
"Memang nanti kalau kita ke skincare yang laki-laki mau juga masuk ke sana atau mau menunggu di luar saja?" Tanya oma.
"Kami tidak masalah oma jika nanti pada mau masuk ke skincare kami bisa menunggu di luar juga jika di dalam penuh. Kebetulan Deni tidak membutuhkan." Jawab Deni.
"Iya benar kata bang Deni, Bian setuju. Karena kami para lelaki biasa begitu" kata Bian.
"Baguslah kalau begitu, soalnya kalau Aldo suka protes dulu jika oma masuk ke toko skincare lama" kata oma. Fio hanya terkekeh mendengar nama suaminya disebut sang mertua.
Setelah selesai dari toko skincare, mereka jalan lagi dan Risa menggandeng tangan Arini untuk diajak masuk ke toko pakaian.
"Oma, Deni sama Mira kesini sebentar ya" kata Deni masuk ke pakaian sport untuk Deni olah raga.
"Mau cari kaos bang?" Tanya Mira.
"Iya buat olah raga sayang" jawab Deni.
"Bukannya olah raga itu ga perlu kaos?" Bisik Mira sambil tersenyum.
"Itu kalau olah raga malam sayang" jawab Deni pelan membuat Mira tertawa sambil mencubit pinggang sang suami.
"Aww sakit sayang" kata Deni terkekeh melihat istrinya malu dengan rona merah di wajah Miranda.
Arini dan Risa sibuk memilih pakaian yang mereka suka.
"Ini bagus sayang" kata Fabian melihat Arini memegang baju warna dongker.
"Iya bagus ya bang, terus celananya di kasih celana 7/8 warna putih bagus deh" kata Arini.
"Iya bagus, yang ini juga bagus warna pastel" kata Fabian dengan tangannya memberikan baju yang sudah dipegangnya.
"Risa ini bagus buat kamu sayang, nanti dikasih bawahannya yang ini" kata Arini ke Risa.
"Kak Arini lihat dimana itu kok bagus" kata Risa.
"Disini sayang, kamu nanya aja sama watresnya untuk ukuran kamu" kata Arini.
"Bang ini bagus ga?" Tanya Arini ke Fabian.
"Buat kamu?" Tanya Fabian melihat kaos yang ditunjukkan Arini model sabrina. Arini menganggukkan kepalanya.
"Cari model yang lain saja, abang ga mau kamu pake baju terbuka di depan orang lain" jawab Fabian.
"Ya nanti pakenya kalau pergi dengan abang aja dong" tawar Arini.
"Tidak, boleh pake itu hanya untuk di dalam rumah dengan abang saja, okey" kata Fabian sambil menaikkan kedua alisnya ke calon istrinya.
Arini mengembalikan kaos sabrina ke rak yang sebelumnya.
"Ar itu bagus deh navy yang kamu bawa" kata Miranda yang melihat Arini memegang baju warna navy.
"O iya tadi bang Bian yang pilih dan tinggal 1 ini aja kak. Tapi kalau warna lain sepertinya masih ada deh" kata Miranda.
Semua sibuk memilih baju termasuk Fio dan oma.
"Arya kamu apa sayang dari tadi ga ada barang yang kamu pegang" tanya oma.
"Nanti saja oma, Arya mau yang ada disana aja" tunjuk Arya pada toko disebelah.
__ADS_1
"Ya sudah yuk Ar, kamu ke sana sama bang Deni aja" ajak Deni.
"Reza juga ikut bang" sahut Reza.
"Lets go" Deni.
"Jagoan oma tumben bisa jalan bareng" kata oma tersenyum dengan menggelengkan kepalanya.
"Memangnya merrka bertiga ga pernah pergi bareng oma?" Tanya Miranda.
"Nggak kak, bang Deni yang suka malas kalau diajak pergi" sahut Arini.
"Tapi kalau Arini ikutan, pasti bang Drni akhirnya berangkat. Karena Arini rayu agar bang Deni ikutan" kata Arini sambil tertawa.
"Iya bang Deni pernah cerita kalau pada mau pergi ada Arini suka merajuk ke bang Deni agar ikutan pergi" kata Miranda.
"Iya, jadi kalau makan pasgi bang Deni yang bayar" kata Arinintertawa lagi.
"Kamu manfaatin abangmu" kata oma
"Itu cucu kesayangan oma kak, jadi dibelain oma" kata Arini. Meraka tertawa bersama.
"Sudah semua, sekarang oma bayar dulu belanjaannya ya" kata oma yang di dampingi Arini.
