Takdir Cinta Indah

Takdir Cinta Indah
Thomas


__ADS_3

"Ndahh kayaknya gue nggak bisa buat nahan sebulan lagi"


Saat ini Anggun dan Indah berjalan-jalan disebuah mall, mereka sedang memilih-milih baju. Indah menemani Anggun belanja, kebiasaan temannya itu, jika sedang galau selalu belanja pakaian. Indah menghentikan kegiatannya memilih baju, Indah menatap wajah sendu sahabatnya, lalu menggaruk kepalanya yang tak gatal, ya walau dia tidak beli, dan hanya melihat-lihat saja, ini tanggal tua, sudah dipastikan dompetnya sedang keriput,


"Hmmm itu sih terserah Lo ya Nggun, lebih cepat lebih baik" jawab Indah setuju dengan keinginan Anggun "Eh tapi selama ini, dia masih sering hubungi Lo nggak?"


"Dia kemaren sempet kirim makanan kerumah, dia buka resto baru" Anggun kembali menggeser-geserkan gantungan baju didepannya, memilih baju yang dia inginkan.


"Berarti dia masih perhatian" Indah mengikuti langkah Anggun dari belakang


"Nggak tahu juga, dia beda, sebelum dia kerumah, perlakuan dia manis banget ke gue, tapi setelah hari itu, gue ngerasa ada yang aneh, termasuk itu si Widuri, gue kayak ngerasa ada sesuatu"


Indah mengendikkan bahunya "Semoga kalian menemukan titik terang hubungan kalian, sebagai sahabat gue cuma doain yang terbaik buat Lo, eh Lo mau ditemenin nggak nemenin tuh cowok?"


"Nggak perlu, tar Lo naksir lagi, tar kalo kita dah sah, baru gue kenalin, dan Lo nggak bisa jadi pelakor" canda Anggun


"Dih pelit"


"Lo juga pelit, kayaknya Lo juga lagi jatuh cinta"


"Gue ngenalinya nanti kalo udah sah, soalnya temen gue lagi galau, tar diembat lagi"


Anggun mendorong kepala Indah "Dasar" mereka tergelak,


"Ini Lo nggak jadi belanja?" tanya Indah saat mereka sudah keluar dari stand yang mereka kunjungi


"Lain kali aja, lagi nggak mood, gue laper, kita makan dulu"


"Tapi Lo yang traktir ya"


"Iya Bu guru"


"Lo emang terbaik Nggun" Indah merangkul pundak Anggun, mereka memasuki food court pada mall tersebut, yang terletak dilantai paling atas.


Anggun memesankan makanan untuk mereka, sedang Indah sudah duduk manis di meja paling pojok dekat jendela, mata Indah menangkap seorang lelaki yang sedang berjalan bergandengan tangan dengan seorang wanita cantik, Indah mengenali laki-laki itu, Thomas, laki-laki itu benar Thomas, tunangan Selly.


Diam-diam Indah mengambil foto Thomas dari jauh, bukan untuk melapor pada Selly, tapi Indah akan menjadikan itu bukti kalau suatu saat nanti ada terjadi sesuatu pada Selly, karena Indah mencurigai Selly sedang berbadan dua, walau nyatanya mereka sering tidak akur, namun Indah tetap menyayangi Selly sebagai saudara.


"Lo ngapain Ndah?" Indah terkejut dengan kedatangan Anggun


"Lo ngagetin due aja" Indah mengusap dadanya.

__ADS_1


"Hayo lagi liat apa?" tebak Anggun yang merasa Indah sedang melihat sesuatu.


"Lagi liat kebo pacaran" jawab Indah asal


"Ada-ada aja sih, mana ada kebo pacaran di mall" Anggun menggelengkan kepalanya, terkadang Indah selalu bicara asal


"Ada lah Nggun, Lo nggak tau aja, sekarang tuh banyak banget laki-laki yang jadi kebo" Indah mengetuk- ngetuk meja didepannya, menahan geram atas yang dilihatnya, ingin sekali Indah menghampiri Thomas, menyiram kepala laki-laki itu dengan air kobokan atau tidak dengan kuah sambal.


"Yang ada tuh jadi buaya"


"Mungkin sekarang mereka reinkarnasi" Mata Indah tak pernah luput dari Thomas, menelisik setiap yang laki-laki itu lakukan. "Kan zaman sekarang banyak laki-laki ngajak cewek buat kompul kebo, makanya gue bilangnya kebo"


"Iya iya, bener juga" Anggun manggut-manggut membenarkan ucapan Indah.


Tak lama pramusaji datang membawa makanan mereka. Anggun dan Indah makan dengan lahap, sesekali mereka bertukar makanan, kebiasaan keduanya.


"Ndah gue ketoilet dulu ya, Lo tunggu sini" pinta Anggun saat mereka selesai makan, dan akan pulang.


