
Tiba-tiba datang Arini bersama Fabian.
"Mami masih disini ya" sapa Arini sambil mencium pipi maminya kemudian memberi salam kepada sahabat maminya yang tak lain Erna dan Dewi. Begitupun Fabian yang langsung mencium pipi mamanya kemudian memberi salam ke Fio dan Erna.
"Sudah pada makan belum sayang?" Tanya Fio.
"Belum mi" jawab Arini.
"Kak kita makan disini dulu saja ya" ajak Arini.
"Boleh aja" jawab Fabian. Kemudian Arini mencari Dona untuk memesan makanan buat dirinya dan Fabian.
"Memang kalian dari mana ini?" Tanya Dewi.
"Arini dari kampus ma, kalau aku memang sudah janjian mau nemput Arini, karena dia minta ditemani jalan" jawab Fabian.
"Kamu lagi ga ada rapat bang" tanya Dewi
"Nggak ma, kebetulan hari ini lagi longgar makanya aku temani Arini jalan, dari pada nanti ada nangis ma kalau ga ada yang nemenin." Kata Fabian.
"Idih siapa juga yang nangis coba" protes Arini. Fabian tertawa begitu juga mami Fio dan kedua sahabatnya.
"Arini dulu pernah janji sama tante katanya mau menginap di rumah tante" kata Dewi.
"Tante kok masih inget sih, tapi kan tante Dewi juga ga pernah pulang ke sini" kata Arini.
"Ya nginepnya di Jogja aja, nanti kita jalan-jalan keliling kota deh" kata Dewi sambil tersenyum merayu Arini.
"Iya tan nanti deh kalau liburan, Arini ajak bang Arya nginap di rumah tante Dewi" kata Arini.
"Bener ya, tante tunggu loh" kata Dewi.
"Iya tan kalau Arini juga ga lupa ya hehehe" jawab Arini sambil tertawa.
Fabian tertawa terkekeh melihat Arini menjawab setiap permintaan Dewi sang mama tercinta.
"Dari kita bertiga yang punya anak lengkap cuma Fio aja ya ini" kata Erna.
"Iya, maklum Er karena suaminya terlalu posesif jadi isinya cuma dipeluk aja" ledek Dewi. Fio hanya tertawa tanpa bisa menjawab candaan sahabatnya.
Dewi mengajak Fio untuk nyanyi berduet di cafe itu dengan diiringi organ.
"Yuk Fi kita nyanyi di depan, gue kangen dengar suara loe" anak Dewi.
Fio dan Dewi berdiri menuju ke tempat organ yang sedang dimainkan oleh salah satu karyawan yang biasa memainkan organnya jika ada tamu yang meminta diiringi.
"Fio..., ini Fio kan" sapa seorang pria. Fio dan Dewi menengok ke arah suara yang memanggil Fio.
Fio mengingat siapa yang memanggil dengan mengernyitkan dahinya.
"Kamu lupa sama aku?" Tanya seorang pria tersebut sambil tersenyum.
"Eh maaf ini kak Dio ya" tebak Fio.
"Iya, ternyata kamu masih inget ya" kata Dio.
__ADS_1
"Apa kabar kak" tanya Fio.
"Kabar baik, sekarang anakmu berapa Fi?" Tanya Dio.
"Hehehe Fio anak 3 kak, kakak sendiri anaknya berapa?" Tanya Fio.
"Kakak 2 Fi, o iya yuk aku kenalin istriku" kata Dio. Kemudian berjalan ke meja tempat istrinya duduk.
"Ma kenalin ini adik kelas papa waktu sekolah dulu sekaligus pemilik cafe ini" kata Dio. Istri Dio langsung berdiri dan mengulurkan tangannya ke Fio.
"Diana"
"Fio dan ini kenalkan sahabat saya dan adik tingkat kak Dio waktu kuliah" kata Fio memperkenalkan Dewi.
"Diana"
"Dewi"
Diana melihat Fio dan Dewi dari atas sampai ke bawah. Diana anak orang kaya dan terbiasa dengan lingkungan sosialitanya. Sedangkan Dewi dan Fio walaupun mereka juga anak orang kaya tetapi tidak terbiasa dengan pergaulan sosialita, hanya sekedarnya saja. Karena keluarga mereka terbiasa dengan kesederhanaannya.
