Takdir Cinta Indah

Takdir Cinta Indah
TCI 32


__ADS_3

Anggun dan Indah memang janjian ingin bertemu di restoran di mall PGC, sudah lama mereka tidak we time berdua, sengaja mereka janjian di tempat ini, karena sekalian Indah ingin membeli beberapa keperluan pribadi miliknya.


Anggun yang sengaja datang lebih awal, tak menyangka jika akan bertemu dengan Thomas, awalnya Anggun mengabaikan kedatangan Thomas, namun kata-kata Thomas yang mengatakan Indah memiliki suami membuat Anggun terkejut, mana mungkin Anggun percaya dengan mulut Thomas, laki-laki yang memiliki banyak tipu daya itu.


"Lo kalo mau ngedongeng mending jangan disini Pak Thomas yang ganteng, noh di paud, pasti anak-anak bakal percaya sama dongengan Lo"


Sengaja Anggun menekankan kata-kata ganteng, bukan memuji, tapi lebih ke mengejek.


Thomas tertawa mendengar ucapan Anggun "Gue pikir cuma gue yang bakal merasakan sakit hati, eh, no, gue sih bakal ngedapetin apa yang gue mau, nggak lama lagi, karena gue punya banyak kekuasaan, tapi lo Anggun, lo_ gue akui lo cantik, menarik, lo seksi, tapi nyatanya lo nggak bisa bikin pacar lo buat mempertahankan hubungan kalian."


Anggun menyeringai, perkataan Thomas memang tidak bisa dipercaya, tadi bilang Indah sudah menikah, sekarang dia bilang akan mendapatkan Indah,


"Ini efek lo nggak bisa dapetin Indah apa gimana sih?, omongan lo ngelantur, berobat sonoh, percuma punya duit banyak, tapi otaknya geser, kalo nggak beli otak yang bagusan"


Hahaha tak menanggapi ucapan sinis Anggun, Thomas malah mentertawakannya "Gue kemarin ketemu sama Surya, dia mau beliin nyokap lo mobil keluaran terbaru di showroom gue, tiga digit, wuih duit bokap lo banyak juga ya."


Thomas semakin memancing dan memanas-manasi Anggun.


Ada sedikit keterkejutan dimata Anggun mendengarnya, tapi ia sembunyikan, tak mungkin Anggun menunjukkannya didepan Thomas, bisa makin besar kepala nanti, dan Anggun bersikap cuek terhadap Thomas, tak menanggapi sedikitpun ocehan laki-laki tampan itu.


"Lo pernah tahu nggak sih? tuh istri Surya punya anak atau nggak? dan asal usul dia dari mana?." Thomas memiringkan kepalanya, agar bisa melihat wajah Anggun yang sejak tadi tak sedikitpun melihatnya.


Anggun kini beralih menatap Thomas yang sejak tadi seperti orang yang sedang bergosip, dan Anggun nampak tertarik dengan gosip yang Thomas bawa, dan dia membenarkan ucapan Thomas.


"Nggak penting." walau dalam hatinya berkata, nanti dia akan melakukan itu.


"Yakin?."

__ADS_1


"ANGGUUUUUNN."


Suara cempreng Indah membuat obrolan kedua orang tersebut terputus, dan langsung menoleh kearahnya, Indah tersenyum bahagia dapat bertemu lagi dengan sahabatnya ini, biasanya mereka akan bertemu setiap hari, tapi kini, semenjak Anggun patah hati, dan dia yang kini tinggal diapartemen Abdi membuat mereka lama tak bertemu. Namun senyuman itu memudar setelah Indah melihat keberadaan Thomas.


"Eh kereta Thomas, ngapain lo disini, tar bini lo nyariin lagi." Dengus Indah, Indah menarik kursi disebelah Anggun, dan langsung mendudukkan pantatnya, tanpa memperdulikan tatapan Thomas padanya.


Thomas selalu terpana dengan tampilan Indah, padahal Indah nggak dandan, masih pake seragam wajibnya juga, ya emang dasar aja, orang kalo emang suka, mau dia pake baju compang-camping pun tetep keliatan cantik dimatanya.


