
"Apakah adek loe menikah dengan dokter Irfan?" Tanya Bagas ingin tahu.
"Dokter Irfan itu sepupu kami, jadi tidak mungkin Arini menikah dengan bang Irfan. Memang bang Irfan itu dekat sekali dengan kami berdua, terutama dengan Arini" jawab Arya.
"Lalu Arini menikah dengan siapa?" Tanya Bagas.
"Dengan anak teman papa" jawab Arya.
"Mereka dijodohkan ya Ar?" Tanya teman Arya yang lain.
"Tidak sih, memang suami adik gue itu sudah lama mencintai Arini. Kemudian dia melamar Arini dan sebulan setelah lamaran itu, baru mereka menikah" jawab Arya.
"Yang gue tahu sih Arini dulu dekat dengan Ardi deh" kata salah satu teman Arya.
"Iya memang mereka dekat tapi ga ada hubungan apa-apa selain sebagai teman dekat saja" jawab Arya. Kemudian Arya dan semua temannya kembali ke dalam kelas untuk mengerjakan proyek yang belum terselesaikan.
💐 Kediaman Aldo
Hari ini tepatnya sore ini kepulangan sepasang pengantin baru dari bulan madunya. Mami Fio sudah sibuk dengan penyambutan sang anak dan menantunya dari bulan madu dengan membuatkan masakan kesukaan anak perempuannya semata wayangnya itu.
"Mi jam berapa mau berangkat ke bandara?" Tanya papi Aldo.
"Iya sekarang dong pi" jawab Fio sambil membuka pintu kamarnya untuk keluar kamar.
"Masak papi nungguin mami dandan sampai papi mau jamuran belum juga mami selesai" protes Aldo.
"Ya ampun papi, kan mami ga lama dandannya. Hanya lamanya tadi waktu mengambil pakaian ganti aja" jawab Fio.
"Ga lama gimana membuat suaminya jamuran gini" gerutu Aldo pelan tapi masih terdengar oleh istrinya.
"Papi sayang kan mami dandan cantik juga buat papi kan" rayu Fio sambil tersenyum menggoda.
"Iya mami, tapi ya nggak gitu lama juga dandannya" kata Aldo sambil menggenggam tangan sang istri untuk menuruni qnak tangga.
"Leo aja sudah berangkat ke bandara sekarang" kata Aldo.
"Loh berarti Dewi udah nyampai di sini dong?" Tanya Fio.
"Iya sudah tadi pagi mereka sampai sayang" jawab Aldo.
💐 Bandara Soetta
"Nanti kita mau tidur dimana bang, hari ini mama kan juga mau jemput kita ke bandara?" Tanya Arini.
"Kita tidur di hotel aja ya biar ga ada yang mengganggu malam kita" jawab Fabian sambil tersenyum menggoda sang istri.
__ADS_1
"Ih abang ga malu apa kalau ada mama dan juga mami ngomong kita nanti" kata Arini.
"Kenapa harus malu, kan mereka pasti juga pernah mengalami hal yang sama dengan kita sayang" jawab Bian sambil terkekeh melihat istrinya merona.
Pasangan ini sudah keluar dari pesawat dan sedang menunggu koper dari bagasi keluar. Sedangkan Arini langsung mengirimkan pesan pada maminya yang ternyata sudah menunggu kedatangannya di pintu kedatangan.
Setelah mendapatkan kopernya, Fabian keluar sambil mendorong troli bersama dengan Arini.
"Mamiii...." Arini langsung memeluk maminya dan bergantian ke pelukan papinya. Begitu juga dengan Fabian langsung mencium punggung tangan mami dan papinya kemudian keduanya beralih ke mama dan papanya.
"Ayo kita ke rumah mami kalian" ajak mama Dewi. Arya pun juga ikut menjemput kembarannya ke bandara.
"Abang tadi di kampus dari pagi ya?" Tanya Arini.
"Iya kok tahu sih" jawab Arya.
"Tahu dong, tadi mami cerita soalnya" kata Arini sambil tertawa.
"Duh bahagianya yang baru pulang bulan madu" canda Arya.
"Makanya segera menyusul Ar, biar tahu rasa bahagianya dimana" sahut Fabian membuat yang lain tertawa.
'Arya sudah bahagia begini dan mau fokus selesaikan kuliah dulu bang" kata Arya.
"Beneran nih mau fokus kuliah dulu atau mau pendekatan dulu?" Tanya Arini menggoda kembarannya.
