Takdir Cinta Indah

Takdir Cinta Indah
TCI 56


__ADS_3

Thomas membawa Indah kerumah sakit menggunakan mobilnya. Dia mengendarai mobilnya sendiri, sedang kedua pengawalnya ia suruh untuk membereskan kekacauan diapartemenya, dan sebisa mungkin agar kejadian tadi tak terendus siapa pun. Namun tak ada sesuatu yang sempurna, tak Thomas ketahui, ternyata Anggun dan Chio melihat Indah saat masuk ke apartemen itu.


Kebetulan Anggun dan Chio baru selesai bertemu seorang artis ternama yang juga tinggal diapartemen yang sama dengan Thomas. Anggun dan Chio memutuskan menunggu Indah didepan pintu masuk. Lama mereka menuggu namun Indah tak kunjung keluar.


Anggun resah, dia tahu jika Thomas memiliki rasa dengan Indah, takut terjadi sesuatu, Anggun meminta Chio menyusul ke lantai dimana unit milik Thomas, sedang dia menunggu di pintu masuk, Anggun mengantisipasi hal yang terjadi di luar dugaan, dia mengenal Thomas, takut Thomas melakukan hal-hal buruk pada Indah.


Benar dugaan Anggun, mobil Thomas keluar, dia melihat saat mobil Thomas keluar dari secure parking. Anggun berlari, dia memutuskan naik ojek yang mangkal disekitar apartemen itu, mengikuti mobil Thomas.


Anggun terus memperhatikan mobil Thomas dari jauh, takut jika dia kehilangan jejak. Anggun berhenti saat mobil Thomas masuk ke rumah sakit ternama. Anggun melihat Thomas keluar, lalu Thomas membuka pintu penumpang, dia membopong tubuh seseorang yang Anggun tak jelas wajahnya, tapi Anggun tahu pakaian yang dipakai wanita itu sama dengan pakaian yang dipakai Indah tadi.


Kedatangan Thomas tentu saja langsung disambut oleh para pegawai rumah sakit, dan Thomas menjadi prioritas mengingat Thomas memiliki saham juga disini.


Setelah membayar ongkos ojek tadi, Anggun terus mengikuti langkah Thomas yang mendorong brangkar dimana Indah terbaring dengan tubuh penuh luka.


Indah dibawa masuk lift untuk mendapat perawatan diruang khusus. Langkah Anggun ditahan oleh orang yang merupakan suruhan Thomas. Anggun tak tinggal diam, dia berteriak memanggil Thomas, agar Thomas tahu, jika dia telah melihat Indah.


"THOMAS, THOMAS, GUE TAHU LO BAWA INDAH." Teriak Anggun dengan keras.


Teriakan Anggun yang cukup keras, mengundang orang-orang disana melihat kearahnya, dan Anggun yang diseret keluar oleh pengawal Thomas menjadi pusat perhatian. Thomas. Mendengar namanya dipanggil, lalu Thomas menoleh kearah suara Anggun, tak lama pintu lift tertutup, hingga memutuskan pandangan keduanya.


Anggun langsung menghubungi Chio, setelah itu dia mengabari Abdi juga, beruntung, walau mereka tak memiliki hubungan lagi, namun Abdi tak mengganti nomor ponselnya.


Anggun masih berdiri didepan rumah sakit itu, menunggu kedatangan Abdi dan Chio. Setelah tiga puluh menit menunggu, akhirnya kedua laki-laki itu datang secara bersamaan.


"Nggun apa yang terjadi?" tanya Abdi.


"Aku nggak tau pasti, tapi yang aku liat, Indah dibawa kesini dalam keadaan banyak luka"


"Apa? luka?." Abdi benar-benar terkesiap, bagaimana bisa Indah bisa sampai ke apartemen Thomas, padahal dia kan sedang sakit.


"Tapi kita nggak bisa masuk Di, Thomas membawa banyak penjagaan, dan setau aku, ini rumah sakit milik keluarga Thomas."


Rahang Abdi mengeras, pasti sesuatu telah terjadi, dan Thomas ingin menutupinya. Jaman sekarang tak ada yang tidak mungkin, Abdi meminta Anggun membuat keributan, dan mengancam akan menyebarkan video, jika rumah sakit ini menyembunyikan pasien yang berstatus istri orang.


Benar, Anggun membuat kekacauan, dia mengirim video itu pada Thomas, dan mengancam Thomas.


Sedang Abdi masuk menyelinap lewat tangga darurat. Dia tak tahu Indah dirawat diruang berapa dan lantai berapa?, namun dia menggunakan instingnya sebagai seorang suami, insting seorang pasangan yang memiliki cinta yang tulus, pasti memiliki ikatan yang kuat.


Dengan langkah perlahan Abdi sampai dilantai tiga rumah sakit ini. Dia harus berhati-hati, agar langkahnya tak didengar siapapun. Abdi membuka pintu tangga darurat itu, dan mengintip situasi disana.


Terlihat Thomas yang sedang berbicara dengan seorang dokter wanita.

__ADS_1


"Pak Thomas, ada sesuatu yang terjadi, pasien yang anda bawa ternyata sedang dalam keadaan mengandung." jelas dokter wanita yang berusia sekitar setengah abad itu.


Dada Abdi berdetak tak karuan mendengar ucapan dokter tersebut, dia mengepalkan tangannya menahan amarah, dia harus bisa menahan diri, sebab ingin dengar penjelasan dokter selanjutnya. Jika yang dimaksud Indah, berarti Indah sedang mengandung anaknya.


"Dia istri saya, apa yang terjadi padanya?" Aku Thomas.


Abdi rasanya ingin meledak-ledak mendengar Thomas mengakui jika Indah istrinya..


