Takdir Cinta Indah

Takdir Cinta Indah
Perang Doa


__ADS_3

Tak ada usaha yang sia-sia, semua usaha pasti akan membuahkan hasilnya.


Itulah yang saat ini dirasakan Abdi, pernah menjalani hidup yang kelam, tersesat dijalan yang salah, tersungkur dalam jurang kesakitan. Sakit mana yang belum pernah ia rasakan?, ditinggal orang tua?, ditolak cintanya karena masa lalunya? karena masa lalu keluarganya?, setelah menemukan wanita yang cocok, wanita itu malah saudara tirinya, lengkap sudah semua derita ia rasakan.


Dia menjadi kuat seperti sekarang ini, karena masa lalu yang membentuknya, semua ada masanya, semua telah ia lewati, saatnya kini ia bangkit, melupakan semua kesalahannya, dan memperbaiki diri untuk jadi yang lebih baik lagi. Banyaknya ucapan selamat dan kiriman karangan bunga saat pembukaan gerai lele 24 jam miliknya, sebagai bukti, bahwa ia tak sendiri, masih banyak yang menyayanginya, banyak yang mendukungnya, pengalamannya dalam menjalankan bisnis milik sahabatnya, tak membuatnya kesulitan membangun usaha barunya. Beruntung ia bisa mengenal keluarga Rasya.


Ahh, jika ingat keluarga itu, ia selalu rindu sahabatnya, seharusnya mereka bisa bertemu setiap hari, bertengkar, bercengkrama, berdebat masalah pekerjaan, dan_ apalagi ini jam makan siang, mereka selalu makan bersama. Abdi tersenyum getir, hatinya kembali kosong saat mengingat Rasya, jiwa Hello Kitty nya kembali muncul.


Abdi terus mengendarai kendaraannya dengan ditemani lagu Ello, Masih ada, ia akan menuju cafe pertamanya, cafe impian sahabatnya dulu, tapi kini telah menjadi miliknya, untuk mengecek laporan keuangan yang sudah hampir satu bulan belum ini belum sempat ia lihat, karena kesibukannya dalam membuka gerai lele barunya.


Dari jauh ia menangkap sosok gadis yang seperti dikenalnya, gadis itu sedang menendang-nendang ban motornya yang terparkir dipinggir trotoar, dan masih mengenakan helm berwarna kuning dengan gambar kartun kesayangannya, memakai seragam dinasnya, entahlah, Abdi tak mau ambil pusing, apa profesi gadis itu.


Mobil Abdi semakin mendekat kearah gadis itu, benar, dia gadis aneh yang pernah Abdi kenal, Abdi sampai memajukan duduknya agar bisa melihat dengan jelas, ada rasa senang melihat gadis itu dalam kesusahan, Abdi sampai tertawa sendiri, tak ada niatan Abdi untuk sekedar bertanya, apalagi untuk menolongnya , enggan, dia tak mau berurusan dengan gadis itu lagi, yang ada membuat kepalanya sakit, dan harinya akan sial.


Abdi biarkan mobilnya melewati tempat gadis itu berdiri, tapi matanya tetap melihat lewat kaca spion kananya, tanpa Abdi sadari dia memperlambat laju kendaraannya, setelah melewati sekitar 200 meter Abdi justru menghentikan mobilnya, ada rasa kasihan tiba-tiba muncul dalam dirinya, jiwa baiknya menuntunnya tetap memperhatikan gadis itu dari jauh.


Ada rasa kesal pada dirinya sendiri, saat ia tak tega membiarkan gadis itu berdiri dibawah teriknya matahari, apalagi lokasi ini sepertinya jauh dari bengkel yang dapat dituju, dengan berat hati Abdi turun dari mobilnya dan menghampiri gadis itu.


"Ehem ehem" dehemnya pada Indah yang tak menyadari kedatangannya.


Indah yang sedang menunduk memperhatikan motornya seketika menoleh, matanya melotot tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang, membuat Abdi membuang muka, dia sudah menduga reaksi Indah akan seperti ini.


"Motornya kenapa?" tanya Abdi, mengabaikan ekspresi terkejut Indah, ia menelisik ban motor Indah yang sepertinya baik-baik saja


Indah melepaskan helm yang melindungi kepalanya, terdapat jejak helm disisi wajahnya yang sedikit berkeringat.


"Nggak tau ini mas, tiba-tiba aja mogok, mungkin dia lelah" Indah mengelap keringat di dahinya dengan bahu.


Abdi menarik nafasnya panjang, ia semakin kasihan melihat Indah yang nampaknya kelelahan. Ia melihat kiri kanan jalan, lalu melihat jam tangannya


"Motor aja males ditumpangi kamu, cewek aneh" ucap Abdi mendekati motor Indah, coba mencari tahu apa yang terjadi pada motor gadis itu.


"Indah aneh-aneh ngangenin loh mas" ucapan gombal itu selalu meluncur tanpa malu


"Yang kangen juga pasti orangnya aneh"


"Berarti Mas aneh"

__ADS_1


"Untungnya itu bukan saya" Abdi menangkap hal yang janggal.


"Ini emang indikator bensinnya nggak nyala?" Abdi menoleh kearah Indah seraya mengetuk pengukur bensin yang tepat diujung huruf F.


