
"Es teri, dihadapan semua orang, aku akan mengatakan, jika aku tidak akan menikahi Naima atau wanita manapun, aku hanya mencintaimu, wanita yang menerima semua kekurangan ku dan masa lalu ku."
Indah terbelalak mendengar ucapan Abdi, dia harap ini bukan mimpi, namun saat Abdi menariknya dalam pelukannya, Indah sadar, jika ini nyata, bukan mimpi.
Tolong, jika ini mimpi, jangan bangunkan aku.
Abdi melepaskan pelukannya, menempelkan keningnya pada kening Indah "Aku mencintaimu es teri, aku tak akan menikah dengan wanita lain." Lalu Abdi mengecup bibir Indah.
Naima, ayahnya, Prasasti dan Kartika nampak terkejut dengan perlakuan Abdi terhadap Indah didepan umum seperti ini, namun mereka masih belum mengetahui apa yang Abdi ucapkan, mereka pikir ini adalah cara Abdi meminta izin pada istrinya, hingga Abdi mengajak Indah berdiri, dan mengajaknya ke tengah-tengah para tamu. Dan mereka mengira Indah akan mengatakan sepatah dua kata sebagai ucapan dia merestui pernikahan kedua suaminya, dan menyadari ketidak sempurnaanya, namun mereka salah.
"Untuk semua yang hadir disini, aku katakan, bahwa aku tidak akan pernah menikah dengan wanita manapun, aku akan selalu bersama istriku walau dia bukan wanita sempurna" Abdi tersenyum pada Indah yang diam dengan mata sudah berkaca-kaca, Abdi mengeratkan genggaman tangannya, menunjukkan betapa dia sangat menyayangi istrinya ini
Sontak saja ucapan Abdi membuat Naima dan pendukungnya berdiri, tak percaya dengan yang Abdi ucapkan.
"Apa maksud mu Abdi?." Ayah Naima bertanya dengan nada tinggi.
"Tidak ada" jawab Abdi santai.
"Lalu apa ini? apa kamu memang berniat mempermalukan kami? kau tahu resikonya bukan?, aku akan membuatmu jatuh miskin jika kamu melakukan ini." berang ayah Naima.
"Aku hanya akan membuktikan pada orang yang telah menghinaku beberapa tahun lalu, jika dia tidak akan menerima ku menjadi bagian dari keluarganya karena masa laluku." tatap tajam Abdi wajah ayah Naima
"Begitu juga dengan saya_ Pak, saya tidak akan menerima orang yang memiliki masa lalu buruk juga dalam hidup saya. Dan saya akan membuktikan pada orang tersebut, jika saya tidak akan mewarisi keluarga broken home yang anda ucapkan dulu. Saya hanya numpang lahir lewat mereka, dan tidak mewarisi sifat mereka yang doyan kawin. Aku akan membuktikan jika aku hanya setia pada satu wanita." Abdi beralih menatap Prasasti, dia seolah meluapkan semua yang ia pendam selama ini. (ini ada di part dua ya).
Mawar, Rasya, Chio, Anggun, Masnah dan sekarang Surya ayah Anggun yang juga ikut hadir, mereka begitu terharu, Abdi benar-benar membuktikan kesetiaan cintanya pada Indah.
"Tapi kenapa waktu itu kamu mengatakan mau menikah dengan ku?" tanya Naima dengan nafas yang memburu, menahan emosi.
"Dan aku sudah menolak itu berkali-kali saat ayahmu memintanya" jawab Abdi "Lagipula, aku memang ingin sedikit bermain-main dengan orang yang berusaha memisahkan kami melalui istri ku, dan memanfaatkan kelemahannya." Abdi melihat Indah disebelahnya, lalu beralih menatap Naima dan spesies ulatnya satu persatu dengan tegas.
"Jangan kalian pikir dia tidak bisa memberikan keturunan pada ku lantas kalian bisa memisahkan kami dengan mudah." ucapnya lagi, Abdi menggeleng "Bukan dia yang tidak sempurna, tapi justru kalian yang tidak sempurna." Abdi mengarahkan telunjuknya pada mereka satu-satu.
