dengar." Indah mengangguk, kemudian mereka berbalik, lebih baik mereka pulang.


"Jaga ucapan kamu Nai, nanti Zidan dengar. Jangan bahas masa lalu. Papa mengakui papa kesalahan, dan Papa minta maaf."


"Andai kata maaf bisa mengulang waktu. Semua akan selesai dengan kata maaf Pa."


Samar-samar masih terdengar keributan kedua anak dan ayah itu. Abdi melirik Indah disebelahnya, dia makin menggenggam erat tangan Indah.


* * *


"Bu, sepertinya Indah sudah menemukan calon yang tepat buat mas Abdi. Dia wanita di masa lalu mas Abdi, dia sudah memiliki putra dari almarhum suaminya. Sepertinya dia masih mencintai mas Abdi." Indah mengobrol bersama ibunya diteras depan, menikmati waktu sore mereka.


"Wanita yang mencintai suami mu, belum tentu wanita yang tepat buat dia. Ingat nak, jangan mendahului takdir, jika memang Abdi masih setia, untuk apa kamu mencarikan jodoh untuknya?. Lebih baik kamu fokus berbakti dan meraup pahala sebanyak mungkin, selagi kamu ada kesempatan."


Indah memandang lurus kedepan "Indah tuh nggak bisa liat mas Abdi hidup dalam kesepian, dia laki-laki yang baik. Indah harus melihat mas Abdi bahagia Bu."


"Bahagia versi kamu itu, belum tentu bahagia versi dia" Masnah melihat Indah yang masih fokus kedepan. "Jika sumber kebahagiaan dia ada padamu, bagaimana?"


"Ini Ibu sedang berusaha membahagiakan nak Abdi." ucap Masnah.


Dia langsung beranjak, meninggalkan Indah yang diam mencerna ucapan ibunya. Dia benar-benar tidak paham apa yang dimaksud ibunya. Namun saat ini yang akan Indah lakukan adalah, mengikuti saran ibunya, dia akan berbakti pada suaminya. Indah beranjak akan membuatkan makan malam untuk mereka.


Memang seperti perasaan Indah sekarang, suka berubah-ubah, jika dia sedang senang, dia bisa lupa dengan kondisinya yang tidak lagi sempurna, namun, jika dia sadar akan kekurangannya, pikirannya kembali akan mencarikan jodoh buat suaminya. Dan berpikir, dia rela untuk dimadu.


Sudah dua jam Indah berkutat didapur, dibantu ibunya, dia membuat menu kesukaan Abdi, yakni pecel lele dengan cah kangkung. Cuma masak itu!! tapi Indah butuh waktu dua jam, maklum lah ya, dia kan tidak suka lele, pasti banyak drama waktu memasaknya.


Tak lama Abdi pulang, dia disambut mesra oleh Indah, tentu saja itu membuatnya senang. Padahal Abdi sempat berpikir bahwa Indah akan berubah lagi setelah mendengar pertengkaran antara anak dan bapak bibitnya. Maklum sifat Indah sekarang memang suka berubah-ubah.

__ADS_1


Setelah Abdi selesai mandi, dia segera makan bersama ibu mertuanya dan juga Indah. Sungguh dia merasakan begitu bahagia, saat Masnah mengatakan jika Indah yang memasakkan lele untuknya.


"Serius ini kamu yang masak es teri?"


"Bukan, tapi Indah." jawab Indah seraya tersenyum.


"Sumpah ini tuh lele goreng terenak yang pernah aku makan."


"Nggak usah lebay deh mas, nanti kamu pasti minta dimasakin lagi." tebak Indah langsung, tak ayal hatinya berbunga-bunga mendengar pujian Abdi, namun dia menutupinya.


"Eh, harusnya kamu seneng dong aku minta masakin lagi."


"Nggak ah, kalo mas mau minta masakin lagi, mas harus bayar. Harganya dua kali lipat dari harga gerai mas."


Masnah hanya geleng kepala mendengar keributan anaknya.


"Siapa takut." tantang Abdi. "Bahkan aku bakal bayar lima kali lipat."


"Oke, besok aku bakal masak tiap hari, aku akan memperkaya diri." ucap Indah.


Mereka semua tertawa, tawa yang membuat suasana rumah ini menjadi hangat. Masnah berharap kebahagiaan Indah tetap akan selamanya, rumah ini tetap terasa ramai walau tanpa ada suara tangis atau tawa anak kecil.


.


.


.

__ADS_1


.


Betewe ada yang kangen Indah dan mas ganteng nggak? maaf ya slow up, sinus ku lagi kambuh 🤧🤧


__ADS_2