TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 7. Perkenalan kembali


__ADS_3

"Nah loe Rin, laki apa perempuan Den temannya?" Tanya Irfan penasaran.


"Laki-laki" jawab Deni, ada perasaan sedikit cemburu di hati Irfan mendengar Arini pergi dengan teman laki-lakinya.


Sebenarnya sudah lama Irfan menyukai Arini tanpa ada yang tahu. Padahal rencana Raka sang ayah, mau dijodohkan dengan anak temannya. Fabian juga menyukai Arini tanpa Arini tahu, tetapi Miranda mulai curiga dengan sikap Fabian yang beberapa kali suka mendekati Arini.


Waktu berjalan begitu cepat, anak-anak muda banyak yang mau mengadakan janji temu seperti sebagian anak muda ini. Arya, Arini, Irfan dan Fabian janjian untuk mereka bertemu di sebuah mall. Akan tetapi Deni dan Mira tidak janji dapat ikut datang.


Ya pagi ini Deni harus ke kantor dulu walaupun ini hari sabtu karena ada tugas negara. Deni dapat jadwal praktek di hari sabtu pagi dari jam 08.00 - 10.00. Sedangkan siangnya Deni sudah di tunggu kedua orang tuanya untuk ikut datang ke rumah Iliyas memperkenalkan Mira dengan Deni yang akan dijodohkan.


Miranda yang sering dipanggil dengan Mira baru diberitahu bahwa hari ini akan dijodohkan dengan Deni sehari sebelum perjodohan akan dilaksanakan.


Mira kaget, karena memang diantara mereka tidak saling mencintai, Mira sendiri sedang mendekati teman kerjanya. Sedangkan Deni memang saat masih belum punya rasa tertarik dengan seorang gadis. Semenjak kuliah dulu pernah dekat dengan seorang gadis dan gadis itu ternyata mendekati Deni karena ingin dekat dengan sahabatnya saja yang begitu dicintai oleh gadis tersebut. Sejak itu Deni jadi tidak ingin dekat dengan perempuan lagi.


💐 Rumah sakit


"Tok tok tok"


"Masuk"


"Dok pagi ini dokter Deni praktek di ruang 8" kata perawat Susi.


"Baik, terima kasih" kata Deni kemudian beranjak menuju ke ruang prakteknya.


Sampai di ruang praktek, di meja dokter Deni sudah ada berkas pasien yang ditumpuk. Dokter Deni membaca berkas map pasien itu sebelum mulai memanggil pasiennya yang sudah menunggu di ruang tunggu.


Deni jika sudah duduk di ruang prakteknya mulai fokus dengan pekerjaannya tanpa terganggu dengan urusan pribadinya dengan perjodohan atau apapun.


Deni mulai memeriksa pasiennya satu persatu hingga tanpa terasa waktu sudah menunjuk di jam 09.30 pagi. Nanti jam 11 ada janji untuk ke rumah Iliyas.


"Dok ini masih ada 3 pasien lagi" kata Susi.


"Baik saya tunggu, tapi tolong setelah ketiga pasien itu di stop lagi ya. Karena saya ada urusan jam 11" kata Deni.


"Baik dok, terima kasih" kata Susi.


Deni menyelesaikan tugasnya dengan ketiga pasien itu hingga selesainya melebihi jam 10.00 pagi. Deni melihat jam diponselnya. Kemudian segera berangkat karena merasa sudah terlambat, belum perjalanan yang memakan waktu.


💐 Kediaman Iliyas


Aldo dan Fio sudah sampai di tempat Iliyas.


"Er loe ga tinggal disini aja ya temani Mira" tanya Fio.


"Jangan dong, terus kakak suruh tidur sendiri" jawab Iliyas. Erna terkekeh sambil menepuk bahu paha suaminya.

__ADS_1


"Kamu itu mas" kata Erna


"Ya kan benar ga Do, seandainya istrimu tinggal di luar kota terus kamu bagaimana" kata Iliyas.


"Ga usah di luar kota, ditinggal di rumah mamanya aja juga dia ga bisa" jawab Erna mendahului Aldo menjawab membuat yang lain tertawa.


"Hehehe tahu aja tuh Erna" kata Aldo terkekeh.


"Justru seharusnya begitu, tidak bisa jauh dari istri sendiri dari pada istri tetangga" kata Aldo membuat Iliyas dan Erna tambah tertawa.


