TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 61. Janjian sama Arya


__ADS_3

"Kelihatannya dia pacar Arini, ganteng juga ya" kata salah satu dari mereka.


"Denger-denger sih Arini sudah punya tunangan kok, mungkin dia tunangannya" kata yang lain.


Anak-anak gadis di kampus Arini banyak yang kasak kusuk membicarakan hubungan Arini dengan Faris dan juga tentang Arini yang selalu diantar Fabian.


Arya mendatangi kampus Arini bersama Faris, tetapi tidak langsung mendekati Arini. Mereka menunggu Arini di kantin dan memang sengaja tidak janjian dengan Arini.


Arini jalan ke kantin seorang diri seperti biasa hanya beli jus dan dari kejauhan ada Guntur dan Tata yang selalu siap untuk Arini.


"Hai sayang, duduk sini sama abang" panggil Arya.


Arini menengok ke arah suara yang tidak asing baginya.


"Loh abang tumben ada disini, udah dari tadi?" Tanya Arini setelah memesan jusnya.


"Baru aja sih, kamu baru keluar ya dek?" Tanya Arya.


"Iya bang. Kak Faris ga ke kantor, tumben deh sekarang rajin ke kampus" kata Arini.


"Iya nih gara-gara janjian sama Arya jadi ngampus lagi" kata Faris santai. Dari bangku lain terlihat Mely mengamati Arini yang sedang ngobrol dengan Arya dan Faris.


Arini bersandar di bahu Arya dengan manja karena capek. Teman Mely yang suka dengan Arya sempat marah melihat Arini yang bersandar di lengan Arya. Mereka tidak ada yang tahu hubungan Arya dan Arini. Arya pun kemudian mengacak-acak pucuk rambut kembarannya sambil mencium pucuk kepalanya.


"Hai boleh gue ikut duduk disini?" Tanya Ardi yang baru datang.


"Iya duduk aja, loe juga boleh duduk di dekat para cewek disana" kata Faris yang tahu ada Mely di bangku yang agak jauh dari mereka.


"Ogah, gue kalau disuruh duduk sama mereka" kata Ardi


Arini tertawa mendengar jawaban Ardi.


"Deby ga masuk ya Ar, kok ga kelihatan sih" kata Arini.


"Hari ini Deby ga datang, dia lagi ada urusan ke luar kota ikut papanya" jawab Ardi karena tetangga dengan Deby.


"O pantesan ga kelihatan" kata Arini.


"Nanti masih ada kuliah lagi nggak dek?" Tanya Arya.


"Ada bang, kenapa memangnya?" Jawab Arini kemudian balik bertanya sambil menatap abangnya.


"Gapapa, abang hanya menanyakan aja. Nanti yang jemput kamu bang Bian atau pulang dengan Guntur?" Tanya Arya.


"Sama Guntur bang tapi langsung ke tempat janjian dengan bang Bian" jawab Arini. Faris hanya menjadi pendengar dan memperhatikan setiap gerakan Arini.

__ADS_1


Ardi tahu bahwa Faris masih mencintai Arini dari cara Faris memandang Arini.


"Abang nanti ke cafe dulu sepulang kuliah?" Tanya Arini.


"Ga sih, cuma sepertinya hari ini mami ada deh sayang" kata Arya yang di dengar Mely, karena sengaja Mely jalan di sebelah meja Arya.


"Ya sudah nanti Arini mampir deh ke cafe mau ketemu mami dulu" kata Arini.


"Kakak temani gimana Ar buat ketemu mami?" Tanya Faris.


"Terima kasih kak, Arini ada guntur dan Tata sih" kata Arini.


Faris hanya tersenyum walaupun hatinya kecewa karena ditolak Arini.


"Kamu ga ke perpustakaan Ra?" tanya Ardi.


"Ga Ar kemarin habis dari sana pinjam buku, mungkin baru besok mau kembalikan bukunya kalau Arini ga lupa hehehe" jawab Arini sambil tertawa.


"Kamu masih suka ke perpustakaan ya Rin?" Tanya Faris ke Arini.


"Ga juga sih kak, hanya kalau lagi butuh pinjam buku saja" jawab Arini.


"Bang Arini masuk kelas dulu ya" pamit Arini ke abangnya.


"Iya kamu hati-hati dengan perempuan yang ada di bangku sana" jawab Arya.


