
pagi harinya saat meira akan membangkunkan ayahnya, alangkah terkejutnya meira melihat sang ayah yang terpapang sangat mengenaskan.
"ayah... hiks hiks hiks" isak tangis meira tak terbendung.
"ayah bangun ayah....." ucap meira dengan tangis semakin menjadi -jadi.
lalu meira berlari kedepan rumah guna meminta pertolongan kepada warga setempat.
"tolong...tolong" teriak meira dari depan rumah.
para warga pun berbondong-bondong menuju rumah meira.
"ada apa mei" tanya salah satu warga.
"ayah saya sedang tidak sadarkan diri" isak tangis meira.
tanpa babibu para warga langsung berlari menuju ketempat kejadian.
tanpa pikir panjang meira membawa sang ayah kerumah sakit dengan meminta bantuan warga untuk membopong ayahnya.
" terima kasih ya, pak buk" ucap meira dengan memperlihatkan senyumannya secara terpaksa.
" iya sama- sama meira" jawab tetangga secara serempak.
seusai menolong meira, para tetangga meninggalkan meira yang sudah berada didalam taksi.
" pak cepet jalannya" ucap meira cemas
" ini udah cepet neng" jawab sang taksi.
hampir 35 menit meira menempuh perjalanannya menuju kerumah sakit.
" pak saya tinggalkan ayah saya ditaksi dulu ya. soalnya saya mau minta bantuan kepada pihak rumah sakit untuk mengangkat ayah saya"kata meira dengan terburu- buru.
"iya neng" balasnya.
meira langsung memasuki rumah sakit untuk segera meminta pertolongan.
" sus tolongin ayah saya" kata meira.
" ayahnya dimana non" tanya suster.
"didalem taksi" tunjuk meira dengan jari telunjuknya yang mengarah keluar rumah sakit.
para suster pun meminta pertolongan kepada para pegawai lainnya untuk membantu pasien yang sedang pingsan didalam taksi.
kemudian suster pun membawa ayah meira diruang mawar.
30 menit kemudian
meira mondar mandir tiada henti, padahal perutnya sedari tado minta diisi tapi meira abaikan akan hal itu.
makan pun percuma karna meira tidak bernafsu makan sebab melihat sang ayah sedang tergeletak lemas diranjang rumah sakit.
Ceklek..
pintu terbuka memperlihatkan dokter dan suster yang telah selesai menjalankan tugasnya.
" dok bagaima keadaan ayah saya"
cemas meira.
"keadaan ayah kamu sangat mengenaskan, karena salah satu jantung ayah kamu ada yang tidak berfungsi sebagai mestinya"
"apa yang harus saya lakukan dok" tanya meira
" ayah kamu harus melakukan transpalasi jantung agar pulih kembali" jawab sang dokter.
"berapa biaya dok untuk transpalasi jantung" tanya meira.
" biaya sangat mahal sekali, kira 2 miliar lebih" ujar sang dokter
__ADS_1
mendengar biaya yang harus dikeluarkan membuat tangis meira semakin menjadi jadi, bagaimana tidak biaya makan pun sulit apalagi biaya transpalasi jantung pikir meira yang sedang menggaung- gaung.
"kalo tidak ada yang ditanyakan lagi, saya undur diri karena masih banyak pasien yang harus saya lakukan" pamit sang dokter diikuti oleh suster.
**🌸🌸🌸**
keisha sedari tadi sedang mencemaskan meira, bagaimana tidak ini sudah jam istirahat loh, kenapa meira tidak mengirim surat untuk tidak berkerja.
keisha langsung mengambil ponselnya yang berada didalam tasnya.
Keisha
mei loh dimana aja
begitu lah isi pesan dari keisha.
diruang tunggu meira mendengar suara notifikasi yang terdapat dari ponselnya.
meira pun membuka isi pesan dari keisha.
***Meira***
Gue dirumah sakit
Keisha
siapa yang sakit
***Meira***
Keisha
kok bisa sih mei?
***Meira***
Gue juga enggak tau, tau tau pingsan aja didapur
Keisha
ya udah deh gue tutup dulu ya, soalnya mau masuk jam kerja nih
***Meira***
yau sana kerja
Keisha
bye meira
__ADS_1
***Meira***
bye juga keisha.
Keisha
oh ya gue lupa 😂😂, nanti gue kerumah sakit ya buat jenguk bokap loh.
***Meira***
iya meira, sana kerja entar terlambat. lagi.
Keisha
Iya ya meira
meirapun meread terlebih dahulu isi pesan dari Keisha sembari geleng geleng kepala karena ulah dari keisha.
" huh....dasar keisha" gumam meira sembari tersenyum sendiri.
Dari arah lain eldison melihat meira yang sedang duduk diruang tunggu dengan memaikan ponselnya.
" lagi ngapain tuh, bocah tengil"gumam eldison lirih.
"Ayo ren, kita kesana" ajak eldison.
" ngapain tuan" tanya rendi.
" iku aja napa, nggak usah banyak bacot" ucap rendi dengan.
memperlihatkan mata yang nyalang.
melihat tatapan dari eldison membuat nyali rendi seketika menciut, sehingga tidak bertanya lagi.
" hai bocah tengil" sapa eldison kelewat santai.
" om-om ini ngikutin saya"ujar meira dengan pede.
" dasar orang nggak punya kerjaan, cumannya bisa ngikutin saya doang" gumam meira yang masih bisa disengar oleh eldison.
" apa kamu bilang" kata eldison.
" saya enggak bilang apa2 kok om"bela meira.
"ngapain kamu disini" tanya rendi kepada meira.
" kepo..." jawab meira kelewat
entengnya sembari cengengesan.
"dasar..." ucap eldison.
"dasar gadis yang pualingg yang cantik gitu" sela meira entengnya.
" dah tau om, jadi nggak usah bilang- bilang" senyum meira mengejek.
"sukurin loh" batin meira dengan bahagia karena dapat menyela ucapan eldison secara tiba- tiba.
" rendi... ayo cabut" ajak eldison dengan emosinya.
"Awas ya bocah tengil, suatu saat gue akan balas elo" batin eldison
" ren, cari informasi kenapa dia dirumah sakit" kata eldison.
" baik tuan" nurut rendi
__ADS_1
"kok tuan tumben- tumbenan sih ngurusin urusan orang, apa jangan - jangan tuan naksir sama gadis itu lagi" batin rendi penasaran.
Jangan lupa sumen😊😊( suka dan komen)