TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 53. Siapa dia


__ADS_3

"Rin besok bisa kita ketemu di cafe setelah kuliah pagi?" Tanya Faris


"Maaf kak, Aira besok tidak bisa" tolak Arini.


"Kenapa Rin?" Tanya Faris.


"Arini ga bisa kak, lagian bukannya kak Faris juga harus kerja?" Kata Arini.


"Iya memang kakak harus kerja, tapi besok jam segitu kakak akan luangkan waktu untukmu" jawab Faris.


"Maaf kak tapi Arini besok tidak bisa karena ada tugas yang harus Arini selesaikan" kata Arini kemudian menghampiri Deby.


"Maaf kak kami pergi duluan ya" kata Arini ke Faris kemudian jalan keluar dari toko skincarenya tanpa melihat lagi ke Deby karena takut Tata dan Guntur melapor ke Fabian dan membuatnya salah paham kembali.


"Hati-hati ya Rin, salam buat Arya" kata Faris


"Terima kasih kak" jawab Arini


"Ar tunggu" teriak Deby.


"Ada lagi yang masih nona butuhkan?" Tanya Guntur ke Arini.


"Tidak tapi aku masih mau menemani Deby yang belum dijemput bang Irfan. Atau kalian anterin Deby aja biar Arini jalan sendiri ke kantor" kata Arini.


"Kami akan antar dulu  nona ke kantor dengan Tata, baru saya akan mengantar nona Deby bagaimana nona?" Tanya Guntur.


"Baiklah setuju" jawab Arini.


💐 Kantor


Fabian menunggu kedatangan Arini setelah meeting selesai, karena Arini di hubungi tidak juga diangkat maka Fabian menghubungi Guntur.


Tok tok tok


"Masuk" kata Fabian.


Arini masuk setelah Tata membukakan pintu ruang kerja Fabian untuk Arini.


"Belanja apa saja sayang sama Deby?" Tanya Fabian.


"Hanya beli bakery ini buat mami dan lipstik aja bang" jawab Arini sambil duduk di sofa.


"Tadi makan apa sama Deby?" Tanya Fabian lagi.


"Makan waffel" jawab Arini singkat sambil membuka ponselnya.

__ADS_1


"Mau makan apa nanti pulang kantor sama abang?" Tanya Fabian.


"Arini masih kenyang bang" jawab Arini.


"Deby tadi dijemput bang Irfan ya?" Tanya Fabian.


"Karena abang tiba-tiba menyuruh Arini balik dan Deby belum dijemput sama bang Irfan, makanya Arini meminta Guntur untuk mengantarkannya" jawab Arini


"Terus kamu ke sini sama siapa, sendiri?" Tanya Fabian kaget Guntur bodyguard Arini mengantar Deby.


"Arini dan Tata ikut juga di mobil Guntur dan turun di kantor abang, baru Guntur mengantar Deby" jawab Arini.


"Kamu istirahat dulu saja di kamar sayang, nanti abang bangunkan" kata Fabian.


"Terima kasih bang, tapi Arini disini saja" kata Arini.


Tok tok tok


"Iya masuk" jawab Fabian.


"Tuan ada tamu nona Anita" kata Rudy sambil melirik Arini.


"Suruh duduk dulu di ruang tunggu, sebentar lagi saya keluar" kata Fabian kemudian melihat Arini yang pura-pura tidak mendengar dan bermain game dari ponselnya.


"Hai sayang, apa kabar?" Tanya Anita sambil mendekati dan memeluk Fabian setelah melihat Fabian menghapirinya.


"Maaf silahkan duduk" kata Fabian dingin memberikan batas dan kode agar Anita tetap duduk di kursinya.


"Ada apa anda kemari, apakah ada yang bisa kami bantu?" Tanya Fabian.


"Sayang kenapa kamu jadi formal begini sih, aku kangen sama kamu yank" kata Anita manja dengan suara yang dibuat mendayu-dayu agar lebih terkesan seksi.


"Maaf saya sedang banyak pekerjaan, jadi kalau tidak ada yang penting silahkan keluar atau bisa dibicarakan dengan sekertaris saya" kata Fabian.


"Sayang aku kesini karena ingin bertemu dan memelukmu, aku beneran rindu sama kamu. Apa kamu sudah lupa dengan aku atau ada perempuan lain?" Tanya Anita.


