TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 21. Pengumuman


__ADS_3

"Maaf om, tante kalau pulangnya kemalaman. Tadi soalnya kami berdua sekalian menikmati sunset di pantai" kata Fabian jujur.


"Iya tadi Arini juga udah kirim pesan ke tante katanya kalian pergi mungkin sampai malam" kata Fio.


"Wah kelihatannya ada kabar bagus nih lihat wajah-wajah ceria" sahut Deni dari atas tangga menuju ke ruang keluarga.


"Apaan sih bang" kata Arini.


Fabian hanya tersenyum menanggapi ucapan Deni.


"Apa kabar bang" tanya Fabian sambil mengulurkan tangan ke Deni.


"Baik, kamu sendiri gimana kabarnya kapan nih pengumumannya" kata Deni.


"Doain aja bang, secepatnya" jawab Fabian sambil terkekeh.


"Pengumuman apaan bang?" Tanya Aldo ke Deni.


"Nanti juga papa pasti akan tahu kok ya nggak Bian" kata Deni menggoda Fabian.


"Hehehe nanti biar papa saja yang mengumumkannya" jawab Fabian.


"Wah serius ini.... tadinya abang cuma bercanda loh" kata Deni terkekeh, Fabian melihat ke Arini yang tersipu malu.


"Serius dong bang, masa mau main-main" kara Fabian terkekeh.


"Tuh wajahnya udah merah" canda Arya yang sudah duduk di dekat Arini sambil menunduk ke muka Arini.


"Ihh bang Arya ngapain juga sih" protes Arini. Semua melihat ke Arini sambil tertawa. Fio dan Aldo yang tadinya ga mengerti pembicaran anak-anaknya jadi paham maksud dari perkataan Deni.


"Maaf om, tante, Fabian pamit dulu sudah malam" kata Fabian pamit pulang sambil mencium punggung tangan Aldo dan Fio. Kemudian pamit juga ke Deni dan Arya dengan berjabatan tangan.


Setelah Fabian pulang, Arya menggoda Arini.

__ADS_1


"Jangan-jangan tadi ditembak deh sama bang Bian" tebak Arya.


"Pi, mi, Arini naik dulu ya gerah mau mandi" kata Arini kemudian jalan masuk ke kamarnya.


"Tuh kan langsung pergi, ga mau jawab abang" teriak Arya sambil tertawa, Deni dan kedua orangtuanya pun juga ikutan tertawa melihat tingkah lucu Arini.


"Memang mereka sudah lama dekat ya Ar?" Tanya Deni ke Arya


"Iya bang, Arya sih curiga kalau bang Bian suka sama Arini udah lama, hanya Arini sepertinya ga ngerasa. Dia kan manja ke semuanya, jadi ya begitulah" jawab Arya.


"Kalau papa sih setuju aja, karena Fabian itu punya tanggung jawabnya juga besar sama persis seperti om Leo" kata Aldo.


"Iya memang dia punya prinsip kalau belum mampu mandiri bener ga akan serius untuk melemar anak orang. Karena belum ada yang mau buat hidup ke depannya" kata Deni.


"Bagus itu, papa setuju punya prinsip begitu." Kata Aldo.


"Papi dulu waktu dulu harus kerja buat hidupin mami setelah kami menikah. Walaupun kami menikah masih usia dini, tapi papi ga mau di kasih uang terus tiap bulan sama opa." Kata Aldo.


"Awalnya memang kami masih dibelanjain sama oma dan eyang, dengan dibelanjain untuk isi kulkas. Biar mami ga usah belanja lagi saat mami sedang sekolah. Cuma semua itu tidak setiap bulan, hanya beberapa bulan disaat awal kami hidup, karena mami ga sempat kan belanja, pulang sekolah latihan ekskul. Kadang udah capek masih hadus ngerjain tugas sekolah buat besok, masih masak juga" kata Fio mengenang masa awal.menikah.


