
"Udah cowok aja yang cerita" jawab Arini dan tak lama pesanan mereka datang.
"Mantan tak perlu diceritakan ke yang lain, yang penting kita terbuka dengan pasangan kita" kata Deni.
"Tapi abang ga pernah tuh cerita mantan ke Mira" kata Miranda menatap Deny sambil tersenyum.
"Nah kamu nggak nanya sayang" kata Deni tersenyum juga.
"Kalau begitu sekarang Mira nanya deh bang, mantan abang ada berapa?" Tanya Miranda.
"Tuh dokter Desy salah satu mantannya" kata Irfan.
"Sembarangan ya Fan loe ngomong, enak aja" protes Deni.
"Sudah makan dulu abang-abangku sayang. Kalian pada cerita mantan, gue pacar aja belum ada" kata Arya.
"Tuh Clara siapanya abang?" Tanya Arini.
"Kok kamu tahu Clara sih dek?" Tanya Arya heran.
"Nah kan ketahuan kalau lagi pendekatan" kata Fabian. Arya menggaruk kepalanya yang fak gatal.
"Siapa Clara dek?" Tanya Deni
"Angkatan dibawah bang Arya bang, anaknya mungil" kata Arini sambil melirik Arya.
"Kamu tahu Clara dari mana sih?" Tanya Arya penasaran.
"Arini kan selalu jalan-jalan ke fakultas lain, ada juga kok anak fakultasku yang suka ngomongin Arini" kata Irfan.
"Hah siapa bang, Arini ga ada yang kenal kok" kata Arini kaget.
"Pasti cowok" tebak Fabian.
"Ialah kebanyakan cowok, tapi ada cewek juga yang kadang ngobrolin Arini kalau Arini habis lewat tempat abang" kata Irfan.
"Bang Irfan cerita beginian nanti akan ada yang siap memata-matai tuh" sindir Arya.
Deni tertawa mendengar Arya menyindir Fabian.
"Sudah kita makan dulu saja" kata Arini.
"Deb nitip Arini ya kalau lagi di kampus" kata Fabian.
"Tenang aja bang, Arini aman kok. Dia ga suka macam-macam" jawab Deby.
"Udah sore, gue pamit dulu ya mau jalan beli titipan mama dulu" kata Fabian.
"Okey, makasih ya semuanya selamat jalan-jalan deh" kata Irfan ke semuanya kemudian mereka berpisah dengan acaranya masing-masing.
Arini dan Fabian jalan masuk ke dalam toko skincare karena Arini mau mencari liptin. Maklum perempuan selalu hobby jika jalan ke tempat skincare apalagi jika ada liptin atau lipstik dengan warna baru.
Arini membeli liptin yang habis, sedangkan Fabian sekalian belanja apa yang dibutuhkan untuk nanti saat acara menjelang hari pernikahan mereka yaitu seserahan.
"Bang kenapa nggak belinya bulan depan aja sih?" Tanya Arini.
"Apa bedanya, biar sekalian saja dari pada kelupaan nantinya" jawab Fabian.
"Hai Ar, cari apa sayang?" Sapa Miranda.
"Kak Mira... ini cari liptin" jawab Arini.
__ADS_1
"Kakak mau cari apa?" Tanya Arini.
"Cari buat kebutuhan seserahan nanti ada yang masih kurang" jawab Miranda.
"O iya tadi mami mengingatkan abang tuh, benar Arini juga dengar kak" kata Arini.
Sedangkan Fabian mengekor di belakang Arini.
"Kalian belanja buat acara yang sama ya?" Tebak Miranda.
"Iya disuruh mama dicicil dari sekarang" jawab Arini.
"Kita kurangnya apa sih bang?" Tanya Mira ke Deny.
"Shampoo kak, seingat Arini tadi waktu mami bilang abang" jawab Arini.
"O iya buat keperluan rambut pokoknya." Jawab Deny.
"Berarti shampoo, conditioner, hair tonic, sabun cair gitu-gitu kurang lebihnya" jawab Fabian.
"Kok abang hafal sih, jadi curiga Arini" kata Arini yang langsung dapat capitan dari Fabian di hidung Arini.
"Abang hafal karena sering dulu disuruh mama beli kebutuhan mama" kata Fabian.
"Mamanya anak-anak atau mamanya bang Bian?" Tanya Arini. Mirandan dan Deny tertawa bersama mendengar candaan Fabian.
"Nanti kalau Fabian bilang mamanya anak-anak akan ada yang marah nggak nih" sindir Miranda.