"Gue boleh ikutan ga Ar?" Goda Ardi.


"Loe berani gue tonjok" kata Arini sambil tertawa. Arya dan Faris ikut tertawa.


"Yang ada gue bisa kena marah bang Bian nanti" kata Ardi lagi.


"Sebelum sama bang Bian, urusannya bisa sama Guntur dulu nanti" kata Arya sambil terkekeh.


Arini jalan menuju kelasnya yang diikuti Tata, Mely dan gengnya juga mengikuti Arini dari belakangnya.


"Hai cewek ganjen, ngapain loe sandaran sama Arya?" Tanya salah satu teman Mely yang menyukai Arya sambil mencolek pundak Arini.


Arini berhenti dan menengok ke belakang.


"Suka-suka gue dong, memang apa urusan kalian dengan bang Arya" kata Arini.


"Loe katanya udah tunangan, ngapain loe deketin calon pacar gue?" Tanya gadis itu.


"Haah calon pacar... bang Arya sudah punya pacar sendiri" kata Arini asal sambil kembali jalan menuju ke kelasnya.

__ADS_1


Mely langsung menarik pundak Arini membuat Arini kaget dan langsung menyingkirkan tangan Mely yang menyentuh pundaknya.


"Kamu sombong sekali sih, semua cowok kamu godain. Kemarin Faris, sekarang Arya, besok Ardi, lusa siapa siapa lagi?! Dasar cewek murahan" kata Mely sambil melotot dengan nada ketus.


"O ya, memang apa urusan kalian. Lagian bang evan juga suka kok kalau gue bermanja-manja dengan bang Evan" kata Aira.


"Kurang ajar kamu" kata temannya Mely yang menyikai Arya sambil mengangkat tangannya untuk menampar Aira.


"Siapa kamu?" Tanya Mely kaget karena tiba-tiba tangan sahabatnya dipegang oleh Tata.


"Siapa saya ga perlu kalian tahu, tapi jika kalian macam-macam dengan Aira, saya tidak akan segan mematahkan tangan kalian" kata Tata mencengkeram tangan sahabat Mely.


"O jadi kamu mau mencoba melindungi gadis penggoda semua cowok di kampus ini ya yang sok manja dan sok baik" kata Mely nyolot.


"Arini masuklah ke kelasmu, nanti kamu terlambat" kata Tata.


"Baik, terima kasih Ta" kata Arini ke Tata kemudian Arini berjalan menuju ke kelasnya.


Setelah Arini jalan masuk kelas, Tata melepaskan tangan sahabat Mely.


"Sialan, siapa sih perempuan itu kenapa dia membela Arini" kata Mely.


"Entahlah gue juga ga tahu" jawab yang lain.


Tata menunggu Arini di dekat kelas Arini.


Selesai Arini kuliah, Arini langsung keluar dan jalan bersama dengan Tata. Dari jauh terlihat Mely dan rombongannya menghadang Arini di dekat kantin.


"Hai cewek ganjen, loe belum selesai urusannya dengan gue" kata sahabatnya Mely yang bernama Anti sambil menarik tangan Arini.


"Maaf kak saya tidak ada urusannya dengan kalian" kata Arini.


Arya melihat adeknya ditarik Anti langsung berdiri dan mendeketi Arini diikuti Faris.


"Ga ada urusan apa, kamu ngapain nempel-nempel dengan Arya dan Faris juga Ardi. Cowok-cowok itu milik gue tahu" kata Anti sambil menoyol dahi Arini. Dan Mely menarik rambut Arini.


Tata langsung menarik Mely menjauhkan dari Arini.


"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Arya sambil memeluk adeknya.


"Abang belum pulang?" Tanya Arini kaget sambil membalas pelukan abangnya.


"Hai ngapain loe peluk Arya" Tanya Anti dengan melotot ke Arini.


"Memangnya kenapa kalau gue dengan Arini pelukan. Memangnya salah gue cium Arini juga" kata Arya sambil mencium kening Arini. Anti kaget dengan apa dilakukan Arya ke Arini.

__ADS_1


"Sayang, kamu jangan ikutan deketin cewek ganjen ini ya" kata Mely sambil memeluk lengan Faris.


"Kamu ngapain, lepaskan tanganmu!" kata Faris dingin dan ketus sambil menjauhkan tubuhnya dari Mely.


__ADS_2