
📞Derrt...derrt...
"Halo Ar" sapa suara dari sebrang.
"Ya Deb, ada apa?" Tanya Arini.
"Loe udah ngerjain tugasnya dari bu Dona?" Tanya Deby.
"Iya ini gue lagi ngerjain" jawab Arini.
"Loe udah selesai ngerjainnya?" Tanya Debby.
"Belum selesai baru setengahnya yang gue selesaiin." Jawab Arini.
"Ardi udah selesai belum ya, gue udah pusing Ar ngerjainnya mau copy paste aja deh" kata Deby.
"Ya loe telp aja sama Ardi, gue tadi juga ditanyain kak Faris mau diajarin jika gue ga bisa ngerjainnya. Tapi gue malas nanya dan mau ngerjain sendiri aja" jawab Arini.
"Kenapa loe ga mau sih, kan susah itu Ar?" Tanya Deby.
"Iya loe tahu sendiri dong bagaimana hubungan gie dengan kak Faris, yang ada nanti gue ribut sama bang Bian" kata Arini membuat Deby terkekeh.
"Bang Bian cemburuan sekali ya, kalau gue sih santai aja nanya ke kak Faris. Toh bang Bian juga ga tahu kalau loe ga cerita" kata Deby.
"Loe nanya aja ke kak Faris atau Ardi kalau loe mau nanya, gue ogah" jawab Arini.
"Ya udah gue telp Ardi dulu ya, ntar gue kabarin loe lagi" kata Deby mengakhiri panggilannya.
Fabian sampai di rumah teringat bagaimana Faris menatap Arini setiap mereka berdua terlibat obrolan. Fabian berencana untuk menjauhkan Arini dari Faris, karena Fabian terlalu kawatir dengan sikap Faris ke Arini akan membuat Arini susah untuk move on dari Faris.
Karena Fabian kawatir Arini nantinya tidak bisa menerima ketulusan Fabian dalam mencintai Arini dan membuat Arini susah membuka hatinya untuk Fabian.
"Maafkan abang jika abang egois sayang" kata Fabian bicara sendiri.
"Abang ingin kamu hanya milik abang" kata Fabian yang mengingat bagaimana sikap Arini saat melantunkan lagu bersama Faris di Alfi cafe milik mami Fio.
Fabian memang terlalu mencintai Arini dan tidak ingin siapapun mendekati calon istrinnya.
💐 Kampus
Paginya Fabian seperti biasa menjemput Arini ke rumah Aldo dan mengantarkannya ke kampus.
"Sayang nanti siang abang yang akan menjemputmu ya" kata Fabian.
"Memang ada apa dengan Guntur dan Tata bang, kan mereka bisa mengantarkan Arini ke kantor abang?" Tanya Arini.
"Iya biar saja, abang siang ini juga tidak ada meeting" jawab Fabian santai.
"Ya sudah terserah abang saja" kata Arini.
__ADS_1
"Arya juga mengajak Arini nanti ketemu di kantin" kata Arini.
"Kenapa ketemu dikantin, kenapa tidak di cafe mami aja?" Tanya Fabian.
"Entahlah bang, mungkin abang mau ada kuliah lagi atau ada janjian dengan temannya di kantin juga kali" jawab Arini. Fabian langsung memikirkan teman Arya pasti ada Faris dan Ardi yang akan menemui Arini.
"Nanti abang tungguin di kantin saja sama Arya" kata Fabian.
"Arini masuk dulu ya bang" kata Arini kemudian keluar dari mobil Fabian.
"Ar loe udah nyelesain tugas dari bu Dona?" Tanya Deby yang bertemu Arini setelah Arini keluar dari mobil Fabian.
"Sudah semalamlah, kan loe kasih jawaban ke gue juga yang dari Ardi" jawab Arini.
"Gue masih ngerjain sama Ardi itu setelah gue kasih jawaban sama loe. Gua juga nanya ke kak Faris" kata Deby. Tapi Arini tidak lagi melanjutkan obrolannya dengan Deby karena ada Guntur dan Tata di belakangnya.
