TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 51. Gue penasaran


__ADS_3

"Arini tunggu abang" teriak Fabian.


Arini tanpa melihat lagi ke belakang dimana tunangannya mengejar. Dan Fabian langsung menarik tangan Arini agar Arini tidak pergi.


Arini hampir terjatuh untungnya Fabian langsung sigap dan memeluk Arini dari samping dengan tangan sebelahnya.


"Kita makan dulu, maafkan abang jika kamu tersinggung dengan pertanyaan abang" kata Fabian melembut sambil mengajak Arini kembali masuk ke dalam restoran.


"Terima kasih bang, tapi Arini sudah kenyang" jawab Arini tegas.


"Kalau begitu temani abang makan dulu, karena pesanan kita juga sudah datang" kata Fabian sambil menunjuk meja mereka.


"Kasihan ojolnya sudah menunggu bang, biar Arini pulang aja" kata Arini berusaha lepas dari pelukan Fabian.


"Ojolnya biar abang yang akan urus, kamu masuk dulu saja okey" kata Fabian.


Akhirnya Arini mengikuti Fabian kembali masuk ke dalam restoran dan ojolnya sudah dibayar Fabian.


"Ayo dimakan dulu sayang, kasihan makanannya kalau tidak ada yang makan" kata Fabian.


"Arini ga tertarik makan bang" jawab Arini sambil memainkan ponselnya.


"Nanti setelah kita menikah kamu mau bulan madu kemana?" Tanya Fabian mengalihkan pembicaraan.


Arini menggelengkan kepalanya.


"Apakah kamu ga ingin jalan-jalan kemana gitu?" Tanya Fabian.


"Nggak bang, Arini mau bantu mami aja ngurusin cafe cabangnya kampus." Jawab Arini asal.


"Kita jalan-jalan ke Korea mau?" Tanya Fabian.


"Kapan-kapan aja bang" jawab Arini yang tidak tertarik dengan tawaran Fabian.


Derrt...derrt...


"Siapa yang menghubungimu?" Tanya Fabian melihat ponsel Arini bergetar.


"Deby" jawab Arini kemudian memencet tombol warna hijau.


📞"Halo, ada apa Deb tumben jam segini panggil gue" kata Arini.


"Kita ketemuan yuk di cafe Arinda" ajak Deby.


"Kapan?" Tanya Arini.


"Ini gue masih di kantor bang Irfan. Bentar lagi lagi kiya ketemuannya sambil nungguin bang Irfan meeting nanti kita jalan dari pada gue bengong sendirian" kata Deby.


"Gue mah mau aja, tapi bentar dulu ya" kata Arini berniat meminta ijin Fabian.

__ADS_1


"Loe sekarang sama bang Bian?" Tanya Deby.


"Iya" jawab Arini.


"Itu cafenya dekat kok dengan kantor bang Bian" kata Deby yang sudah tahu dimana kantor Fabian.


"Iya nanti gue chat ya" jawab Arini kemudian mengakhiri panggilannya.


"Ada apa dengan Deby?" Tanya Fabian.


"Deby minta ditemani di cafe Arinda setelah ini" kata Arini.


"Dengan siapa saja?" Tanya Fabian.


"Entahlah, mestinya Deby sendirian. Karena dia dari kantor bang Irfan." Jawab Arini.


"Ya sudah nanti abang antar ke sana sambil kita ke kantor" kata Fabian.


"Cafe itu kan ada di mall sebelah kantor abang" kata Fabian menambahkan.


"Iya nanti Arini jalan kaki aja ke kantor abang setelah jalan sama Deby" kata Arini.


"Ya nanti abang kabari lagi, gampang itu deket kok dari kantor" kata Fabian.


Setelah Fabian selesai makan, baru mereka berdua keluar dari restoran itu. Dan Arini tak menyentuh makanan sama sekali walaupun Fabian sudah berusaha membujuk Arini agar mau memakannya.


Fabian mengantarkan Arini sampai di lobby mall baru meninggalkan Arini untuk menuju ke kantornya.


💐 Cafe Arinda


Arini senang Deby mengajak ketemuan agar bisa bebas sementara dari Fabian.