"Maaf kak, kami mau kesana dulu ya" pamit Fio dan Dewi ke Dio dan istrinya.
"Iya silahkan" jawab Diana.
"Iya Fi" jawab Dio.
"Kamu ga berubah Fio, masih tetap cantik dan menarik, Aldo ga salah memilih" batin Dio melihat kepergian Fio dan Dewi.
"Dia pemilik cafe ini ya pah, tapi kesannya biasa saja ya orangnya, padahal kan cabang cafe ini ada dimana-mana" kata Diana.
"Memang dia sangat kaya ya pah?" Tanya Diana.
"Ya begitulah ma" jawab Dio yang enggan menceritakan tentang harta orang lain.
"Mama itu jangan suka memandang orang hanya dari hartanya saja. Mama bergaullah dengan seluruh kalangan biar tahu bagaimana orang itu memahami kehidupan yang sesungguhnya bukan hanya tahunya belanja dan hal-hal yang maunya berkelas aja" kata Dio.
"Ya tapi kalau disuruh melihat ke orang yang seperti calon mantu kita sebenarnya mama juga kurang setuju pah" kata Diana.
Dio hanya menghela nafasnya.
Tak lama terdengar lantunan suara Fio dan Dewi menyanyikan sebuah lagu masa mereka sekolah sma dulu.
"Ih mami nyanyiin lagu remaja" komentar Arini.
"Bukannya duli memang tante Fio senang memyanyi ya" kata Fabian.
"Iya sih kata papi dan om Raka" jawab Arini.
"Papi sering cerita ya masa lalu mami dan papi ke anak-anaknya?" Tanya Erna ke Arini.
"Iya tan, lucu ya ceritanya apalagi menikahnya masih usia dini begitu." Kata Arini.
"Iya mami menikah diusia masih dini dan papi cemburuan sekali" kata Erna.
"Itu tadi yang nyapa mami siapa tan?" Tanya Arini.
__ADS_1
"Kalau tidak salah sih dari wajahnya seperti om Dio kakak kelas mami waktu sekolah juga waktu kami kuliah dan sekaligus teman seangkatan papi dan om Mikael" jawab Erna.
.
"O itu yang namanya om Dio, ga kalah juga sih gantengnya dari papi" kata Arini. Fabian hanya menjadi pendengar.
"Heh jangan bilang begitu, nanti papi marah sama kamu loh kalau sampai dengar kamu memuji om Dio" kata Erna.
"Hebehe iya sih, apalagi kalau sampai dengar nama om Dio. Tapi masak sih sampai sekarang papi masih cemburu sama mami" kata Arini.
"Memang dia mantan tante Fio?" Tanya Fabian.
"Bukan, cuma dulu pernah suka dengan mami dan membuat papi jadi salah paham dengan mami hingga membuat mami marah besar dengan papi" kata Arini panjang lebar.
Fio dan Dewi kembali duduk di meja tempat tadi mereka duduk
"Ayo kak, jadi ga ini yang mau keluar?" Tanya Arini.
"Loh aku kan nungguin kamu maunya gimana" jawab Fabian.
"Ya udah kita berangkat sekarang aja yuk biar nanti pulangnya ga kemalaman" ajak Arini
"Ayo aja" jawak Fabian.
Kemudian Fabian dan Arini beranjak pergi setelah berpamitan dengan ketiga mama-mama ini.
"Hati-hati ya bang, jaga adeknya yang benar" kata Dewi
"Siap ma akan selalu Bian jaga ma" jawab Fabian sambil melihat Arini.
"Nitip Arini ya Bian kalau bandel di tegor aja" kata Fio.
"Siap tante" jawab Fabian sambil tersenyum.
"Seneng ya lihat anak-anak kita semua bisa pada deket juga walaupun mereka tinggalnya berjauhan.
"Kan Fabian tinggalnya disini Er, sama seperti Mira anaknya dimana, orang tua dimana" kata Dewi.
****
Baca juga ya karyaku yang lain
Awal Ekskul.
Bermula dari Cafemart
Berbeda Jalan
Terima kasih sudah mau meluangkan membaca karyaku ini 🥰🙏
Jangan lupa like, vote, komen, hadiah
__ADS_1