"Kalaupun ada perempuan lain itu juga bukan urusanmu" jawab Fabian kemudian meninggalkan ruang tamu dan kembali ke ruang kerjanya.


Anita mengejar Fabian hingga ikut Fabian masuk ke ruang kerjanya tanpa mengetuk pintu. Anita kaget melihat Arini ada di dalam ruang kerja Fabian yang duduk santai di sofa.


"Sayang, siapa dia. Kamu selingkuh dari aku?" Tanya Anita membuat Arini menatap Anita yang berdiri berhadapan dengan Fabian sambil bergelayut manja dilengan Fabian.


Fabian kaget dengan apa yang dilakukan Anita padanya di depan Arini.


"Lepaskan tangan saya dan jangan pernah sentuh saya lagi, kita tidak ada hubungan apapun" kata Fabian dingin.

__ADS_1


"Sayang, aku ingin kita kembali seperti dulu. Aku minta maaf telah meninggalkanmu" kata Anita merayu Fabian.


"Maaf kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dan saya sudah mempunyai calon istri" kata Fabian.


Anita langsung menatap Fabian kemudian ke Arini.


"Tidak mungkin, kamu hanya mencintaiku sejak dulu" kata Anita dengan nada tinggi.


"Kamu salah, aku mencintaimu hanya sementara. Dan aku mencintai dia calon istriku selamanya" kata Fabian.


"Sayang kamu ingatkan dengan apa yang sudah pernah kita lakukan?" Tanya Anita memancing kecemburuan Arini yang sejak tadi diam. Anita  membelai pipi Fabian dengan mengatakan sesuatu untuk memancing kemarahan Arini agar segera  memutuskan hubungannya dengan Fabian.


Arini menatap Fabian tajam kemudian berdiri dari duduknya di sofa.


"Sayang, kamu mau kemana?" Cegah Fabian dengan menarik tangan Arini.


"Lepaskan bang dan selesaikan masalah abang dengannya." Kata Arini kemudian keluar ruangan Fabian.


"Arini, tunggu abang" teriak Fabian dengan mendorong tubuh Anita yang berusaha menghalangi Fabian dengan memeluk dan mencium Fabian.


"Sayang tunggu abang, kamu hanya bisa pulang dengan abang" kata Fabian di depan meja Siska yang disaksikan Siska, Tata dan Rudi.


"Ingat bang, abang pernah bilang mulai hari ini aku pergi kemana pun akan selalu diantar Guntur dan Tata"  kata Arini sambil jalan menuju lift.


"Rudi, usir perempuan yang ada di dalam ruanganku" kata Fabian tegas dan akan mengejar Arini


"Tata antar aku pulang sekarang" kata Arini sambil berjalan cepat menuju lift tanpa perduli Fabian lagi yang berusaha mengejar Arini.


Arini sudah berada di lantai bawah seorang diri dan Tata masih di dalam lift karyawan. Fabian yang mau mengejar Arini ke dalam lift dipegangi Anita yang juga keluar dari ruang kerja Fabian.


"Maaf nona silahkan anda pulang sebelum kami mengusir anda dengan kasar" kata Rudi.


"Tidak akan ada yang bisa mengusirku Rud, hanya Fabian yang mampu melakukannya. Karena aku akan menjadi calon istri Fabian" kata Anita percaya diri sambil memeluk Fabian agar tidak mengejar Arini.


"Anita tolong lepaskan aku, kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi sejak kamu memutuskan hubungan kita dan memilih jalan dengan pria lain" kata Fabian.


"Nona, kita akan pulang naik apa? Mobilnya masih di pakai Guntur" tanya Tata setelah sampai di lantai dasar.


"Kalau begitu biarkan aku pulang sendiri naik taksi." Kata Arini kemudian tangannya melambai saat ada taksi sedang melintas dan Arini langsung masuk kemudian menutup pintu mobilnya.


Tata hanya bisa diam karena tak bisa lagi masuk ke dalam taksi, karena Arini langsung menguncinya.


💐 Kediaman Aldo


Sampai di rumah Arini langsung menuju ke kamarnya untuk membersihkan badannya. Kemudian Arini menonaktifkan ponselnya agar Fabian tak menghubunginya.

__ADS_1


__ADS_2