TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 37. Panggilan spesial


__ADS_3

"Kenalin ini adek gue. Loe ma siapa?" kata Hendra.


"Kak Faris..."  panggil Arini


"Arini..."  Faris juga kaget tak menyangka akan bertemu Arini lagi.


"Loh kalian udah kenal?" Tanya Hendra.


"Iya kami satu.kampus bang" jawab Faris.


"O iya kenalin Arini calon istri gue" kata Fabian menekankan pada calon istri sambil melirik Faris.


"Hendra"


"Arini"


"Serius... pandai juga loe milih calon istri" kata Hendra. Fabian ngobrol dengan Hendra sahabatnya panjang, sedang Faris mengajak Arini ngobrol juga.


"Benar kamu mau menikah Rin?" Tanya Faris.


"Iya, kami tunangan kemarin" jawab Arini.


"Rin maafkan aku ya yang lama tak pernah memberikan kabar padamu dan semoga kita bisa tetap berteman" kata Faris.


"Selama ini aku kerja di kantor papa, tapi dulu aku masih belajar kerja dengan bang Hendra. Awalnya aku memang mau melamarmu saat aku sudah lulus. Tapi mungkin cinta tidak harus memiliki" kata Faris.


"Maafkan Arini kak, mungkin suatu saat kak Faris akan mendapatkan yang lebih baik dari Arini" kata Arini.


Fabian walaupun ngobrol dengan Hendra, tapi telinganya sesekali mendengarkan juga obrolan Arini dan Faris.  Mereka duduk berjajar, dimana urutan paling kiri adalah Faris, Arini, Fabian dan Hendra.


"Besok kamu kekampus Rin?" Tanya Faris.


"Iya dong kan ada kuliah dari pagi kak" jawab Arini.


"Belajar yang rajin ya biar cepat selesai" kata Faris.


"Pastilah" jawab Arini.


"Kamu ga berubah Rin" kata Faris ada rasa menyesal dulu telah memutuskan hubungannya dengan Arini karena kesibukannya yang harus fokus belajar kerja dan kuliah.


"Ayo sayang, kita pulang, sudah malam ntar dicari mami" kata Fabian.


"Pulang dulu ya kak" pamit Arini.


"Hati-hati Rin" kata Faris yanh didengar Fabian.


"Jangan lupa undangannya gue tunggu" kata Hendra.


"Tenang, paati gue akan undang loe Dra" kata Fabian.


Kemudian Fabian menggenggam jemari tangan Arini.


"Ternyata sakit juga Rin hati ini melihatmu digenggam orang lain" batin Faris.


Hening suasana di dalam mobil Fabian.


"Ngobrol apa aja tadi dengan mantan sayang?" Tanya Fabian memandang Arini sekilas.


"Kok abang gitu sih ngomongnya, kaya nggak suka banget dengan kak Faris" kata Arini.

__ADS_1


Fabian membuang nafasnya berat.


"Sepertinya Faris itu punya panggilan spesial.ya ke mantannya?" Tanya Fabian membuat Arini menatap Fabian tanpa menjawab.


"Bang Irfan juga kalau ke Arini manggilnya Arin." Jawab Arini.


"Apakah dulu kalian berdua sering jalan bareng?" Tanya Fabian.


"Nggak juga sih kak Faris sibuk, jadi jarang ada  waktu untuk kami bersama." jawab Arini.


"Tapi kelihatannya hubungan kalian dekat" kata Fabian.


"Ya mungkin karena kami jarang bertemu atau karena memang kami ga pernah ada masalah" jawab Arini.


💐 Kampus


Arini sampai di kampus berangkat bersama dengan Arya.


"Pagi Rin, masuk jam berapa?" Tanya Faris


"Pagi kak kak Faris masuk pagi juga?" Tanya Arini.


"Hai Ris, tumben loe datang pagi" sapa Arya.


"Iya sekali-kali ga masalah kan" jawab Faris sambil tersenyum dan Arya langsung pamit pergi duluan menuju gedung fakultasnya.


"Kakak tumben bisa ke kampus pagi?" Tanya Arini.


"Iya karena ada janjian sama dosen pagi ini" jawab Faris.


"Kapan wisuda kak?" Tanya Arini.


"Arini usahakan kalau ga ada acara lain kak" kata  Arini.


"Ehem.." Deby berdehem.


"Hai Deb apa kabar?" Sapa Faris.


"Baik kak, tumben nongol pagi" jawab Deby.


"Hehehe iya, boleh dong biar ketemu kamu" kata Faris.


