TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 31. Tanda tangan mami


__ADS_3

Setelah mereka selesai menikmati yougurtnya, Deni mengajak melanjutkan kembali jogingnya. Tiba-tiba ada suara yan memanggil dari arah samping saat Arini berdiri.


"Arini, Arya" panggil panggil Ardi.


"Ardi..."  Arini


"Ardi..kok kamu ada disini?" Tanya Arya bersamaan dengan Arini.


"Iya gue main di rumah saudara" jaawab Ardi.


"Tadi gue ragu mau panggil kalian benar apa nggak" kata Ardi. Sambil mencium punggung tangan Aldo yang juga ikut menengok ke arah Ardi.


"Setiap minggu pagi kalian joging ya?" Tanya Ardi ke Arini can Arya.


"Iya kalau lagi tidak ada kegiatan lain aja" jawab Arya.


"Papi dan abang duluan jalan duluan" kata Aldo.


"Iya pi, nanti kami menyusul" kata Arya.


"Ingat dek sudah ada Fabian kamu sekarang" bisok Deni menggoda Arini.


"Abang..." protes Arini sambil mencubit perut abangnya.


"Auww ga sakit" kata Deni sambil tertawa dan pergi menyuaul papinya.


"Arini dan Ariya ikut jadi panitya acara di kampus nggak sih?" Tanya Ardi.


"Gue sih nggak ikutan, tahu kalau Arini" jawab Arya.


"Gue ikut sih" jawab Arini.


"Besok ada rapat jam 10 pagi" kata Ardi.


"Iya gue inget kok" jawab Arini.


"Tapi rapat hari Rabu krmarin loe ga kelihatan Ar?" Tanya Ardi.


"Gue datang juga kok, tapi terus langsung pergi setalah selesai" jawab Arini.


"Eh maaf ya Ar, gue jalan dulu sudah siangan hehehe panas" kata Arini.


"Iya maaf ya gue jadi ajak ngobrol" kata Ardi.


"Iya gapapa sih namanya juga ketemu tak disengaja." Jawab Arini.


"Yuk Ar, kami duluan ya soalnya mau pergi lagi nanti" kata Arya pamit.


"Iya silahkan" kata Ardi kemudian melanjutkan jogingnya juga.


Sampai di rumah Arini langsung masuk menuju dapur untuk mencari maminya.


"Halo mi, ini Arini bawain yougurt buat mami" kata Arini sambil memberikan yougurtnya ke Fio.

__ADS_1


"Terima kasih sayang" kata Fio.


"Terus itu yanv kamu bawa apa?" Tanya Fio.


"Ini susu rasa coklat dan moka buat Arini" jawab Arini.


"Kamu beli dimana bisa dapet begian sih sayang?" Tanya Fio.


"Tadi ada gerobak sepeda yang jualan mi, terus kami beli dan minum disana. Papi dan bang Deni juga beli yougurtnya" jawab Arini.


"Tumben papi beli begituan di lapangan" kata Fio.


"Memang papi ga diyan beli makanan di pinggiran mi?" Tanya Arini.


"Doyan sih, dulu kita suka beli jajanan dipinggiran waktu masih sma sayang. Cuman ga pernah beli minuman begitu" kata Fio.


"Mami cicipin deh, enak kok mi" kata Arini.


"Ya nanti mami minum, sekarang diletakkan saja di kulkas dulu biar dingin kan lebih segar" kata Fio. Kemudian Arini memasukkan minumannya ke dalam kulkas.


"Mau sarapan dulu atau adek mau mandi dulu?"  Tanya Fio.


"Sarapan duluan aja deh mi, biar keringatnya hilang dulu" jawab Arini.


"Ayo kita sarapan, mana bang Arya sayang?" Tanya Aldo yang sudah turun dari tangga dan sudah rapi dengan pakaian di rumahnya.


"Mandi kali pih, Arini mandinya nanti saja deh setelah sarapan" kata Arini.


"Baunya tetap wangi dong bang, ngledek sekali abang ini" protes Arini membuat Aldo dan Fio ikut tertawa.


"Tadi gimana ketemu mantan, nggak kalah juga dengan Fabian deh" kata Deni.


"Bang Deni, Ardi itu bukan mantan Arini ya . Tolong jangan disamakan teman dengan mantan" kata Arini.


"Mau bilang mantan ga enak bang, kan ada mami dan papi. Arini takut dikomentari papi" sahut Arya sambil terkekeh dan duduk disebelah Arini.


