
💐 Mall Besar
Arya yang sudah sampai lebih dulu di mall bingung mau kemana dulu untuk menunggu yang lain datang. Arya masuk ke toko penjualan barang elektronik sambil menunggu kabar yang lain datang.
Deny dan Mira yang juga sudah sampai di mall masih jalan di sebuah toko buku, karena ada yang mau dicari Miranda.
"Dokter Deny..." panggil seorang wanita yang kemudian mendekati Deny dan mengabaikan Miranda yang ada disebelahnya.
Deny dan Miranda menengok ke arah suara di belakangnya.
"Eh dokter Desy" sapa balik Deny. Dan Mira hanya diam mengamati dokter Desy.
"Sedang apa dokter Deny di sini, tumben ya kita bisa ketemu di mall" kata Desy
"O saya mau anter cari buku dan ada pertemuan keluarga juga" jawab Deny santai.
"O ya kenalin dok ini tunangan saya" kata Deny mengenalkan Miranda pada Desy.
"Miranda"
"Desy"
Mereka saling beraalaman.
"Bang Mira kesana dulu ya" kata Miranda meminta ijin tapi genggaman tangan Mira masih dipegang erat Deny yang artinya Deny belum mengijinkan Mira pergi.
"Bukannya dokter Deny sudah punya pacar yang waktu itu datang ke kantor, seorang gadis muda yang manja" kata Desy membuat Deny mengkerutkan keningnya.
"Siapa gadis muda dan manja yang ke kantor mencari saya dok?" Tanya Deny berpikir sambil melihat ke Miranda.
"Yang waktu itu bergelayut manja dengan dokter Deny dan gadis itu juga manja dengan dokter Irfan. Dia seperti gadis murahan" kata Desy sinis.
Tak lama kemudian nongol Fabian dengan Arini.
"Abang masih jalan disini?" Tanya Arini menepuk pundak abangnya dan cipika cipiki cium pipi dengan Miranda, bahkan Deny pun mencium keningnya sambil mengacak rambut Arini.
Desy melihat Arini kurang suka, menganggap Arini itu terlalu genit dengan semua laki-laki.
"Eh Bian, Arini kalian baru datang ya" sapa Miranda.
""Ehem..." Desy berdeham.
"O maksud dokter Desy gadis yang manja dan muda ini ya yang selalu bergelayut manja dengan saya?" Tanya Deny sengaja.
"Eh i..iya dok" jawab Desy bingung melihat Arini yanh dipeluk mesra Fabian tapi ke Deny masih berani bermanja-manja. Padahal disitu jelas ada tunangan Deny.
Deny dan Miranda tertawa mendengar jawaban Desy yang terbata.
"Perkenalkan dok gadis ini dengan tunangannya" kata Deny sengaja tidak mau menyebutkan Arini sebagai adiknya.
"Arini"
"Fabian"
"Desy"
__ADS_1
Mereka saling bersalaman.
"Bang, kak Mira kita duluan ya, bang Irfan sudah nungguin disana. Nanti abang baca tuh di group" kata Arini
"Mari dokter Desy kami permisi dulu" kata Arini tersenyum ke dokter Desy kemudian pergi dwngan Fabian.
"Iya nanti abang baca sayang, sudah kalian duluan aja. Bang Arya katanya juga sudah sampai tadi, nanti kamu telp ya dek" kata Deni.
"Okey bang" jawab Arini sambil mengangkat jari jempolnya. Miranda hanya tersenyum dan Fabian mengacak rambut Arini sambil terkekeh.
"Tadi teman bang Deny ya sayang?" Tanya Fabian.
"Iya sepertinya bang" jawab Arini santai.
"Eh itu kan bang Arya ya bang, ngobrol sama siapa dia?" Tanya Arini.
"Iya itu Arya, mungkin ketemu ma temannya kali" kata Fabian kemudian menghampiri Arya yang sedang ngobrol dengan temannya.
"Abang kok maaih disini?" Tanya Arini.
"Arini panggil" panggil Ardi dan Faris bersamaan.
"Ardi, kak Faris" sapa Arini kaget. Ternyata yang ngobrol sama Arya adalah temannya dan kakak tingkatnya kuliah yang dulu pernah dekat dengan Arini.