"Kamu apa ka....mu..." sindir Deby sambil melirik Arini. Arini pura-pura ga tahu maksud Deby.


"Nanti selesai kuliah kakak tunggu di perpustakaan ya" kata Faris setelah melihat jam ditangannya tanpa menjawab sindiran Deby.


"Okey, maaf ya kak Arini kuliah dulu" kata Arini kemudian melangkah masuk ke kelasnya.


Faris menuju ke ruang dosen karena janjian dengan salah satu dosen yang meminta Faris untuk menjadi asistennya.


"Loe masuk kuliah apa Deb?" Tanya Arini.


"Gue kuliahnya bu Tatik" jawab Deby.


"O, gue kuliahnya pak Hartoyo" kata Arini.


"Kita beda kelas sih ya. Gue duluan ya Ar, jangan lupa ditunggu di perpus tuh" Deby bercanda.


"Iya, gue mau pinjam buku soalnya" kata Arini yang kawatir kalau Deby salah paham dengan pertemuannya Arini dan Faris.

__ADS_1


Selesai kuliah pagi, Arini menuju ke perpustakaan bertemu dengan Faris sekaligus mau pinjam buku.


"Hai Rin, udah selesai kuliahnya?" Sapa Faris yang sudah menunggu Arini di perpustakaan.


"Iya sudah selesai, ini sekalian mau pinjam buku" jawab Arini.


"Maaf ya kalau aku ajak kamu janjian disini, atau mau ke kantin aja biar sekalian minum" tawar Faris.


"Disini aja kak, Arini belum mau ke kantin" Arini menolak ajakan Faris.


"Kakak ga kerja hari ini?" Tanya Arini.


"Nggak, hari ini kakak ijin karena tadi harus ketemu bu Tatik untuk jadi asisten dosen bu Karin" jawab Faris.


"Wah tambah sibuk dong kak, eh bu Karin ya. Disuruh ngajar juga kak?" Tanya Arini mengingat setelah ini Arini ada mata kuliahnya bu Karin.


"Ya disuruhnya mulai hari ini sih" jawab Faris.


"Berarti habis ini kakak ngajar dong?" Tanya Arini.


"Iya kata bu Karin nanti kakak harus mulai belajar mengajar" jawab Faris.


"Berarti ngajar Arini juga nanti" kata Arini.


"O ya? Memang kamu habis ini ada mata kuliahnya bu Karin ya?" Tanya Faris semangat merasa akan sering bertemu lagi dengan Arini.


"Iya" jawab Arini singkat.


"Rin kamu sudah lama pacaran dengan kak Bian teman bang Hendra?" Tanya Faris menatap Arini ingin tahu.


"Kami kenal dari kecil sih kak" jawab Arini jujur.


"Apakah kamu dijodohkan?" Tanya Faris lagi.


"Tidak, memang kedua orang tua kami berteman tapi mereka bukan tipe yang akan langsung menjodohkan anaknya karena pertemanan." Kata Arini.


"Gimana ceritanya bisa pacaran dengan bang Bian?" Tanya Faris.


"Bang Bian suka dengan Arini dari Arini masih kecil katanya." Cerita Arini.


"Dan kamu juga begitu?" Tanya Faris penasaran.


Ehm.... kalau Arini sih dari usia remaja ya, tapi karena bang Bian sikapnya ke Arini seperti abang ke adiknya, ya akhirnya Arini berusaha menganggap bang Bian abang Arini juga" jawab Arini.


"Sejak kapan kamu jadian dengan bang Bian?" Tanya  Faris.


"Eh kak ni udah jam berapa loh, Arini mau masuk kuliah bu Tatik dulu" kata Arini melihat jam dipergelangan tangannya.


"Kamu hutang jawaban sama kakak ya" kata Faris.


"Loh kok jadi Arini yang hutang sih" kata Arini.


"Iya dong, kan pertanyaanku belum kamu jawab Rin" kata Faris.


"Okey, nanti kalau ga sempat ketemu lagii Arini akan jawab dengan kirim pesan aja ya. Nomer ponsel kak Faris belum ganti kan?" Tanya Arini.


"Tapi kakak ga mau lewat pesan, maunya jawaban langsung" kata Faris.


"Maaf kak takut telat nih Arini duluan ya" kata Arini pamit.

__ADS_1


Faris melihat jam dipergelangannya kemudian menuju ruangan bu Tatik. Dan memang masih ada sisa waktu 10 menit sebelum jam mata kuliah bu Tatik.


__ADS_2