"Orang yang tidak memiliki keturunan yang sebenarnya adalah orang-orang yang memiliki anak namun tidak bisa memberikan manfaat dalam hidup mereka."
Sungguh ucapan Abdi begitu menohok untuk Prasasti, dia merasa tertampar keras, dan Kartika yang berdiri disebelahnya hanya meneteskan air mata haru. Andai Thomas dan suaminya seperti Abdi. Kartika menyeka air matanya yang menetes.
"Abdi kau_" ayah Naima tak dapat melanjutkan lagi kata-katanya. Dia memegangi dadanya dengan wajah merah menahan sakit dan marah.
"Papa." Naima langsung saja memegangi ayahnya yang sudah limbung. Dan tak lama ayah Naima jatuh tak sadarkan diri. Beberapa orang membantu ayah Naima dan segera membawanya kerumah sakit.
Setelah dijelaskan, pak penghulu dan perangkat desa mengerti apa yang terjadi saat ini, mereka pun pamit undur diri setelah Abdi meminta maaf.
__ADS_1
Namun ada orang yang tidak bertanggung jawab memvideokan kejadian ini dan mengirimnya dilaman sosial media membuat berita ini menjadi viral. Untuk sesaat semua netizen negeri wakanda memuji sikap tegas dan gentleman Abdi, namun sayangnya, berakibat buruk untuk orang disekitarnya beberapa puluh tahun ke depan. (Baik jangan dipikirkan sekarang, karena cerita itu masih lama) hihihi.
* * *
Indah sungguh belum percaya dengan kejadian hari ini, dia kini duduk diam ditepi ranjang bersama suaminya yang menggenggam tangannya. Abdi sengaja membawa Indah langsung menuju kamarnya, dia tahu istrinya itu pasti syock dengan semua yang dia lakukan.
Tangan Indah terangkat mengelus pipi Abdi "Mas, ini kamu? kamu bener nggak jadi nikah mas?."
Abdi tertawa kecil melihat tingkah Indah dia lalu mengambil tangan Indah yang mengelus pipinya, dikecupnya punggung tangan itu mesra "Kamu bener aku maunya nikah? ikhlas? sanggup dan kuat?." tanya Abdi dengan kekehan.
"Mas" Indah memukul bahu Abdi "Nggak mau, aku nggak bisa mas." Cepat Indah menggeleng.
Abdi tertawa tangannya terangkat mengusap pipi Indah dengan ibu jarinya "Makanya jangan sok-sokan mau dimadu, nyariin aku jodoh segala."
"Aku cuma berusaha buat kamu bahagia mas, aku nggak mau membuat kamu menjadi laki-laki paling sedih didunia ini. Kamu anak tunggal, aku kadang hanya berpikir suatu saat kamu pasti membutuhkan anak yang bisa menemani kamu dihari tua nanti, dan mewarisi semua bisnis kamu."
"Nyatanya, aku nggak butuh itu kan? aku cuma butuh kamu, dan aku sudah membuktikan kalau aku hanya mencintai kamu es teri." Ditatapnya mata Indah dalam-dalam "Aku sudah pernah merasakan sakit yang teramat, ditinggalkan orang-orang yang aku sayang, jadi aku nggak mau itu terjadi sama kamu, cukup aku yang merasakan."
Indah sudah tak bisa menahan diri lagi, dia langsung memeluk Abdi, meluapkan rasa bahagianya. "Aku harap kamu nggak berubah mas, tetap seperti ini sampai maut memisahkan kita."
Abdi mengangguk membelai rambut Indah "Iya, aku janji, dan aku harap kamu selalu percaya sama aku, ingatkan aku hari ini jika aku lupa."
"Lalu bisnis kamu mas?" Indah mengangkat wajahnya untuk melihat wajah suaminya yang kini menunduk juga menatapnya.
Indah tak lagi berkata-kata, dia mengeratkan pelukannya.
"Kita turun yuk, semua pasti udah nungguin kita." Abdi melepaskan pelukannya.
