
Cassanova insaf? Indah langsung mendelik kearah Abdi mendengar kata-kata itu, apakah Abdi separah itu?. Penjelajah wanita? Oh astaga, Abdi memang pernah menceritakan tentang masa lalunya, tentang dia yang terjerumus obat-obatan terlarang, dan tentang kegagalannya dalam asrama, tapi Abdi tak menceritakan tentang dia seorang penjelajah wanita, ya iyalah, mana mungkin dia akan sejujur itu, yang ada Indah akan ilfil nantinya.
Indah menghela nafasnya, memperhatikan Abdi yang sejak tadi memukul temannya karena ucapannya itu.
"Hai, yuk masuk, mereka memang begitu kalau bertemu, seperti anak kecil" ujar wanita cantik bertubuh putih itu, ya Mawar masih sama seperti dulu, tak ada yang berubah darinya.
Mawar menggandeng tangan Indah untuk dibawanya masuk, tak lama seorang anak kecil cantik berumur 2 tahunan dengan rambut ikal, tubuh putih berisi, pipi tembem, mata bulat jernih dengan iris mata hitam sedikit penuh, wajah anak itu mirip sekali dengan Apapnya, namun kulit serta warna rambutnya persis milik Amamnya, membuat bocah itu terlihat sangat lucu, ia berlari menghampiri mereka.
"Amam" teriak anak Marsha langsung memeluk kaki ibunya.
"Jangan lari-lari sayang, nanti Kakak jatuh." Mawar merendahkan tubuhnya, membelai rambut coklat Marsha penuh sayang.
"Iya Amam tantik, aaf" Marsha menunduk, menunjukkan rasa bersalahnya.
Indah turut merendahkan tubuhnya "Hai cantik, kamu pinter banget, namanya siapa?."
"Masha Tante." jawabnya dengan suara cadelnya, sebab Marsha belum bisa menyebutkan berbicara dengan faseh.
"Hai Marsha, nama Tante Indah, sini, mau gendong sama Tante nggak?"
Marsha menggeleng "Ndak boyeh, Masha udah deede, nanti Tante beyat." Indah dan Mawar tertawa mendengar jawaban polos bocah itu.
"Nggak papa, Tante kuat kok" Indah mengulurkan kedua tangannya.
Marsha melihat ibunya, meminta izin "Boyeh nggak Amam?"
"Boleh" Mawar mengangguk menyetujui.
Marsha bersorak senang, ia langsung berhambur kepelukan Indah untuk digendong. Dengan senang Indah menggendong bocah lucu yang bertubuh subur itu, sebab ia yang memang menyukai anak kecil.
Mereka kini berkumpul diruang keluarga Mawar, menyusul Abdi dan Rasya yang sudah duduk di sofa sembari mengobrol sedang Mawar, Indah dan Marsha memilih duduk di karpet berbulu didepan sofa itu.
"Siapa?." tanya Rasya menunjuk Indah dengan dagunya, lalu Rasya melihat kearah Indah yang sedang bercanda dengan anaknya.
"Es teri, Istriku" Abdi ikut melihat kearah yang sama.
Mawar yang juga mendengar jawaban Abdi terkejut, dia menatap Indah yang tersenyum malu.
"Really?" tatap Mawar Indah menanti jawaban gadis itu.
Indah menipiskan bibirnya mengangguk menjawab keraguan Rasya dan Mawar.
"Es teri? apa itu?" tanya Rasya yang merasa aneh dengan sebutan Abdi.
__ADS_1
"Hanya panggilan sayang."
Rasya terkekeh, "Ada-ada saja, ingat udah tua, jangan main-main lagi, nggak takut azab?."
"Aku serius, bukan cinta yang mempertemukan kami, tapi Tuhan yang mengirim dia padaku, saat aku masih bimbang dengan hubungan ku dan Anggun"
Sedikit banyak Mawar tahu jalan cerita cinta Abdi dari Rasya.
"Aku ikut senang mendengarnya, selamat untuk kalian berdua, apapun jalannya Tuhan itu tahu yang terbaik untuk kita, semoga rumah tangga kalian langgeng," Mawar membelai bahu Indah yang sedang memangku Marsha, lalu menunjuk Abdi "Dan kamu Abdi, jangan pernah menyakiti perasaan wanita, wanita itu akan kuat hidup bersama laki-laki, walaupun ekonomi mereka kurang, tapi wanita tak sanggup jika laki-laki telah mengkhianati hubungan mereka, jangan pernah mencoba bermain api dalam rumah tangga, itu kesalahan fatal" pesan yang penuh ancaman dari Mawar pada Abdi. "Kenapa tidak mengundang kami?"
"Tuh dengar ucapan istri Ku" sambung Rasya, padahal kata-kata itu sebenarnya Mawar tujukan juga padanya secara tidak langsung.
"Istri mu hamil lagi?" tuding Abdi, mereka yang tak jadi keluar, sebab Mawar yang tak sehat.
"Tidak, dia baru melepas ASI, beruntung Marsha tidak berpengaruh, kau ingat?, Mawar pasang implan dua tahun."
"Kasihan, Marvin saja sudah dua"
"Aku menunggu dari mu Man." ledek Rasya
"Doakan saja, Mawar apakah semua aman?." tanya Abdi.