"Oke" jawab Indah singkat,


Dia akan mengambil kesempatan ini untuk membuat kejutan pada Thomas, bagaimana pun, Anggun tak boleh tahu tentang ini, Indah selalu ingat pesan Ibunya, sejelek-jeleknya sifat saudara kita, kita harus tetap menjaga aibnya, dan bersyukurnya Anggun tak mengetahui keberadaan Thomas, sebab Anggun sejak tadi fokus pada ponselnya.


Indah berjalan menghampiri tempat Thomas dan wanita itu berada. Dengan gerakan cepat, Indah mengambil jus didepan wanita itu, dan mengambil kopi didepan Thomas. Thomas yang tak siap atas kedatangan Indah langsung menerima siraman dari kedua air tersebut.


"Lo apa-apaan sih?" wanita yang bersama Thomas geram dengan sikap Indah, dia hendak melayangkan tamparan pada Indah, namun kalah cepat, tangan Indah lebih dulu menahan tangan itu, dan mencengkeramnya dengan kuat, membuat wanita itu meringis.


"Gue nggak ada urusan sama Lo, gue cuma berurusan sama cowok ini" tunjuk Indah dengan tangan kirinya yang menganggur


Melihat kekasihnya meringis membuat Thomas meminta Indah melepaskan tangan wanita itu "Lepasin Ndah" ucap Thomas tertahan, dia sedang menahan malu dan kesal


"Lo sekarang tinggal pilih, gue laporin ama Selly, atau Lo putusin hubungan sama wanita ini"


"Bukan urusan Lo" jawab Thomas dengan masih menahan kesal.


"Urusan gue, karena Selly saudara gue"


"Selly nggak akan percaya sama Lo" ucap Thomas masih dengan percaya diri.


"Kita liat aja nanti, gue punya banyak bukti, Lo pikir gue bodoh" Indah melepaskan tangan kekasih Thomas dengan kasar, meninggalkan keduanya, sebelumnya Indah menginjak kaki Thomas, sebagai ungkapan kekesalannya, Indah mengibaskan rambut sebahunya


Indah bertemu dengan Anggun setelah wanita itu keluar dari toilet

__ADS_1


"Itu ada apa rame-rame" tanya Anggun penasaran


"Ada cowok lagi selingkuh, ketahuan sama pacarnya"


"Duh, serem amat"


Indah hanya mengendikkan bahunya, dengan bibir yang dimanyunkan. Keduanya bergegas pulang.


Pukul Tujuh malam, Indah sampai dirumah diantarkan Anggun, dia tak membawa motor sendiri, karena Anggun memaksa ingin menjemput. Indah berjalan hendak masuk kerumahnya, tanpa menyadari ada sosok yang sedang memperhatikannya.


"Gue liat Lo jalannya sama Anggun terus, katanya ada calon suami, kok nggak pernah datang"


Langkah Indah terhenti saat mendengar suara seseorang "Duh kok ada suara, tapi nggak ada orangnya ya, merinding gue" Indah bergidik dibuat-buat mengetahui suara yang sudah sangat ia hapal, seraya mengusap bahunya.


"Makanya jangan banyak halu, mana ada cowok sekeren Abdi mau sama Lo"


Indah beralih menatap Selly, sebenarnya dia enggan berdebat, tapi mulutnya selalu gatal jika tidak menjawab mulut gosip Selly "Lo jadi nyari tau tentang mas ganteng gue? Ampe segitunya Lo penasaran, ampe tau namanya"


"Kalo emang dia calon suami Lo, ajak ke pesta ulang tahun gue nanti, kenalin sama keluarga besar kita, biar nggak gue panggil tukang halu" tantang Selly


"Untungnya buat gue apa? yang ada tar Lo naksir sama dia"


"Dih amit-amit, Thomas gue nggak kalah tampan dari dia, bilang aja Lo bohong pas bilang sama Mama kalo yang dateng itu pacar Lo" Selly terus memanas-manasi Indah, ingin tahu reaksi saudaranya itu.


Mendengar nama Thomas membuat Indah teringat dengan kejadian sore tadi, dia menatap iba Selly, kasihan sekali Selly, jika dia benar berbadan dua, sedangkan Thomas tunangannya malah jalan sama wanita lain.


"Lo bangga banget punya pacar kayak Thomas" Indah menyilangkan tangannya diperut, menunggu jawaban Selly yang penuh pujian atas tunangannya itu


"Ya iyalah, Lo liat kan, tiap hari dia antar jemput gue kerja, padahal dia CEO diperusahaanya, pasti sibuk banget, tapi masih nyempetin waktu buat gue, tampan, mapan, sayang_"


"Ya gue percaya, anggap aja Thomas supir buat Lo" ledek Indah, Indah cekikikan seraya menutup mulutnya "Tut tut tuuuttt" ejeknya menirukan suara announcement kartun kereta api berwarna biru, lalu berlari masuk kerumahnya.


Selly menghentak-hentakkan kakinya, kesal Indah selalu menang jika beradu argumen dengannya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2