"Tuh bukan abang yang ngomong ya" kata Fabian. Arini hanya tersenyum kecut.
"Sekalian kamu belanja shampoo dan teman-temannya aja sayang" kata Fabian menyuruh Arini.
Selesai Miranda belanja, Deny mengantri di kasir bersamaan dengan Fabian yang juga membawa barang belanjaan Arini.
"Kamu ikut mengantri ngapain dek?" Tanya Deni yang berdiri di antrian sebelah Arini.
"Mau bayar inilah bang, kan punya Arini habis" jawab Arini.
"Loh kenapa nggak digabung sekalian aja sih yank" kata Fabian kemudian meminta Arini memasukan ke keranjang yang dibawa Fabian.
"Ar dulu kamu sering jalan dengan Irfan ya?" Tanya Miranda.
"Iya nggak sering-sering amat sih kak. Kok kak Mira tahu?" Jawab Arini kemudian bertanya tahu dari mana.
"Ya irfan pernah cerita ke kakak" jawab Miranda.
"Hampir setiap bang Irfan kesini aih kami sering jalan kalau Arini kebetulan bisa nemenin" jawab Arini.
"Kamu nggak takut ketahuan temanmu yang saat itu dekat ma kamu?" tanya Miranda.
"Ya Arini kan selalu bilang bahwa bang Irfan itu abangnya Arini kak, jadi saat itu teman Arini juga tidak masalah" jawab Arini.
"Teman atau teman?" Canda Miranda yang kebetulan di dengar Fabian yang sudah berada dibelakang Arini.
"Hehehe ya teman dekatlah, jadi dia nggak cemburu sama bang Irfan" jawab Arini.
"Siapa yang cemburu?" Tanya Fabian menatap Arini.
"Abang sudah selesai?" Tanya Arini yang kaget Fabian sudah berada di belakangnya.
"Kakak dan abang duluan ya sayang" kata Miranda.
__ADS_1
"Iya kak" jawab Arini.
"Siapa yang cemburu sama Irfan?" Tanya Fabian.
"Nggak ada bang" jawab Arini.
"Berarti Arini hutang 2 penjelasan ke abang" kata Fabian.
"Loh kok gitu apa aja ini?" Tanya Arini nggak terima.
"Dan abang maunya nanti Arini harus jelasin" kata Fabian.
"Abang curang deh" kata Arini.
"Loh kok curang, kan abang hanya minta penjelasan aja" kata Fabian.
"Tapi Arini juga mau abang cerita sama Arini" kata Arini.
"Cerita apa?" Tanya Fabian .
"Cerita mantan abang dulu" jawab Arini.
"Ga ada yang penting itu" jawab Fabian.
"Arini juga ga ada yang penting yang harus Arini jelasin kok" kata Arini membalik ucapan Fabian.
Fabian menatap Arini sambil tersenyum karena mau marahpun juga bisa.
"Kenapa ngikuti kata-kata abang?" Tanya Fabian.
"Bukan ngikutin bang, hanya mengatakan yang sesungguhnya aja" kata Arini.
"Apakah Irfan yang cemburu sama Arini?" Tanya Fabian serius.
"Kok bang Irfan cemburu sama Arini, memangnya ngapain?" Tanya Arini heran sambil mengkerutkan dahinya.
"Nanti setelah selesai kita belanja, Arini harus menjelaskan semuanya ke abang" kata Fabian.
"Ya ampun bang, ga ada yang penting yang harus dijelaskan bang" kata Arini.
"Ya sudah buat Arini ga penting, tapi buat abang itu penting" kata Fabian.
"Okey Arini akan menjelaskan, tapi Arini juga ingin abang menceritakan masa lalu abang agar Arini ke depannya tidak salah paham" kata Arini.
"Okey kita lihat waktunya nanti ya sayang" kata Fabian.
Mereka melanjutkan belanjanya menuju ke toko sepatu dan tas seperti permintaan mamanya Fabian. Dan setelah mendapatkan sepasang sepatu dan tas, Evan mengajak Aira keluar mall untuk makan malam.
*****
Jangan lupa berikan Hadiah, Like, Komen dan Vote.
Masukkan dalam bacaan favoritmu
Baca juga BERBEDA JALAN
Dimana dua anak manusia yang saling menvintai tapi harus terpisah cintanya dengan menjadi seorang teman baik tanpa saling menyakiti.
Terima kasih semua pembaca setia karyaku 🙏🥰
__ADS_1