"Nanti hubungi abang ya kalau kamu sudah selesai janjian dengan Deby" kata Fabian setelah sampai di mall Arida yang ada cafe Arinda.


"Iya bang, nanti Arini kirim pesan ke abang. Tapi mungkin kami berdua juga pasti akan jalan sebentar" kata Arini kemudian keluar dari mobil Fabian.


"Arini" panggil Deby yang melihat Arini masuk ke dalam mall.


Arini menengok ke arah suara berasal.


"Hai Deb, loe baru nyampe juga?" Tanya Arini kemudian berhenti berjalan untuk menunggu Deby.


"Yuk kita langsung ke cafe aja dulu baru nanti jalan" ajak Deby.


"Okey" kata Arini yang mulai berasa lapar.


Arini dan Deby masuk ke dalam cafe dan memesan menu yang mereka mau.


"Tadi loe dijemput bang Irfan?" Tanya Arini sambil menunggu pesanan datang.

__ADS_1


"Iya, gue lihat loe tadi di kampus dijemput bang Bian kok" kata Deby.


"Tadi gue ketemu kak Faris di kampus, sepertinya kak Faris akhir-akhir ini sering ya datang ke kampus?" Tanya Deby.


"Iya gue juga ketemu kak Faris sebentar tadi di kampus" kata Arini santai.


"Ar dulu kenapa loe bisa putus dengan kak Faris?" Tanya Deby penasaran.


"Tanya aja dengan kak Faris sendiri, jangan tanya gue" jawab Arini sambil tersenyum santai.


"Loe itu ditanya kok nyuruh gue nanya ke kak Faris, gue penasaran soalnya tapi ga enak nanya ke kak Faris. Kalian itu sudah jadi mantan tapi hubungan kalian tetap terlihat dekat loh" kata Deby.


"Emang hubungan kami ga ada masalah kok, kami hanya jadi teman baik aja" kata Arini.


"Maaf ini kak pesananannya" kata pelayan cafe itu.


"Terima kasih mbak" kata Arini dan Deby bersamaan.


"Gimana hubungan loe dengan abang gue?" Tanya Arini mengalihkan obrolan tentang Faris.


"Baik, hubungan kami makin lama makin dekat sih" jawab Deby.


"Syukurlah kalau begitu, gue ikut senang" kata Arini.


"Ar loe kenal dengan dokter Desy?" Tanya Deby.


"Pernah dikenalin sama bang Deni, tapi ya sekedar kenal dan tahu aja. Kenapa memangnya?" Tanya Arini.


"Kelihatannya dia suka dengan bang Irfan ya, apakah dulu mereka pernah dekat?" Tanya Deby.


"Setahuku sih bang Irfan ga pernah dekat dengan cewek kecuali dengan gue dan kak Mira. Dan kalau masalah dokter itu yang gue dengar memang sepertinya dia menyukai bang Deni dan bang Irfan" kata Arini.


"Loe tahu dari mana?" Tanya Deby


"Tahu dong, kan bang Deni pernah cerita dengan kak Mira dan ada gue disitu. Dan bang Irfan juga suka sama dokter itu" jawab Arini.


"Jadi loe tenang aja" kata Arini sambil makan.


"Loe setiap hari ke kantor bang Bian Ar?" Tanya Deby.


"Nggak sih sebenarnya, tadi gue udah mau pulang sendiri tapi bang Bian ga boleh dan suruh gue ikut ke kantor. Untung aja loe telp gue dan ngajak ketemuan, apalagi bang Bian ngijinin lagi" kata Arini.


"Ya ampun Ar, loe kaya burung dalam sangkar aja. Belum nikah udah harus ngikuti maunya bang Bian, bagaimana setelah menikah nanti?" Tanya Deby.


Arini hanya tersenyum sambil membuang nafasnya berat.


"Besok kita ketemuan lagi yuk dimana setelah pulang dari kampus, biar gue juga ada teman jalan ga harus berada di kantor bang Irfan." Kata Deby.


"Besok aja loe hubungi gue setelah pulang, biar bang Bian tahu kalau loe ajak gue jalan. Siapa tahu dia akan ngijinin gue jalan lagi sama loe" kata Arini.

__ADS_1


__ADS_2