
Deni berjalan menuju ke ruangannya yang diikuti Irfan.
"Irfan...Irfan...." kata Deni sambil menepuk pundak sepupunya.
"Biar bagaimanapun Arini itu tetap adik loe juga, jadi jangan pernah loe mencintainya sebagai kekasih. Karena jika sampai Arini tahu pasti Arini ga akan mau lagi terlalu dekat dengan loe, apalagi suaminya belum tentu mengijinkan bisa dekat dengan loe lagi" kata Deni mengingatkan Irfan.
"Kurasa Fabian tahu kalau gue ada perasaan dengan istrinya, karena tatapan Fabian ke gue tajam banget waktu itu" kata Irfan.
"Iya gue rasa Fabian tahu, karena dia orang yang peka apalagi pada istrinya. Bian begitu posesif dan sangat cemburuan" kata Deni lagi.
"Iya gue tahu itu" sahut Irfan.
"Maaf bang, gue mau ke bawah dulu pasien sudah nungguin" pamit Deni pada Irfan sambil menepuk punggung Irfan.
"Gue juga mau ke ruangan gue dulu" jawab Irfan menyusul Deni keluar dari ruangan Deni.
"Arini... memang dulu abang mencintaimu sebagai adik abang, tapi entah kenapa setelah kamu mulai menginjak remaja cinta abang padamu lebih dari ke saudara. Maafkan abang yang pernah mencintaimu tanpa kamu tahu" gumam Irfan dengan melihat foto berempat yaitu Irfan bersama Arini, Deni dan Arya yang terpajang di meja kerjanya Irfan.
Arini memang begitu manja baik dengan Deni maupun Irfan sang sepupu. Dan yang membuat Irfan jadi mencintai Arini karena sifat Arini yang manja yang menurut Irfan sangat lucu.
💐 Kediaman Fabian
"Ma, Fabian keluar dulu ya mau beli kebutuhan buat besok sama Arini" pamit Bian yang sudah menggandeng jemari tangan sang istri.
"Kamu sama Arini nak, istrimu ga ditinggal aja sama mama di rumah?" Tanya Dewi.
"Nggak dong ma, kan Fabian juga mau belanjain keperluannya Arini sekalian" jawab Bian.
"Ya sudah kalau begitu hati-hati ya dan jaga istrimu dengan baik. Mama tahu kok kalau pengantin baru itu maunya kemana-mana berdua" kata mama Dewi mengalah yang ingin ngobrol berdua dengan menantu cantiknya batal.
"Ya ga begitu juga ma, suatu saat kalau kami ada waktu pasti akan Bian ajak ke rumah mama di Jogja dan mama bisa puas-puasin waktunya sama Arini deh. Mau ngobrol, belanja atau bercanda terserah mama aja" kata Fabian.
Dewi dan Arini tertawa mendengar Bian yang ga terima dengan candaannya sang mama.
"Kamu yang sabar ya sayang ngadepin abang, nanti kalau abang macam-macam laporin aja ke mama atau papa" kata Dewi.
"Iya ma Arini akan laporin ke mama deh kalau abang macam-macam" jawab Arini sambil terkekeh.
__ADS_1
"Bian ga akan macam-macam ma, paling hanya semacam aja kok ya sayang. Lagian Arini juga sudah jadi istri abang" kata Fabian sambil tersenyum. Dewi terkekeh sambil menepuk punggung anaknya dengan menggeleng gelengkan kepalanya.
💐 Mall
Fabian memang sengaja mengajak istrinya jalan ke mall hanya untuk mencari pakaian tidur tanpa memberitahukannya pada sang istri tujuannya itu.
"Ke mall mau cari apa sih bang, dasi atau kemeja?" Tanya Arini.
"Kita jalan-jalan aja sayang, abang mau ajak kamu jalan dari pada di rumah nanti bosan" jawab Fabian santai sambil menggenggam jemari tangan sang istri.
"Tapi nanti jangan kelamaan bang, karena kita masih mau mengantar papa dan mama loh bang" kata Arini mengingatkan.
"Iya abang tahu sayang, kita hanya sebentar aja kok sampai makan siang terus kita pulang" kata Fabian.
"Terserah abang yang jelas jangan lupa janji abang pada papa tadi pagi" kata Arini.