"Jadi semua udah tau rencana kamu mas?" Abdi mengangguk "Ih kamu jahat."
"Jahat dari mananya kalo buat kamu sebahagia ini?" Abdi terkekeh "Lagi pula aku takut disunat dua kali, Mawar sama Anggun serem ngancemnya kalo aku sampe mengkhianati kamu."
Indah menghapus sudut matanya "Aku jadi malu mas."
Abdi tertawa, dia berdiri mengulurkan tangannya "Yuk." dan dengan senang hati Indah menyambut uluran tangan Abdi.
* * *
Indah lagi-lagi dibuat tercengang saat sudah sampai dilantai bawah. Rumahnya yang tadi dihias untuk acara pernikahan kini telah disulap menjadi acara perayaan anniversary pernikahan mereka yang ke satu tahun. Indah menangis haru, pantas saja ibunya dan Anggun tak merasa sedih saat mengetahui Abdi akan menikah lagi dan tak ada menghiburnya sedikitpun. Ternyata mereka memang sudah bersekongkol untuk mengerjainya.
"Surprise."
__ADS_1
Indah disambut dengan sebuah kue besar bergambar spongebob, patrick, squidward, dan tuan crab kartun kesukaan Indah, kue itu disusun menjadi tiga tingkat.
Anggun maju pertama kali untuk mengucapkan selamat padanya, mereka saling menempelkan pipi kiri dan kanan bergantian.
"Happy anniversary yang pertama ya Indah, semoga rumah tangga kalian langgeng sampai kakek nenek lagi, dan sekarang jangan ada perasaan minder lagi, ingat jangan merasa lo itu nggak sempurna, sekarang, tugas lo cuma satu" Anggun mendekatkan bibirnya ke telinga Indah "Puasin Abdi diranjang." sontak ucapan Anggun membuat Indah memukul bahunya.
"Gila ya lo."
Anggun tertawa terbahak "Eh apalagi coba" godanya
Wajah Indah sudah bersemu malu dengan godaan Anggun "Lo tau apa sih, anak belum cukup umur juga."
Bergantian Mawar yang juga mengucapkan selamat padanya, "Jangan lagi kasih cela buat pelakor ya, apapun alasannya, kamu nggak boleh lemah, ingat ada kami." ucap Mawar. mereka berpelukan.
Dan kini Masnah, wanita yang sudah terdapat keriput di wajah itu tak dapat lagi membendung air mata bahagianya, dia memeluk anak semata wayangnya.
"Selamat ya sayang, sejak awal Ibu yakin saat melepaskan kamu sama Abdi dulu, kalau dia laki-laki yang tepat untuk kamu sayang, dan ingat jangan lagi berkata asal, karena setiap kata adalah doa, hampir saja doa kamu terkabul, merelakan Abdi nikah lagi, untung Abdi laki-laki yang setia dan bertanggung jawab, coba kalau laki-laki lain, Ibu yakin kamu sekarang udah nangis cicak dibalik tembok Cina sana."
Indah tertawa didalam tangisnya "Jauh banget sih Bu." ucapnya "Makasih Bu" Indah mengeratkan pelukannya Indah tak dapat lagi berkata-kata, dia begitu terharu.
Saat Chio akan maju memberi selamat pada Indah, Abdi langsung menahannya dengan memeluk "Masih berani lo mau meluk bini gue hem? siap-siap lo bakal kehilangan Anggun." bisik Abdi penuh penekanan.
"Rese lo." ucap Chio "Gue cuma mau ucapin selamat doang."
"Bisa diwakilkan sama gue." jawab Abdi.
Chio memutar matanya malas. "Dasar pelit."
Saking terharunya suasana saat ini, sampai tak ada yang memperhatikan Marsha, bocah aktif itu kini sudah mendekati kue ulang tahun yang sejak tadi menggodanya, dan tak berapa lama, kue yang belum sempat tiup lilin itu roboh, membuatnya menyatu dengan lantai.
"ASTAGA MARSHA."
Teriak semuanya.
.
.
.
.
__ADS_1
Masih tersisa beberapa bab lagi, hayo berikan jempolnya, 👍👍