
"Arin..." panggil Irfan.
"Abang, praktek pagi juga?" Tanya Arini.
"Abang nanti setelah jam makan siang sayang" jawab Irfan. Dokter Desi mendengar Irfan memanggil sayang ke Arini ada rasa cemburu.
"Ceklek" pintu ruangan Deni terbuka tepat di jam 12.00.
"Halo sayang" sapa Deni ke Arini setelah keluar dari ruang prakteknya di poli.
"Yuk ke ruangan abang, kita makan siang disana" ajak Deni.
"Kenapa loe ga ajak gue sih Den" protes Irfan.
"Ayo aja, tapi makannya hanya ada 2 porsi ya, loe peaan sendiri" kata Deni.
"Susi tolong dong saya dibelikan makan siang dibawah dan dianter sekalian ke ruangan dokter Deni ya" kata Irfan memberikan uang 50rb ke suster Susi.
Suster Susi melihat Arini bergelayut manja dengan Deni mengira bahwa Arini adalah kekasih dokter Deni. Bahkan beberapa pegawai rumah sakit itu dibuat iri dengan Arini yang bergelayut manja dengan abangnya. Bahkan Deni mencium kening Arini di depan umum lagi.
"Aduh gue patah hati deh kalau begini" sindir salah satu suster di bagian poklinik itu.
"Tok tok tok"
"Masuk"
"Ini dok makan siangnya" kata suster Susi memberikan pesanan dokter Irfan.
"Terima kasih suster" jawab Irfan.
"Maaf ya bang kalau tadi kita sudah mulai duluan" kata Arini.
"Arin kamu tunggu disini aja ya, nanti abang anterin pulang" kata Irfan.
"Ogah ah, Arini mau ikut bang Deni kok nanti ke klinik DAW" kata Arini. Deni memperhatikan sikap Irfan ke Arini.
"Fan gue dengar loe mau dikenalin sama anak temen om Raka ya?" Tanya Deni.
"Iya kata papa begitu, tapi sebenarnya gue males." Jawab Irfan.
"Kenapa, siapa tahu pilihan orang tua akan lebih baik" kata Deni.
"Itu mah loe sama Mira, nah ini gue kenal aja nggak, apalagi punya perasaan suka." Kata Irfan.
"Tuh mami dan papi juga ga kenal sama sekali dulunya" kata Deni.
"Memang om Aldo sama tante Fio dijodohkan juga?" Tanya Irfan.
__ADS_1
"Iya malahan dijodohin dari sma, loe tanya aja sama om Raka" kata Deni.
"Tapi bang Irfan udah kenalan belum sama ceweknya ini?" Tanya Arini.
"Belumlah Rin, baru juga besok kita kenalannya" kata Irfan.
"Ya semoga saja bang Irfan berjodoh sama dia" kata Arini.
"Apa jangan-jangan udah ada cewek yang loe taksir tapi loe ga bilan sama om Raka?" Tanya Deni.
"Iya ada, tapi gue takut kalau papa ga bolehin" kata Irfan melirik Arini.
"Siapa bang, kok Arini ga dikenalin sih" kata Arini. Deni hanya tersenyum melihat adiknya yang ga peka akan sikapnya Irfan.
"Loe coba dulu aja kenal sama anak temen om Raka dulu, kalau memang nantinya ga cocok ya jangan diterusin" kata Deni.
"Kalau loe gimana den perasaan loe dengan Mira?" Tanya Irfan.
"Terus terang ya diantara kami juga memang dari awal kenal kan ga punya perasaan apa-apa, tapi kami berdua sudah sepakat mencoba jalani dulu" jawab Deni.
"Maaf Fan, gue udah mau langsung pergi nih, udah jam segini. Yuk dek kita berangkat." Kata Deni.
"Okey, gue juga mau ke poli" kata Irfan kemudian semua keluar dari ruangan Deni.
Sampai dilantai 1 Arini dan Deni bertemu dengan Raka.
"Hai om" sapa Arini.
"Iya tadi siang mau ikut abang ke klinik" kata Arini.
"Okey, salam buat mami" kata Raka.