"Iya sayang abang ga akan lupa" jawab Bian sambil mencubit hidung sang istri.
"Arini" panggil Deby, Arini menengok ke arah suara yang berada disampingnya.
"Hai Deb, loe ma siapa, sama bang Irfan ya?" Tanya Arini.
"Apa kabar bang Bian, kok pengantin baru udah jalan-jalan sih" kata Deby.
"Bukan jalan-jalan Deb, cuma mau belanja aja" jawab Fabian.
"O silahkan kalau begitu, Deby pamit dulu ya mau ke tempat yang lain" kata Deby kemudian memeluk Arini dengan mereka saling cipika cipiki.
"Salam buat bang Irfan ya Deb" kata Arini.
"Siap nanti gue sampaikan" jawab Deby.
"Kenapa menitip salam sama bang Irfan sih" Fabian protes setelah Deby pergi.
"Kenapa memangnya bang, kan bang Irfan itu abangnya Arini bukan mantan atau orang lain bagi Arini loh bang" kata Arini heran.
"Iya abang tahu dia abangmu tapi kan bukan abang kandung seperti bang Deni atau Arya" kata Fabian.
__ADS_1
"Iya walaupun sepupu tapi hubungan kami itu dekat dan sudah seperti abang kandung" kata Arini ga mau kalah. Karena terus terang Arini heran dengan suaminya yang selalu melarang dirinya dekat dengan Irfan sejak mereka berdua bertunangan waktu itu.
"Suatu saat kamu akan tahu kenapa abang ga mengijinkanmu terlalu dekat dengannya. Yang pasti untuk saat ini agar Deby tidak salah paham dengan kedekatanmu dengan bang Irfan saja" kata Bian.
Arini hanya diam dengan membuang nafasnya saja tanpa mau memberikan komentarnya lagi, karena menurutnya alasan Bian itu tidak masuk akal. Deby mengenal Arini sudah lama walaupun mereka tidak terlalu dekat sekali seperti sekarang ini. Dan Deby juga tahu siapa Irfan dan apa hubungannya dengan Arini. Serta ditambah lagi Arini sekarang sudah punya suami.
"Kamu mau beli apa sayang?" Tanya Fabian.
"Hah beli apa, Arini belum butuh apa-apa sih bang" jawab Arini sambil mengkerutkan dahinya.
"Kamu ngelamunin apa sih, kok kaya kaget gitu ditanyain abang" tanya Fabian.
"Ga ngelamunin apa-apa kok bang yuk kita jalan lagi aja" kata Arini melanjutkan jalannya.
Fabian mengajak Arini masuk ke toko baju untuk membeli kebutuhan Arini.
"Ngapain abang masuk kesini sih, Arini kan ga mau beli pakaian bang" tanya Arini.
"Abang yang mau beliin sayang, kamu pilih yang mana yang kamu suka" jawab Bian. Arini menggelengkan kepalanya sambil melihat-lihat pakaian di dalam toko itu. Sedang Fabian membeli beberapa langerie buat istrinya tanpa sepengetahuan sang istri dan langsung membayarnya ke kasir.
"Sudah ada yang dipilih sayang?" Tanya Bian melihat istrinya memegang kemeja bunga-bunga.
"Arini mau ini ya bang buat kuliah nanti" kata Arini menunjukkan kemeja perempuan pada yang suami.
"Iya besok dibawa aja sayang, terus mau beli apa lagi? Tuh ada celana kulot disana juga bagus" kata Bian sambil menunjuk kulot yang dimaksudkan.
"Arini ini aja bang, Arini ga tertarik dengan yang lain" jawab Arini sambil berjalan mengekor pada sang suami.
"Ini coba dulu deh sayang, bagus kalau dipadu padankan dengan kemeja itu" kata Fabian.
"Tidak usah bang, cukup ini aja. Aira sudah banyak kok kulotnya" jawab Arini.
"Ayolah sayang coba dulu atau mau langsung abang beli aja ya" tawar Fabian.
"Tidak usah dibeli bang, Arini sudah punya banyak kulot" jawab Arini.
"Ya sudah kalau ga mau mencoba" kata Fabian mengalah namun tetap dibelinya.
__ADS_1
"Mbak tolong itu dibungkus gabung sama yang ini" kata Fabian pada pelayan toko dengan memberikan kemeja yang dibawa Arini.