"Mau nih Arini sebut namanya?" Tawar Arini.
"Abang ikutan mobil Arya aja ya" ajak Arya.
"Kamu sudah rindu sama kembaranmu ya Ar?" Tebak Fabian yang membuat Arya tertawa.
"Ngapain rindu sama Arini yang hobbynya ngerjain abangnya" kata Arya.
"Beneran nih ga rindu ma Arini yang paling cantik ini" kata Arini membuat suami dan abangnya yang masuk ke dalam mobil terkekeh bersama.
"Kirain Arya, abang akan lebih lama liburannya sampai sebulan" kata Arya sambil fokus melihat jalanan setelah mereka di dalam mobilnya.
"Maunya sih begitu Ar, tapi karena sudah ada yang mau minta pulang dan juga pekerjaan abang yang sudah menumpuk jadi ya terpaksa pulang dulu" jawab Fabian santai.
"Ya iyalah bang Arini minta pulang, kan harus kuliah juga bang" sahut Arini
"Iya, abang juga harus ada meeting dengan klien sayang" kata Fabian.
"O iya dek kamu dapat salam tuh dari teman² abang termasuk Bagas juga" kata Arya membuat Fabian mengkerutkan dahinya mendengar ada nama baru disebut.
__ADS_1
"Siapa Bagas?" Tanya Fabian menengok ke Arya yang duduk di sebelahnya dikemudi.
"Teman kuliah Arya bang. Biasa Arini dulu sering jadi pembicaraan mereka saat masih belum pacaran dengan bang Bian" jawab Arya.
"Apakah mereka punya perasaan dengan Arini?" Tanya Fabian.
"Tidak bang, mereka hanya teman bang Arya aja" jawab Arini sebelum kembarannya menjawab agar Fabian tidak salah mengartikan.
"Tidak semua yang membicarakan Arini pasti suka dengan Arini bang" lanjut Arini membuat Arya hanya terkekeh tanpa berbicara.
"Kamu laki-laki, abang juga laki-laki Ar. Kamu pasti tahu apa yang mereka rasakan pada Arini kan" kata Fabian menatap Arya yang sedang fokus menyetir.
"Abang tenang saja, itu hanya masa lalu. Mereka juga sudah tahu kalau Arini itu sudah menikah walaupun mereka sempat kaget mendengarnya" jawab Arya santai.
"Mereka ga akan macam-macam bang" lanjut Arya.
"Abang percaya padamu, karena kamu lebih tahu mereka" kata Fabian yang hanya diangguki oleh Arya.
"Siapa sih makhluk adam yang ga dicemburui sama bang Bian. Mungkin lama-lama kalau Arini terlalu dekat sama bang Arya juga bisa tuh bang Arya dicemburui juga sama bang Bian" kata Arini membuat Arya tertawa.
"Ya nggak begitu juga sayang" kata Fabian sambil terkekeh mendengar istrinya protes secara tidak langsung.
"Yang penting Nuri ga membuat bang Bian cemburu juga kan" kata Arya.
"Sembarangan aja kamu Ar" protes Fabian sambil terkekeh.
💐 Kediaman Aldo Wijaya
Pintu gerbang terbuka lebar pada saat mobil sang majikan datang bersamaan dengan mobil sang besan dan mobil anaknya bersama pasangan pengantin barunya.
Dan tak lama mobil Deni dengan sang istri pun juga ikut meramaikan kediaman Aldo Wijaya hari ini.
"Wah hari ini mami sangat bahagia sepertinya" kata Deni setelah semuanya duduk dan bercengkrama di ruang tengah bersama keluarga besarnya.
"Hari ini juga saya akan memberikan kejutan buat keluarga semua kalau mami dan papi akan mendapatkan cucu dari kami berdua" kata Deni.
"Wah alhamdulilah mami sangat bahagia sekali mendengarnya sayang" kata mami Fio sambil memeluk sang menantu.
"Apa mama juga sudah diberitahu kabar berita ini sayang?" Tanya Fio.
"Sudah mi, baru aja Mira habis telpon mama" jawab Miranda.
Semua yang ada disitu memberikan ucapan selamat pada Miranda dan juga Deni yang sebentar lagi akan mempunyai buah hati hasil cinta kasihnya.
"Semoga Fabian dan Arini cepat menyusul" kata Dewi sambil mengusap perut ratanya sang menantu cantiknya.
__ADS_1
"Aamiin" jawab Arini sambil tersenyum.