TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 43. Nitip adek ya


__ADS_3

"O iya ada apa kakak ajak Arini kesini?" Tanya Arini sambil menunggu pesanannya.


"Buat ngobrol-ngobrol aja, nggak ada yang penting kok" jawab Faris santai.


"Kamu serius Rin akan segera menikah?" Tanya Faris.


Arini belum menjawab karena pesanan mereka datang. Arini meminum ice cappucino yang di pesannya.


"Iyalah, masak sih bo'ongan kak" jawab Arini santai tanpa melihat Faris.


"Kapan rencana mau menikah?" Tanya Faris.


"Bulan depan kak" jawab Arini sambil menatap Faris.


"Secepat itu kamu mau nikah Rin?" Tanya Faris menatap kedua bola mata Arini.


"Iya kak, tadinya sih bang Bian maunya bulan ini" jawab Arini.


"Memang kamu siap untuk menikah muda?" Tanya Faris.


"Siap ga siap kak, semua sudah ditetapkan dan ga bisa lagi dimundurkan" jawab Arini.


"Bang Bian ga mau mengulur waktunya" kata Arini lagi.


Faris diam dan hanya manggut-manggut sambil menatap Arini serta menata hatinya yang sesak mendengar Arini akan segera menikah dalam waktu dekat.


"Apakah kamu mencintai bang Bian?" Tanya Faris serius menatap Arini


Arini membuang nafasnya berat, bingung mau menjawabnya. Karena cintanya Arini ke Fabian selama ini hanya sebatas sebagai abang dan adek saja. Dan saat ini Arini sedang berusaha membuka hati untuk Fabian sebagai calon suaminya.


"Kenapa, apakah kamu masih mencintai orang lain?" Tanya Faris ingin tahu.


"Arini ke bang Bian memang dekat sejak kecil, tapi hanya sebatas kakak dan adik" jawab Arini.


"Emmm maaf kak, Arini pamit dulu ya buat kuliah selanjutnya. Kapan-kapan aja kita sambung lagi ngobrolnya" pamit Arini sambil melihat jam di tangannya.


"Okey, selamat belajar ya Rin" kata Faris sambil memandang Arini yang terlihat cepat-cepat untuk segera masuk ke kelasnya untuk mengikuti kuliah selanjutnya.


Fabian mendapatkan informasi bahwa Arini bertemu dengan Faris di sebuah cafe membuatnya cemburu dan tidak dapat berkonsentrasi kerja.


"Jadi benar hari ini mereka janjian ketemu seperti yang kemarin mereka obrolkan" gumam Fabian di dalam ruang kantornya.


"Kenapa Faris masih mendekatimu jika kalian memang sudah tak ada hubungan apa-apa" batin Fabian yang kemudian mengambil kunci mobilnya dan segera pergi ke kampus Arini untuk menjemputnya dari pada di kantor tidak dapat konsentrasi dan pikirannya bercabang.


Arini masih belum keluar dari ruang kuliahnya saat Fabian sampai di kampus Arini. Fabian sengaja menunggu Arini di kantin.


Dan tak lama dari Fabian duduk, datang Arya sendirian.


"Bang Bian, tumben ke sini jam segini?" Tanya Arya melihat Fabian duduk sendirian di bangku kantin. Arya mengambil posisi duduk di depan Fabian.


"Hai Ar, iya nungguin adekmu" jawab Fabian.


"O sebentar lagi kali Arini keluar" kata Arya yang melihat jam di pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Abang udah lama nungguin disini? Tanya Arya.


"Baru aja sih" jawab Fabian santai.


Tak lama datang Faris menemui Arya, kemudian datanglah Arini yang jalan bersama Deby dan Ardi.


"Itu bukannya calon loe Ar?" Tanya Deby.


"Loh kok bang Bian udah sampai sih" kata Arini yang heran melihat Fabian sudah duduk dengan Arya dan Faris tanpa menjawab pertanyaan Deby.


"Aduh pasti nanti akan banyak pertanyaan dari bang Bian ini" batin Arini.


"Halo sayang" sapa Fabian yang kemudian menggeser duduknya agar Arini duduk di sebelahnya.


"Abang ga ke kantor?" Tanya Arini tanpa menjawab sapaan calon suaminya.


Arya melihat sikap posesif Fabian ke Arini yang begitu terasa, apalagi ada Faris dan Ardi. Arya tahu Fabian cemburu tingkat dewa dengan Faris.


"Tadi abang ke kantor sebentar, habis ini nanti kita ke kantor abang lagi ya, kamu istirahat di kantor abang" jawab Fabian sambil menatap Arini.