Gimana mau nyusul, di pake aja belum pernah. Batin Indah.
"Aman, kan kamu tahu, setelah kamu keluar Rasya memilih Kak David sebagai sekretaris sekaligus aspirnya, meminimalisir perselingkuhan, iya kan Indah?" lirik Mawar pada Indah
Rasya tertawa sambil geleng kepala, "Bagaimana usaha mu sekarang?." mengalihkan topik agar dia tak jadi sasaran sindiran istrinya yang akhir-akhir ini semakin cerewet dan bawel.
"Semua lancar"
Keduanya beranjak, memilih mengobrol dilain tempat, sebab tak ingin para istri mendengar, dan juga terganggu oleh suara Marsha yang terus berceloteh.
Abdi menceritakan semua permasalahannya dengan Thomas, serta hubungannya dengan Thomas. Abdi juga berencana ingin menjual apartemennya untuk mengganti rugi pada Thomas agar tak sampai mengorbankan cafenya, juga hubungannya dengan Indah.
Abdi juga akan menjual rumah yang selama ini menjadi sasaran mamanya, Abdi telah memikirkan semua dengan matang, agar kelak Widuri tak mengusik hidupnya dan Indah. Ia harus konsultasikan dulu pada Rasya, sebab dia tak mungkin berjalan sendiri, dia juga butuh support dan dukungan, hanya Rasya yang dia miliki dan percaya saat ini.
"Aku setuju, sebab tuntutan Thomas tak masuk akal. Hubungi konsultan untuk menyelesaikan masalah ini, berjaga-jaga suatu saat Thomas akan bertindak diluar kendali, dan jika dia menempuh jalur hukum. Sebenarnya beberapa bulan belakangan ini, papa juga menjalin kerjasama dengan perusahaan milik Prasasti" Rasya sedikit ragu untuk menceritakan ini.
"Papa punya alasan tersendiri untuk menerima kerja sama ini, sebab lain hal dan sebagainya, jangan salah paham." lanjutnya menjelaskan.
"Aku ngerti"
Terdengar suara riuh dari luar, ternyata mama Rika datang.
__ADS_1
"Kau memanggil mama mu?" tanya Abdi pada Rasya.
"Tidak, insting orang tua, kau tahu, mama merindukan anak laki-lakinya yang satu ini" Rasya menepuk pundak Abdi, dan mengajaknya menemui mamanya.
Abdi menemui Mama Rika, wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu menangis haru, dia bangga sekaligus sedih, mendengar kabar Abdi yang telah menikah, dia bersedih sebab tak menyaksikan pernikahan Abdi yang telah dianggapnya sebagai anaknya sendiri.
"Mama yakin, Indah wanita terbaik untukmu Abdi, jaga dia, sayangi dan lindungi istrimu, apalagi orang tua Indah jauh, ingat, jangan pernah sekali-kali menyakiti hati wanita, itu akan membuat rejeki mu terhambat" Mama Rika merangkul Indah yang berdiri disebelahnya.
Indah pun tak dapat menahan air matanya, dia begitu bahagia, disayangi dan dikasihi dikeluarga sahabat suaminya, diperhatikan sedemikian rupa membuat Indah begitu terharu. Sangat terlihat keluarga ini begitu penyayang dan hangat.
Aku bangga punya kamu mas.
Indah menyeka air yang jatuh disudut matanya, apapun masa lalu Abdi, dan cobaan apapun yang akan menghantam rumah tangga mereka kelak, Indah berjanji akan menerimanya, dan selalu setia menemani Abdi.
Waktu terus berputar, hingga menjelang sore, setelah mereka mengadakan makan bersama, Indah dan Abdi akhirnya pamit, setelah mereka menjenguk Vivi disebelah rumah Mawar.
"Cepat resmikan pernikahan kalian Abdi, jangan seperti temanmu," mama Rika mengingatkan.
"Ma, ini kan Rasya lakukan demi menjaga istri ku" Rasya yang merasa disindir membela diri.
"Iya, iya, lakukan apa yang menurut mu benar" jawab Mama Rika enggan berdebat, ada saja alasan anaknya itu, membuat yang lain tertawa.
"Iya Tante, secepatnya Abdi akan meresmikan pernikahan kami."
Kepulangan mereka didramai oleh tangisan Marsha yang tidak ingin berpisah dari Indah, anak itu cepat akrab dengan Indah, sebab Indah memiliki sifat penyayang dan menyenangkan.
...****...
"Kita mau kemana lagi mas?." tanya Indah, saat dia merasa bukan arah menuju pulang.
Abdi menoleh sejenak "Kesuatu tempat." ujarnya, kemudian kembali fokus pada jalanan.
Indah mengerucutkan bibirnya. "Mas itu dulu seperti apa sih, suka tidur sama banyak perempuan?." tanyanya dengan nada sedikit kesal
Abdi terkejut dengan pertanyaan Indah, dia meneguk ludahnya susah payah, bingung harus menjawab pertanyaan Indah seperti apa?.
.
.
.
.
__ADS_1
*Hai happy valentine day's, ❤️❤️❤️ kalian dapat hadiah apa nih dari pasangan?
kalo aku dapat uang belanja dari suami 🤭😂😂*