
paginya meira langsung menuju ke dapur untuk segera menyiapkan sarapan.
meira sudah terbiasa untuk melakukan pekerjaan rumah, sepeninggalan mendiang ibunya meira menjadi pribadi yang sangat mandiri.
setiap pagi meira menyiapkan sarapan untuk sang ayah dan sepulang bekerja meira mencuci pakaian sang ayah dan dirinya.
seusai makan meira langsung berpamitan kepada sang ayah.
meira sudah bekerja sekitar 2 tahun diperusahaan pranadipta group, meira bekeja dibagian keuangan,
hari - hari meira selalu memegang uang, tapi itu bukanlah uang meira sendiri melainkan uang perusahaan.
" kei uang yang dibrangkas sudah diserahkan kepada kepala pabrik belum" tanya meira kepada keisha.
" udah, emang kenapa mei" tanya balik keisha.
" aku kira belum, kalo belumkan biar aku aja ke kepala bagian pabriknya untuk menyerahkan uangnya sekalian menanyakan berapa pengeluaran uang setiap bulan untuk setiap produksinya" kata meira.
"oh..." keisha hanya menanggapi perkataan meira dengan ber"oh"ria
sedangkan disisi lain eldison tengah sibuk dengan beberapa berkas yang harus segera diselesaikan karena seuasai jam istirahat eldison harus mengadakan rapat cabang perusahaannya yaitu Atmaja group.
" bunga tolong siap berkas- berkas yang tadi aku tanda tangani" kata eldison
" baik tuan"jawab bunga dengan menundukan kepalanya.
seusai menyiapkan berkas - berkasnya bunga bergegas untuk melanjutkan tadi yang sempat tertunda.
tak terasa pukul 13.00 Wib telah tiba, eldison menengok sebentar jam yang terpampang dipergelangan tangannya.
" Rendi, cepat siapkan mobilnya" suruh eldison seraya merapikan jasnya.
" baik tuan" ucap rendi dengan setengah menundukkan kepalanya.
rendi bergegas menyiapkan mobilnya untuk dikendarainya menuju perusahaan pranadipta group.
setelah menempuh kurang lebih 1 jam perjalanan eldison dan orang kepercayaannya yaitu rendi sampai di perusahaan Atmaja group.
seluruh karyawan menundukan di atmaja group.
" selamat siang tuang" ucap angga selaku pemilik perusahaan.
"siang! cepat lakukan rapatnya sekarang, saya tidak suka mengulur waktu" jawab eldison dengan melangkahan kakinya terlebih dahulu menuju ruang rapat.
sesampainya diruang rapat eldison membuka rapatnya terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan angga selaku wakil pemilik perusahaan.
" bagaimana dengan pengeluaran setiap bulannya" tanya eldison.
"emm....saya tidak mengetahui pengeluaran setiap bulannya" jawab angga hati -hati.
__ADS_1
"bagaima tidak tahu!" bentak eldison yang sangat keras.
" karna saya tidak menelesik lebih jauh tentang keuangan perusahaan tuan, saya hanya melakukan kerja sama dengan perusahaan lain" kata angga dengan menundukkan kepalanya.
"maafkan saya tuan" lanjutnya
" baiklah, siapa yang mengurus bagian keuangan" tanyanya.
"meira tuan" jawab angga.
" panggilkan meira sekarang" ucap eldison sembari mendaratkan tubuhnya.
angga dengan terburu- buru menuju ruangan meira
" meira, cepat keruang rapat" ucap angga.
" baik pak" balas meira dengan meletakkan berkas- berkas yang dipegangnya.
meira dan angga langsung menuju ke ruang rapat, angga didepan sedangkan meira dibelakang mengikuti langkah angga.
tok.. tok...tok...
" masuk" ucap eldison.
"ini tuan ketua bagian keuangannya" kata angga dengan mempersilahkan meira untuk segera masuk keruang rapat.
" itu kan bapak tua bangkak yang kemarin" ucap meira dengan keceplosan.
meira langsung membungkam mulutnya karena keceplosan mengatai bapak tua bangka.
" apa kamu bilang, bapak tua bangkak" tanya eldison sedikit menelisik.
" bukan bapak tua bangkak pak, tapi bapak yang saya banggakan" sergah meira langsung.
karna tak ingin memperpanjang meira langsung mempresentasikan keuangan perusahaan.
setalah dirasa cukup meira dipersilahkan untuk duduk disebelah eldison.
lalu majulah kepala bagian produksi untuk menjelaskan berapa banyak produk yang dihasilakan setiap bulannya.
" kamu bilang saya bapak tua bangkak" bisik eldison tepat ditelinga meira.
" bukan bapak tua bangkak pak" bela meira dengan hati hati.
" ****** gue" batin meira.
tak terasa petang pun telah tiba sehingga mau tak mau eldison segera menutup rapatnya dengan segera.
" sekian rapat hari ini, saya ucapkan teriam kasih" ucap eldison dengan wibawanya.
__ADS_1
eldison melangkahkan kakinya terlebih dahulu meninggalkan para karyawannya.
" huh...akhirnya selesai juga" keluh meira.
"kei gue duluan ya" ucap meira dengan meninggalkan keisha yang sedang sendirian.
" iya" jawab keisha.
meira melangkahkan kakinya dengan terburu- buru menuju ke halte untuk mencari angkutan umum.
Â
🌸🌸🌸
Â
sesampainya dihalte meira mendaratkannya tubuhnya sembari melihat kanan kiri untuk melihat apakah akan ada angkot yang berhenti atau tidak.
disaat meira akan melihat kearah kiri, meira melihat mobil mewah berhenti menuju dirinya.
dan keluarlah eldison dengan dibukakannya pintu mobilnya oleh seorang kepercayaannya.
tak lupa pula eldiso memakai kacamatanya.
" cih.... dasar tua bangkak yang tak tahu umur" ucap meira dengan suara yang lirih.
eldison melangkahkan kakinya menuju kearah meira.
" kamu itu bau dekil ya, jadi jangan sok- sokan hina saya" ucap eldison sembari memincingkan matanya.
" siapa juga yang ngehina bapak" bela meira.
" kamu" balas eldison dengan cepat.
" kok saya sih pak, bapak jangan fitnah saya ya pak? fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan" oceh meira panjang kali lebar.
"siapa juga yang fitnah" sergah eldison.
" bapak" balas meira dengan entengnya.
"awas aja ya loh, suatu saat saya akan balas kamu" ucap eldison dengan meninggalkan meira seorang diri.
" balas aja pak, toh kita sama- sama manusia" teriak meira dengan kencang.
" dasar bapak- bapak tak tahu diri, udah tua masih bisa buat masalah, bukan buat ibadah eh.....malah cari masalah" oceh meira tiada hentinya.
akhirnya munculah angkutan umum yang sedari tadi ditunggu oleh meira
Jangan lupa vomen ya😊( vote dan komen)
__ADS_1