"Nggun udah lama?"


"Belum"


"Lo sendiri? nggak sama laki lo yang kemaren?." Pertanyaan to the point Thomas membuat Indah terkejut dan mendapat lirikan dari Anggun yang meminta penjelasan atas ucapan Thomas.


Yang dilirik nyengir bagai tak berdosa "Nggun, bisa nggak lirikan lo dikondisikan, kuntil anak aja ampe insecure loh sama lirikan maut lo" kembali nyengir menunjukkan deretan giginya yang rapi.


Indah menatap tajam Thomas yang sejak tadi juga memperhatikannya, dasar Indah nggak peka, ditatap begitu lembut, nggak nyadar, kalo Thomas ada rasa. Indah menarik nafas panjang, lalu membuangnya pelan, lalu miring, sama menghadap Anggun.


"Nggun, sorry gue emang udah nikah" nyengir lagi sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengah, menyadari jika temanya ingin protes "Peace, lo jangan marah dulu, gue waktu itu mau kasih tau lo, tapi gue rasa waktunya belum tepat, karena lo lagi banyak masalah kan?" Indah menjeda ceritanya, melipat bibirnya menjadi segaris "Ceritanya panjang Nggun kenapa gue bisa nikah dadakan, semua karena camernya dia noh, yang ngejebak gue" Indah menuding Thomas dengan matanya.


Thomas menyentak nafas kasar, iya, ini semua juga karena kesalahannya.


"Lo jangan marah ya, nanti gue kenalin dia ke lo"


Indah tersenyum lebar mengingat kini Abdi begitu perhatian dan romantis padanya, jarang sekali menurut Indah, laki-laki yang menikah karena terpaksa mau membuat pernikahan mereka, menjadi pernikahan yang hanya sekali seumur hidup.


"Lo kenapa jadi senyum-senyum sendiri" tepak Anggun kaki Indah "Mikirin jorok ama laki lo ya?"

__ADS_1


"Anggun, gue masih ting-ting kali" Tanpa mereka sadari, jika mendengar itu membuat seorang Thomas tersenyum bahagia.


Walau kehadiran Thomas tak diharapkan diantara mereka, tetap saja Thomas ikut makan bersama dua sejoli itu. Thomas mentraktir bahkan membayar semua belanjaan Indah.


"Gue nggak mau, lagian ngapain sih lo? ngikutin cewek belanja" Indah memberikan kartu milik Thomas ke dadanya. "Gue punya laki, dan laki gue kaya, masih bisa bayarin belanjaan gue" lanjut Indah, yang tak ingin jadi kesalah pahaman antara dia dan Selly, dia sudah beruntung tak tinggal berdekatan lagi dengan Selly.


"Duit laki lo ditabung, sebelum laki lo bangkrut"


Bukan Indah namanya jika dia sampai kalah, Indah menendang tulang kering kaki Thomas, sampai Thomas mengaduh. Dan Indah membayar belanjaan pribadinya dengan menggunakan kartu yang diberikan Abdi. Anggun dan Indah meninggalkan Thomas sendiri yang masih kesakitan.


"Nggun itu laki gue, yuk sekalian gue kenalin" tangan Indah menggandeng tangan Anggun, membawanya ke arah mobil Fortuner berwarna hitam yang terparkir tak jauh dari pintu keluar.


Anggun terus melihat mobil yang ditunjuk Indah, dia seperti mengenal mobil itu, sangat familiar menurut Anggun, hingga pintu mobil itu terbuka, dan menampilkan seorang laki-laki tampan dengan tampilan rapinya, menggunakan kemeja soft biru yang dipilihkan oleh Indah pagi tadi.


.


.


.


.


.


.


*Maaf ya baru nongol, aku sibuk promoin biar bisa masuk kontrak, karena view cerita ini sedikit, aku sedih sebenarnya, tapi harus tetap semangat....

__ADS_1


Love you yang masih setia, tanpa kalian apalah aku ini❤️❤️😍😘*


__ADS_2