"Yuk ah kita masuk kelas aja Deb" ajak Arini agar Deby ikut masuk kelasnya.
"Iya juga ya dari pada gue disini sendiri." Jawab Deby.
💐 Kantin kampus
Di kantin ada beberapa teman Arya, ada juga Mely dan gengnya.
"Deby mau nikahnya kapan sih Ar?" Tanya Ardi ke Arya.
"Hai boleh gue duduk disini ya" tanya teman mely yang suka dengan Arya.
"Tidak" jawab Arya singkat dan dingin.
"Sayang, kan ini kosong biar kamu ada temannya ya" kata gadis itu.
"Saya sudah jawab tidak" kata Arya dingin. Kemudian dari jauh terlihat Arini jalan dengan santai menuju ke kantin. Gadis itu langsung cemberut melihat sikap Arya yang begitu dingin padanya.
"Dek duduk sini sama abang" panggil Arya ke Arini sambil menunjuk kursi disebelahnya.
"Abang sudah disini, apa bang Bian juga sudah datang?" Tanya Arini.
"Emang bang Bian yang mau jemput kamu?" Tanya Arya.
"Iya, katanya bang Bian mau jemput Arini dan nungguin Arini di kantin" jawab Arini.
Tak lama setelah Arini duduk, Bian datang dan masuk ke kantin.
"Halo sayang" sapa Fabian.
"Abang baru sampai?" Tanya Arini yang dilihatin oleh Mely dan gengnya.
"Iya kamu udah pesan makan?" Tanya Bian.
__ADS_1
"Ini Arini baru mau pesan, abang mau dipesankan juga? Mau apa abang?" Tanya Arini ke Bian.
"Abang jus alpukat aja sayang, kamu mau apa biar abang aja yang pesanin" jawab Fabian sambil berdiri di dekat Arini.
"Arini jus jambu aja bang" jawab Arini sambil jalan ke tempat jus.
"Mau jus apa neng Arini?" Tanya ibunya jus.
"Arini jus jambu dan abang jus alpukat ya bu" jawab Arini. Kemudian Fabian mengeluarkan selembar uang warna biru untuk membayarnya.
"Arini tunggu di meja ya bu" kata Arini.
"Iya neng, nanti ibu antar" jawab ibunya jus.
Arini kembali duduk disebelah Arya dan Fabian duduk di depan Arini, sebelahnya Ardi.
"Semalam kamu udah ngumpulin tugas dari bu Dona Ar?" Tanya Ardi ke Arini.
"Udah semalam sih gue ngumpulinnya, bukannya Deby telp loe ya Ar?" Kata Arini.
"Iya gue ngerjain tugasnya sama Deby dan Faris juga, kata Deby loe udah ngerjain setengahnya" kata Ardi.
"Tadinya gue mau hubungin loe juga Ar biar kita bisa ngerjain berempat, tapi kata Deby ga usah hubungi loe nanti biar Deby aja karena loe baru sampai rumah malam" kata Ardi lagi memambahkan.
"Iya emang gue baru nyampe rumah malam sih dan langsung ngerjain tugas dari bu Dona itu" jawab Arini.
"Ini neng jus nya yang alpukat dan jambu" kata ibu penjual jus.
"Iya bu, terima kasih" jawab Arini.
"Abang beneran hari ini ga ada meeting?" Tanya Arini.
"Ga ada sayang, yang meeting nanti Rudi" jawab Fabian.
"Ar hari ini Faris ke kampus ga sih?" Tanya Ardi ke Arya.
"Gue ga tahu juga, cuma dia ga ngomong gue sih kalau mau ke sini" jawab Arya.
"Loe dilihatin melulu tuh sama gengnya Mely." Kata Ardi.
"Iya biarin aja" jawab Arya.
Arini duduk bersender ke lengan Arya.
"Abang kenapa tadi kita ga makan di cafe aja kan ada mami disana" kata Arini.
"Emang mami ada dek, kalau tidak salah hari ini mami mau ke rumah oma kok" kata Arya.
"Hehehe Arini aja ga tahu jadwalnya mami kapan ke cafe bang" kata Arini sambil terkekeh.
__ADS_1