Deni mendengarkan cerita dari kedua orang tuanya.


"Sibuk juga ya mi, mami ga ingin apa saat itu jalan-jalan sama temen. Karena usia mami sama papi kan masih sangat muda" kata Deni.


"Ya mami sih seneng jalan sama teman mami seperti tante Dewi itu sahabat mami dari sma, cuma papimu yang suka ngelarang kami jalan ke mall berdua." Kata Fio sambil melirik ke Aldo.


"Ya ngapain juga jalan ke mall berdua cewek semua, kalau ada yang suka jahil gimana coba" kata Aldo.


"Ala alasan papi aja tuh, orang Dewi aja sampai bilangin tuh laki loe cemberut kalau ada cowok yang lihat loe di jalan. Makanya gie nih yang suka  di pelototin kalau ajak loe jalan" kata Fio menceritakan saat masih remaja dulu kalau mau jalan-jalan dengan Dewi.


"Berarti papi itu posesif banget ya sejak kenal mami dong" tanya Deni.


"Ya gimana ga dijaga, tuh om Iliyas aja udah hampir nembak mami. Padahal mami udah jadi istri papi saat itu" kata Aldo.

__ADS_1


"Apalagi kakak kelas mami yang sampai mami udah punya abang aja masih juga ngedeketin mami" kata Aldo


"Kok papi jadi emosi sih" kata Arya. Fio tertawa sambil menepuk paha suaminya.


"Banyak tuh dulu yang deketin mami, sampai papi ga bolehin mami pergi sendiri bawa mobil. Harus diantar sama tante Erna" kata Aldo.


"Itu sih sampai sekarang juga mana papi ijinin  kalau mami pergi sendiri bawa mobil, harus diantar sopir atau sama anak" kata Deni.


"Sudah ayo kita istirahat, ini sudah jam 10 malam sayang. Kalian besok ke kantor pagi xan Arya juga kuliah pagi kan nak" kata Fio.


"Iya mi" kata Arya.


Aldo langsung berdiri dan mengajak istrinya istirahat di kamar.


"Punya istri banyak yang deketi ya suami mana juga yang ikhlas kan ya mi" kata Aldo setelah mereka di dalam kamar.


"Ya tapi ga gitu juga pi, posesif papi itu loh yang kebablasan" kata Fio sambil menoel hidung suaminya.


"Itu tanda kalau papi memang bener-bener cinta mami, ibarat orang bilang sudah terlanjur cinta" kata Aldo sambil terkekeh.


"Semoga saja nanti anak-anak juga bahagia ya pi, sama dengan kita" kata Fio kemudian meletakkan kepalanya di dada suaminya sambil memejamkan matanya. Sedangkan Aldo langsung memeluk sang istri dan ikut memejamkan matanya.


"Pi, seandainya nanti tiba-tiba kak Leo dan Dewi melamar Arini buat Fabian gimana?" Tanya Fio. Aldo merengganggkan kepalanya, kemudian Fio mendongakkan kepalanya menatap sang suami.


"Kalau papi setuju mi, papi akan merestui hubungan mereka" kata Aldo


"Mami juga suka dengan Fabian, sepertinya memang Fabian benar-benar serius dan bisa bertanggung jawab dengan Arini" kata Fio.


"Sekarang kita tidur sayang sebelum ada yang bangun" kata Aldo kemudian memeluk kembali istrinya sambil mencium harum puncak kepala sang istri. Akhirnya mereka terbawa di alam mimpi yang indah.


Sedangkan Arini di dalam kamar masih tersenyum bahagia mengingat kebersamaannya dengan Fabian. Arini memandang foto saat mereka berselfie berdua dipinggir pantai.


"Aku ga menyangka kalau ternyata bang Bian suka denganku sudah sejak aku masih kecil" gumam Arini sambil melihat foto kebersamaannya tadi saat di pantai dari ponsel.

__ADS_1


__ADS_2