Dokter itu terkejut mendengar pengakuan Thomas, setahu dia Thomas belum menikah.


"Istri bapak, keadaannya sangat memprihatinkan, benturan keras pada perutnya, membuatnya kehilangan bayi yang baru berusia tiga minggu tersebut, dan ... kita harus segera mengambil tindakan operasi."


Thomas begitu terkejut, dia tak menyangka Indah sedang hamil, dan tak menyangka Indah akan berbuat nekat seperti itu.


Benturan keras? Bayinya tidak selamat?, mendengar itu Abdi begitu marah, dia tak bisa menahan diri lagi. Abdi mendorong pintu keras, dia lalu berjalan menghampiri Thomas, dan langsung memberikan hadiah pukulan keras pada wajah Thomas. Abdi begitu membabi-buta, dia tak menghiraukan teriakan histeris dokter serta perawat yang berada disana. Sedang pengawal Thomas yang menjaga di pintu lift, langsung berlari menghampiri Thomas saat menyadari bosnya sedang dipukuli.


"Apa yang lo lakuin sama istri gue huh?" lagi, Abdi memukul wajah Thomas.


Thomas yang merasa panik dan tak siap, kalah dengan tenaga Abdi yang sedang dikuasai amarah. Thomas tersungkur, hingga dia terjatuh, dan Abdi yang berada diatasnya memukul wajahnya, hingga sisi bibirnya mengeluarkan cairan merah segar.


Tangan Abdi yang kembali mengayun ingin memukul Thomas lagi, tertahan oleh anak buah Thomas. Dan Abdi balik dipukuli kedua anak buah Thomas.


Abdi hampir babak belur, jika saja Thomas tidak menghentikan anak buahnya.


Abdi melepaskan tangan anak buah Thomas yang memegangi bahunya.


"Apa yang lo lakuin sama Indah? sampai dia seperti itu?." Abdi menarik kerah baju Thomas.


Lagi-lagi anak buah Thomas ingin membantu, tapi Thomas mengangkat tangannya, menahan agar mereka tak ikut campur.


"Gue nggak ngelakui apa-apa, dia datang sendiri keapartemen gue, dia bosan punya suami miskin kayak lo."


Thomas tersenyum mengejek, kembali memancing amarah Abdi, dia


"Kurang ajar, nggak mungkin Indah datang ketempat lo kalau bukan karena lo bikin ulah, dari awal gue udah menduga, kalo lo mau ngerebut Indah."


"Memang seharusnya Indah jadi milik gue, lo itu sama kayak nyokap lo, tukang rebut milik orang." ucap Thomas penuh penekanan.


"Siapa yang merebut siapa?" teriak Abdi didepan wajah Thomas.


"Hahahaha, lo nggak tahu asal-usul nyokap lo, dia cuma wanita malam yang dipungut sama bokap gue, dan menjadi simpanan bokap gue, dia merebut papa dari mama."

__ADS_1


Dada Abdi semakin panas mendengar ucapan Thomas, dia hendak memukul lagi wajah Thomas, namun suara teriakan dokter menghentikannya.


"Stop, tolong Pak, jangan membuat keributan disini, mengganggu ketenangan pasien yang lainnya, pasien bernama Indah juga harus segera mendapatkan operasi, sebab banyak hal yang harus saya beritahukan, jadi siapa disini yang bertanggung jawab?" Tanya dokter wanita itu.


"Saya"


"Saya"


Sahut Abdi dan Thomas bersamaan.


"Jadi siapa yang sebenarnya yang akan bertanggung jawab?" tanya dokter lagi memastikan, dia memandang Abdi dan Thomas bergantian.


"Saya Dok, saya suami sahnya, bukan dia, dia hanya mengaku-ngaku saja." sela Abdi cepat.


Bahu dokter itu melemas, dia bingung, tadi Thomas yang mengaku sebagai suaminya, sekarang Abdi.


"Terserah, siapapun ikut keruangan saya, ada yang ingin saya jelaskan." ucap dokter itu.


Dokter tersebut berbalik menuju ruangannya yang juga berada dilantai tersebut. Diikuti Abdi dan Thomas.


Diruangan dokter.


Dokter yang menangani Indah duduk di kursi kebesarannya, dihadapannya sudah ada Abdi dan Thomas yang duduk berdampingan. Dokter kembali melihat wajah berantakan mereka satu-satu.


Sebelum menjelaskan, dokter menghela nafasnya, berat dia akan mengatakan ini.


Sedang Abdi dan Thomas saat ini memilih diam dan akur, mereka menunggu penjelasan dokter.


"Maaf Pak, saya harus mengatakan ini, dari hasil pemeriksaan saya, nona Indah mengalami keguguran akibat benturan keras pada perutnya." Dokter itu terdiam sejenak "Bukan hanya itu, sebenarnya pasien juga mengalami tumor rahim, yang menyebabkan kondisi rahimnya kurang baik, sehingga kita harus melakukan tindakan operasi pengangkatan rahim." jelas dokter selanjutnya.


Abdi bagai tersambar petir mendengar penjelasan dokter. Tubuhnya melemas, aliran darahnya seakan berhenti mengalir, seluruh syaraf-syaraf tubuhnya tak berfungsi dengan baik, sehingga tak bisa menopang berat tubuhnya.


.


.


.


.


*Gaes, aku nggak tahu apa yang menyebabkan cerita ku review-nya lama, katanya banyak kata-kata yang kurang baik, atau kata"vulgar di bab 54&55 Aku sedih sebenarnya sekaligus trauma. Semoga kedepannya aku bisa belajar ngetik yg lebih baik.

__ADS_1


Selamat hiling-hiling ria buat yang hiling-hiling, tetap jaga prokes dimanapun berada. jaga kesehatan ❤️❤️❤️*


__ADS_2