"Memang mau nyobain bagaimana jika dekat dengan istri tetangga" kata Fio.


"Tuh kan, bisa puasa nih gue kalau begini" kata Aldo, Iliyas langsung tertawa.


"Ternyata loe masih sama saja seperti dulu Do tidak berubah sama sekali" kata Iliyas membuat Erna tertawa.


"Assalamu'alaikum..."


"Wa'alaikumsalam... Nah ini dia yang ditunggu sudah datang" kata Iliyas. Evan melihat Iliyas kemudian mencium punggung tangan Iliyas dan Erna bergantian.


"Kamu lupa sama om ya nak?" Tanya Iliyas. Evan hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Iliyas.


"Sama tante juga lupa ya, karena terakhir ketemu dulu kamu masih kecil sih." Kata Erna dan Evan kembali tersenyum.


"Hehehe tapi kan masih ada miripnya" kata Fio tertawa.


"Sebentar ya aku panggil dulu Miranda kok dari tadi belum keluar" kata Erna.


"Mira sini nak" panggil Erna. Kemudian Erna menyuruh Mira untuk memberi salam ke Aldo dan Fio juga Deni.


"Ini Miranda?" Tanya Fio sambil mengulurkan tangannya ke Mira.


"Iya tante" jawab Mira.


"Ya ampun tante pangling, kamu cantik sekali sayang" kata Fio


"Ini kenalin, maaih ingat nggak kalian?" Tanya Fio.


"Bang Deni" sapa Miranda pelan sambil mengulurkan tangannya yang disambut Deni juga dengan tersenyum.


"Masih ingat ya" kata Fio.


"Kebetulan beberapa hari lalu kami bertemu makan siang saat Deni sedang sama Irfan dan Mira sama kembar" kata Deni.


"O gitu kok kamu ga cerita sayang" kata Erna ke Mira.

__ADS_1


Miranda hanya tersenyum menanggapi obrolan mamanya.


"Sudah ayo Mira ikut duduk aja disini" kata Iliyas.


"Sekarang kalian kan sudah saling ingat dan kenal, nah kami sebagai orang tua ingin menjodohkan kalian berdua. Dan bulan depan kalian akan tunangan." Kata Iliyas.


"Secepat itu?" Tanya Miranda.


"Ga terlalu cepatlah sayang, itu sudah wajar dong waktu sebulan" kata Iliyas tak ingin anaknya membantah.


"Terus enaknya apakah mereka mau melangsungkan pernikahan di bulan berikutnya atau bagaimana nanti?" Tanya Iliyas ke Aldo dan Fio.


"Mas kelihatannya jangan langsung bulan depannya kali ya kalau menikahnya" kata Erna.


"Gapapa sih dua bulan mungkin ga masalah kali buat mereka ya mi?" Tanya Aldo ke Fio.


"Kan sebelumnya mereka sudah saling mengenal"kata Aldo lagi.


"Sebenarnya sih kalau pengalamanku ya mungkin memang waktu segitu terlalu sempit, ya kira-kira setahunlah waktunya" kata Fio.


"Ah kelamaan Fi kalau setahun" kata Iliyas.


"Iya kalau setahun kelamaan itu" kata Erna.


"Memang loe dulu jatuh cinta sama suamimu lama Fi?" Tanya Erna ke Fio. Yang ditanya hanya terkekeh melihat ke suaminya.


"Hehehe gimana pih lama nggak?" tanya Fio ke Aldo.


"Hehehe gue berjuang lumayan lama buat dia jatuh cinta sama gue, maklum saingan gue saat itu banyak" kata Aldo melirik Iliyas.


"Kenapa waktu bilang saingan banyak pake melirik ke gue, bukannya yang ga bisa move on Dio?" Kata Iliyas. Erna tertawa mendengar suaminya merasa di tuduh saingan Aldo.


"Memang hanya Dio saja yang belum bisa move on?" Sindir Erna.


"Gue udah bisa kok setelah tahu mereka udah nikah" kata Iliyas.


***


Baca juga karyaku "BERMULA DARI CAFEMART"


"BERBEDA JALAN"


jangan lupa like, koment, vote dan hadiah


terima kasih sudah mau membaca karyaku 😘🙏

__ADS_1


__ADS_2