"Oma itu sama semua cucunya dekat sayang, jadi oma senang jika berlibur cucunya ikut semua" kata Fio bercerita ke menantunya.
"Sini sayang biar abang yang bawain" kata Fabian yang mengambil semua paperbagnya.
"Sini Bian yang belanjaan kaka biar nanti bang Deni yang bawain" kata Miranda meminta paperbag belanjaannya.
"Gapapa kak, biar nanti saja kalau sudah ketemu bang Deny baru Bian berikan ke bang Deni.
"Kita mampir ke restoran alam ya sayang, tadi opa kalian menyuruh kita untuk ke sana" kata Oma.
"Asyik, Arini setuju" jawab Arini.
"Asyik" Risa bersamaan dengan Arini.
"Kalian senang ya, oma juga senang" kata oma terkekeh, semua tertawa mendengar ucapan omanya.
Kemudian mereka berpisah dan masuk mobil masing-masing karena mau melanjutkan acaranya ke restoran alam.
💐 Restoran alam
Opa dan Aldo sudah menunggu keluarganya dengan duduk di sebuah taman dengan pandangan alam bebas.
"Kamu sudah siap melepas anak gadismu?" Tanya opa.
"Harus siap pa, karena Aldo percaya dengan Fabian bisa membuat Arini bahagia" jawab Aldo.
"Iya, papa jadi teringat bagaimana perasaan papa mertuamu saat kamu menikahi Fio dulu" kata opa.
"Karena melepas anak gadis yang masih remaja, masih senang jalan dengan banyak teman baik itu laki-laki maupun perempuan jadi harus dibatasi" kata opa mengenang masa anaknya masih remaja dulu.
"Iya Aldo juga sadar akan hal itu dan Aldo juga paham saat itu Fio masih senang dengan hobbynya bersama group band yang semuanya laki-laki." Kata Aldo.
"Opaaa" teriak Risa langsung memeluk opanya.
__ADS_1
"Cucu opa sudah belanja apa saja?" Tanya opa yang sempat kaget karena tetiakan sang cucu yang juga langsung lari memeluknya.
"Hai pi, baru ini Arini lihat papi hanya berdua santai dengan opa saja" kata Arini.
"Memangnya ga boleh?" Tanya Aldo.
"Boleh sih, hanya biasanya papi kalau bertemu dengan opa selalu urusan kerjaan" jawab Arini.
"Papi udah pesan belum tadi?" Tanya mami Fio.
"Sudah pesan untuk kita semua rame-rame, cuma minum belum, jadi kalian pesan masing-masing ya" jawab Aldo.
Deni memanggil pelayan resto untuk memesan minuman buat mereka semua.
"Arini es cappucino" kata Arini.
"Kamu mau cappucino juga sayang?" Tanya Deni yang tahu jika sang istri senang cappucino.
"Boleh memangnya bang?" Tanya Mira.
"Boleh tapi jangan es, jadi panas aja ya" kata Deni. Mira menganggukkan kepalanya.
"Reza es jeruk aja dan Risa teh manis hangat aja ya" kata Reza.
"Risa mau jus strowberry bang" kata Risa.
"Ya sudah risa jus sama teh hangat ya sanyang" tanya Fio.
"Iya tan" jawab Risa tersenyum.
Keluarga besar Wijaya menikmati makan malam bersama dengan santai.
"Kita seperti liburan ya rasanya" kata Arya.
"Iya sudah lama kita ga liburan bersama, opa kapan kita akan liburan bersama?" Tanya Risa.
"Nanti saja setelah Arini menikah, bagaimana?" Tanya Opa.
"Setuju.."
"Setuju"
"Bulan madunya terganggu dong" kata Deni sambil tersenyum.
"Sebulan setelah nikahnya kak Arini saja, jadi kita semua bisa mengaatur cuti juga dan yang bjlan madu juga tidak terganggu" kata Aldo.
"Karena papi punya pengalaman bulan madunya mundur 2 tahun" kata opa.
"Kok bisa opa?" Tanya Arya.
"Tanya papimu saja nanti.
Aldo terkekeh sambil geleng-geleng dengan memandang sang istri.
"Memangnya kenapa pi?" Tanya Fio polos.
"Yang tahu hanya yang laki-laki mi" jawab papi Fio kemudian mencium pucuk kepala Fio.
__ADS_1
Aldo sampai anak-anak sudah dewasa pun selalu mesra dengan sang istri dan tidak segan untuk memeluk dan mencium kepala srrta pipi sang istri.