"Apa kabar Ar?" Tanya Faris menyapa sambil bersalaman dengan Arini lama.
"Baik kak" jawab Arini agak grogi, tapi Arini berusaha santai. Kemudian Arini bersalaman dengan Ardi.
Fabian melihat cara Faris memandang Arini tidak suka.
"Fabian"
"Faris"
"Ardi"
Mereka saling bersalaman.
"Masih rajin ke kampus?" Tanya Faris.
"Masihlah kak, memang kakak jarang ke kampus ya" jawab Arini.
"Iya sejak acara kampus waktu itu kakak jadi sering luar kota" kata Faris. Arini hanya tersenyum mengingat hubungan mereka putus karena salah paham.
Terlihat dari cara pandang Faris ke Arini masih ada cinta di hati Faris untuk Arini. Dan itu terlihat oleh Fabian dan Arya.
"Maaf kami.duluan pamit ya, mau ada acara keluarga" kata Fabian memotong obrolan Arini dan Faris. Arya paham dengan maksud Fabian.
"Maaf ya bro, lain waktu kita lanjut ngobrol.lagi, kami pamit dulu mau ada acara keluarga" kata Arya.
Fabian tak melepas genggaman tangannya ke Arini. Faris melihat bagaimana Fabian ke.Arini.
"Itu cowok tadi siapanya Arini sih Ar?" Tanya Faris.
"Entahlah sepertinya sih pacarnya Arini.deh kak" jawab Ardi.
__ADS_1
"Arini tuh banyak disukai cowok, anaknya baik, cuek ga banyak mau" kata Ardi.
"Gue pernah nembak Arini, tapi ditolak." Kata Ardi lagi.
"Kenapa ditolak, apakah karena Arini udah ounya pacar kali" tebak Ardi.
"Sepertinya saat itu sih Arini belum punya pacar sih kak, orang itu sudah lama kok" jawab Ardi.
Faris hanya diam mendengarkan.
Memang saat Faris jadian dengan Arini, Ardi belum dekat dengan Arini xan tidak banyak teman kampus yang tahu jika saat itu Arini sedang pacaran dengan Faris. Bahkan Arya saja tidak tahu menahu juga.
Irfan ngobrol dengan Deby di sebuah meja di dalam restoran sambil Deby membjka-buka buku menu.
"Hai bang Irfan" sapa Arini menyalami abangnya kemudian ke Deby.
"Eh Arini" sapa Deby.
"Deby, ternyata kamu ya... ya ampun bang Irfan kalau Deby ini sih Arini udah kenal dari lama" kata Arini kemudian memperkenalkan Arya dan Fabian.
"Abang juga bilang Deby sayang" kata Irfan.
"Ya Arini bingung aja Deby yang mana, soalnya lama Arini ga ketemu Deby ini" kata Arini.
"Arya"
"Fabian"
"Deby"
Merka saling bersalaman dan menyebufkan namanya masing-masing.
"Iya kita sering ketemu dulu waktu loe masih sama kak Faris kan, sejak kalian putus loe jarang kelihatan ke kampus" kata Deby.
"Ehem" Fabian berdeham.
"Eh Deb loe ada tugas ga dari bu Lena yang disuruh kirim lewat email?" Tanya Arini mengalihkan pembicaraan.
"Udah sih, tapi gue baru selesai tadi pagi" jawab Deby.
"Tadi kami ketemu Ardi dan kak Faris di sana" kata Arya.
"Kenal juga ya sama Ardi dan kak Faris?" Tanya Deby melirik Arini.
"Iya udah lama kenal mereka sih, sejak awal masuk ke kampus itu" jawab Arya.
"O.gitu...kirain...."kata Deby terputus.
"Ini kenapa bang Deni dan kak Mira belum juga nongol sih" kata Arini memutus obrolan Arya dan Deby.
"Kenapa tadi Deb, kirain apa?" Tanya Arya penasaran.
"Nggak papa, kirain baru aja kenal" jawab Deby setelah mendapat kode dari Arini.
"Kamu kenapa.kodein Deby, jadi buat abang penasaran abang" kata Irfan.
__ADS_1