"Iya om, nanti Arini sampaikan" jawab Arini kemudian Raka naik melalui lift, Deni dan Arini keluar menuju tempat parkir mobil.
💐 Kediaman Aldo
Persiapan untuk melamar yang tinggal 2 hari lagi sudah selesai. Seperti pakaian yang akan dikenakan oleh calon mempelai pria dan juga keluarganya. Tinggal pesan kue saja yang dibawa ke rumah calon istri Deni yaitu Miranda Haryadi.
"Dulu papi juga sibik begini ya?" Tanya Arya.
"Nggak deh sepertinya ya mi, kita dulu dikenalinnya papi pake baju batik dan mami pake gaun pink kalau ga salah deh waktu tunangan dulu ya mi" kata Aldo kemudian menanyakan ke istrinya.
"Iya, mami pake gaun pink, papi masih inget sih" kata Fio.
"Inget dong, papi gitu loh" jawab Aldo sambil tertawa.
"Mamimu dulu itu manja seperti Arini gitu" kata papi.
__ADS_1
"Memang mami punya anak Arya umur berapa?" Tanya Arya.
"Hehehe mami belum lulus sarjana udah punya anak 3" jawab Fio sambil tertawa.
"Ya ampun mami masih sangat muda sekali sih" kata Arya.
"Iya tanya sama papi tuh" kata Fio melihat ke suaminya.
"Kan mami juga senang kan jadi ada temannya" kata Aldo sambil mengedipkan satu matanya.
"Ternyata papi genit juga ya kalau sama mami" kata Arini yang duduk disebelah papinya.
Semuanya tertawa mendengar apa yang diucapkan Arini tentang papinya.
"Kan genitnya cuma sama mami aja, ya mi" kata Aldo. Fio hanya terkekeh.
"Kalau papi berani genit sama selain mami, nanti kita yang marah sama papi ya bang" kata Arini.
"Papi kan ga pernah genit aama selain mami, yang ada ngeri dekat sama selain mami" kata Aldo.
"Yang bener... tuh kalau di deketin Bela gimana?" Tanya mami Fio.
"Dari dulu ga ada perempuan lain selalin mami di hati papi itu sayang" kata Aldo.
"Kan mami itu cintanya papi dari sma sampai akhir hayat" kata Aldo sambil memeluk istrinya mesra.
"Siapa Bela itu pih?" Tanya Arini.
"Teman papi waktu sma" jawab Aldo.
"Bener pih?" Tanya Arya.
"Iya, temen papi waktu sma, cuma dia dulu auka deketin papi dan papi maunya sama mami" kata Aldo sambil mencium pipi istrinya.
"Seandainya dulu kita ga dijodohin gimana pi?" Tanya Fio.
"Ga ada seandainya. Yang ada memang kenyataannya mami itu hanya miliknya papi" jawab Aldo tegas.
"Papi masih cemburu aja sih sama mami" kata Arya.
"Nanti kamu lihat bang Deni ke kak Mira seperti apa" kata Aldo.
"Tapi bang Deni sepertinya ga segitu posesifnya deh ke kak Mira. Nah ini papi sampai sekarang aja masih posesif banget ke mami" kata Arini.
Aldo hanya tertawa tanpa bisa lagi menjawab anak-anaknya. Aldo memang mengakui jika dirinya cemburu akut dan posesif dengan istrinya, tapi baginya memang itu yang merupakan salah satu bentuk yang seharusnya seorang suami lakukan untuk melindungi istrinya.
Fio ikut tertawa melihat komentar anak-anaknya ke papinya.
__ADS_1
"Bang Deni mungkin punya cara tersendiri untuk melindungi kak Mira, siapa tahu nanti bang Arya juga akan berbeda lagi cara untuk melindungi pasangannya. Begitupun pasangan Arini suatu saat juga bisa berbeda lagi. Jadi intinya cara orang melindungi pasangannya atau orang yang disayangnya akan berbeda-beda" kata Fio.
"Dan papi caranya dengan cemburu dan mengikat mami yang harus selalu sama papi tanpa boleh berdekatan dengan yang lain" sahut Arya cepat.