Faris melihat sorot mata Fabian yang begitu mencintai Arini.


"Kenapa hati gue sakit saat melihat tatapan mesra bang Bian ke Arini" batin Faris.


"Benarkah Arini akan menjadi miliknya dan ga ada kesempatan buat gue lagi dengan Arini" batin Faris yang begitu memendam rasa kecewa melepaskan Arini saat itu.


Fabian melihat bagaimana Faris menatap calon istrinya. Begitupun Deby yang juga melihat Faris yang masih mengharapkan cinta Arini.


"Hai Deb, iya janjian sama Ardi dan Arya" jawab Faris yang mengalihkan pandangannya ke Deby.


"Kita mau langsung aja yuk" ajak Fabian datar.


Arini memandang Fabian yang terlihat ga nyaman karena ada Faris.


"Bang Arya, Arini ikut ke kantor bang Bian ya nanti bilangin mami" pamit Arini ke Arya.


"Okey, tadi bang Bian juga udah bilang mami kok" kata Arya.


"Kami duluan ya" pamit Bian kemudian menggandeng jemari tangan Arini.


"Hati-hati bang, nitip adek ya" kata Arya.


"Pasti" kata Fabian sambil memberikan jempol kanannya ke Arya.


Faris menatap kepergian Arini.


"Ehem..." Deby berdehem melihat Faris yang menatap kepergian Arini dengan pandangan seperti belum bisa mengikhlaskan Arini jadi milik Fabian.


Faris melihat ke Deby, setelah menyadari akan sikap dirinya sendiri yang masih menatap punggung Arini dan Fabian.


"Sudahlah kak, ikhlaskan aja" kata Deby ke Faris.


Faris hanya tersenyum sambil membuang nafasnya dengan kasar.

__ADS_1


"Jadi gimana Ar, apa yang mau kita bicarakan sekarang?" Tanya Faris ke Arya yang juga ikut menatap Faris saat Deby berdehem dan melihat ke Faris.


"Kakak dekat dengan Arini sejak kapan?" Tanya Arya.


"Pertanyaan gue belum loe jawab" kata Faris yang tak mau menjawab pertanyaan Arya.


"Okey kita lupakan dulu soal Arini dan bang Bian. Yang pasti bang Bian memang mencintai Arini sejak Arini masih kecil" kata Arya.


"Tapi aneh juga ya Ar cinta mereka, bang Bian mencintai Arini sejak dulu tapi mereka saling punya pacar. Bukannya harusnya bang Bian yang menembak Arini sejak dulu?" tanya Deby.


"Yang tahu hanya bang Bian, karena bang Bian memang maunya menyatakan perasaannya ke Arini saat dirinya sudah mapan. Tapi maunya langsung segera menikah dan tidak ingin kelamaan berpacaran" jawab Arya yang di dengar Faris.


"Memang kapan mereka akan menikah?" Tanya Ardi.


"Bulan depan" jawab Arya yang kemudian menatap Faris yang membuang nafasnya berat seperti menahan sesuatu.


"Okey kita bahas aja tujuan kita ketemuan ya, tak usah membahas Arini" kata Arya yang tahu kalau Faris menahan rasa sesak di hatinya.


"Eh sorry gue pulang duluan, itu bang Irfan sudah datang" pamit Deby kemudian jalan menuju parkiran.


"Salam buat bang Irfan ya Deb" jawab Arya.


"Siap, nanti gue sampaiin" kata Deby.


"Siapa Irfan?" Tanya Ardi.


"Tunangan Deby, sepupu gue" jawab Arya.


"Oh Deby udah tunangan?" Tanya Ardi.


"Iya udah seminggu sebelum Arini tunangan." Jawab Arya.


"Ris sudahlah ga usah ngelamunin yang sudah pergi" kata Ardi menepuk punggung Faris yang membuyarkan  lamunan Faris.


"Hah, jadi kita mau bicara apa nih. Gue mau balik kantor lagi" kata Faris sambil membuang nafasnya berat.


****


Terima kasih sudah membaca sampai di sini.



BERBEDA JALAN


Kisah dua anak manusia berbeda jenis yang sudah saling mencintai, tetapi harus berpisah karena sebuah prinsip yang berbeda.


Apakah dapat dari seorang mantan akan dapat berubah menjadi saudara atau sahabat bagi keduanya untuk tetap menjaga hubungannya agar tidak saling membenci dan menyakiti.


Baca kisahnya dan jangan lupa like, koment, vote dan memberikan hadiah.


Karena dukungan reader selalu author harapkan.


Terima kasih banyak reader semua 😘 🙏

__ADS_1


__ADS_2