Indah mendekat untuk melihat, dan_ langsung menepuk jidatnya saat menyadari keteledorannya


"Ya Ampun, ternyata ini perkaranya" Indah tak dapat menutupi rasa malunya, walau kulitnya tak begitu putih, tapi rona merah itu nampak jelas


"Ck, emang dasarnya aneh tetep aneh" Abdi berkacak pinggang menatap gadis yang mesem-mesem atas kesalahannya.


"Padahal Indah rajin isi bensin loh, eh tapi kapan ya terakhir isi bensin?" tanyanya sendiri setelah mengingat kapan terakhir ia memberi makan pada kendaraannya itu. "Inituh pasti gara-gara Indah belakangan sibuk mikirin mas ganteng, makanya sampai lupa isi bensin"


"Jangan bawa-bawa orang kalo teledor" ucap Abdi kesal "Tunggu disini, aku cari pom terdekat" perintahnya tanpa mau dibantah, tanpa melihat Indah yang mengangguk patuh. Indah terheran-heran, padahal dia tak ada berucap minta tolong, tapi Abdi punya inisiatif sendiri,


"Terima kasih ya Allah, engkau telah mengirimkan malaikat penolong yang ganteng, apa ini yang dinamakan jodoh mas? mas, semoga kamu jodoh aku mas, kamu laki-laki idaman" doa Indah senang, seraya menengadahkan tangannya, ia melihat Abdi yang telah masuk kemobilnya.


Abdi pun melajukan mobilya, mencari pom terdekat melalui bantuan aplikasi maps. Butuh waktu agak lama, untuk Abdi mencari keberadaan pom terdekat, hingga lebih lima belas menit, ia baru kembali.


Abdi turun dari mobil seraya membawa botol bekas air mineral berukuran besar berisi bensin, Indah terpana melihat cara Abdi berjalan, benar-benar gagah, pujinya.


"Nggak usah banyak omong, cewek nggak bagus merayu cowok"


"Nggak pa-pa kali mas, itu namanya usaha" jawab Indah seraya membuka tutup tangki motor miliknya.


"Usaha yang sia-sia" Abdi menuangkan dengan hati-hati bensin tersebut.


"Didunia ini nggak ada yang sia-sia kali mas, mas percaya nggak, mas itu kayak ditakdirkan untuk Indah, nyatanya pertemuan pertama kita karena mas nolong Ibu, sekarang mas nolong anaknya" cerocos Indah, dia menutup mulutnya menahan tawa.


Abdi selalu kalah telak, biasanya dia tak pernah kalah jika berdebat dengan siapapun, tapi kali ini, dia seperti menemukan lawannya.


"Aku berdoa, biar nggak bisa ketemu Lo lagi"


"Dan aku berdoa mas, biar kita selalu bertemu disaat yang tak terduga kayak gini, romantis" seloroh Indah.


Abdi hanya geleng-geleng kepala "Gara-gara Lo gue telat" ucap Abdi, ia pergi meninggalkan Indah tanpa sepatah kata pun.


"Eh mas, makasih loh" teriak Indah dan untungnya masih didengar Abdi, tapi Abdi tak menoleh lagi. Ia begitu terburu-buru.

__ADS_1


"Ihh padahal Indah belum bilang makasih buat yang kemarin, ahh gpp deh, berarti Allah bakal mempertemukan kami lagi, aamiin" gumam Indah cekikikan, ia lalu memakai helmnya kembali dan menstarter motornya, membelah jalanan yang cukup ramai.


Dirumahnya, Selly dan Mamanya sedang bersantai diruang tamu seraya memakan camilan ditoples, kedua Ibu dan anak itu sedang menonton acara gosip pada channel kesukaan mereka, Selly masih cuti, karena merasa masih kurang enak badan


"Ma, masa kemarin si Indah bilang, kalau owner gerai lele yang baru buka itu calon suaminya, nih fotonya, katanya Mama pernah lihat dia?" Selly memperlihatkan potret seorang laki-laki tampan yang sedang viral karena terobosan terbarunya, berani tampil beda menyajikan makanan tradisional Indonesia dengan secara moderen.


Disa pun mendekatkan tubuhnya, melihat potret yang ditunjukkan anaknya, wanita itu nampak berpikir, "Ia, Mama pernah ketemu dia, sekitar tiga hari yang lalu, cowok itu lagi dirumah Indah, katanya calon suaminya"


"Mama percaya?" gadis itu menatap wajah ibunya mencari jawaban,


"Tapi cowoknya diem aja, berarti iya"


"Tapi kok jarang dateng ya Ma?"


Disa hanya mengendikkan bahunya


"Selly curiga, cuma cowok boongan" ucap Selly, ia kembali memasukkan lagi camilan kedalam mulutnya.


"Kok kamu bilang gitu?"


"Kali aja Ma"


"Iya juga sih, mana ada cowok ganteng dan mapan kayak dia mau sama cewek kurang perawatan kayak gitu, pasti dia milihnya cewek yang berkelas"


"Kita liat aja Ma, kalo minggu besok cowok itu nggak ada dateng juga, kita jebak si dekil itu"


"Ide bagus" Mereka bertos ria, tapi tak lama Selly berlari kekamar mandi karena kembali merasa mual.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2