"Sudah ayo makan dulu, nanti baru dilanjut lagi obrolannya" kata Fio.


"Ini mi abang, bukan Arini" kata Arini.


"Iya kalian semua" kata Fio sambil mengambilkan sarapan buat sang suami.


Selesai mereka sarapan, Arini pamit duluan masuk ke kamar untuk mandi.


"Itu tadi yang namanya Ardi ya Ar?" Tanya Deni.


"Iya bang, Arini kan dulu suka jalan bareng dengan Ardi kalau Arya lagi sibuk dan ga bisa nemeni Arini jalan" kata Arya.


"Kelihatannya Ardi suka dengan Arini ya?" Tanya Deni lagi.


"Kelihatannya sih bang, cuma Arini kan orangnya cuek dan punya banyak teman di kampus, jadi kalau mereka ga menyatakan perasaannya ke Arini ya mana anaknya tahu kan" kata Arya.


"Mungkin Arini juga tahu bang, hanya saja dia tidak mau menerka sendiri, takut salah yang ada sakit hati jika bertepuk sebelah tangan" kata Fio.

__ADS_1


"Tuh pengalaman mamimu dulu" kata Aldo dan Fio hanya tersenyum sambil menepuk pundak suaminya.


"Ya kan ga mungkin perempuan duluan yang nembak pi. Perempuan bagiannya kan menentukan bukan memilih" kata Fio.


"Tapi papi dulu ga memilih dan ga menentukan mi" kata Aldo menggoda Fio.


"Ya sama, mami juga begitu" kata Fio.


"Deni juga mi ga milih dan ga menentukan" usul Deni membuat Arya tertawa.


"Ya gimana mau milih, orang tiba-tiba aja udah dikenalin dan ditentukan tanggal nikahnya" kata Arya.


"Tapi nanti Arya maunya milih sendiri aja ya mi" kata Arya kemudian.


"Ya mami ga janji, lihat situasinya ya. Tapi Arini itu menentukan bukan terpaksa" kata Fio.


"Berarti mami terpaksa dong terima papi?" Tanya Aldo.


"Dulu iya terpaksa karena mau jawab nggak pun oma tetap akan maksa kita pasti. Tapi sekarang ka sudah ga terpaksa" kata Fio sambil mencium pipi suaminya.


"Idih mami genit deh sama papi di depan anaknya" ledek Arini yang sudah selesai mandi dan kembali bergabung dengan orang tuan dan kedua abangnya.


"Iya mami lagi gemes sama papi ini" kata Aldo sambil mengedipkan sebelah matanya ke Fio. Anak-anaknya hanya tertawa melihat kemesraan kedua orang tuanya.


"Dek memang kapan sih acara kampusnya yang tadi kamu bicarain sama Ardi?" Tanya Arya.


"Masih 3 bulan lagi bang" jawab Arini.


"O masih lama ya, kirain abang dalam bulan ini" kata Arya.


"Ya ga mungkin secepat itu bang, yang ada nanti kurang matang acaranya. Lagian kasihan bagian pencari dana dong" kata Arini.


"Bang gimana kalau Alfi cafe jadi sponsor?" Usul Arini.


"Ya kamu bikin proposal dulu dek nanti, tapi harus seijin mami dan tanda tangan mami. Jangan kamu yang menandatangani" kata Arya.


"Iyalah bang, pasti juga kami panitya akan bikin proposal dulu dan alfi cafe kan atas nama mami" kata Arini.


"Memang kamu bagian apa dek?" Tanya Deni.


"Arini di bagian humas bang, tapi Arini hanya membantu mereka bagian dana saja. Tadinya Arini disuruh bagian acara, tapi ga maulah sibuk banget itu." jawab Arini.


"Lagian setiap tahun cafe kita sering kok terima proposal kalau ada acara besar kampus, cuma tahun lalu sepertinya nggak deh" kata Fio.


"Iya tahun lalu nggak mi, karena Arya tidak merekomendasikan" kata Arya.


"Iya bang Arya nggak mau mi, katanya biar yang lain dulu saja" kata Arini.


"Iyalah yang ada orang bosan dek setiap tahun cafe kita selalu muncul" kata Arya.


"Acara besar begitu harus cari sponsor banyak loh, itu ga mudah" kata Deni.


"Iya bang, tapi Arya ngeluarin voucher kok buat doorprize" kata Arya.

__ADS_1


__ADS_2